Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

Tasawuf Modern: Jalan Tenang di Tengah Hidup yang Bising

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf modern perlahan kembali dicari. Di tengah kehidupan yang semakin cepat, manusia mulai lelah mengejar banyak hal, tetapi tetap merasa kosong. Spiritualitas Islam, terutama tasawuf, hadir bukan sebagai pelarian, melainkan sebagai jalan pulang—jalan untuk menenangkan hati yang terlalu lama sibuk dengan dunia.

Pertanyaannya bukan lagi apakah tasawuf relevan.
Melainkan, apakah manusia modern masih punya ruang untuk mendengarkan hatinya sendiri?

Saat Dunia Ramai, Hati Justru Sepi

Hari ini, segalanya bergerak cepat. Notifikasi datang tanpa jeda. Target terus bertambah. Media sosial menampilkan kehidupan yang tampak sempurna.

Namun di balik itu, banyak orang diam-diam merasa lelah.

Ada yang terlihat berhasil, tetapi tidak tenang.
Ada yang sibuk setiap hari, tetapi kehilangan arah.

Dalam kondisi seperti ini, tasawuf modern tidak menawarkan jawaban instan. Tasawuf justru mengajak manusia berhenti sejenak. Bukan berhenti dari aktivitas, tetapi berhenti dari keterikatan yang berlebihan.

Tasawuf: Membersihkan Hati, Bukan Menjauh dari Dunia

Ulama besar seperti Al-Ghazali menjelaskan bahwa inti tasawuf adalah penyucian hati. Bukan meninggalkan dunia, tetapi menempatkan dunia pada posisi yang semestinya.

Tasawuf mengajarkan:

  • bekerja tanpa diperbudak ambisi
  • memiliki tanpa dikuasai keinginan
  • hidup di dunia tanpa melupakan akhirat

Karena itu, tasawuf modern justru sangat dekat dengan realitas hari ini. Ia tidak mengajak lari, tetapi mengajak sadar.

Dalil: Ketika Ketenangan Tidak Ditemukan di Luar

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Alaa bidzikrillahi tathmainnul qulub”
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini sederhana, tetapi dalam. Manusia sering mencari ketenangan di luar dirinya. Padahal, ketenangan justru tumbuh dari dalam.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hati menjadi pusat segalanya. Ketika hati tenang, hidup ikut tertata.

Tasawuf di Era Modern: Jalan Sunyi di Tengah Kebisingan

Tasawuf modern hadir sebagai jalan sunyi di tengah dunia yang bising. Ia tidak ramai, tetapi dalam.

Banyak orang mulai memahami bahwa:

  • dzikir bukan sekadar ritual, tetapi kebutuhan
  • muhasabah bukan kelemahan, tetapi kekuatan
  • kesederhanaan bukan kekurangan, tetapi kebebasan

Seorang pekerja bisa tetap sibuk tanpa kehilangan ketenangan. Seorang pebisnis bisa tetap berkembang tanpa kehilangan nilai. Bahkan di tengah hiruk-pikuk kota, seseorang tetap bisa menjaga hatinya.

Itulah tasawuf.

Mengapa Tasawuf Kembali Dicari?

Fenomena ini tidak muncul tanpa sebab. Ketika dunia menawarkan banyak hal, manusia justru kehilangan makna.

Karena itu, tasawuf modern kembali hadir sebagai jawaban.

Bukan karena tren.
Tetapi karena kebutuhan jiwa.

Manusia tidak hanya butuh pencapaian.
Manusia juga butuh ketenangan.

Bukan Tentang Menjadi Sempurna, Tapi Menjadi Sadar

Tasawuf tidak menuntut kesempurnaan. Tasawuf mengajarkan kesadaran.

Sadar bahwa hidup tidak hanya soal hasil.
>Sadar bahwa hati perlu dijaga.
>Sadar bahwa dunia tidak selalu harus dimenangkan.

Dan dari kesadaran itu, perlahan lahir ketenangan.

Tasawuf modern tidak mengubah dunia di luar.
Tasawuf mengubah cara manusia melihat dunia.

Ketika hati menjadi tenang,
hidup yang sama terasa berbeda. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seblak Sultan Anak

    Seblak Sultan Creamy Ini Jadi Favorit Anak Saat Libur

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Seblak Sultan Anak, seblak creamy, dan resep seblak rumahan menjadi salah satu kata kunci kuliner yang banyak dicari selama musim libur sekolah. Bukan tanpa alasan. Selain memiliki cita rasa gurih dan creamy, seblak versi “Sultan” juga menghadirkan pengalaman makan yang lebih menyenangkan bagi anak-anak karena dipenuhi aneka topping favorit mereka. Menjelang sore […]

  • SPMB 2026

    SPMB 2026 Dievaluasi, DPR Dorong Seleksi Lebih Adil

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – SPMB 2026 menjadi perhatian Panitia Kerja (Panja) Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Komisi X DP Melalui evaluasi SPMB, DPR memperkuat transparansi seleksi, memperluas akses pendidikan tinggi, dan mendorong pemerataan kesempatan kuliah. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram resmi dpr_ri terkait rangkaian kunjungan kerja Panja SPMB di sejumlah daerah. Bagi lulusan […]

  • perjuangan ekonomi

    Bukan Lagi Angkat Senjata: Gen Z Membangun ‘Indonesia Emas’ Lewat Perjuangan Ekonomi

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Generasi Z menjadi motor perjuangan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui inovasi dan ketahanan digital. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perjuangan ekonomi kini menjadi medan juang generasi muda. Pada peringatan Hari Pahlawan, narasi tentang bambu runcing dan medan tempur tetap hidup, tetapi tantangan yang dihadapi generasi sekarang bergeser dari perlawanan fisik menjadi perebutan peluang di tengah ketidakpastian […]

  • Ilustrasi siswa melawan guru di kelas sebagai simbol bullying siswa ke guru Purwakarta dan krisis etika pendidikan

    Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman. Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu […]

  • balik nama mobil bekas

    Pemerintah Hapus Biaya Balik Nama Mobil Bekas

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Biaya balik nama mobil bekas dihapus. Kebijakan ini memangkas beban warga dan mempermudah layanan administrasi kendaraan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menghapus biaya balik nama mobil bekas. Kebijakan ini memangkas beban administrasi warga sekaligus menyederhanakan layanan publik di sektor kendaraan bermotor. Aturan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara […]

  • HUT Bhayangkara ke-80

    HUT Bhayangkara ke-80, Wabup Minta Polri Perkuat Kepercayaan Publik

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HUT Bhayangkara ke-80 bukan sekadar peringatan hari jadi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bahwa Polri dituntut terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan penegakan hukum yang adil bagi seluruh masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Bale Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, […]

expand_less