Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Haru, Pelepasan Siswa MTs Al-Muniroh Usung Filosofi Ngalanglang, Ngahudang, Dangiang

Haru, Pelepasan Siswa MTs Al-Muniroh Usung Filosofi Ngalanglang, Ngahudang, Dangiang

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tema Sunda yang sarat filosofi mewarnai pelepasan siswa MTs Al-Muniroh Sukahurip Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung di halaman Komplek Pesantren Al-Muniroh, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026).

Mengusung tema “Ngalanglang, Ngahudang, Dangiang; Diasuh ku Pangaweruh, Diasah ku Kanyaah, Diasih ku Pangarti”, kegiatan tersebut menjadi lebih dari sekadar acara pelepasan siswa. Tema itu seolah merangkum perjalanan para santri selama menimba ilmu, membangun karakter, dan tumbuh bersama dalam lingkungan pendidikan berbasis pesantren.

Sejak pukul 08.00 WIB, suasana sudah terasa hidup. Penampilan drumband siswa-siswi MTs Al-Muniroh membuka rangkaian acara dengan irama yang menggema di sekitar kompleks pesantren. Warga sekitar yang melintas sempat berhenti sejenak untuk menyaksikan penampilan tersebut.

Ratusan orang tua wali murid, tamu undangan, pengurus Yayasan Pendidikan Islam Al-Muniroh, serta tokoh masyarakat tampak memenuhi area acara. Beberapa kursi plastik tambahan terlihat disusun di sisi kanan panggung karena jumlah hadirin melebihi perkiraan panitia. Di bawah tenda sederhana berwarna biru-putih, sejumlah ibu tampak mengipasi anak-anak mereka menggunakan map dan buku acara ketika matahari mulai meninggi menjelang siang.

Meski berlangsung sederhana, suasana khidmat tetap terasa sejak awal hingga akhir kegiatan.

Filosofi Sunda yang Menjadi Bekal Kehidupan

Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar rangkaian kata indah.

“Ngalanglang” menggambarkan semangat menjelajahi ilmu dan pengalaman. “Ngahudang” bermakna membangkitkan kesadaran, cita-cita, dan potensi diri. Sementara “Dangiang” mengandung makna nilai luhur yang terus hidup dalam diri seseorang.

Ketiga nilai tersebut dipadukan dengan pesan pendidikan yang mendalam: diasuh oleh ilmu pengetahuan, diasah dengan kasih sayang, dan dibimbing oleh pemahaman.

Bagi MTs Al-Muniroh, pendidikan tidak hanya mengejar nilai akademik. Lebih dari itu, pendidikan harus melahirkan generasi yang memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap agama.

Tahun ini, sebanyak 67 siswa kelas IX resmi menyelesaikan pendidikan mereka di MTs Al-Muniroh.

Pelepasan MTs Al-Muniroh

Penampilan drumben siswa-siswi MTs Al-Muniroh Sukahurip, Rabu (10/6/2026).

Kepala Madrasah: Ini Awal Perjalanan yang Lebih Luas

Kepala MTs Al-Muniroh, Kikim Abdul Hakim, S.Ag., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dan menurutnya, pelepasan siswa merupakan awal perjalanan baru bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Hari ini bukan akhir perjalanan anak-anak kami. Justru ini adalah awal untuk memasuki dunia yang lebih luas. Kami bersyukur dapat mengantarkan 67 siswa menyelesaikan pendidikan di MTs Al-Muniroh. Semoga ilmu yang mereka peroleh menjadi bekal yang bermanfaat, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat.”

Kikim juga menjelaskan, tema yang dipilih tahun ini mencerminkan semangat pendidikan yang selama ini dibangun di lingkungan madrasah dan pesantren.

Selain itu, ia berharap para lulusan tetap menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama belajar.

“Jangan pernah berhenti belajar. Tetap rendah hati, hormati guru dan orang tua, serta jadilah pribadi yang bermanfaat. Kami berharap kalian menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu menjaga nama baik keluarga, madrasah, serta pesantren.”

Sorak Teman dan Air Mata Orang Tua

Momen paling berkesan terjadi saat nama siswa dipanggil satu per satu ke atas panggung.

Beberapa kali terdengar sorakan kecil dan tepuk tangan dari teman-teman sekelas mereka. Ada yang melambaikan tangan. Ada pula yang saling memberi isyarat sambil tersenyum dari kursi masing-masing.

Di barisan belakang, seorang ayah terlihat berdiri di atas ujung kursi agar dapat merekam momen putrinya menerima tanda kelulusan menggunakan telepon genggam. Sementara di sisi lain, beberapa ibu tampak berkali-kali mengusap sudut mata ketika nama anak mereka diumumkan.

Suasana seperti itu membuat acara terasa hangat dan dekat.

H Bubun Bunyamin, S.Ag., M.Si., perwakilan orang tua menyampaikan penghargaan kepada para guru dan keluarga besar MTs Al-Muniroh atas dedikasi mereka dalam mendidik siswa. Menurutnya, para orang tua dapat melihat perkembangan yang nyata pada diri anak-anak, baik dalam aspek akademik maupun dalam sikap, akhlak, dan tanggung jawab yang semakin baik dari waktu ke waktu.

Nasihat KH Acep Bulqini untuk Para Alumni

Kehadiran Sesepuh Pesantren Al-Muniroh sekaligus Pengurus Syuriah PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Acep Bulqini, menjadi salah satu momen yang paling dinanti.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan sederhana namun menyentuh hati.

“Anak-anakku, hari ini kalian boleh bergembira. Tetapi jangan pernah lupa kepada orang tua yang telah berjuang membesarkan kalian. Jangan tinggalkan salat, jangan tinggalkan mengaji, dan jangan tinggalkan doa ibu bapak. Ke mana pun kalian melangkah nanti, bawalah akhlak yang baik. Orang yang berilmu akan dihormati, tetapi orang yang berakhlak akan dicintai.”

Kalimat tersebut membuat suasana mendadak hening. Banyak siswa menundukkan kepala sambil menyimak.

Bagi sebagian siswa, hari itu terasa membahagiakan. Namun bagi sebagian lainnya, ada rasa kehilangan yang sulit dijelaskan. Selama tiga tahun mereka belajar bersama, bercanda bersama, bahkan menjalani berbagai kegiatan sekolah dalam kelompok yang sama.

Kini mereka sadar bahwa setelah hari itu, tidak semua teman akan melanjutkan pendidikan di tempat yang sama.

Ada yang akan masuk SMA, MA, pesantren, bahkan mungkin merantau ke daerah lain.

Sederhana, Namun Meninggalkan Kenangan Mendalam

Pelepasan siswa MTs Al-Muniroh tahun ini memang tidak dihiasi kemewahan berlebihan. Tidak ada panggung megah atau dekorasi yang mencolok.

Acara hanya dihadiri pengurus Yayasan Pendidikan Islam KH Burhan, tokoh masyarakat, dewan guru, serta Sesepuh Pesantren Al-Muniroh KH Acep Bulqini yang memberikan tausiyah dan doa penutup bagi para siswa.

Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat pesan acara terasa lebih kuat.

Di tengah semilir angin pagi Sukahurip, dentuman drumband, lantunan doa, dan wajah-wajah penuh harapan berpadu menjadi satu cerita yang akan dikenang lama oleh para siswa.

Tema “Ngalanglang, Ngahudang, Dangiang” tidak berhenti sebagai slogan acara. Tema itu menjadi pengingat bahwa perjalanan ilmu harus terus berlanjut, kesadaran diri harus terus tumbuh, dan nilai-nilai kebaikan harus tetap hidup dalam setiap langkah kehidupan.

Hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi 67 siswa MTs Al-Muniroh, jejaknya akan tinggal jauh lebih lama—tersimpan dalam doa orang tua, nasihat guru, dan langkah-langkah baru yang mulai mereka tapaki menuju masa depan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ornamen kujang

    Revitalisasi Tugu Pancakarsa Berubah, Ornamen Kujang Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Revitalisasi Tugu Pancakarsa memicu polemik setelah perubahan ornamen kujang dianggap menggeser identitas visual Kabupaten Bogor. albadarpost.com, LENSA – Perubahan bentuk dan tampilan ornamen kujang pada Tugu Pancakarsa memantik sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Tugu yang berada di kawasan Sentul itu sebelumnya dikenal sebagai simbol yang merepresentasikan identitas Kabupaten Bogor. Setelah dilakukan revitalisasi oleh Pemerintah […]

  • Operasi Ketupat 2026

    Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Polisi Waspadai Gelombang Kedua Arus Balik

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Libur Lebaran hampir berakhir, tetapi Operasi Ketupat 2026 belum benar-benar selesai dalam arti pengamanan di lapangan. Meski Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup, kepolisian masih menyiagakan personel untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada gelombang kedua arus balik Lebaran. Bagi jutaan pemudik, perjalanan kembali ke kota tujuan masih berlangsung. Karena itu, Polri memastikan pengamanan […]

  • Melihat Ka’bah

    Doa Sudah Dihapal, Tapi Mendadak Lupa Saat Melihat Ka’bah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak jamaah haji ternyata mengalami hal yang sama saat pertama kali melihat Ka’bah: mereka lupa dengan daftar doa yang sebelumnya sudah disiapkan. Padahal sebagian orang datang membawa catatan panjang di ponsel. Ada yang menulis nama keluarga satu per satu. Ada juga yang menyimpan doa-doa khusus sejak masih di tanah air. Namun ketika […]

  • Ular Kobra Tasikmalaya

    Ular Kobra Gegerkan Permukiman Tasikmalaya, Damkar Evakuasi dalam 6 Menit

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seekor ular kobra berbisa membuat panik warga di salah satu permukiman Kota Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026) siang. Reptil mematikan itu ditemukan bersembunyi di area luar rumah warga saat aktivitas harian sedang berlangsung. Kemunculan ular kobra Tasikmalaya tersebut pertama kali diketahui Anwar Yusuf ketika sedang menjemur pakaian di halaman rumahnya. Awalnya ia mengira […]

  • Beasiswa PJJ Kemenag

    Beasiswa PJJ Kemenag 2026 Dibuka, Peluang Emas bagi Ustaz dan Guru Ngaji

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program Beasiswa PJJ Kemenag 2026 resmi dibuka dan langsung menjadi perhatian ribuan guru pesantren serta pengajar Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) di berbagai daerah. Lewat program kuliah daring gratis ini, para ustaz dan ustazah kini memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan aktivitas mengajar. Kementerian Agama membuka pendaftaran program Pendidikan Jarak Jauh […]

  • Irwansyah kasus penjara

    Kasus Irwansyah: Ibu Stroke Berujung Penjara

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus yang menimpa Irwansyah di Medan menyentuh sisi paling mendasar dari kehidupan sosial: tanggung jawab anak terhadap orang tua yang sakit. Niatnya sederhana, membantu ibunya yang terserang stroke agar mendapat pengobatan. Namun langkah yang ia tempuh justru berujung pada proses hukum dan penahanan. Peristiwa ini menempatkan Irwansyah pada posisi sulit. Ia […]

expand_less