Persib vs DPMM: Menang atau Tekanan Makin Besar
- account_circle redaktur
- calendar_month 53 menit yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Para pemain Persib Bandung bertanding dalam laga melawan DPMM FC di Stadion Si Jalak Harupat pada Piala Presiden 2026. Selasa(28/7/26)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Persib vs DPMM menjadi salah satu pertandingan yang paling dinantikan pada lanjutan Piala Presiden 2026. Duel Grup A yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (28/7/2026) malam, bukan hanya menentukan langkah Maung Bandung menuju babak berikutnya, tetapi juga menguji sejauh mana proses adaptasi skuad baru racikan Igor Tolic mulai membuahkan hasil.
Kemenangan 1-0 atas Arema FC pada laga pembuka memang memberi modal berharga. Namun, kemenangan itu belum menghapus satu pertanyaan besar yang terus mengikuti Persib: apakah tim yang masih mencari chemistry mampu menjaga konsistensi ketika tekanan mulai meningkat?
Tiga Poin Bisa Mengubah Arah Persib
Di atas kertas, Persib memiliki posisi yang lebih menguntungkan dibanding DPMM FC. Maung Bandung sudah mengoleksi tiga poin, sedangkan wakil Brunei Darussalam itu baru mengamankan satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Tampines Rovers.
Situasi tersebut membuat pertandingan ini memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar laga pramusim.
Jika kembali menang, Persib berpeluang mengamankan posisi teratas Grup A sekaligus membuka jalan menuju fase berikutnya. Sebaliknya, hasil selain kemenangan akan membuat persaingan kembali terbuka dan meningkatkan tekanan pada laga berikutnya.
Karena itu, setiap keputusan yang diambil Igor Tolic malam ini akan menjadi perhatian. Bukan hanya soal hasil akhir, melainkan juga bagaimana identitas permainan Persib mulai terlihat.
Igor Tolic Mempercepat Adaptasi Pemain Baru
Sejak pertandingan pertama, Igor Tolic menunjukkan keberanian merombak susunan pemain.
Empat rekrutan anyar, yakni Gabriel Mutombo, Luka Menalo, Balsa Sekulic, dan Ikhwan Ali Tanamal, langsung dipercaya sebagai starter saat menghadapi Arema FC. Setelah jeda, Gakuto Notsuda juga mendapat kesempatan menjalani debut bersama Persib.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Piala Presiden dimanfaatkan sebagai arena untuk mempercepat penyatuan skuad.
Strategi itu memang menghasilkan kemenangan. Akan tetapi, permainan Persib masih menyisakan ruang perbaikan. Beberapa kali koordinasi antarlini belum berjalan mulus, terutama ketika transisi dari bertahan menuju menyerang berlangsung cepat.
Kondisi itu tergolong wajar. Sebab, hubungan antarpemain tidak lahir hanya dari sesi latihan. Pemahaman mengenai pergerakan rekan, waktu melakukan pressing, hingga membaca ruang kosong membutuhkan menit bermain yang jauh lebih banyak.
Chemistry Belum Maksimal, Target Tetap Tidak Berubah
Kapten dan pemain senior Persib menyadari bahwa proses adaptasi masih berlangsung. Dedi Kusnandar sebelumnya mengungkapkan para pemain masih saling mengenal karena banyak wajah baru bergabung menjelang musim baru.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa tantangan terbesar Persib saat ini bukan kualitas individu, melainkan menyatukan karakter permainan dalam waktu singkat.
Meski demikian, tuntutan kepada Persib tidak pernah berubah.
Status sebagai juara dan salah satu klub terbesar di Indonesia membuat setiap pertandingan selalu diiringi ekspektasi tinggi. Suporter memahami proses pembangunan tim, tetapi mereka juga berharap kemenangan tetap menjadi kebiasaan.
Itulah sebabnya laga melawan DPMM memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar pertandingan fase grup.
Persib Masih Menunggu Puzzle Terakhir
Persib juga belum tampil dengan komposisi terbaik.
Penyerang asal Argentina, Mariano Peralta, baru tiba di Bandung pada Senin (27/7/2026) malam. Kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk langsung dimainkan karena ia masih memerlukan pemulihan setelah perjalanan panjang sekaligus menjalani adaptasi bersama skuad.
Absennya Peralta memperlihatkan bahwa bentuk ideal Persib musim ini masih terus disusun.
Namun, jadwal pertandingan tidak akan berhenti menunggu seluruh kepingan berada di tempatnya. Setiap laga menghadirkan konsekuensi terhadap klasemen, kepercayaan diri pemain, dan atmosfer di ruang ganti.
Karena itu, kemenangan atas DPMM akan memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada tambahan tiga poin. Hasil positif akan mempercepat tumbuhnya keyakinan bahwa fondasi yang sedang dibangun Igor Tolic bergerak ke arah yang tepat.
Sebaliknya, jika Persib gagal memanfaatkan peluang ini, pertanyaan mengenai kesiapan skuad baru dipastikan akan semakin menguat.
Pada akhirnya, malam ini bukan sekadar tentang siapa yang mencetak gol lebih banyak.
Laga ini menjadi tolok ukur awal apakah Persib mampu menjaga tradisi sebagai tim yang selalu kompetitif, bahkan ketika proses pembentukan skuad masih berlangsung.
Suporter bisa memaklumi proses. Kompetisi tidak. Ketika peluit akhir berbunyi, yang dikenang bukan alasan adaptasi, melainkan angka yang terpampang di papan skor. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar