Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Data Pemilih Disabilitas Dinilai Masih Bermasalah, Bawaslu Beri Peringatan Keras

Data Pemilih Disabilitas Dinilai Masih Bermasalah, Bawaslu Beri Peringatan Keras

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Di tengah berbagai persiapan menuju pemilu mendatang, Bawaslu Kota Tasikmalaya menyoroti satu persoalan yang selama ini jarang menjadi perhatian publik, yakni akurasi data pemilih disabilitas.

Masalah ini mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Bagi Kaum Disabilitas yang digelar di Bale RW 01 Cintarasa, Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Minggu (31/5/2026).

Sejak pagi, sejumlah peserta terlihat datang lebih awal sebelum acara dimulai. Beberapa di antaranya membawa map plastik berisi dokumen, catatan pribadi, hingga pengalaman saat mengikuti pemilu sebelumnya. Di dalam ruangan, kursi-kursi plastik tersusun rapat menghadap area pemateri. Sesekali suara pengeras suara terdengar sedikit bergaung ketika narasumber menjelaskan pentingnya akurasi data pemilih disabilitas.

Bagi sebagian warga, persoalan data pemilih mungkin terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Namun bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan akses khusus di Tempat Pemungutan Suara (TPS), satu kolom data yang keliru bisa berdampak besar ketika hari pencoblosan tiba.

Data Pemilih Disabilitas Menentukan Kualitas Layanan TPS

Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya, Zaki Pratama, menegaskan bahwa data pemilih disabilitas bukan sekadar urusan administrasi.

Menurutnya, validitas data menjadi fondasi utama untuk memastikan seluruh kebutuhan pemilih dapat terlayani secara tepat.

“Data pemilih disabilitas harus menjadi perhatian karena menjadi dasar penyediaan layanan dan fasilitas di TPS. Jika data belum valid atau tumpang tindih kategori, kebutuhan khusus tidak terpetakan optimal,” tegas Zaki.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh tingginya partisipasi pemilih, tetapi juga oleh kemampuan penyelenggara menghadirkan layanan yang setara bagi seluruh warga negara.

Banyak Perubahan Kondisi Belum Tercatat

Bawaslu menemukan salah satu persoalan utama berada pada proses pemutakhiran data.

Selama ini pendataan masih banyak bergantung pada laporan keluarga. Akibatnya, perubahan kondisi penyandang disabilitas sering kali tidak segera masuk ke dalam sistem administrasi kepemiluan.

Selain itu, faktor stigma sosial masih menjadi tantangan tersendiri.

Masih ada keluarga yang memilih tidak terbuka mengenai kondisi anggota keluarganya karena khawatir menghadapi perlakuan diskriminatif dari lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut membuat data yang tersedia belum sepenuhnya menggambarkan situasi riil di lapangan.

Risiko Fasilitas TPS Tidak Sesuai Kebutuhan

Dampak dari ketidakakuratan data ternyata tidak sederhana.

Bawaslu menemukan sejumlah penyandang disabilitas yang tercatat sebagai pemilih reguler tanpa identifikasi kebutuhan aksesibilitas yang spesifik.

Padahal kebutuhan setiap pemilih disabilitas berbeda-beda.

Sebagian membutuhkan jalur khusus kursi roda. Sebagian lainnya memerlukan alat bantu pencoblosan bagi tunanetra. Ada pula yang membutuhkan pendampingan saat menggunakan hak pilihnya.

Jika kebutuhan tersebut tidak terdata sejak awal, fasilitas yang tersedia di TPS berpotensi tidak sesuai dengan kondisi pemilih yang datang.

Suara dari Lapangan yang Selama Ini Jarang Terdengar

Saat sesi diskusi dibuka, beberapa peserta langsung mengangkat tangan untuk menyampaikan pengalaman mereka ketika menggunakan hak pilih pada pemilu sebelumnya.

Ada yang mengeluhkan akses menuju TPS yang sulit dijangkau. Ada pula yang menyoroti fasilitas pendukung yang belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.

Di sela-sela kegiatan, sejumlah peserta juga tampak berdiskusi kecil dengan sesama peserta mengenai pengalaman mereka saat berhadapan dengan layanan publik.

Obrolan mereka sederhana, tetapi menggambarkan persoalan yang nyata.

Banyak kebutuhan aksesibilitas yang masih belum dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat maupun penyelenggara layanan publik.

Persoalan Tidak Selesai Hanya dengan Memperbarui Data

Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Kota Tasikmalaya, Enceng Fuad Syukron, menilai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh penyelenggara pemilu saja.

Pemerintah daerah, organisasi penyandang disabilitas, keluarga, hingga masyarakat perlu terlibat agar proses pendataan berjalan lebih akurat.

Pegiat sosial Aris Rahman dari Papeditas Tasikmalaya juga mengkritik masih minimnya fasilitas aksesibilitas di TPS.

Padahal, menurutnya, negara telah menyediakan anggaran untuk mendukung pemilu yang lebih inklusif.

Namun demikian, tidak semua persoalan dapat selesai hanya dengan memperbarui data.

Sebagian peserta mengakui masih ada tantangan lain yang lebih mendasar, seperti minimnya pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan penyandang disabilitas serta masih adanya stigma yang membuat sebagian keluarga enggan terbuka.

Karena itu, perbaikan data harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran sosial.

Demokrasi Tidak Boleh Meninggalkan Siapa Pun

Menutup kegiatan tersebut, Zaki Pratama kembali mengingatkan bahwa tidak boleh ada warga negara yang kehilangan hak pilih hanya karena kelemahan sistem pendataan.

Menurutnya, demokrasi yang berkualitas harus mampu menjamin akses dan partisipasi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Sebab pada akhirnya, pemilu yang adil tidak dimulai saat surat suara dicoblos di bilik TPS.

Pemilu yang adil dimulai jauh sebelumnya, ketika setiap warga tercatat dengan benar, dikenali kebutuhannya, dan diberi kesempatan yang sama untuk menentukan masa depan bangsanya.

Dalam demokrasi, suara setiap warga memiliki nilai yang sama. Karena itu, satu data yang terlewat bukan sekadar kesalahan administrasi. Di baliknya bisa ada satu hak konstitusional yang hilang, satu suara yang tidak terdengar, dan satu warga negara yang merasa ditinggalkan oleh sistem yang seharusnya melindunginya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KA Purwojaya anjlok

    KA Purwojaya Anjlok di Kedunggedeh, KAI Pastikan Seluruh Penumpang Selamat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    KA Purwojaya anjlok di Kedunggedeh, seluruh penumpang selamat. KAI lakukan perbaikan jalur dan atur perjalanan. albadarpost.com, LENSA — Perjalanan sejumlah kereta api di lintas Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami keterlambatan setelah KA Purwojaya anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Karawang, pada Sabtu (25/10/2025) sekitar pukul 14.14 WIB. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI […]

  • Ketahanan Pangan

    Dari Desa Janggala, Polres Tasikmalaya Kawal Ketahanan Pangan hingga Panen

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Deretan tanaman jagung muda tampak menghijau di lahan pertanian Desa Janggala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (10/6/2026). Daun-daunnya bergoyang pelan tertiup angin pagi. Di sela pematang yang masih menyisakan bekas tanah lembap setelah hujan malam sebelumnya, sejumlah petani berdiri sambil memperhatikan rombongan yang berjalan menyusuri lahan. Menariknya, rombongan itu bukan penyuluh […]

  • Lineup Belanda vs Jepang

    Prediksi Lineup Belanda vs Jepang dan Duel Kuncinya

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Lineup Belanda vs Jepang menjadi salah satu topik yang paling banyak dibicarakan menjelang pertandingan Grup F Piala Dunia 2026. Di balik persaingan dua tim berbeda benua ini, perhatian publik justru tertuju pada siapa saja pemain yang akan turun sejak menit pertama dan bagaimana mereka dapat memengaruhi jalannya laga. Pertandingan Belanda vs […]

  • Harlah Warta Tasik

    Harlah Warta Tasik, Santunan Yatim Tuai Apresiasi Wawali

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harlah Warta Tasik kembali menjadi momentum berbagi kepada masyarakat. Memperingati hari lahir ke-11, Media Warta Tasik menggelar santunan anak yatim, bantuan bagi lansia, pengajian, serta doa bersama di Perumahan Karsanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Kamis (2/7/2026). Kegiatan sosial tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, yang menilai […]

  • ilustrasi konsep affiliate marketing online dengan komisi penjualan dalam perspektif bisnis digital menurut Islam

    Hukum Affiliate Marketing dalam Islam: Halal atau Haram?

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Perkembangan ekonomi digital membuat banyak orang tertarik menjalankan affiliate marketing sebagai sumber penghasilan tambahan. Namun demikian, sebagian Muslim masih bertanya tentang hukum affiliate marketing dalam Islam. Apakah affiliate marketing halal atau haram, dan bagaimana bisnis affiliate menurut Islam dipandang dalam fikih muamalah? Pertanyaan ini wajar muncul karena sistem affiliate melibatkan komisi dari […]

  • Inggris Lolos Semifinal

    Inggris ke Semifinal, Bellingham Hancurkan Harapan Norwegia

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Inggris lolos semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Laga Inggris vs Norwegia di perempat final menyajikan pertarungan yang berlangsung ketat sejak menit pertama hingga peluit akhir, sebelum Jude Bellingham tampil sebagai penentu kemenangan lewat dua gol penting. Bagi Norwegia, hasil ini terasa menyakitkan. […]

expand_less