Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Air meluap Majingklak akibat luapan Citanduy menutup akses Pamotan dan merendam rumah warga.

albadarpost.com, HUMANIORA – Air dari Sungai Citanduy kembali meluap dan merendam kawasan Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, sejak Sabtu malam (8/11/2025) hingga Minggu pagi (9/11/2025). Genangan yang mencapai setinggi mata kaki itu masuk ke sebagian rumah warga dan menutup jalan utama menuju pelabuhan penyeberangan Majingklak. Peristiwa ini menegaskan bagaimana air meluap Majingklak kembali mengganggu aktivitas warga dan mengulang pola banjir yang kerap berulang setiap tahun.

Luapan Sungai Citanduy pada Sabtu malam membuat akses ke Majingklak lumpuh hingga pagi. Genangan menutup jalan dan masuk ke rumah warga, membuat ratusan orang terpaksa menahan aktivitas hingga air berangsur turun. Peristiwa air meluap Majingklak ini kembali memunculkan tuntutan agar pemerintah menyediakan solusi permanen bagi wilayah yang saban hujan menghadapi ancaman serupa.

Warga menyebut air mulai masuk sekitar pukul 20.00. Pada beberapa titik, genangan merayap perlahan ke rumah dan halaman, menghambat pergerakan warga untuk keluar-masuk permukiman. “Air semata kaki, tapi cukup mengganggu. Motor tidak berani lewat, banyak yang memilih menunggu sampai dini hari,” kata Dedi, warga Majingklak.

Di dekat pelabuhan penyeberangan Majingklak—jalur penting antarwilayah Kalipucang–Ciamis—genangan lebih dalam karena topografi yang rendah. Sejumlah penumpang yang hendak menyeberang terpaksa mengalihkan perjalanan. Aktivitas ekonomi malam pun terhenti lebih awal.


Air Meluap Majingklak Dipicu Luapan Citanduy

BMKG sebelumnya mencatat intensitas hujan deras di hulu Citanduy sejak Jumat sore. Debit sungai meningkat tajam dalam empat jam, membuat kawasan hilir di Kalipucang menerima limpahan air lebih cepat.

Warga Majingklak menyebut kondisi seperti ini bukan hal baru. Sungai Citanduy kerap meluap ketika curah hujan tinggi menekan kapasitas sungai. Tidak ada tanggul permanen yang melindungi sisi permukiman dari aliran balik sungai yang meluas ke daratan.

“Kalau Citanduy naik, Majingklak biasanya kena duluan,” ujar Ade, warga lainnya. Ia menjelaskan bahwa pola banjir cenderung berpindah mengikuti tekanan air pada malam hari. “Air cepat sekali datangnya. Orang-orang yang sedang berkegiatan langsung beres-beres karena khawatir air naik lebih tinggi.”

Sampai Minggu pagi, air memang mulai surut, tetapi sisa lumpur dan sampah menutupi badan jalan menuju pelabuhan. Pengendara roda dua harus ekstra hati-hati karena jalan licin, sementara warga menilai kerusakan akses transportasi semakin sering terjadi.

Topografi Majingklak menjadi faktor penentu kerentanan banjir. Permukiman di wilayah ini berada pada area yang landai dan berada dekat muara Citanduy. Ketika debit meningkat, tekanan air langsung mengalir ke zona permukiman sebelum benar-benar masuk ke laut.

Penurunan muka tanah, ditambah sedimentasi tinggi di muara, memperkecil kapasitas sungai untuk menampung aliran puncak, membuat air meluap Majingklak semakin sering terjadi.


Warga Minta Solusi Permanen, Genangan Dianggap Terlalu Sering Terjadi

Setelah peristiwa malam itu, warga kembali menyuarakan permintaan lama: pembangunan tanggul atau sistem pengendali banjir yang layak. Bagi mereka, genangan bukan sekadar gangguan sesaat, tetapi risiko yang semakin sering datang.

“Ini bukan pertama kali. Hampir tiap musim hujan, Majingklak selalu kena duluan,” ungkap Santi, pedagang yang usahanya terdampak.

Tuntutan warga diperkuat oleh letak strategis Majingklak sebagai kawasan pelabuhan penyeberangan. Pelabuhan ini menjadi jalur alternatif penting bagi masyarakat Kalipucang dan daerah sekitar. Gangguan pada akses tidak hanya memengaruhi warga desa, tetapi juga distribusi barang dan pergerakan ekonomi kecil.

Kondisi akses menuju pelabuhan yang tergenang membuat kendaraan dari arah Pamotan harus berhenti beberapa ratus meter sebelum pintu masuk. Beberapa pengemudi akhirnya memilih memutar ke jalur lain, yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

Baca juga: Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

Dari sisi kebijakan daerah, penanganan banjir di kawasan ini sebenarnya telah masuk dalam rencana penataan kawasan pesisir Pangandaran. Namun, hingga memasuki akhir 2025, proyek pengendalian banjir masih terbatas pada normalisasi sungai dan pengerukan berkala. Warga menilai upaya tersebut tidak cukup karena luapan tetap terjadi ketika debit air meningkat.

“Normalisasi ada, tapi luapan tetap datang. Kami butuh tanggul atau pintu air yang benar-benar bekerja,” kata Dedi.

Luapan Citanduy sebenarnya telah menjadi perhatian lintas wilayah karena sungai ini melewati dua kabupaten: Ciamis dan Pangandaran. Koordinasi antardaerah pun sering kali menjadi kendala dalam implementasi solusi jangka panjang.

Di Majingklak, pola banjir mudah ditebak: intensitas hujan meningkat, debit Citanduy naik, air meluap ke permukiman. Pola itu terus memengaruhi warga, terutama pada malam hari ketika aktivitas terbatas dan respon darurat tidak secepat siang.

Sepanjang 2025, albadarpost mencatat setidaknya lima kejadian banjir serupa di kawasan ini. Tingkat kerusakannya bervariasi, tetapi pola pengulangannya menegaskan bahwa solusi sementara sudah tidak lagi memadai.

Luapan Citanduy kembali merendam Majingklak dan menghambat akses Pamotan. Warga meminta solusi permanen agar banjir tidak terus berulang. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • refund tiket KAI

    KAI Daop 9 Jember Beri Refund 100 Persen Tiket Akibat Banjir Semarang

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KAI Daop 9 Jember beri refund 100 persen tiket akibat banjir di jalur Semarang demi jaga hak pelanggan. KAI Beri Pengembalian Tiket Penuh Akibat Banjir Semarang albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 9 (Daop 9) Jember mengambil langkah cepat menyusul gangguan perjalanan akibat banjir di wilayah Daop 4 Semarang. […]

  • penjualan tahun baru

    Omzet Terompet Tahun Baru Turun

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Penjualan Tahun Baru Turun, Ekonomi Rumah Tangga Tertekan dan Empati Sosial Menguat albadarpost.com, HUMANIORA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas perdagangan terompet dan petasan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan tajam. Pantauan di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menunjukkan suasana yang jauh lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini tidak sekadar […]

  • Ilustrasi catering diet rumahan dengan piring seimbang berisi nasi merah, ayam panggang, dan sayuran saat bulan puasa.

    Catering Diet Rumahan Saat Puasa, Tetap Nikmat Tanpa Kalori Berlebih

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bulan puasa sering identik dengan sajian melimpah saat berbuka. Namun, kini tren catering diet rumahan semakin diminati karena membantu mengontrol porsi dan kalori tanpa mengorbankan rasa. Konsep ini mirip layanan catering sehat, tetapi seluruh proses dilakukan dari dapur sendiri. Dengan strategi tepat, diet puasa tetap terjaga, berat badan stabil, dan energi harian […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan latar langit senja melambangkan tawakal dan tafwid kepada Allah.

    Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tawakal dan Tafwid bukan sekadar istilah tasawuf, melainkan kewajiban batin yang ditegaskan dalam kitab Safinah an-Naja. Dalam ajaran Islam, tawakal berarti bersandar kepada Allah setelah berikhtiar, sedangkan tafwid bermakna menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya dengan penuh keyakinan. Dua sikap ini membentuk fondasi ketenangan jiwa seorang Muslim. Karena itu, memahami tawakal dan tafwid menjadi […]

  • OJK dan debitur

    OJK Minta Debitur Kooperatif, Hindari Debt Collector dan Tindakan Hukum

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    OJK minta debitur kooperatif hadapi utang, hindari debt collector, dan manfaatkan restrukturisasi. albadarpost.com, HUMANIORA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya sikap kooperatif bagi debitur yang tengah menghadapi kesulitan membayar utang. Penghindaran tanggung jawab dengan berpindah alamat atau menghilang justru bisa memicu penagihan lapangan oleh debt collector. Langkah ini, menurut OJK, bukan hanya melanggar etika […]

  • Sekolah Ambruk di Tasikmalaya

    Sekolah Ambruk di Tasikmalaya, Siswa SDN Curugtelu Dua Tahun Belajar di Luar Kelas

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Sekolah ambruk di Tasikmalaya paksa siswa belajar di luar kelas. Minim anggaran jadi alasan pemerintah daerah. Bangunan Sekolah Ambruk, Siswa Belajar di Alam Terbuka albadarpost.com, LENSA – Kondisi memprihatinkan tengah dialami oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Curugtelu di Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dua tahun terakhir, para siswanya terpaksa menimba ilmu di […]

expand_less