Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Data Pemilih Disabilitas Dinilai Masih Bermasalah, Bawaslu Beri Peringatan Keras

Data Pemilih Disabilitas Dinilai Masih Bermasalah, Bawaslu Beri Peringatan Keras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah berbagai persiapan menuju pemilu mendatang, Bawaslu Kota Tasikmalaya menyoroti satu persoalan yang selama ini jarang menjadi perhatian publik, yakni akurasi data pemilih disabilitas.

Masalah ini mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Kaum Disabilitas yang digelar di Bale RW 01 Cintarasa, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Minggu (31/5/2026).

Sejak pagi, sejumlah peserta terlihat datang lebih awal sebelum acara dimulai. Beberapa di antaranya membawa map plastik berisi dokumen, catatan pribadi, hingga pengalaman saat mengikuti pemilu sebelumnya. Di dalam ruangan, kursi-kursi plastik tersusun rapat menghadap area pemateri. Sesekali suara pengeras suara terdengar sedikit bergaung ketika narasumber menjelaskan pentingnya akurasi data pemilih disabilitas.

Bagi sebagian warga, persoalan data pemilih mungkin terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan akses khusus di Tempat Pemungutan Suara (TPS), satu kolom data yang keliru bisa berdampak besar ketika hari pencoblosan tiba.

Data Pemilih Disabilitas Menentukan Kualitas Layanan TPS

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Zaki Pratama, menegaskan bahwa data pemilih disabilitas bukan sekadar urusan administrasi.

Menurutnya, validitas data menjadi fondasi utama untuk memastikan seluruh kebutuhan pemilih dapat terlayani secara tepat.

“Data pemilih disabilitas harus menjadi perhatian karena menjadi dasar penyediaan layanan dan fasilitas di TPS. Jika data belum valid atau tumpang tindih kategori, kebutuhan khusus tidak terpetakan optimal,” tegas Zaki.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh tingginya partisipasi pemilih, tetapi juga oleh kemampuan penyelenggara menghadirkan layanan yang setara bagi seluruh warga negara.

Banyak Perubahan Kondisi Belum Tercatat

Bawaslu menemukan salah satu persoalan utama berada pada proses pemutakhiran data.

Selama ini pendataan masih banyak bergantung pada laporan keluarga. Akibatnya, perubahan kondisi penyandang disabilitas sering kali tidak segera masuk ke dalam sistem administrasi kepemiluan.

Selain itu, faktor stigma sosial masih menjadi tantangan tersendiri.

Masih ada keluarga yang memilih tidak terbuka mengenai kondisi anggota keluarganya karena khawatir menghadapi perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut membuat data yang tersedia belum sepenuhnya menggambarkan situasi riil di lapangan.

Risiko Fasilitas TPS Tidak Sesuai Kebutuhan

Dampak dari ketidakakuratan data ternyata tidak sederhana.

Bawaslu menemukan sejumlah penyandang disabilitas yang tercatat sebagai pemilih reguler tanpa identifikasi kebutuhan aksesibilitas yang spesifik.

Padahal kebutuhan setiap pemilih disabilitas berbeda-beda.

Sebagian membutuhkan jalur khusus kursi roda. Sebagian lainnya memerlukan alat bantu pencoblosan bagi tunanetra. Ada pula yang membutuhkan pendampingan saat menggunakan hak pilihnya.

Jika kebutuhan tersebut tidak terdata sejak awal, fasilitas yang tersedia di TPS berpotensi tidak sesuai dengan kondisi pemilih yang datang.

Suara dari Lapangan yang Selama Ini Jarang Terdengar

Saat sesi diskusi dibuka, beberapa peserta langsung mengangkat tangan untuk menyampaikan pengalaman mereka ketika menggunakan hak pilih pada pemilu sebelumnya.

Ada yang mengeluhkan akses menuju TPS yang sulit dijangkau. Ada pula yang menyoroti fasilitas pendukung yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.

Di sela-sela kegiatan, sejumlah peserta juga tampak berdiskusi kecil dengan sesama peserta mengenai pengalaman mereka saat berhadapan dengan layanan publik.

Obrolan mereka sederhana, tetapi menggambarkan persoalan yang nyata.

Banyak kebutuhan aksesibilitas yang masih belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat maupun penyelenggara layanan publik.

Persoalan Tidak Selesai Hanya dengan Memperbarui Data

Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kota Tasikmalaya, Enceng Fuad Syukron, menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh penyelenggara pemilu saja.

Pemerintah daerah, organisasi penyandang disabilitas, keluarga, hingga masyarakat perlu terlibat agar proses pendataan berjalan lebih akurat.

Pegiat sosial Aris Rahman dari Papeditas Tasikmalaya juga mengkritik masih minimnya fasilitas aksesibilitas di TPS.

Padahal, menurutnya, negara telah menyediakan anggaran untuk mendukung pemilu yang lebih inklusif.

Namun demikian, tidak semua persoalan dapat selesai hanya dengan memperbarui data.

Sebagian peserta mengakui masih ada tantangan lain yang lebih mendasar, seperti minimnya pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan penyandang disabilitas serta masih adanya stigma yang membuat sebagian keluarga enggan terbuka.

Karena itu, perbaikan data harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran sosial.

Demokrasi Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Menutup kegiatan tersebut, Zaki Pratama kembali mengingatkan bahwa tidak boleh ada warga negara yang kehilangan hak pilih hanya karena kelemahan sistem pendataan.

Menurutnya, demokrasi yang berkualitas harus mampu menjamin akses dan partisipasi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Sebab pada akhirnya, pemilu yang adil tidak dimulai saat surat suara dicoblos di bilik TPS.

Pemilu yang adil dimulai jauh sebelumnya, ketika setiap warga tercatat dengan benar, dikenali kebutuhannya, dan diberi kesempatan yang sama untuk menentukan masa depan bangsanya.

Dalam demokrasi, suara setiap warga memiliki nilai yang sama. Karena itu, satu data yang terlewat bukan sekadar kesalahan administrasi. Di baliknya bisa ada satu hak konstitusional yang hilang, satu suara yang tidak terdengar, dan satu warga negara yang merasa ditinggalkan oleh sistem yang seharusnya melindunginya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resep Chia Fresca

    Cuaca Panas? Coba Resep Chia Fresca Khas Meksiko

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Chia Fresca atau minuman biji chia khas Meksiko kembali menarik perhatian selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Minuman tradisional yang dikenal sebagai salah satu minuman sehat dari Meksiko ini banyak dibicarakan karena kandungan serat dan omega-3 yang dimilikinya, sekaligus dipercaya membantu menjaga hidrasi tubuh saat cuaca panas. Di tengah tingginya suhu di […]

  • moratorium hutan

    Moratorium Penebangan Hutan: Strategi Jawa Barat Jaga Penyangga Ekologi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan untuk menekan risiko bencana dan kerusakan ekologis. albadarpost.com, HUMANIORA – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menerapkan moratorium penebangan hutan di kawasan rawan bencana. Kebijakan ini disiapkan untuk menahan laju kerusakan lingkungan dan meminimalkan potensi banjir, longsor, serta krisis ekologis. Moratorium hutan disebut […]

  • Korban Tower Banjar

    Istri Korban Tower Banjar Tunggu Tanggung Jawab Proyek

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Korban Tower Banjar kembali menjadi sorotan setelah keluarga salah satu pekerja yang meninggal dunia mengungkap kisah di balik tragedi robohnya tower di kawasan Purwaharja, Kota Banjar. Selain kehilangan tulang punggung keluarga, mereka mengaku masih menunggu kejelasan mengenai hak pekerja, proses penyelidikan, serta tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek tersebut. Tragedi […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan latar langit senja melambangkan tawakal dan tafwid kepada Allah.

    Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tawakal dan Tafwid bukan sekadar istilah tasawuf, melainkan kewajiban batin yang ditegaskan dalam kitab Safinah an-Naja. Dalam ajaran Islam, tawakal berarti bersandar kepada Allah setelah berikhtiar, sedangkan tafwid bermakna menyerahkan seluruh urusan kepada-Nya dengan penuh keyakinan. Dua sikap ini membentuk fondasi ketenangan jiwa seorang Muslim. Karena itu, memahami tawakal dan tafwid menjadi […]

  • Timnas Indonesia menghadapi Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 di Stadion Madya GBK

    Indonesia vs Saint Kitts: Ujian Mental Garuda di Semifinal FIFA Series 2026

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Indonesia vs Saint Kitts di semifinal FIFA Series 2026 menjadi sorotan utama. Duel ini bukan sekadar perebutan tiket final, tetapi juga ujian mental bagi Timnas Indonesia setelah serangkaian hasil yang kurang konsisten. Laga yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB ini diprediksi […]

  • pertandingan persija jakarta melawan dewa united di liga 1 indonesia dengan analisis statistik dan fakta unik pertandingan

    5 Fakta Duel Persija vs Dewa United yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan Persija Jakarta vs Dewa United dalam kompetisi Liga 1 Indonesia kembali menjadi sorotan publik sepak bola nasional. Duel Persija vs Dewa United selalu memunculkan cerita menarik karena kedua tim memiliki gaya bermain yang berbeda. Namun menjelang laga yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sejumlah data statistik justru mengungkap […]

expand_less