Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

Air Meluap di Majingklak, Akses Desa Pamotan Terganggu Hingga Pagi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 117
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Air meluap Majingklak akibat luapan Citanduy menutup akses Pamotan dan merendam rumah warga.

albadarpost.com, HUMANIORA – Air dari Sungai Citanduy kembali meluap dan merendam kawasan Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, sejak Sabtu malam (8/11/2025) hingga Minggu pagi (9/11/2025). Genangan yang mencapai setinggi mata kaki itu masuk ke sebagian rumah warga dan menutup jalan utama menuju pelabuhan penyeberangan Majingklak. Peristiwa ini menegaskan bagaimana air meluap Majingklak kembali mengganggu aktivitas warga dan mengulang pola banjir yang kerap berulang setiap tahun.

Luapan Sungai Citanduy pada Sabtu malam membuat akses ke Majingklak lumpuh hingga pagi. Genangan menutup jalan dan masuk ke rumah warga, membuat ratusan orang terpaksa menahan aktivitas hingga air berangsur turun. Peristiwa air meluap Majingklak ini kembali memunculkan tuntutan agar pemerintah menyediakan solusi permanen bagi wilayah yang saban hujan menghadapi ancaman serupa.

Warga menyebut air mulai masuk sekitar pukul 20.00. Pada beberapa titik, genangan merayap perlahan ke rumah dan halaman, menghambat pergerakan warga untuk keluar-masuk permukiman. “Air semata kaki, tapi cukup mengganggu. Motor tidak berani lewat, banyak yang memilih menunggu sampai dini hari,” kata Dedi, warga Majingklak.

Di dekat pelabuhan penyeberangan Majingklak—jalur penting antarwilayah Kalipucang–Ciamis—genangan lebih dalam karena topografi yang rendah. Sejumlah penumpang yang hendak menyeberang terpaksa mengalihkan perjalanan. Aktivitas ekonomi malam pun terhenti lebih awal.


Air Meluap Majingklak Dipicu Luapan Citanduy

BMKG sebelumnya mencatat intensitas hujan deras di hulu Citanduy sejak Jumat sore. Debit sungai meningkat tajam dalam empat jam, membuat kawasan hilir di Kalipucang menerima limpahan air lebih cepat.

Warga Majingklak menyebut kondisi seperti ini bukan hal baru. Sungai Citanduy kerap meluap ketika curah hujan tinggi menekan kapasitas sungai. Tidak ada tanggul permanen yang melindungi sisi permukiman dari aliran balik sungai yang meluas ke daratan.

“Kalau Citanduy naik, Majingklak biasanya kena duluan,” ujar Ade, warga lainnya. Ia menjelaskan bahwa pola banjir cenderung berpindah mengikuti tekanan air pada malam hari. “Air cepat sekali datangnya. Orang-orang yang sedang berkegiatan langsung beres-beres karena khawatir air naik lebih tinggi.”

Sampai Minggu pagi, air memang mulai surut, tetapi sisa lumpur dan sampah menutupi badan jalan menuju pelabuhan. Pengendara roda dua harus ekstra hati-hati karena jalan licin, sementara warga menilai kerusakan akses transportasi semakin sering terjadi.

Topografi Majingklak menjadi faktor penentu kerentanan banjir. Permukiman di wilayah ini berada pada area yang landai dan berada dekat muara Citanduy. Ketika debit meningkat, tekanan air langsung mengalir ke zona permukiman sebelum benar-benar masuk ke laut.

Penurunan muka tanah, ditambah sedimentasi tinggi di muara, memperkecil kapasitas sungai untuk menampung aliran puncak, membuat air meluap Majingklak semakin sering terjadi.


Warga Minta Solusi Permanen, Genangan Dianggap Terlalu Sering Terjadi

Setelah peristiwa malam itu, warga kembali menyuarakan permintaan lama: pembangunan tanggul atau sistem pengendali banjir yang layak. Bagi mereka, genangan bukan sekadar gangguan sesaat, tetapi risiko yang semakin sering datang.

“Ini bukan pertama kali. Hampir tiap musim hujan, Majingklak selalu kena duluan,” ungkap Santi, pedagang yang usahanya terdampak.

Tuntutan warga diperkuat oleh letak strategis Majingklak sebagai kawasan pelabuhan penyeberangan. Pelabuhan ini menjadi jalur alternatif penting bagi masyarakat Kalipucang dan daerah sekitar. Gangguan pada akses tidak hanya memengaruhi warga desa, tetapi juga distribusi barang dan pergerakan ekonomi kecil.

Kondisi akses menuju pelabuhan yang tergenang membuat kendaraan dari arah Pamotan harus berhenti beberapa ratus meter sebelum pintu masuk. Beberapa pengemudi akhirnya memilih memutar ke jalur lain, yang jaraknya lebih jauh dan memakan waktu lebih lama.

Baca juga: Polisi Singapura Tolak Suap, Warga Malaysia Didakwa dalam Kasus Suap Singapura

Dari sisi kebijakan daerah, penanganan banjir di kawasan ini sebenarnya telah masuk dalam rencana penataan kawasan pesisir Pangandaran. Namun, hingga memasuki akhir 2025, proyek pengendalian banjir masih terbatas pada normalisasi sungai dan pengerukan berkala. Warga menilai upaya tersebut tidak cukup karena luapan tetap terjadi ketika debit air meningkat.

“Normalisasi ada, tapi luapan tetap datang. Kami butuh tanggul atau pintu air yang benar-benar bekerja,” kata Dedi.

Luapan Citanduy sebenarnya telah menjadi perhatian lintas wilayah karena sungai ini melewati dua kabupaten: Ciamis dan Pangandaran. Koordinasi antardaerah pun sering kali menjadi kendala dalam implementasi solusi jangka panjang.

Di Majingklak, pola banjir mudah ditebak: intensitas hujan meningkat, debit Citanduy naik, air meluap ke permukiman. Pola itu terus memengaruhi warga, terutama pada malam hari ketika aktivitas terbatas dan respon darurat tidak secepat siang.

Sepanjang 2025, albadarpost mencatat setidaknya lima kejadian banjir serupa di kawasan ini. Tingkat kerusakannya bervariasi, tetapi pola pengulangannya menegaskan bahwa solusi sementara sudah tidak lagi memadai.

Luapan Citanduy kembali merendam Majingklak dan menghambat akses Pamotan. Warga meminta solusi permanen agar banjir tidak terus berulang. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • junta Myanmar scam online

    Junta Myanmar Gempur Pusat Scam Online, Ribuan Warga China Lari ke Thailand

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Militer Myanmar gencar memberantas jaringan scam online di perbatasan, ratusan bangunan dihancurkan dan ribuan warga China kabur ke Thailand. Operasi Militer Myanmar Hancurkan Pusat Scam Online albadarpost.com, HUMANIORA – Junta militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran untuk membongkar jaringan scam online yang menjamur di wilayah perbatasan. Aksi ini menjadi langkah paling agresif dalam beberapa tahun terakhir […]

  • Permen UMKM 2026

    Permen UMKM 2026 Resmi Berlaku, Seller Kini Terlindungi

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Permen UMKM 2026 resmi berlaku sejak 17 Juni 2026. Melalui Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026, pemerintah menetapkan regulasi baru yang mengatur perlindungan UMKM dalam perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE). Aturan ini menjadi acuan bagi platform e-commerce dan pelaku usaha mikro serta kecil dalam membangun kemitraan yang lebih adil, transparan, dan […]

  • Universitas Islam Tasikmalaya

    Unitas Bertransformasi, Universitas Islam Tasikmalaya Memulai Babak Baru

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Universitas Islam Tasikmalaya resmi diluncurkan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-52 Unitas Tasikmalaya. Transformasi kampus Islam di Tasikmalaya ini menjadi salah satu momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi di Priangan Timur karena menandai langkah baru dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan, riset, dan nilai-nilai keislaman dalam satu ekosistem akademik yang lebih luas. Bagi […]

  • ATCS Tasikmalaya

    Teknologi Ini Diam-Diam Mengatur Jalanan Tasikmalaya Setiap Hari

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Area Traffic Control System (ATCS) Kota Tasikmalaya kini menjadi teknologi yang bekerja hampir di setiap perjalanan warga, meski banyak orang belum menyadarinya. Sistem lalu lintas pintar ini mengatur ritme kendaraan melalui jaringan CCTV dan kontrol lampu otomatis sehingga arus kendaraan tetap bergerak stabil di berbagai persimpangan utama. Dalam konsep sistem lalu […]

  • Uwais Al-Qarni

    Uwais Al-Qarni: Tidak Bertemu Rasulullah, Tapi Dipuji Nabi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu mungkin tidak berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya di sebuah daerah bernama Qarn, Yaman. Matahari perlahan naik dari balik perbukitan yang kering. Angin gurun berembus pelan membawa debu tipis ke halaman rumah-rumah sederhana. Di salah satu rumah yang dindingnya terbuat dari tanah liat, seorang pemuda sibuk mengurus ibunya yang sudah renta. Ia […]

  • prediksi Persib vs Bali United

    Persib vs Bali United: Prediksi Skor, Data Taktik, dan Peluang Menang Terbaru

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 152
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pertandingan antara Persib Bandung vs Bali United menjadi sorotan karena mempertemukan tim paling stabil dengan tim paling sulit diprediksi. Dalam prediksi Persib vs Bali United, analisis menunjukkan perbedaan mencolok dari sisi performa, efektivitas serangan, hingga kekuatan mental. Selain itu, istilah seperti analisis Persib vs Bali United, prediksi skor Persib, dan peluang […]

expand_less