Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Paket C DPR Jadi Sorotan

Paket C DPR Jadi Sorotan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 207
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Pendidikan kesetaraan kembali mencuri perhatian publik setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkap fakta penting di hadapan DPR RI. Ia menyebut sejumlah anggota DPR merupakan lulusan Paket C, sebuah jalur pendidikan nonformal yang setara dengan SMA.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Abdul Mu’ti menyampaikan hal itu saat membahas peran pendidikan kesetaraan dalam sistem pendidikan nasional.

“Di DPR ini pun banyak yang merupakan lulusan Paket C,” kata Abdul Mu’ti di ruang rapat Komisi X.

Ungkapan itu langsung menarik perhatian peserta rapat. Fakta tersebut sekaligus menegaskan bahwa jalur pendidikan nonformal mampu mengantarkan seseorang ke posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Paket C DPR Perlihatkan Peran Nyata Pendidikan Nonformal

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Paket C memiliki status hukum yang sama dengan pendidikan formal tingkat menengah atas. Program ini hadir untuk menjangkau masyarakat yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan formal karena keterbatasan ekonomi, kondisi sosial, atau faktor geografis.

Baca juga: Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

Ia menyebut Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi penggerak utama pendidikan kesetaraan di berbagai daerah. Melalui PKBM, peserta didik tetap memperoleh hak belajar tanpa harus mengikuti sistem sekolah reguler.

Dalam sejumlah kunjungan kerja ke daerah, Abdul Mu’ti menemukan PKBM yang menampung ratusan peserta didik. Pesertanya berasal dari latar belakang usia dan profesi yang beragam, mulai dari pekerja hingga kepala keluarga.

Menurutnya, Paket C tidak sekadar memberi ijazah. Program ini membuka akses ke pendidikan lanjutan, dunia kerja, hingga ruang politik. Fakta tentang Paket C DPR menjadi bukti konkret dari fungsi tersebut.

“Pendidikan kesetaraan bukan pelengkap, tapi solusi,” ujarnya.


Sorotan DPR dan Dorongan Penguatan Kesetaraan

Pernyataan Mendikdasmen tersebut memicu diskusi di internal Komisi X DPR RI. Sejumlah anggota menilai pendidikan kesetaraan perlu memperoleh dukungan yang lebih kuat, terutama dari sisi kebijakan dan pendanaan.

Legislator menyoroti masih adanya stigma terhadap lulusan Paket C di tengah masyarakat. Padahal, keberadaan lulusan Paket C di parlemen menunjukkan bahwa kompetensi tidak ditentukan oleh jalur pendidikan semata.

Baca juga: Pelajaran Ikhtiar yang Sering Kita Lupa

Isu Paket C DPR kemudian berkembang menjadi pembahasan tentang pemerataan akses pendidikan nasional. DPR mendorong pemerintah memastikan mutu pendidikan kesetaraan terus meningkat tanpa menghilangkan fleksibilitasnya.

Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pendidikan nonformal sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional. Ia menilai kualitas dan akses harus berjalan beriringan agar pendidikan benar-benar inklusif.

Dengan sorotan ini, pendidikan kesetaraan kembali mendapat panggung dalam perumusan kebijakan. Paket C tidak lagi berada di pinggiran, tetapi tampil sebagai jalur sah yang melahirkan warga negara aktif, termasuk para legislator. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pemerasan Rp 1,8 Miliar Pengusaha Batik Trusmi Cirebon Tuntas Setelah Dedi Mulyadi Turun Tangan

    Kasus Pemerasan Rp 1,8 Miliar Pengusaha Batik Trusmi Cirebon Tuntas Setelah Dedi Mulyadi Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Kasus pemerasan Rp 1,8 miliar pengusaha Batik Trusmi Cirebon tuntas dalam lima menit usai Dedi Mulyadi turun tangan. Kasus Pemerasan Rp 1,8 Miliar Selesai dalam Lima Menit albadarpost.com, LENSA – Setelah hampir setahun terbelit dalam dugaan pemerasan senilai Rp 1,8 miliar, pengusaha Batik Trusmi Cirebon, Ibnu Riyanto, akhirnya bisa bernapas lega. Persoalan yang sempat menguras […]

  • Perang Yaman

    Perang Yaman Memanas, Laut Merah Kembali Terancam

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Perang Yaman kembali menjadi sorotan internasional setelah pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyatakan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan eskalasi dengan kelompok Houthi. Ketegangan terbaru itu tidak hanya berpotensi memperburuk konflik Yaman, tetapi juga memengaruhi keamanan Laut Merah, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia. Bagi banyak negara, termasuk Indonesia, perkembangan tersebut layak […]

  • penghargaan LPM Banjar

    Banjar Raih Penghargaan Nasional, Ada Peran LPM di Baliknya

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penghargaan LPM Banjar dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI) membawa satu pesan penting: pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Di balik apresiasi tersebut ada sinergi Pemerintah Kota Banjar dengan LPM Desa/Kelurahan yang menjadi perhatian di tingkat nasional. Wakil Wali Kota Banjar, Dr. H. Supriana, […]

  • OSS RBA

    Aturan OSS RBA Perketat UMKM dalam Sistem Perizinan

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Aturan OSS RBA 2025 menuntut UMKM lebih patuh izin dan pelaporan LKPM. Aturan Baru, Ujian Serius bagi UMKM albadarpost.com, FOKUS – Perubahan regulasi OSS RBA pada 2025 membawa konsekuensi langsung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sistem perizinan berbasis risiko kini disertai pengawasan lebih ketat, termasuk kewajiban pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). […]

  • Pelatih Persib Bojan Hodak memimpin latihan jelang laga melawan Persita di Stadion GBLA.

    Laga Panas di GBLA, Bojan Hodak Waspadai Persita

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bojan Hodak waspadai Persita jelang pertemuan krusial di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Pelatih Persib Bandung itu menegaskan kewaspadaan tinggi terhadap kekuatan lawan. Selain itu, Bojan Hodak mengingatkan anak asuhnya agar tidak mengulang kesalahan saat menghadapi Persita Tangerang pada pertemuan sebelumnya. Persib membawa misi penting dalam laga ini. Tim Maung […]

  • biaya nikah KUA

    Biaya Nikah KUA 2026: Gratis atau Rp600 Ribu?

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Bagi calon pengantin, biaya nikah KUA menjadi salah satu informasi penting sebelum menentukan lokasi dan waktu akad. Secara umum, layanan nikah di KUA pada hari dan jam kerja dikenakan tarif Rp0, sedangkan nikah di luar KUA atau di luar ketentuan waktu layanan dikenakan PNBP Rp600.000. Namun, aturan juga memberikan kemungkinan tarif […]

expand_less