Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aturan sarung batik untuk ASN Jawa Tengah memicu perdebatan publik soal relevansi kebijakan layanan publik.

albadarpost.com, LENSA – ASN di Jawa Tengah kini diwajibkan memakai sarung batik setiap Jumat. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/800.1.12.5/83/2025. Di saat bersamaan, kebijakan berbeda muncul dari Jawa Barat, berupa izin libur bagi aparatur sipil negara ketika ibu mereka berulang tahun. Dua aturan tersebut memicu diskusi luas karena menyentuh ranah simbolik dan nilai keluarga, tetapi belum tentu menjawab prioritas layanan publik.
Di Jawa Tengah, Kebijakan ASN Jawa Tengah menjadi sorotan karena berimbas pada ribuan pegawai. Aturan itu mengatur kemeja putih berkerah shanghai atau batik dengan bawahan sarung. Pegawai laki-laki diperbolehkan memakai peci, sandal selop, hingga sepatu. Format yang ditetapkan menyerupai gaya santri. Publik mempertanyakan apakah aturan ini menguatkan performa birokrasi atau sekadar simbol budaya.

Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan pelaksanaan aturan sudah berjalan dua minggu terakhir. “Itu kan aturan gubernur, sudah diterapkan,” katanya saat dikonfirmasi. Dia menyebut kebijakan itu merupakan instruksi langsung dari Gubernur Ahmad Luthfi. Ketika ditanya soal alasan utama, Yasin menyatakan tidak mengetahui. “Alasan? Saya tidak tahu, tanya Pak Gub,” ujarnya.


Reaksi Publik atas Kebijakan ASN Jawa Tengah

Gelombang respons muncul setelah seorang ASN membagikan pengalamannya mengenakan sarung batik di TikTok. Video itu cepat mendapat komentar publik. Warganet menilai aturan tersebut beraroma identitas tertentu dan kurang universal untuk instansi pemerintah. Kebijakan ASN Jawa Tengah dianggap tidak menjawab kebutuhan layanan masyarakat yang lebih mendesak.

Komentar lain mempertanyakan relevansinya bagi lembaga pemerintah non-keagamaan. Beberapa menilai celana panjang tetap lebih profesional di banyak instansi. Kritik yang lebih keras menilai kebijakan ini berbenturan dengan prioritas utama, mulai dari kualitas layanan publik hingga kesiapan digital.
Sentimen publik menunjukkan jurang antara simbol budaya dan urgensi birokrasi. Ketika warga masih berhadapan dengan antrean layanan, kualitas pendidikan, atau tekanan ekonomi, kebijakan berpakaian dianggap langkah kosmetik. Kritik ini tak sepenuhnya menolak nilai budaya, tetapi mempertanyakan efektivitas kebijakan terhadap kinerja.

Baca juga: Bocah Hilang Tasikmalaya Terungkap, Ayah Kandung Diduga Gadaikan Anak

Diskursus tersebut masuk dalam ranah tata kelola. Aturan berpakaian adalah soal etika birokrasi, tetapi dampak langsungnya tidak terukur. Pemerintahan daerah masih bergulat dengan pemanfaatan digital, integrasi sistem pelayanan, hingga distribusi anggaran. Di titik ini, Kebijakan ASN Jawa Tengah menjadi simbol orientasi kebijakan yang belum sinkron dengan kebutuhan warga.


Jawa Barat Pilih Sentuhan Humanisme

Berbeda dengan Jawa Tengah, Jawa Barat mengusung kebijakan berbasis nilai keluarga. Gubernur Dedi Mulyadi mengizinkan ASN tidak masuk kantor pada hari ulang tahun ibu. Menurutnya, ruang tersebut diberikan untuk menghormati keluarga tanpa mengorbankan produktivitas. Ia menilai digitalisasi memungkinkan ASN tetap bekerja sekalipun tidak berada di kantor.

“Kinerja ASN itu soal kualitas output,” ujarnya. Dedi menyebut pemanfaatan kerja jarak jauh dapat menjaga target kinerja tanpa menambah beban kehadiran fisik. Ia mengakui dirinya lebih sering berada di lapangan untuk mengeksekusi masalah publik ketimbang duduk di kantor.

Pemerintah Jawa Barat juga mengaitkan kebijakan itu dengan kompensasi ASN lapangan. Pegawai yang bertugas di kawasan berisiko disebut akan memperoleh kenaikan tunjangan. Mekanisme tersebut ditujukan untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban pegawai di lapangan dengan pegawai administrasi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri). Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (kanan).

Di tataran tata kelola, pendekatan Dedi menggeser paradigma kinerja. Aparatur seharusnya diberi target hasil, bukan sekadar angka kehadiran. Namun, pendekatan semacam ini tetap membutuhkan instrumen pengawasan, audit kerja, dan sistem penilaian kinerja yang konsisten. Tanpa itu, kebijakan berpotensi menjadi insentif emosional tanpa keberlanjutan.


Simbolisme vs Manfaat Publik

Dua provinsi besar menunjukkan kontrastasi kebijakan aparatur. Kebijakan ASN Jawa Tengah berdiri pada basis budaya. Jawa Barat memilih pendekatan humanis berbasis relasi keluarga dan produktivitas. Keduanya memiliki daya tarik politis karena menjadi simbol kepemimpinan. Namun, kepemimpinan publik idealnya menyentuh akar persoalan warga.

Secara administratif, aturan berpakaian memiliki implikasi terbatas dan tidak berpengaruh langsung pada kualitas layanan. Kebijakan berbasis keluarga lebih relevan dengan kesejahteraan emosional ASN, tetapi harus diikuti sistem penilaian kinerja yang ketat. Di antara keduanya, warga menunggu kebijakan yang menyentuh masalah utama: pelayanan cepat, pendidikan kuat, dan kemudahan akses digital.

Respon publik terhadap Kebijakan ASN Jawa Tengah menjadi indikator bahwa ruang politik lokal tidak steril dari persepsi identitas. Di era informasi terbuka, kebijakan simbolik akan diuji dampaknya. Warga kini lebih kritis, bukan hanya terhadap output, tetapi terhadap motif kebijakan.

Kebijakan ASN Jawa Tengah memicu kritik karena dinilai simbolik, sementara warga menuntut layanan publik yang lebih efektif dan relevan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketegangan di Pentagon antara Donald Trump dan jenderal AS terkait rencana invasi Iran

    Detik-Detik Gagalnya Invasi Iran: Jenderal Pentagon “Lawan” Trump

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 241
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Konflik pentagon vs trump kini menjadi sorotan global. Frasa ini merujuk pada ketegangan serius antara Donald Trump dan para jenderal Pentagon terkait rencana invasi Iran. Isu ini juga dikenal sebagai konflik internal militer AS, perlawanan jenderal, hingga drama politik Pentagon. Semua istilah tersebut menggambarkan satu hal: rencana perang besar yang nyaris […]

  • hari sumpah pemuda 2025

    Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025, Pemuda Bergerak untuk Indonesia Bersatu

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025 di GBK jadi simbol semangat persatuan dan kolaborasi generasi muda Indonesia. albadarpost.com, LENSA — Puncak Hari Sumpah Pemuda 2025 akan digelar Selasa malam, 28 Oktober 2025, di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Mengusung tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, acara nasional itu bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan […]

  • Seorang ilustrator digital menggambar bunga menggunakan tablet dan stylus di meja rumah sederhana dengan suasana hangat.

    Pelukis Tasikmalaya Ungkap Bedanya Menggambar Digital dan Tradisional

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Aktivitas menggambar kini tidak lagi identik dengan meja penuh cat air, kuas basah, atau tumpukan kertas gambar. Menggambar digital mulai menjadi pilihan banyak anak muda karena terasa lebih praktis, cepat, dan fleksibel. Namun di balik kemudahan itu, ternyata ada hal yang menurut sebagian pelukis tidak bisa tergantikan. “Feel healing-nya beda,” kata Hasnawati, […]

  • pergerakan Nataru

    Pergerakan Nataru Jabar Capai 21 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Dishub Jabar memprediksi 21,2 juta pergerakan Nataru, memicu tekanan lalu lintas wisata dan kebijakan pengendalian. albadarpost.com, FOKUS – Dinas Perhubungan Jawa Barat memprediksi lonjakan besar pergerakan Nataru 2025/2026. Sekitar 21,2 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru. Angka ini setara 42 persen penduduk Jawa Barat dan berpotensi menekan sistem transportasi, terutama […]

  • Harkitnas Tasikmalaya

    Harkitnas Kodim Tasikmalaya: Dandim Soroti Ancaman Digital

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Kodim Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Makodim 0612/Tasikmalaya berlangsung penuh khidmat, Rabu (20/05/2026). Namun di balik upacara bendera dan barisan prajurit yang berdiri tegak di Lapangan Makodim, tersimpan pesan penting tentang tantangan baru bangsa Indonesia: ancaman era digital terhadap generasi muda. Upacara dipimpin langsung Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. […]

  • Masjid IKMT Tasikmalaya

    Bangun Masjid Serius, IKMT Gandeng Unsil Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Masjid Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya mulai memasuki fase yang tidak terlihat mencolok, tetapi justru paling menentukan. Proyek yang juga disebut sebagai pembangunan Masjid IKMT atau masjid peradaban IKMT ini tidak langsung bergerak ke pembangunan fisik. IKMT memilih menahan diri sejenak, lalu menggandeng akademisi untuk memastikan semuanya benar sejak awal. Di lokasi […]

expand_less