Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

Rezeki Terus Bertambah, Tapi Hati Tetap Gelisah? Tasawuf Punya Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 292
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Banyak orang mengejar rezeki. Itu wajar. Namun dalam pandangan ulama tasawuf, tidak semua rezeki membawa ketenangan. Ada yang terlihat besar, tetapi membuat hidup semakin sempit. Ada pula yang tampak sederhana, namun justru menghadirkan rasa cukup yang sulit dijelaskan. Itulah sebabnya pembahasan tentang rezeki tidak berkah mulai banyak dicari, terutama ketika orang merasa hidup makin penuh, tetapi hati tetap kosong.

Dan anehnya, salah satu tandanya justru sering diabaikan.

Hari ini orang bisa membeli hampir apa saja dalam hitungan menit. Makanan datang sebelum rasa lapar benar-benar terasa. Barang diskon muncul bahkan ketika dompet sebenarnya sedang tipis. Orang-orang bekerja lebih lama, tidur lebih sedikit, lalu menyebut kelelahan itu sebagai “bagian dari proses.”

Padahal tubuh mulai gampang marah. Tidur tidak nyenyak. Waktu bersama keluarga terasa makin pendek. Tetapi rekening memang terus bertambah.

Ya sudahlah. Yang penting pemasukan aman.

Di titik itu, ulama tasawuf biasanya mulai mengingatkan sesuatu yang tidak terlalu populer:

tidak semua rezeki yang banyak otomatis membawa keberkahan.

Ketika Rezeki Membuat Hidup Terasa Penuh, Tapi Kosong

Dalam tradisi tasawuf, keberkahan rezeki tidak hanya diukur dari jumlah uang. Ulama lebih sering melihat dampaknya terhadap hati dan kehidupan seseorang.

Apakah hidupnya semakin tenang?
Apakah keluarganya semakin hangat?
Dan apakah ibadahnya semakin baik?

Atau justru sebaliknya.

Ada orang yang penghasilannya naik terus, tetapi emosinya ikut naik. Sedikit masalah langsung meledak. Pulang kerja badan ada di rumah, tetapi pikirannya masih berkeliaran di kantor.

Bahkan sekarang muncul kebiasaan yang terasa aneh kalau dipikir-pikir.

Ada orang yang tetap mengecek notifikasi pekerjaan bahkan saat makan bersama keluarga. Sendok masih di tangan, tetapi pikirannya sudah ada di target besok pagi.

Dan lucunya, itu mulai dianggap normal.

Di beberapa rumah, makan malam tidak lagi penuh obrolan. Anak sibuk dengan video pendek di ponsel. Ayah membalas pesan pekerjaan. Ibu sesekali membuka marketplace karena ada “flash sale tinggal tiga menit lagi.”

Rumah tetap ramai. Tetapi hangatnya seperti pelan-pelan menghilang.

Salah Satu Tanda yang Sering Tidak Disadari

Ulama tasawuf sering menjelaskan bahwa salah satu tanda rezeki tidak berkah adalah:

hati sulit merasa cukup meski kebutuhan terus terpenuhi.

Rumah makin bagus.
Barang makin lengkap.
Tetapi hidup terasa makin sempit.

Ironisnya, banyak orang baru sadar ketika suasana rumah mulai dingin. Percakapan kecil mudah berubah jadi emosi. Tidur terasa capek meski tidak melakukan pekerjaan berat. Bahkan hari libur pun rasanya tetap melelahkan.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:

“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit.”
(QS Thaha: 124)

Banyak ulama menjelaskan bahwa “kehidupan sempit” tidak selalu berarti miskin secara materi. Kadang uang ada. Makanan cukup. Tetapi hati kehilangan rasa tenang.

Dan ya… mungkin memang itu yang sedang banyak dialami orang sekarang. Semuanya bergerak cepat sekali sampai-sampai manusia lupa kapan terakhir benar-benar merasa tenang.

Tasawuf Tidak Mengajarkan Membenci Dunia

Sebagian orang salah memahami tasawuf. Seolah-olah hidup sederhana berarti harus menjauhi dunia dan anti terhadap harta. Padahal banyak ulama tasawuf justru aktif berdagang, bekerja, dan membangun kehidupan.

Tasawuf tidak melarang kaya.

Yang diperingatkan adalah ketika hati mulai diperbudak oleh keinginan yang tidak selesai-selesai.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kaya hati.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, ulama tasawuf lebih menekankan:

  • bagaimana cara mencari rezeki,
  • bagaimana cara menggunakannya,
  • dan apakah rezeki itu membuat seseorang semakin dekat atau justru semakin jauh dari ketenangan hidup.

Di kampung-kampung dulu, ada orang yang penghasilannya biasa saja tetapi rumahnya terasa hidup. Seusai Magrib terdengar suara anak mengaji pelan dari ruang tengah. Gelas teh manis diletakkan di meja kayu yang sudutnya mulai mengelupas. Tidak mewah memang. Tetapi ada rasa nyaman yang sulit dicari sekarang.

Dan sering kali, justru bagian paling sederhana itu yang pertama hilang.

Ketika Hati Kehilangan Nikmat Hal Kecil

Ulama tasawuf sering mengatakan bahwa hati yang terlalu lelah oleh dunia perlahan kehilangan kemampuan menikmati hal-hal sederhana.

Makan enak terasa biasa.
Liburan cepat membosankan.
Hari libur tetap dipenuhi kecemasan.

Sebagian orang bahkan merasa bersalah kalau duduk tenang terlalu lama. Seolah hidup harus terus sibuk agar terlihat berhasil. Padahal… ya tidak juga sebenarnya.

Mungkin yang lelah bukan tubuhnya.

Mungkin hatinya.

Karena itu, tasawuf selalu mengingatkan satu hal penting:

rezeki terbaik bukan yang paling besar, tetapi yang paling membawa keberkahan.

Dan keberkahan sering tumbuh dari hal-hal yang sekarang mulai jarang dijaga:

  • waktu bersama keluarga,
  • salat tepat waktu,
  • hati yang tidak terlalu rakus,
  • serta rasa syukur terhadap hidup yang sederhana.

Kadang hidup terasa sempit bukan karena rezekinya kurang, melainkan karena hati perlahan lupa cara menikmati keberkahan yang sebenarnya sudah ada di rumahnya sendiri.

وَٱللَّٰهُ أَعْلَمُ بِٱلصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mesir vs Selandia Baru

    Salah Bersinar, Mesir Balikkan Keadaan dan Menang Dramatis

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Mesir vs Selandia Baru menjadi salah satu pertandingan paling menarik di fase grup Piala Dunia FIFA. Setelah tertinggal lebih dulu, Timnas Mesir menunjukkan mental juara dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-1. Kemenangan Mesir ini sekaligus mempertegas pengaruh Mohamed Salah yang kembali tampil sebagai motor serangan sekaligus pembeda di momen krusial. Bermain […]

  • Sensus Ekonomi Ciamis

    Dari Warung hingga UMKM Ciamis, Semua Didata

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi masih terasa sejuk di kawasan Pendopo Bupati Ciamis, Selasa, 23 Juni 2026. Di halaman yang biasanya menjadi pusat berbagai kegiatan pemerintahan, ratusan aparatur dan petugas lapangan berkumpul dalam satu tujuan yang sama. Mereka bersiap menjalankan Sensus Ekonomi Ciamis 2026, sebuah pendataan besar yang akan memotret aktivitas ekonomi masyarakat dari tingkat […]

  • Ilustrasi Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan dengan penuh keteguhan setelah terbebas dari perbudakan.

    Bilal bin Rabah: Suara Adzan dari Luka Perbudakan

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bilal bin Rabah bukan sekadar nama dalam sejarah Islam. Bilal bin Rabah, atau sahabat Nabi yang dikenal sebagai muazin pertama, adalah simbol perlawanan terhadap penindasan dan bukti bahwa iman mampu mengangkat derajat manusia. Di tengah kerasnya sistem perbudakan, kisah Bilal bin Rabah menghadirkan harapan: bahwa kehormatan tidak ditentukan oleh status, melainkan oleh […]

  • Anggota DPRD Banjar Ditangkap

    Buronan DPRD Banjar Ditangkap, Polisi Ungkap Modus Pinjam Uang

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus anggota DPRD Banjar ditangkap menjadi sorotan setelah Kepolisian Resor Banjar berhasil mengamankan seorang legislator yang sebelumnya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Polisi menduga tersangka melakukan penipuan dan penggelapan dengan modus meminjam uang serta menjanjikan keuntungan 10 persen untuk pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nilai kerugian yang dilaporkan korban mencapai […]

  • Ilustrasi kasus pekerja rumah tangga melompat dari lantai empat terkait dugaan kekerasan oleh majikan

    Kasus PRT Lompat Lantai 4: Dari Dugaan Kekerasan hingga Penetapan Tersangka

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – R (15) dan D (30), PRT yang lompat lantai 4 rumah kos di Bendungan Hilir, kini bukan lagi sekadar peristiwa tragis. Kasus ini berkembang menjadi sorotan nasional setelah polisi menetapkan Adriel Viari Purba sebagai tersangka. Dugaan kekerasan terhadap pekerja rumah tangga dan relasi kuasa dalam lingkungan domestik kini ikut terangkat ke permukaan. […]

  • Perbedaan TPS dan TPA

    Masih Buang Sampah Sembarangan? Kenali Perbedaan TPS, TPST, dan TPA

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan TPS dan TPA dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Bahkan, istilah TPS, TPS 3R, TPST, dan TPA sering dianggap sama, padahal masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam perjalanan sampah. Padahal, pemahaman mengenai tempat pengolahan sampah menjadi penting karena volume sampah rumah tangga terus meningkat setiap tahun. […]

expand_less