Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Tahallul Bukan Hanya Potong Rambut, Maknanya Jauh Lebih Dalam

Tahallul Bukan Hanya Potong Rambut, Maknanya Jauh Lebih Dalam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 246
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas tahallul, banyak orang langsung membayangkan prosesi mencukur rambut setelah haji atau umrah. Memang benar. Namun jika hanya berhenti pada potong rambut, makna tahallul menjadi terlalu sederhana.

Padahal tahallul merupakan salah satu simbol paling kuat dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Di balik beberapa helai rambut yang jatuh ke lantai, tersimpan pesan tentang ketaatan, kerendahan hati, dan harapan untuk memulai hidup yang lebih baik.

Karena itu, para ulama tidak hanya memandang tahallul sebagai ritual fisik. Mereka juga melihatnya sebagai tanda perubahan batin setelah seorang hamba menempuh perjalanan ibadah yang panjang.

Tahallul: Tanda Selesainya Masa Ihram

Secara bahasa, tahallul berarti menjadi halal atau terbebas dari larangan.

Dalam ibadah haji dan umrah, tahallul dilakukan dengan mencukur habis rambut kepala (halq) atau memendekkannya (taqsir). Setelah tahallul, jamaah keluar dari keadaan ihram dan kembali diperbolehkan melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang selama ihram.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut.”

(QS. Al-Fath: 27)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa tahallul bukan sekadar tradisi, melainkan bagian penting dari kesempurnaan ibadah haji dan umrah.

Mengapa Harus Rambut yang Dipotong?

Pertanyaan ini sering muncul.

Mengapa Islam memilih rambut sebagai simbol berakhirnya ihram?

Mengapa bukan pakaian atau benda lainnya?

Di sinilah letak keindahan simbolik dalam syariat.

Rambut merupakan bagian dari penampilan manusia. Sebagian orang merawatnya dengan penuh perhatian. Sebagian lagi menjadikannya bagian dari identitas diri.

Namun setelah menjalani rangkaian ibadah yang berat, seorang jamaah diminta merelakan sebagian atau seluruh rambutnya sebagai bentuk ketundukan kepada Allah.

Ia datang bukan membawa status sosial.

Bukan membawa jabatan.

Bukan membawa gelar.

Ia datang sebagai hamba yang sama di hadapan Tuhannya.

Karena itu Rasulullah SAW memberikan doa khusus kepada orang yang mencukur rambutnya.

“Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.”

Para sahabat bertanya, “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya?”

Rasulullah kembali berdoa, “Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.”

Setelah beberapa kali pertanyaan yang sama, beliau bersabda, “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Di Balik Suara Mesin Cukur yang Tak Pernah Berhenti

Bagi jamaah yang pernah menyaksikan suasana tahallul di sekitar Masjidil Haram atau kawasan Mina, ada pemandangan yang sulit dilupakan.

Suara mesin cukur terdengar hampir tanpa jeda.

Dari pagi hingga malam, antrean jamaah terus bergerak.

Satu orang selesai.

Lalu datang jamaah berikutnya.

Ada yang tersenyum lega setelah rambutnya dicukur. Ada pula yang duduk beberapa saat sambil merapikan kembali kopiah putihnya sebelum berjalan meninggalkan lokasi.

Suasananya sederhana.

Namun di balik kesederhanaan itu, ribuan orang sedang menandai berakhirnya satu fase penting dalam perjalanan ibadah mereka.

Ada Tahallul Lahir, Ada Pula Tahallul Batin

Secara fikih, tahallul selesai ketika rambut dipotong atau dicukur.

Namun para ulama tasawuf sering mengingatkan bahwa ada tahallul lain yang lebih sulit.

Yaitu tahallul batin.

Banyak orang mampu mencukur rambutnya.

Tetapi tidak semua mampu mencukur kesombongannya.

Banyak orang meninggalkan pakaian ihram.

Namun tidak semua mampu meninggalkan sifat iri, dengki, atau kebiasaan buruk yang selama ini dibawanya.

Karena itu, tahallul sesungguhnya mengandung pertanyaan yang sangat pribadi:

Apa yang ingin kita tinggalkan setelah pulang dari Tanah Suci?

Fragmen Kecil yang Sering Terjadi

Di area tahallul, suasana kadang terasa sangat manusiawi.

Tidak sedikit jamaah yang langsung mengirim foto hasil tahallul kepada keluarga di Indonesia.

Ada yang melakukan panggilan video sambil tersenyum lebar.

Ada pula yang sibuk mencari cermin kecil untuk memastikan bagian rambut yang baru dicukur terlihat rapi.

Di sudut lain, terdengar percakapan dalam berbagai bahasa.

Bahasa Indonesia bercampur dengan bahasa Turki, Urdu, Arab, hingga bahasa dari berbagai negara Afrika.

Mereka berbeda warna kulit.

Berbeda bahasa.

Berbeda budaya.

Namun semua baru saja menjalani ritual yang sama.

Semua baru saja belajar menjadi hamba.

Tahallul dan Harapan Menjadi Lebih Baik

Karena itu, tahallul bukan sekadar penutup rangkaian ibadah.

Tahallul justru menjadi awal perjalanan yang baru.

Perjalanan untuk menjaga kesabaran yang telah dipelajari.

Perjalanan untuk mempertahankan kedekatan dengan Allah yang telah dirasakan.

Dan perjalanan untuk membawa pulang nilai-nilai Tanah Suci ke rumah dan kehidupan sehari-hari.

Sebab ukuran keberhasilan haji dan umrah tidak hanya terlihat saat seseorang berada di Makkah.

Tetapi juga ketika ia kembali menjadi pribadi yang lebih baik setelah pulang.

Yang paling penting bukan berapa banyak rambut yang jatuh saat tahallul.

Tetapi berapa banyak kesombongan yang ikut pergi bersamanya.

Sebab rambut yang dicukur akan tumbuh kembali.

Namun hati yang berhasil dibersihkan melalui perjalanan ibadah bisa menjadi awal lahirnya manusia yang benar-benar baru.  (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Analisis kritis SK Komdigi 127 2026 dan dampaknya terhadap kebebasan pers serta demokrasi digital di Indonesia

    SK Komdigi 127/2026: Regulasi Cepat, Demokrasi Terhambat?

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 205
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – SK Komdigi 127 2026 kembali membuka perdebatan serius tentang arah regulasi digital, kebebasan berekspresi, dan posisi negara dalam mengontrol ruang publik. Pemerintah menyebut aturan ini sebagai langkah strategis melawan disinformasi. Namun, sejumlah kalangan melihatnya sebagai sinyal kemunduran dalam praktik demokrasi digital. Masalahnya bukan pada niat, melainkan pada desain kebijakan yang berpotensi melampaui […]

  • Nonaktifkan NPWP

    Banyak yang Belum Tahu, Nonaktifkan NPWP Kini Bisa dari Rumah

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Banyak orang menyimpan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bertahun-tahun tanpa pernah lagi menggunakannya. Sebagian menganggap hal itu bukan masalah. Sebagian lainnya bahkan lupa bahwa status NPWP mereka masih aktif. Padahal, menurut Deni Heryanto, Direktur Pusat Legalitas dan Layanan Hukum Terpadu DenLegal Tasikmalaya, kondisi tersebut tidak sebaiknya dibiarkan begitu saja. Jika seseorang memang […]

  • Takdir Allah

    Saat Manusia Melawan Takdir, Di Situlah Kesalahannya

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 211
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Di tengah budaya yang serba cepat, banyak orang ingin semua hal terjadi sesuai jadwal yang mereka susun sendiri. Takdir Allah, ketetapan Allah, dan qadha serta qadar sering kali hanya diterima ketika sejalan dengan keinginan. Sebaliknya, saat kenyataan berbeda, hati mulai gelisah, doa terasa seolah belum dijawab, bahkan kesabaran ikut diuji. Fenomena itu […]

  • Ilustrasi simbol kebebasan pers di Hong Kong dengan sorotan global terhadap vonis Jimmy Lai dan dampaknya bagi media independen

    Dunia Bereaksi, Kebebasan Pers Hong Kong Terancam

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Vonis 20 tahun penjara terhadap pengusaha media Jimmy Lai langsung menggema ke berbagai penjuru dunia. Sejak putusan itu dibacakan, perhatian internasional tertuju pada satu isu utama: kebebasan pers Hong Kong. Banyak pihak menilai kasus ini bukan sekadar perkara hukum individu, melainkan simbol perubahan besar dalam lanskap kebebasan berekspresi di wilayah tersebut. […]

  • mutasi ASN Karawang

    Pemkab Karawang Rotasi Ratusan ASN

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Mutasi ASN Karawang digelar malam tahun baru untuk jaga layanan publik tetap berjalan selama libur panjang. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Malam pergantian tahun biasanya identik dengan hitung mundur, kembang api, dan keramaian publik. Namun di Karawang, malam itu juga menjadi penanda lain: ratusan aparatur sipil negara berganti posisi. Pada Rabu malam, 31/12/2025, Bupati Karawang Aep […]

  • Evakuasi Cincin

    Evakuasi Cincin, Damkar Ciamis Butuh 20 Menit

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sebuah cincin stainless yang awalnya hanya menjadi aksesori sehari-hari nyaris berubah menjadi masalah serius bagi seorang pemuda asal Kabupaten Ciamis. Jari manis tangan kanannya membengkak setelah cincin yang telah lama dipakai tidak lagi bisa dilepas. Beruntung, petugas UPTD Damkar Ciamis bergerak cepat melakukan evakuasi cincin sehingga kondisi korban dapat segera ditangani […]

expand_less