Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Jangan Terkecoh Amal Sendiri, Ini Peringatan Keras Ibnu Athaillah

Jangan Terkecoh Amal Sendiri, Ini Peringatan Keras Ibnu Athaillah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Suatu malam selepas salat Isya, seorang jamaah tua duduk cukup lama di teras masjid. Lampu neon di sudut serambi memantulkan cahaya pucat ke lantai keramik yang mulai kusam. Di tangannya ada tasbih kecil yang terus berputar. Namun wajahnya tampak gelisah.

Bukan karena ia jarang beribadah.

Justru sebaliknya.

Ia merasa sedih karena baru saja melakukan kesalahan yang menurutnya sangat besar. Dalam pikirannya muncul satu pertanyaan: apakah semua amal yang selama ini ia kerjakan menjadi sia-sia?

Kegelisahan semacam ini ternyata tidak hanya dialami satu orang. Banyak muslim pernah merasakannya. Mereka rajin beribadah, berusaha menjaga diri dari maksiat, bahkan aktif dalam kegiatan keagamaan. Namun ketika terjatuh pada satu kesalahan, harapan mereka kepada Allah tiba-tiba mengecil.

Dalam dunia tasawuf, keadaan ini memiliki penjelasan yang sangat mendalam.

Ibnu Athaillah As-Sakandari mengingatkan:

مِنْ عَلَامَاتِ الِاعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُودِ الزَّلَلِ

“Di antara tanda bersandar pada amal adalah berkurangnya harapan ketika terjadi kesalahan atau dosa.”

Hikmah ini sederhana. Namun semakin direnungkan, semakin terasa tajam.

Ketika Amal Menjadi Tempat Bergantung

Banyak orang mengira masalah terbesar dalam agama adalah kurang beramal. Padahal ada masalah lain yang lebih halus.

Yaitu terlalu percaya pada amal sendiri.

Di sejumlah grup WhatsApp keluarga, misalnya, tidak jarang muncul pesan motivasi yang menekankan pentingnya kerja keras, disiplin, dan konsistensi ibadah. Pesan-pesan itu tentu baik. Namun kadang tanpa disadari muncul keyakinan bahwa keberhasilan hidup sepenuhnya bergantung pada kemampuan diri.

Ketika usaha berhasil, seseorang merasa bangga.

Ketika ibadah meningkat, ia merasa aman.

Namun saat gagal atau tergelincir dalam dosa, ia langsung kehilangan harapan.

Di situlah letak persoalannya.

Harapan yang naik turun mengikuti kondisi amal sering menjadi tanda bahwa hati lebih bergantung pada amal daripada kepada Allah.

Makna Tauhid yang Sering Terlupakan

Kalimat tauhid:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ

bukan hanya pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Kalimat ini juga mengajarkan bahwa tidak ada tempat bergantung secara mutlak selain Allah.

Tidak ada tempat berharap.

Tidak ada tempat berlindung.

Dan tidak ada tempat bersandar.

Karena itu, para ulama menjelaskan bahwa seorang hamba harus tetap beramal dengan sungguh-sungguh, tetapi tidak boleh menjadikan amal sebagai sumber keselamatan.

Keselamatan datang dari rahmat Allah.

Amal hanyalah sebab.

Rahmat Allah adalah penentu.

Inilah yang sering luput dari perhatian manusia modern yang terbiasa mengukur segala sesuatu dengan angka, target, dan pencapaian.

Iblis dan Qarun: Ketika Diri Sendiri Menjadi Berhala

Al-Qur’an memberikan dua contoh yang menarik.

Ketika Allah memerintahkan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam AS, ia berkata:

أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ

“Aku lebih baik daripadanya.”

Kalimat itu terdengar singkat.

Namun dari situlah kesombongan bermula.

Iblis melihat dirinya sendiri. Ia melihat kelebihan yang dimilikinya. Pada saat yang sama, ia gagal melihat kebesaran Allah.

Hal serupa terjadi pada Qarun.

Saat ditanya tentang kekayaannya, ia menjawab:

إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ عِنْدِي

“Sesungguhnya aku memperoleh harta ini karena ilmuku sendiri.” (QS Al-Qashash: 78)

Pernyataan Qarun masih sering terulang dalam bentuk yang berbeda pada zaman sekarang.

Ada yang berkata, “Saya sukses karena kerja keras saya.”

Ada yang berkata, “Semua ini hasil kemampuan saya.”

Mungkin kalimatnya berbeda. Namun ruhnya sama.

Lupa bahwa di balik setiap keberhasilan ada izin Allah.

Belajar dari Nabi Sulaiman

Berbeda dengan Qarun, Nabi Sulaiman AS menunjukkan sikap yang sangat berbeda ketika menerima nikmat besar.

Beliau berkata:

هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ

“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau kufur.” (QS An-Naml: 40)

Perhatikan cara pandangnya.

Beliau tidak memusatkan perhatian pada dirinya.

Beliau melihat Allah terlebih dahulu.

Di pasar, di kantor, di ruang kelas, bahkan di media sosial, kita sering menjumpai orang yang sibuk menunjukkan pencapaiannya. Tidak semuanya salah. Namun hikmah ini mengingatkan bahwa setiap nikmat seharusnya mengantarkan manusia kepada syukur, bukan kepada rasa paling hebat.

Saat Terjatuh, Tetaplah Berharap

Ada satu pemandangan yang sering terlihat di masjid-masjid kampung.

Seorang jamaah yang dulu rajin tiba-tiba menghilang setelah melakukan kesalahan atau menghadapi masalah hidup. Ia merasa tidak pantas datang ke rumah Allah.

Padahal justru saat itulah ia paling membutuhkan Allah.

Hikmah Ibnu Athaillah mengajarkan bahwa dosa seharusnya membuat seseorang semakin berharap kepada rahmat Allah, bukan semakin menjauh dari-Nya.

Karena itu Rasulullah SAW mengajarkan:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

Kalimat ini mengingatkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar berdiri sendiri.

Setiap langkah memerlukan pertolongan-Nya.

Setiap amal membutuhkan taufik-Nya.

Dan setiap taubat memerlukan rahmat-Nya.

Bukan dosa yang paling berbahaya bagi seorang hamba. Yang paling berbahaya adalah ketika ia merasa tidak lagi membutuhkan Allah. Sebab saat manusia berhenti berharap kepada rahmat-Nya, saat itulah ia mulai bersandar kepada dirinya sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Miras Ciamis

    Bupati Ciamis Bergerak, Perbup Anti Miras dan Narkoba Segera Disiapkan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persoalan miras Ciamis, narkoba, hingga kenakalan remaja kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Ciamis. Isu sosial tersebut mencuat dalam audiensi antara Front Persaudaraan Islam (FPI) Kabupaten Ciamis bersama Bupati Ciamis di Ruang Oproom Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (22/05/2026). Audiensi itu tidak hanya membahas peredaran minuman keras dan narkotika. Namun juga […]

  • Musrenbang RKPD Tasikmalaya 2027

    Bupati Tasikmalaya Beberkan 8 Program Prioritas 2027, Ini Daftarnya!

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musrenbang RKPD Tasikmalaya 2027 menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur di daerah. Forum ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pembangunan menuju Tasikmalaya yang religius/islami, maju, adil, dan makmur. Selain itu, agenda ini mempertemukan berbagai elemen penting untuk menyelaraskan visi pembangunan jangka menengah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya […]

  • Ilustrasi jurnalis Indonesia memanfaatkan kecerdasan buatan AI dalam proses produksi berita digital.

    Jurnalis dan AI: Antara Peluang dan Tantangan di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah wajah industri media di Indonesia. Jurnalis dan AI kini menjadi dua entitas yang semakin sering bersinggungan, baik dalam proses riset, penulisan, hingga distribusi berita. Di satu sisi, teknologi ini menawarkan efisiensi kerja. Namun di sisi lain, tantangan etika dan perlindungan konten […]

  • Ilustrasi bumbu dasar putih, merah, dan kuning dalam wadah kaca untuk stok 10 masakan di kulkas.

    Satu Bumbu Dasar untuk 10 Masakan, Wajib Stok!

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bumbu dasar menjadi kunci rahasia banyak masakan rumahan. Dengan satu bumbu dasar yang tepat, Anda bisa mengolah aneka menu tanpa harus mengulek ulang setiap hari. Bahkan, racikan bumbu inti ini dapat diolah menjadi bumbu putih, merah, dan kuning yang tahan simpan di kulkas. Karena itu, banyak orang kini memilih menyiapkan stok bumbu […]

  • Sejarah Kurikulum Indonesia

    Dari 1947 hingga Merdeka, Begini Evolusi Kurikulum Indonesia

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Bagi banyak orang Indonesia, pergantian kurikulum sering menjadi penanda sebuah generasi. Ada yang masih mengingat sistem caturwulan pada era 1990-an, ada yang tumbuh bersama istilah CBSA, ada pula yang akrab dengan Kurikulum 2013 dan proyek P5 dalam Kurikulum Merdeka. Meski berbeda nama dan pendekatan, perjalanan panjang Sejarah Kurikulum Indonesia ternyata mengarah pada […]

  • salah kelola amanah

    Nabi SAW Peringatkan Dampak Salah Kelola Amanah

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Rasulullah SAW memberi peringatan tegas tentang dampak penyerahan amanah kepada pihak yang tidak kompeten. Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari, Nabi menyebut kondisi itu sebagai pertanda kehancuran. Pesan ini relevan dengan realitas publik hari ini, ketika banyak urusan strategis berdampak luas pada masyarakat ditangani tanpa keahlian dan integritas yang memadai. Hadis tersebut […]

expand_less