Tegang! Musda KNPI Tasikmalaya Jadi Ujian Soliditas Pemuda
- account_circle redaktur
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi saat membuka Musda KNPI Tasikmalaya 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musda KNPI Tasikmalaya mendadak jadi sorotan. Bukan sekadar agenda rutin, forum ini berubah menjadi momen krusial yang menguji soliditas pemuda sekaligus menentukan arah organisasi ke depan.
Musda KNPI Tasikmalaya, atau musyawarah pemuda daerah, kini berada di titik penting. Di satu sisi, forum ini diharapkan berjalan lebih lancar dibanding daerah lain. Namun di sisi lain, dinamika internal mulai terasa dan menjadi perhatian banyak pihak.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, secara terbuka mengingatkan bahwa keberhasilan forum ini tidak ditentukan panitia atau pemerintah. Semua kembali pada peserta.
“Lancar atau tidaknya Musda KNPI ini, kembali ke peserta. Jangan disamakan dengan daerah lain,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Nada itu terdengar sederhana. Namun jika dicermati, pesan tersebut menegaskan satu hal: pemuda sedang diuji dalam forum mereka sendiri.
Musyawarah atau Konflik, Pemuda Tentukan Arah
Sejak awal, Musda KNPI Tasikmalaya membawa semangat musyawarah. Namun realitas organisasi seringkali tidak sesederhana itu. Perbedaan pandangan hampir pasti muncul, bahkan bisa memicu gesekan.
Meski begitu, Asep menilai perbedaan bukan ancaman. Justru sebaliknya, itu bagian dari dinamika yang sehat—selama tetap berada dalam koridor organisasi.
“Perbedaan itu hal biasa dalam organisasi. Yang penting tetap mengedepankan musyawarah,” katanya.
Karena itu, forum ini menjadi semacam “ruang uji” kedewasaan. Jika komunikasi berjalan terbuka, maka keputusan yang dihasilkan akan lebih kuat. Sebaliknya, jika ego lebih dominan, potensi perpecahan sulit dihindari.
Di titik ini, publik mulai menaruh perhatian: apakah pemuda mampu menjaga marwah forum?
Tak Cukup Seremonial, KNPI Dituntut Berdampak
Di luar dinamika internal, tantangan yang lebih besar justru datang dari publik. Ekspektasi terhadap organisasi pemuda terus meningkat.
Asep menegaskan, setiap periode kepengurusan harus meninggalkan jejak nyata. Bukan hanya rapat dan program di atas kertas, tetapi aktivitas yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Setiap periode harus punya kontribusi. Minimal organisasi tetap berjalan di kecamatan dan OKP, serta bersinergi,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik halus. Sebab dalam banyak kasus, organisasi kepemudaan sering aktif saat momentum tertentu saja, lalu melemah setelahnya.
Karena itu, hasil Musda KNPI Tasikmalaya nanti akan diuji langsung oleh realitas di lapangan.
Perda Kepemudaan Jadi Kunci, Bukan Sekadar Wacana
Salah satu poin strategis yang kembali mengemuka adalah dorongan terhadap Perda Kepemudaan. Selama ini, wacana tersebut kerap muncul, tetapi belum selalu berujung pada implementasi maksimal.
Padahal, menurut Asep, Perda bukan sekadar dokumen formal. Regulasi ini bisa menjadi fondasi kuat bagi pengembangan pemuda.
“Perda kepemudaan harus terus didorong. Ini penting untuk mendukung kreativitas dan fasilitas pemuda,” jelasnya.
Dengan adanya payung hukum, program kepemudaan akan lebih terarah. Selain itu, akses terhadap dukungan pemerintah juga menjadi lebih terbuka.
Jika berhasil didorong, ini bisa menjadi salah satu legacy penting dari kepengurusan baru.
Jangan Bergantung APBD, Pemuda Harus Agresif Cari Peluang
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, pendekatan lama dinilai sudah tidak relevan. Pemuda dituntut lebih adaptif dan agresif dalam mencari peluang.
Asep menegaskan, sumber pendanaan tidak hanya berasal dari APBD. Banyak jalur lain yang bisa diakses, mulai dari provinsi hingga pusat.
“Ada anggaran provinsi, DPR RI, bahkan insentif dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Itu yang harus dikejar,” tegasnya.
Pernyataan ini mengubah perspektif. Artinya, keberhasilan program tidak lagi bergantung pada dana daerah semata, tetapi juga pada kemampuan jejaring dan inisiatif organisasi.
Di sinilah kualitas kepemimpinan akan benar-benar terlihat.
Momentum Penentuan: KNPI Akan Melangkah atau Stagnan?
Musda KNPI Tasikmalaya kini berada di persimpangan. Forum ini bisa menjadi titik balik kebangkitan organisasi pemuda, atau justru berakhir sebagai rutinitas tanpa dampak.
Semua bergantung pada hasil akhir: siapa yang terpilih, bagaimana keputusan diambil, dan sejauh mana komitmen dijalankan.
Jika soliditas terjaga, peluang untuk melahirkan program progresif terbuka lebar. Namun jika terjebak konflik, energi organisasi justru akan terkuras sejak awal.
Satu hal yang pasti, publik sedang melihat.
Musda KNPI Tasikmalaya bukan sekadar forum internal. Ini adalah panggung pembuktian—apakah pemuda mampu memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin masyarakat.
Hasilnya tidak hanya menentukan struktur organisasi, tetapi juga masa depan gerakan kepemudaan di daerah. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar