Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Syekh Ibnu Athaillah: Sepi Bukan Lari, Tapi Menguatkan Hati

Syekh Ibnu Athaillah: Sepi Bukan Lari, Tapi Menguatkan Hati

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Dunia belum pernah seramai sekarang. Setiap detik, jutaan orang berlomba mengunggah cerita, memburu perhatian, mengejar pengakuan, dan menghitung angka suka seolah-olah itulah ukuran kebahagiaan. Ironisnya, di tengah kebisingan itu, kegelisahan justru tumbuh subur. Tafakur, menyendiri dalam Islam, dan menjaga hati terdengar seperti nasihat kuno, padahal justru menjadi obat bagi penyakit zaman modern.

Berabad-abad sebelum media sosial lahir, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari, ulama besar penulis Al-Hikam, sudah menyampaikan kritik yang terasa seperti ditulis untuk generasi hari ini.

مَا نَفَعَ القَلْبَ ؛ مِثْلُ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مَيْدَانَ فِكْرَةٍ

“Tiada sesuatu yang sangat berguna bagi hati (jiwa), sebagaimana menyendiri untuk masuk ke medan berfikir (tafakur).”

Kalimat itu bukan ajakan membenci manusia. Sebaliknya, ia menampar kecenderungan manusia yang terlalu sibuk melihat kehidupan orang lain hingga lupa mengoreksi dirinya sendiri.

Kita Hafal Kehidupan Orang Lain, Tapi Asing dengan Isi Hati Sendiri

Hari ini banyak orang mengetahui kabar artis lebih cepat daripada mengetahui keadaan tetangganya. Mereka hafal jadwal promosi influencer, tetapi lupa kapan terakhir kali menangis dalam doa. Jari begitu lincah menggulir layar, namun hati terasa berat ketika diminta duduk tenang lima menit untuk bermuhasabah.

Padahal Allah SWT mengingatkan,

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini bukan sekadar perintah berpikir. Ia mengajarkan evaluasi diri yang jujur. Tafakur membuat manusia berhenti menyalahkan keadaan dan mulai menanyakan kualitas hubungannya dengan Allah.

Salah Memilih Teman, Salah Menentukan Arah Hidup

Syekh Ibnu Athaillah tidak berhenti pada urusan tafakur. Beliau juga mengingatkan bahwa hati sangat mudah dipengaruhi lingkungan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini terasa semakin relevan di era digital. Teman hari ini tidak selalu duduk di samping kita. Algoritma media sosial, akun yang setiap hari kita ikuti, hingga konten yang terus kita konsumsi perlahan membentuk cara berpikir tanpa kita sadari.

Karena itu Allah mewahyukan kepada Nabi Musa AS agar berhati-hati memilih sahabat. Teman yang tidak mendorong seseorang menuju ketaatan justru menjadi penghalang perjalanan menuju Allah.

Pesan serupa juga diberikan kepada Nabi Dawud AS. Ketika beliau memilih menyendiri demi mendekat kepada Allah, Allah tetap mengingatkan pentingnya memilih teman yang saleh. Artinya, Islam tidak mengajarkan mengasingkan diri selamanya. Islam mengajarkan keseimbangan: menyepi untuk memperbaiki hati, lalu kembali ke masyarakat dengan jiwa yang lebih bersih.

Dunia Tidak Salah, Tetapi Ketamakan Selalu Membunuh Hati

Salah satu nasihat paling tajam datang dari Nabi Isa AS.

Beliau berkata,

“Jangan berkawan dengan orang-orang yang mati.”

Ketika ditanya siapa yang dimaksud, beliau menjawab,

“Mereka yang rakus kepada dunia.”

Kalimat itu terdengar keras, tetapi kenyataan sering kali lebih keras. Banyak orang rela kehilangan waktu bersama keluarga demi mengejar citra. Tidak sedikit yang mengorbankan kejujuran demi keuntungan. Bahkan ada yang mengukur harga dirinya hanya dari jabatan, harta, atau jumlah pengikut di media sosial.

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan,

“Yang paling aku khawatirkan terhadap umatku ialah lemahnya keyakinan.”

Ketika iman melemah, dunia berubah dari alat menjadi tujuan. Saat itulah hati mulai kehilangan arah.

Allah SWT berfirman,

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ketenangan tidak pernah lahir dari tepuk tangan manusia. Ia tumbuh dari kedekatan kepada Allah.

Empat Kebiasaan Orang yang Ingin Membersihkan Jiwanya

Ulama besar Sahl bin Abdullah At-Tustari merangkum empat latihan yang membentuk jiwa seorang hamba.

Pertama, mengendalikan hawa nafsu melalui lapar.

Kedua, menjaga lisan dengan banyak diam.

Ketiga, memperbanyak tafakur dalam kesunyian.

Keempat, menghidupkan malam dengan salat tahajud.

Empat amalan itu tampak sederhana. Namun, semuanya menyerang akar penyakit manusia: ego, kesombongan, dan cinta dunia yang berlebihan.

Di tengah budaya yang mengagungkan pencapaian instan, empat latihan ini justru mengajarkan perlambatan. Seseorang belajar mengalahkan dirinya sendiri sebelum ingin mengalahkan orang lain.

Mungkin Kita Tidak Kekurangan Teman, Tetapi Kekurangan Waktu Bersama Allah

Teknologi membuat manusia saling terhubung selama 24 jam. Namun, hubungan yang paling penting justru sering terputus: hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Syekh Ibnu Athaillah seakan mengingatkan bahwa kebisingan bukan selalu berasal dari suara. Kebisingan juga lahir dari hati yang dipenuhi ambisi, iri, dan keinginan untuk terus dibandingkan dengan orang lain.

Karena itu, menyendiri bukanlah bentuk pelarian. Tafakur adalah keberanian untuk menatap diri sendiri tanpa topeng, mengakui kelemahan, lalu kembali memperbaiki arah hidup sebelum waktu habis.

Mungkin yang membuat hati kita lelah bukan karena hidup terlalu berat. Bisa jadi karena kita terlalu sibuk mencari tempat di mata manusia, sampai lupa mencari tempat di sisi Allah. Ketika dunia terus mengajak berlari, Syekh Ibnu Athaillah justru mengajarkan satu keberanian yang mulai langka: berhenti sejenak, menyepi, lalu bertanya dengan jujur, apakah hati ini masih mengenal jalan pulang kepada Allah, atau justru telah tersesat di tengah riuhnya dunia? (Red)

Kutipan-kutipan tentang Nabi Musa AS, Nabi Dawud AS, Nabi Isa AS, dan Sahl bin Abdullah At-Tustari disampaikan sebagaimana termuat dalam syarah Al-Hikam.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Tasikmalaya

    Pemkot Tasikmalaya Diduga Retak: Konflik Internal Ancam Tata Kelola Daerah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti kisruh internal Pemkot Tasikmalaya dan dampaknya bagi tata kelola serta pelayanan publik. Alarm dari Ruang Dalam Pemkot albadarpost.com, EDITORIAL – Unggahan status WhatsApp Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, pekan ini mengungkap sesuatu yang lebih besar dari sekadar pesan bernuansa metafora. Ia memperlihatkan retakan komunikasi di tubuh Pemerintah Kota Tasikmalaya yang […]

  • Rekrutmen Koperasi 2026

    35 Ribu Lowongan Dibuka! Rekrutmen Koperasi 2026 Tanpa Biaya

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang besar akhirnya datang. Rekrutmen Koperasi 2026 resmi dibuka pemerintah dengan total 35.476 formasi. Program yang juga dikenal sebagai lowongan koperasi desa 2026 dan rekrutmen Koperasi Merah Putih ini langsung menyita perhatian karena menawarkan pekerjaan sekaligus peran strategis dalam menggerakkan ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan. Di tengah persaingan kerja yang […]

  • Sekolah negeri ditinggalkan

    Anggaran Sekolah Negeri Kalah Fleksibel, Swasta Makin Dilirik

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Sekolah negeri ditinggalkan. Perbedaan anggaran dengan swasta memengaruhi kualitas, fasilitas, dan pilihan orang tua. albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena sekolah negeri ditinggalkan orang tua tidak lepas dari persoalan anggaran pendidikan. Dalam beberapa tahun terakhir, data pendidikan nasional menunjukkan penurunan jumlah siswa di sekolah negeri, sementara sekolah swasta mencatat peningkatan pendaftaran. Perbedaan struktur dan fleksibilitas anggaran menjadi […]

  • Mahasiswi Hilang

    Breaking News: Mahasiswi UMB Tasikmalaya Dilaporkan Hilang

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus mahasiswi hilang kembali menghebohkan warga Jawa Barat. Seorang mahasiswi Universitas Mayasari Bakti (UMB) Tasikmalaya bernama Ulfah Hadiatul Alia dilaporkan hilang sejak 5 April 2026 dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Informasi tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Banyak warga ikut membagikan foto korban dengan harapan […]

  • Ilustrasi arus balik Lebaran menuju Jakarta dengan jalan tol lengang saat dini hari tanpa kemacetan

    Arus Balik 2026: Jam Berangkat Ini Bikin Kamu Tiba di Jakarta Pagi Tanpa Macet

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menentukan waktu terbaik arus balik menjadi kunci agar perjalanan kembali ke Jakarta tetap lancar. Banyak pemudik ingin tiba pagi hari tanpa terjebak macet panjang. Namun, tanpa strategi waktu yang tepat, perjalanan justru bisa berjam-jam lebih lama. Karena itu, memahami pola arus balik Lebaran 2026 menjadi sangat penting, terutama bagi Anda yang […]

  • Alat berat militer Israel menggali area pemakaman warga Palestina di Gaza saat operasi militer berlangsung.

    Ketika Kuburan Gaza Tak Lagi Aman

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Militer Israel menggali sejumlah area pemakaman warga Palestina di Jalur Gaza dalam rangkaian operasi militernya. Tindakan tersebut memicu kecaman warga setempat karena merusak makam dan menghilangkan jejak jenazah anggota keluarga mereka. Peristiwa itu terjadi di beberapa lokasi pemakaman, termasuk di wilayah timur Kota Gaza. Sejumlah saksi mata menyebutkan alat berat militer […]

expand_less