Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Jangan Terkecoh Amal Sendiri, Ini Peringatan Keras Ibnu Athaillah

Jangan Terkecoh Amal Sendiri, Ini Peringatan Keras Ibnu Athaillah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 14 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suatu malam selepas salat Isya, seorang jamaah tua duduk cukup lama di teras masjid. Lampu neon di sudut serambi memantulkan cahaya pucat ke lantai keramik yang mulai kusam. Di tangannya ada tasbih kecil yang terus berputar. Namun wajahnya tampak gelisah.

Bukan karena ia jarang beribadah.

Justru sebaliknya.

Ia merasa sedih karena baru saja melakukan kesalahan yang menurutnya sangat besar. Dalam pikirannya muncul satu pertanyaan: apakah semua amal yang selama ini ia kerjakan menjadi sia-sia?

Kegelisahan semacam ini ternyata tidak hanya dialami satu orang. Banyak muslim pernah merasakannya. Mereka rajin beribadah, berusaha menjaga diri dari maksiat, bahkan aktif dalam kegiatan keagamaan. Namun ketika terjatuh pada satu kesalahan, harapan mereka kepada Allah tiba-tiba mengecil.

Dalam dunia tasawuf, keadaan ini memiliki penjelasan yang sangat mendalam.

Ibnu Athaillah As-Sakandari mengingatkan:

مِنْ عَلَامَاتِ الِاعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُودِ الزَّلَلِ

“Di antara tanda bersandar pada amal adalah berkurangnya harapan ketika terjadi kesalahan atau dosa.”

Hikmah ini sederhana. Namun semakin direnungkan, semakin terasa tajam.

Ketika Amal Menjadi Tempat Bergantung

Banyak orang mengira masalah terbesar dalam agama adalah kurang beramal. Padahal ada masalah lain yang lebih halus.

Yaitu terlalu percaya pada amal sendiri.

Di sejumlah grup WhatsApp keluarga, misalnya, tidak jarang muncul pesan motivasi yang menekankan pentingnya kerja keras, disiplin, dan konsistensi ibadah. Pesan-pesan itu tentu baik. Namun kadang tanpa disadari muncul keyakinan bahwa keberhasilan hidup sepenuhnya bergantung pada kemampuan diri.

Ketika usaha berhasil, seseorang merasa bangga.

Ketika ibadah meningkat, ia merasa aman.

Namun saat gagal atau tergelincir dalam dosa, ia langsung kehilangan harapan.

Di situlah letak persoalannya.

Harapan yang naik turun mengikuti kondisi amal sering menjadi tanda bahwa hati lebih bergantung pada amal daripada kepada Allah.

Makna Tauhid yang Sering Terlupakan

Kalimat tauhid:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ

bukan hanya pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Kalimat ini juga mengajarkan bahwa tidak ada tempat bergantung secara mutlak selain Allah.

Tidak ada tempat berharap.

Tidak ada tempat berlindung.

Dan tidak ada tempat bersandar.

Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa seorang hamba harus tetap beramal dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak boleh menjadikan amal sebagai sumber keselamatan.

Keselamatan datang dari rahmat Allah.

Amal hanyalah sebab.

Rahmat Allah adalah penentu.

Inilah yang sering luput dari perhatian manusia modern yang terbiasa mengukur segala sesuatu dengan angka, target, dan pencapaian.

Iblis dan Qarun: Ketika Diri Sendiri Menjadi Berhala

Al-Qur’an memberikan dua contoh yang menarik.

Ketika Allah memerintahkan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam AS, ia berkata:

أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ

“Aku lebih baik daripadanya.”

Kalimat itu terdengar singkat.

Namun dari situlah kesombongan bermula.

Iblis melihat dirinya sendiri. Ia melihat kelebihan yang dimilikinya. Pada saat yang sama, ia gagal melihat kebesaran Allah.

Hal serupa terjadi pada Qarun.

Saat ditanya tentang kekayaannya, ia menjawab:

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

“Sesungguhnya aku memperoleh harta ini karena ilmuku sendiri.” (QS Al-Qashash: 78)

Pernyataan Qarun masih sering terulang dalam bentuk yang berbeda pada zaman sekarang.

Ada yang berkata, “Saya sukses karena kerja keras saya.”

Ada yang berkata, “Semua ini hasil kemampuan saya.”

Mungkin kalimatnya berbeda. Namun ruhnya sama.

Lupa bahwa di balik setiap keberhasilan ada izin Allah.

Belajar dari Nabi Sulaiman

Berbeda dengan Qarun, Nabi Sulaiman AS menunjukkan sikap yang sangat berbeda ketika menerima nikmat besar.

Beliau berkata:

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ

“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau kufur.” (QS An-Naml: 40)

Perhatikan cara pandangnya.

Beliau tidak memusatkan perhatian pada dirinya.

Beliau melihat Allah terlebih dahulu.

Di pasar, di kantor, di ruang kelas, bahkan di media sosial, kita sering menjumpai orang yang sibuk menunjukkan pencapaiannya. Tidak semuanya salah. Namun hikmah ini mengingatkan bahwa setiap nikmat seharusnya mengantarkan manusia kepada syukur, bukan kepada rasa paling hebat.

Saat Terjatuh, Tetaplah Berharap

Ada satu pemandangan yang sering terlihat di masjid-masjid kampung.

Seorang jamaah yang dulu rajin tiba-tiba menghilang setelah melakukan kesalahan atau menghadapi masalah hidup. Ia merasa tidak pantas datang ke rumah Allah.

Padahal justru saat itulah ia paling membutuhkan Allah.

Hikmah Ibnu Athaillah mengajarkan bahwa dosa seharusnya membuat seseorang semakin berharap kepada rahmat Allah, bukan semakin menjauh dari-Nya.

Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Kalimat ini mengingatkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar berdiri sendiri.

Setiap langkah memerlukan pertolongan-Nya.

Setiap amal membutuhkan taufik-Nya.

Dan setiap taubat memerlukan rahmat-Nya.

Bukan dosa yang paling berbahaya bagi seorang hamba. Yang paling berbahaya adalah ketika ia merasa tidak lagi membutuhkan Allah. Sebab saat manusia berhenti berharap kepada rahmat-Nya, saat itulah ia mulai bersandar kepada dirinya sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jual trenggiling

    Sadis! Trenggiling Diburu dan Dijual Online di Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus jual trenggiling kembali mencuat setelah polisi membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi di Tasikmalaya. Aksi jual trenggiling ini melibatkan dua buruh harian lepas yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Modus jual satwa dilindungi tersebut akhirnya terungkap setelah polisi menangkap salah satu pelaku saat membawa tas mencurigakan. Peristiwa ini langsung menyita […]

  • pengawasan APBN

    Persekongkolan Tender dan Rapuhnya Pengawasan APBN

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Putusan MA soal persekongkolan tender menyingkap lemahnya pengawasan APBN dan risiko belanja publik yang dikondisikan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menguatkan temuan persekongkolan tender pada proyek APBN di Sumatera Utara bukan sekadar soal pelanggaran hukum persaingan usaha. Ia membuka kembali satu persoalan mendasar yang terus berulang: lemahnya pengawasan negara atas belanja publik. Ketika […]

  • pemimpin negara yang ditangkap AS

    Amerika Serikat dan Penangkapan Pemimpin Negara Asing

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pemimpin negara yang pernah ditangkap Amerika Serikat dan pola penangkapannya dalam sejarah politik global. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Amerika Serikat tercatat beberapa kali terlibat langsung dalam penangkapan pemimpin negara asing. Dari Amerika Latin hingga Timur Tengah, sejumlah kepala negara atau pemimpin pemerintahan pernah ditangkap dalam operasi militer, penegakan hukum, maupun ekstradisi. Peristiwa tersebut menjadi bagian […]

  • Suasana pelaksanaan UABN MDT 2026 di Madrasah Diniyah Al-Mansuriah Sinagar Sukaratu Tasikmalaya.

    UABN MDT Sukaratu 2026 Resmi Berakhir, 93 Siswa Ikuti Ujian Diniyah

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pelaksanaan UABN MDT Sukaratu Tahun Pelajaran 2025–2026 resmi berakhir pada Kamis (7/5/2026). Ujian Akhir Bersama Nasional Madrasah Diniyah Takmiliyah jenjang Ula tersebut berlangsung selama empat hari dengan suasana tertib, khidmat, dan penuh semangat belajar dari para siswa. Kegiatan ujian dipusatkan di Madrasah Diniyah Al-Mansuriah Sinagar, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, di […]

  • rokok ilegal

    Rantai Distribusi Rokok Ilegal dari Sisi Pelaku dan Konsumen

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Rantai rokok ilegal tumbuh dari tekanan ekonomi, kebutuhan harian, dan celah distribusi tanpa regulasi. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di kios kecilnya yang bersebelahan dengan bengkel motor, Jaya menata bungkus-bungkus rokok tanpa pita cukai seperti menata permen. Ia tidak pernah menyebut produk itu “ilegal.” Sebutan yang dipilihnya jauh lebih sederhana: “rokok murah.” Di warungnya, orang datang karena […]

  • produk UMKM ekspor seperti kerajinan tangan, kopi, dan fashion lokal untuk pasar internasional

    7 Produk UMKM Ini Laris di Luar Negeri, Nomor 3 Paling Dicari!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 117
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Produk UMKM ekspor kini semakin dilirik pasar global. Banyak produk UMKM ekspor, barang UMKM go international, hingga produk lokal tembus luar negeri mulai mendominasi marketplace internasional. Tren ini terus meningkat karena kualitas produk Indonesia makin diakui, sementara pelaku usaha semakin adaptif terhadap kebutuhan pasar global. Selain itu, pemerintah dan platform digital […]

expand_less