Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Persigar Bawa Harapan Garut di Liga 4 Nasional, Ini Pesan Bupati

Persigar Bawa Harapan Garut di Liga 4 Nasional, Ini Pesan Bupati

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Langit Garut masih menyisakan hawa dingin pagi ketika satu per satu pemain Persigar mulai berkumpul di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (25/5/2026). Sebagian pemain tampak membawa tas ransel hitam dengan logo klub yang mulai sedikit pudar di bagian sudut. Ada pula yang sibuk merapikan jaket tim sambil bercanda kecil sebelum keberangkatan.

Namun di balik suasana santai itu, tersimpan perjalanan besar yang sedang dimulai.

Persigar Garut resmi dilepas menuju putaran Nasional Liga 4 di Pasuruan, Jawa Timur. Keberangkatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat.

Bagi banyak warga Garut, sepak bola bukan sekadar pertandingan 90 menit. Ada harga diri daerah, harapan anak-anak muda, dan kebanggaan yang ikut dibawa setiap kali Persigar melangkah ke lapangan.

Bupati Garut Bangga Persigar Jadi Wakil Jawa Barat

Dalam sambutannya, Abdusy Syakur Amin mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan Persigar menjadi salah satu tim perwakilan Jawa Barat di putaran nasional setelah sebelumnya keluar sebagai juara liga.

Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menularkan energi positif kepada masyarakat.

“Sepak bola itu punya daya tular energi yang luar biasa bagi daerah,” ujar Bupati Garut.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan terus mendukung perjuangan Persigar di tingkat nasional.

Bupati berharap pencapaian Persigar dapat membangkitkan semangat masyarakat sekaligus membuktikan bahwa Garut memiliki banyak talenta sepak bola yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

Di beberapa sudut halaman Setda, suara sepatu bola yang beradu dengan paving masih terdengar pelan sebelum acara dimulai. Sebagian pemain tampak menunduk mendengarkan arahan pelatih. Ada yang memasang earphone di satu telinga sambil memandangi bus keberangkatan.

Mungkin mereka juga sedang menyembunyikan rasa gugup.

Persigar Garut Bawa 32 Pemain Terbaik ke Pasuruan

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, menjelaskan bahwa Persigar membawa 32 pemain terbaik untuk menghadapi persaingan ketat di babak nasional.

Di fase ini, Persigar tergabung bersama:

  • Club Kabupaten Pidie (Aceh),
  • Persibom Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara),
  • dan Club Pasuruan (Jawa Timur).

Kompetisi akan menggunakan sistem gugur yang dimulai dari babak 64 besar nasional hingga menuju 32 besar, 16 besar, dan final.

Asep Mulyana menyebut target besar Persigar saat ini adalah menembus Divisi 3 Liga Nasional.

“Persigar ini sekarang masuk 64 besar Nasional yang akan diluncurkan ke 32 besar, lalu 16 besar. Mudah-mudahan nanti Kabupaten Garut bisa menembus target untuk masuk ke Divisi 3 Liga Nasional,” ujarnya.

Perjalanan menuju level itu tentu tidak mudah. Namun sepak bola memang sering menghadirkan cerita yang sulit ditebak.

Persigar Garut

Persigar Garut resmi berangkat ke Liga 4 Nasional di Pasuruan, Senin (25/5/2026).

Kadang tim yang tidak terlalu diperhitungkan justru mampu membuat kejutan.

Sepak Bola dan Harapan Anak Muda Garut

Di Garut, sepak bola punya tempat yang berbeda. Lapangan-lapangan kampung hampir selalu ramai menjelang sore. Anak-anak bermain tanpa sepatu lengkap. Tiang gawang kadang hanya memakai sandal atau batu kecil sebagai penanda.

Namun dari lapangan sederhana seperti itulah mimpi besar sering tumbuh.

Keberhasilan Persigar melangkah ke putaran nasional membuat banyak pendukung mulai kembali percaya bahwa Garut masih memiliki masa depan di dunia sepak bola.

Sebagian warga bahkan sudah mulai membicarakan jadwal pertandingan sejak pagi di warung kopi. Ada yang memprediksi skor. Ada yang sibuk mencari informasi kekuatan lawan lewat media sosial.

Di sisi lain, para pemain kini membawa beban yang tidak ringan:
nama daerah,
harapan supporter,
dan mimpi untuk naik kasta.

Bupati Garut pun menitipkan pesan penting kepada seluruh tim agar menjaga kondisi selama menjalani kompetisi.

“Kepada seluruh tim, lakukan persiapan yang semestinya, istirahat yang secukupnya, dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar mampu mencapai hasil yang maksimal,” pesannya.

Persigar Kini Tidak Hanya Bermain untuk Klub

Keberangkatan Persigar ke Pasuruan bukan lagi sekadar perjalanan tim sepak bola menuju turnamen nasional.

Ada semangat daerah yang ikut berangkat bersama mereka.

Di dalam bus, mungkin ada pemain yang diam memandangi jalan sambil membayangkan pertandingan pertama nanti. Ada pula yang sibuk membuka ponsel membaca dukungan dari keluarga dan teman-temannya.

Hal-hal kecil seperti itu kadang tidak terlihat di lapangan.

Padahal justru di situlah tekanan dan harapan bertemu.

Kini Persigar tidak hanya bermain untuk klub.

Mereka bermain untuk nama Garut.

Dan di sepak bola, kadang satu kemenangan kecil bisa membuat satu daerah kembali percaya bahwa mimpi besar masih layak diperjuangkan.

Karena bagi banyak anak muda di Garut, sepak bola bukan cuma soal mengejar skor di papan pertandingan, tetapi tentang membuktikan bahwa mimpi dari lapangan kampung juga bisa terdengar sampai tingkat nasional. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OTT Bupati Tulungagung

    OTT Bupati Tulungagung: Setoran 50% & Surat Kosong Terbongkar!

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tulungagung mendadak panas. Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukan cuma menyeret nama besar, tapi juga membuka sesuatu yang lebih dalam—dan lebih mengkhawatirkan. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, kini resmi jadi tersangka. Tapi persoalannya bukan sekadar soal uang. Yang terungkap justru pola. Dan pola ini… tidak sederhana. Surat Kosong: Tekanan Halus yang […]

  • Ilustrasi kekerasan penagihan utang, penagih utang keroyok ibu hamil di Takalar hingga korban mengalami keguguran.

    Tragis! Ibu Hamil Dikeroyok Saat Ditagih Utang

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Praktik penagihan utang kembali menuai kecaman publik setelah aksi pengeroyokan menimpa seorang ibu hamil di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kekerasan yang terjadi saat proses penagihan itu tidak hanya meninggalkan trauma, tetapi juga berujung pada keguguran yang dialami korban. Peristiwa tragis tersebut langsung menyita perhatian warga. Selain karena melibatkan penagih utang, korban diketahui […]

  • Ilustrasi pendidikan Islam klasik dengan guru dan murid belajar mendalam, kontras dengan sistem modern yang serba cepat

    Terungkap! Pendidikan Islam Klasik Lebih Hebat dari Sistem Modern? Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari ini, pendidikan islam klasik kembali diperbincangkan. Banyak orang mulai membandingkan sistem pendidikan tradisional Islam dengan pola belajar modern. Anehnya, meski teknologi semakin canggih dan akses ilmu makin luas, kualitas pemahaman justru terasa dangkal. Sistem pendidikan klasik, metode belajar ulama, dan pola pembelajaran tradisional ternyata menyimpan sesuatu yang hilang hari ini: kedalaman. […]

  • vendor

    Vendor dan Calon Pengantin Jadi Korban WO Garut

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus dugaan penipuan jasa layanan pernikahan kembali mencuat. Kali ini, sebuah wedding organizer (WO) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga menipu puluhan calon pengantin dan vendor pernikahan. Total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Para korban berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari calon pengantin hingga vendor […]

  • bupati Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Menekan Percepatan Program dan Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Bupati Tasikmalaya menuntut percepatan program daerah agar manfaat APBD segera dirasakan warga. Percepatan Program Menjadi Prioritas: Waktu Menuju Akhir Tahun Menyempit albadarpost.com, EDITORIAL – Menjelang tutup tahun anggaran, Bupati Tasikmalaya menginstruksikan percepatan program OPD. Teguran disampaikan saat Apel Senin Pagi di Sekretariat Daerah, Singaparna, 24 November 2025. Di hadapan jajaran perangkat daerah, ia […]

  • Nabi Ayub AS

    Kisah Keteladanan Nabi Ayub AS

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Kisah Nabi Ayub AS mengajarkan keteguhan iman saat kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan. albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Nabi Ayub AS kembali relevan dibaca di tengah kehidupan modern yang rentan guncangan. Dalam sejarah kenabian, Nabi Ayub AS dikenal sebagai simbol keteguhan iman ketika kehilangan harta, keluarga, dan kesehatan secara berlapis. Cerita ini penting bukan sebagai romantisasi […]

expand_less