Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Syekh Ibnu Athaillah: Sepi Bukan Lari, Tapi Menguatkan Hati

Syekh Ibnu Athaillah: Sepi Bukan Lari, Tapi Menguatkan Hati

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Dunia belum pernah seramai sekarang. Setiap detik, jutaan orang berlomba mengunggah cerita, memburu perhatian, mengejar pengakuan, dan menghitung angka suka seolah-olah itulah ukuran kebahagiaan. Ironisnya, di tengah kebisingan itu, kegelisahan justru tumbuh subur. Tafakur, menyendiri dalam Islam, dan menjaga hati terdengar seperti nasihat kuno, padahal justru menjadi obat bagi penyakit zaman modern.

Berabad-abad sebelum media sosial lahir, Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari, ulama besar penulis Al-Hikam, sudah menyampaikan kritik yang terasa seperti ditulis untuk generasi hari ini.

مَا نَفَعَ القَلْبَ ؛ مِثْلُ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مَيْدَانَ فِكْرَةٍ

“Tiada sesuatu yang sangat berguna bagi hati (jiwa), sebagaimana menyendiri untuk masuk ke medan berfikir (tafakur).”

Kalimat itu bukan ajakan membenci manusia. Sebaliknya, ia menampar kecenderungan manusia yang terlalu sibuk melihat kehidupan orang lain hingga lupa mengoreksi dirinya sendiri.

Kita Hafal Kehidupan Orang Lain, Tapi Asing dengan Isi Hati Sendiri

Hari ini banyak orang mengetahui kabar artis lebih cepat daripada mengetahui keadaan tetangganya. Mereka hafal jadwal promosi influencer, tetapi lupa kapan terakhir kali menangis dalam doa. Jari begitu lincah menggulir layar, namun hati terasa berat ketika diminta duduk tenang lima menit untuk bermuhasabah.

Padahal Allah SWT mengingatkan,

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini bukan sekadar perintah berpikir. Ia mengajarkan evaluasi diri yang jujur. Tafakur membuat manusia berhenti menyalahkan keadaan dan mulai menanyakan kualitas hubungannya dengan Allah.

Salah Memilih Teman, Salah Menentukan Arah Hidup

Syekh Ibnu Athaillah tidak berhenti pada urusan tafakur. Beliau juga mengingatkan bahwa hati sangat mudah dipengaruhi lingkungan.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk seperti penjual minyak wangi dan pandai besi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini terasa semakin relevan di era digital. Teman hari ini tidak selalu duduk di samping kita. Algoritma media sosial, akun yang setiap hari kita ikuti, hingga konten yang terus kita konsumsi perlahan membentuk cara berpikir tanpa kita sadari.

Karena itu Allah mewahyukan kepada Nabi Musa AS agar berhati-hati memilih sahabat. Teman yang tidak mendorong seseorang menuju ketaatan justru menjadi penghalang perjalanan menuju Allah.

Pesan serupa juga diberikan kepada Nabi Dawud AS. Ketika beliau memilih menyendiri demi mendekat kepada Allah, Allah tetap mengingatkan pentingnya memilih teman yang saleh. Artinya, Islam tidak mengajarkan mengasingkan diri selamanya. Islam mengajarkan keseimbangan: menyepi untuk memperbaiki hati, lalu kembali ke masyarakat dengan jiwa yang lebih bersih.

Dunia Tidak Salah, Tetapi Ketamakan Selalu Membunuh Hati

Salah satu nasihat paling tajam datang dari Nabi Isa AS.

Beliau berkata,

“Jangan berkawan dengan orang-orang yang mati.”

Ketika ditanya siapa yang dimaksud, beliau menjawab,

“Mereka yang rakus kepada dunia.”

Kalimat itu terdengar keras, tetapi kenyataan sering kali lebih keras. Banyak orang rela kehilangan waktu bersama keluarga demi mengejar citra. Tidak sedikit yang mengorbankan kejujuran demi keuntungan. Bahkan ada yang mengukur harga dirinya hanya dari jabatan, harta, atau jumlah pengikut di media sosial.

Padahal Rasulullah ﷺ telah mengingatkan,

“Yang paling aku khawatirkan terhadap umatku ialah lemahnya keyakinan.”

Ketika iman melemah, dunia berubah dari alat menjadi tujuan. Saat itulah hati mulai kehilangan arah.

Allah SWT berfirman,

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ketenangan tidak pernah lahir dari tepuk tangan manusia. Ia tumbuh dari kedekatan kepada Allah.

Empat Kebiasaan Orang yang Ingin Membersihkan Jiwanya

Ulama besar Sahl bin Abdullah At-Tustari merangkum empat latihan yang membentuk jiwa seorang hamba.

Pertama, mengendalikan hawa nafsu melalui lapar.

Kedua, menjaga lisan dengan banyak diam.

Ketiga, memperbanyak tafakur dalam kesunyian.

Keempat, menghidupkan malam dengan salat tahajud.

Empat amalan itu tampak sederhana. Namun, semuanya menyerang akar penyakit manusia: ego, kesombongan, dan cinta dunia yang berlebihan.

Di tengah budaya yang mengagungkan pencapaian instan, empat latihan ini justru mengajarkan perlambatan. Seseorang belajar mengalahkan dirinya sendiri sebelum ingin mengalahkan orang lain.

Mungkin Kita Tidak Kekurangan Teman, Tetapi Kekurangan Waktu Bersama Allah

Teknologi membuat manusia saling terhubung selama 24 jam. Namun, hubungan yang paling penting justru sering terputus: hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya.

Syekh Ibnu Athaillah seakan mengingatkan bahwa kebisingan bukan selalu berasal dari suara. Kebisingan juga lahir dari hati yang dipenuhi ambisi, iri, dan keinginan untuk terus dibandingkan dengan orang lain.

Karena itu, menyendiri bukanlah bentuk pelarian. Tafakur adalah keberanian untuk menatap diri sendiri tanpa topeng, mengakui kelemahan, lalu kembali memperbaiki arah hidup sebelum waktu habis.

Mungkin yang membuat hati kita lelah bukan karena hidup terlalu berat. Bisa jadi karena kita terlalu sibuk mencari tempat di mata manusia, sampai lupa mencari tempat di sisi Allah. Ketika dunia terus mengajak berlari, Syekh Ibnu Athaillah justru mengajarkan satu keberanian yang mulai langka: berhenti sejenak, menyepi, lalu bertanya dengan jujur, apakah hati ini masih mengenal jalan pulang kepada Allah, atau justru telah tersesat di tengah riuhnya dunia? (Red)

Kutipan-kutipan tentang Nabi Musa AS, Nabi Dawud AS, Nabi Isa AS, dan Sahl bin Abdullah At-Tustari disampaikan sebagaimana termuat dalam syarah Al-Hikam.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nadya Nurazizah

    Siswi SMP Garut Raih Emas Kejurnas Panahan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Nadya Nurazizah mencatatkan namanya di jajaran atlet muda terbaik Indonesia. Siswi kelas IX SMP Negeri 2 Garut itu berhasil meraih medali emas Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panahan Junior 2026 setelah menjadi juara Kategori Individu Nasional U-18 Putri pada ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Rabu (29/7/2026). […]

  • foto produk UMKM

    Cara Simpel Foto Produk UMKM Biar Terlihat Premium

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Foto produk UMKM, cara foto jualan, dan fotografi produk sederhana sering dianggap cukup dengan kamera bagus. Nyatanya, banyak pelaku usaha sudah pakai HP mahal, tapi hasilnya tetap “biasa saja”. Masalahnya bukan di alat. Masalahnya ada di detail kecil yang sering diabaikan. Menariknya, justru hal-hal sederhana inilah yang sering membuat foto terlihat lebih […]

  • Battle Band Perbankan Priangan Timur

    Battle Band Perbankan Priangan Timur 2026 Resmi Dibuka

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Battle Band Perbankan Priangan Timur resmi dibuka sebagai salah satu rangkaian kegiatan Jayantara Priangan Timur 2026. Ajang Lomba Band Perbankan atau Kompetisi Band Perbankan ini mengundang pegawai perbankan di wilayah Priangan Timur untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperebutkan total hadiah senilai Rp21 juta. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui akun resmi Bank Indonesia Tasikmalaya, kompetisi […]

  • Ilustrasi arus balik Lebaran menuju Jakarta dengan jalan tol lengang saat dini hari tanpa kemacetan

    Arus Balik 2026: Jam Berangkat Ini Bikin Kamu Tiba di Jakarta Pagi Tanpa Macet

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 158
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Menentukan waktu terbaik arus balik menjadi kunci agar perjalanan kembali ke Jakarta tetap lancar. Banyak pemudik ingin tiba pagi hari tanpa terjebak macet panjang. Namun, tanpa strategi waktu yang tepat, perjalanan justru bisa berjam-jam lebih lama. Karena itu, memahami pola arus balik Lebaran 2026 menjadi sangat penting, terutama bagi Anda yang […]

  • bonus atlet pelajar Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Guyur Bonus Atlet: Sinyal Kuat Kebangkitan Olahraga Pelajar

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bonus atlet pelajar Tasikmalaya menjadi sorotan setelah pemerintah daerah memberikan apresiasi langsung kepada para peraih medali tingkat daerah hingga nasional. Program apresiasi atlet pelajar, insentif prestasi olahraga siswa, hingga penghargaan POPDA Tasikmalaya ini dinilai bukan sekadar seremoni, tetapi sinyal kuat bahwa pembinaan olahraga mulai dipandang sebagai investasi masa depan. Senin (13/04/2026), […]

  • pemudik nyasar Google Maps

    Viral! Ratusan Mobil Pemudik Nyasar ke Sawah Setelah Ikuti Google Maps

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peristiwa pemudik nyasar Google Maps mendadak viral setelah ratusan mobil masuk ke jalur sawah di wilayah Sleman, Yogyakarta. Video kejadian tersebut memperlihatkan antrean panjang kendaraan yang tersesat setelah mengikuti jalur mudik Google Maps yang dianggap sebagai rute tercepat. Awalnya para pengendara mencoba mencari jalan alternatif agar terhindar dari kemacetan jalur utama. […]

expand_less