Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Air meluap Majingklak akibat luapan Citanduy menutup akses Pamotan dan merendam rumah warga.

albadarpost.com, HUMANIORA – Air dari Sungai Citanduy kembali meluap dan merendam kawasan Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, sejak Sabtu malam (8/11/2025) hingga Minggu pagi (9/11/2025). Genangan yang mencapai setinggi mata kaki itu masuk ke sebagian rumah warga dan menutup jalan utama menuju pelabuhan penyeberangan Majingklak. Peristiwa ini menegaskan bagaimana air meluap Majingklak kembali mengganggu aktivitas warga dan mengulang pola banjir yang kerap berulang setiap tahun.

Luapan Sungai Citanduy pada Sabtu malam membuat akses ke Majingklak lumpuh hingga pagi. Genangan menutup jalan dan masuk ke rumah warga, membuat ratusan orang terpaksa menahan aktivitas hingga air berangsur turun. Peristiwa air meluap Majingklak ini kembali memunculkan tuntutan agar pemerintah menyediakan solusi permanen bagi wilayah yang saban hujan menghadapi ancaman serupa.

Warga menyebut air mulai masuk sekitar pukul 20.00. Pada beberapa titik, genangan merayap perlahan ke rumah dan halaman, menghambat pergerakan warga untuk keluar-masuk permukiman. “Air semata kaki, tapi cukup mengganggu. Motor tidak berani lewat, banyak yang memilih menunggu sampai dini hari,” kata Dedi, warga Majingklak.

Di dekat pelabuhan penyeberangan Majingklak—jalur penting antarwilayah Kalipucang–Ciamis—genangan lebih dalam karena topografi yang rendah. Sejumlah penumpang yang hendak menyeberang terpaksa mengalihkan perjalanan. Aktivitas ekonomi malam pun terhenti lebih awal.


Air Meluap Majingklak Dipicu Luapan Citanduy

BMKG sebelumnya mencatat intensitas hujan deras di hulu Citanduy sejak Jumat sore. Debit sungai meningkat tajam dalam empat jam, membuat kawasan hilir di Kalipucang menerima limpahan air lebih cepat.

Warga Majingklak menyebut kondisi seperti ini bukan hal baru. Sungai Citanduy kerap meluap ketika curah hujan tinggi menekan kapasitas sungai. Tidak ada tanggul permanen yang melindungi sisi permukiman dari aliran balik sungai yang meluas ke daratan.

“Kalau Citanduy naik, Majingklak biasanya kena duluan,” ujar Ade, warga lainnya. Ia menjelaskan bahwa pola banjir cenderung berpindah mengikuti tekanan air pada malam hari. “Air cepat sekali datangnya. Orang-orang yang sedang berkegiatan langsung beres-beres karena khawatir air naik lebih tinggi.”

Sampai Minggu pagi, air memang mulai surut, tetapi sisa lumpur dan sampah menutupi badan jalan menuju pelabuhan. Pengendara roda dua harus ekstra hati-hati karena jalan licin, sementara warga menilai kerusakan akses transportasi semakin sering terjadi.

Topografi Majingklak menjadi faktor penentu kerentanan banjir. Permukiman di wilayah ini berada pada area yang landai dan berada dekat muara Citanduy. Ketika debit meningkat, tekanan air langsung mengalir ke zona permukiman sebelum benar-benar masuk ke laut.

Penurunan muka tanah, ditambah sedimentasi tinggi di muara, memperkecil kapasitas sungai untuk menampung aliran puncak, membuat air meluap Majingklak semakin sering terjadi.


Warga Minta Solusi Permanen, Genangan Dianggap Terlalu Sering Terjadi

Setelah peristiwa malam itu, warga kembali menyuarakan permintaan lama: pembangunan tanggul atau sistem pengendali banjir yang layak. Bagi mereka, genangan bukan sekadar gangguan sesaat, tetapi risiko yang semakin sering datang.

“Ini bukan pertama kali. Hampir tiap musim hujan, Majingklak selalu kena duluan,” ungkap Santi, pedagang yang usahanya terdampak.

Tuntutan warga diperkuat oleh letak strategis Majingklak sebagai kawasan pelabuhan penyeberangan. Pelabuhan ini menjadi jalur alternatif penting bagi masyarakat Kalipucang dan daerah sekitar. Gangguan pada akses tidak hanya memengaruhi warga desa, tetapi juga distribusi barang dan pergerakan ekonomi kecil.

Kondisi akses menuju pelabuhan yang tergenang membuat kendaraan dari arah Pamotan harus berhenti beberapa ratus meter sebelum pintu masuk. Beberapa pengemudi akhirnya memilih memutar ke jalur lain, yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

Baca juga: Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

Dari sisi kebijakan daerah, penanganan banjir di kawasan ini sebenarnya telah masuk dalam rencana penataan kawasan pesisir Pangandaran. Namun, hingga memasuki akhir 2025, proyek pengendalian banjir masih terbatas pada normalisasi sungai dan pengerukan berkala. Warga menilai upaya tersebut tidak cukup karena luapan tetap terjadi ketika debit air meningkat.

“Normalisasi ada, tapi luapan tetap datang. Kami butuh tanggul atau pintu air yang benar-benar bekerja,” kata Dedi.

Luapan Citanduy sebenarnya telah menjadi perhatian lintas wilayah karena sungai ini melewati dua kabupaten: Ciamis dan Pangandaran. Koordinasi antardaerah pun sering kali menjadi kendala dalam implementasi solusi jangka panjang.

Di Majingklak, pola banjir mudah ditebak: intensitas hujan meningkat, debit Citanduy naik, air meluap ke permukiman. Pola itu terus memengaruhi warga, terutama pada malam hari ketika aktivitas terbatas dan respon darurat tidak secepat siang.

Sepanjang 2025, albadarpost mencatat setidaknya lima kejadian banjir serupa di kawasan ini. Tingkat kerusakannya bervariasi, tetapi pola pengulangannya menegaskan bahwa solusi sementara sudah tidak lagi memadai.

Luapan Citanduy kembali merendam Majingklak dan menghambat akses Pamotan. Warga meminta solusi permanen agar banjir tidak terus berulang. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi nasi putih yang cepat basi akibat kesalahan memasak dan penyimpanan yang sering tidak disadari

    Nasi Cepat Basi? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa heran karena nasi cepat basi, padahal baru dimasak beberapa jam lalu? Banyak orang mengira penyebabnya adalah kualitas beras. Padahal, nasi mudah basi, nasi cepat bau, dan teksturnya berubah sering kali terjadi akibat kesalahan memasak nasi yang tampak sepele dan jarang disadari sejak awal. Menariknya, kebiasaan yang terlihat “biasa saja” justru […]

  • pemberhentian luar biasa

    KAI Terapkan Pemberhentian Luar Biasa di Jatinegara saat Reuni 212

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KAI terapkan pemberhentian luar biasa di Jatinegara untuk 12 KAJJ selama Reuni Akbar 212. albadarpost.com, HIKMAH – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta menerapkan pemberhentian luar biasa untuk 12 kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara pada Selasa, 2 Desember 2025. Kebijakan ini diberlakukan untuk menekan potensi kemacetan penumpang di Stasiun Gambir selama […]

  • Juwono Sudarsono

    Sosok Juwono Sudarsono: Menteri 4 Presiden yang Ubah Wajah Pertahanan

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Juwono Sudarsono menjadi sorotan publik setelah kabar wafatnya menyebar luas. Sosok Menhan sipil pertama Indonesia ini dikenal sebagai tokoh reformasi pertahanan yang membawa perubahan besar dalam sistem militer nasional. Selain itu, kiprah panjangnya sebagai menteri lintas era menjadikan namanya lekat dalam sejarah politik Indonesia. Jejak Awal dan Latar Belakang Akademisi Sejak […]

  • longsor Jatinangor

    Longsor Jatinangor Menimpa Pekerja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Empat pekerja tewas tertimbun longsor Jatinangor saat bangun lapangan futsal, evakuasi SAR masih berlangsung. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa longsor Jatinangor kembali menelan korban jiwa. Enam pekerja pembangunan lapangan futsal tertimbun longsoran tebing di Desa Cisampur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026) siang. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara dua lainnya selamat dan dirawat di […]

  • Ilustrasi Luqman al-Hakim menasihati anaknya tentang tauhid, akhlak mulia, dan tanggung jawab sosial dalam Al-Qur’an Surat Luqman.

    Pesan Abadi Luqman al-Hakim untuk Generasi Masa Depan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Suatu hari di masa depan, ketika dunia bergerak semakin cepat dan nilai-nilai kerap tergeser oleh ambisi, seorang anak mungkin akan bertanya: apa yang bisa menjadi pegangan hidup di tengah kebisingan zaman? Jawabannya ternyata telah lama hadir dalam Al-Qur’an, melalui wasiat Luqman al-Hakim kepada anaknya, yang terabadikan dalam Surat Luqman ayat 13–19. Luqman […]

  • Cek bansos PKH BPNT 2026 menggunakan KTP melalui situs resmi Kementerian Sosial

    Resmi, Panduan Lengkap Cek Bansos PKH-BPNT 2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial pada 2026 melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Jutaan masyarakat kini bisa cek bansos PKH BPNT pakai KTP secara online melalui situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos). Akses informasi yang terbuka membuat masyarakat dapat memastikan status penerima bansos tanpa harus datang ke kantor […]

expand_less