Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Persigar Bawa Harapan Garut di Liga 4 Nasional, Ini Pesan Bupati

Persigar Bawa Harapan Garut di Liga 4 Nasional, Ini Pesan Bupati

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 190
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Langit Garut masih menyisakan hawa dingin pagi ketika satu per satu pemain Persigar mulai berkumpul di Halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (25/5/2026). Sebagian pemain tampak membawa tas ransel hitam dengan logo klub yang mulai sedikit pudar di bagian sudut. Ada pula yang sibuk merapikan jaket tim sambil bercanda kecil sebelum keberangkatan.

Namun di balik suasana santai itu, tersimpan perjalanan besar yang sedang dimulai.

Persigar Garut resmi dilepas menuju putaran Nasional Liga 4 di Pasuruan, Jawa Timur. Keberangkatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam prosesi pelepasan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat.

Bagi banyak warga Garut, sepak bola bukan sekadar pertandingan 90 menit. Ada harga diri daerah, harapan anak-anak muda, dan kebanggaan yang ikut dibawa setiap kali Persigar melangkah ke lapangan.

Bupati Garut Bangga Persigar Jadi Wakil Jawa Barat

Dalam sambutannya, Abdusy Syakur Amin mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan Persigar menjadi salah satu tim perwakilan Jawa Barat di putaran nasional setelah sebelumnya keluar sebagai juara liga.

Menurutnya, sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menularkan energi positif kepada masyarakat.

“Sepak bola itu punya daya tular energi yang luar biasa bagi daerah,” ujar Bupati Garut.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Garut akan terus mendukung perjuangan Persigar di tingkat nasional.

Bupati berharap pencapaian Persigar dapat membangkitkan semangat masyarakat sekaligus membuktikan bahwa Garut memiliki banyak talenta sepak bola yang mampu bersaing di level lebih tinggi.

Di beberapa sudut halaman Setda, suara sepatu bola yang beradu dengan paving masih terdengar pelan sebelum acara dimulai. Sebagian pemain tampak menunduk mendengarkan arahan pelatih. Ada yang memasang earphone di satu telinga sambil memandangi bus keberangkatan.

Mungkin mereka juga sedang menyembunyikan rasa gugup.

Persigar Garut Bawa 32 Pemain Terbaik ke Pasuruan

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, menjelaskan bahwa Persigar membawa 32 pemain terbaik untuk menghadapi persaingan ketat di babak nasional.

Di fase ini, Persigar tergabung bersama:

  • Club Kabupaten Pidie (Aceh),
  • Persibom Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara),
  • dan Club Pasuruan (Jawa Timur).

Kompetisi akan menggunakan sistem gugur yang dimulai dari babak 64 besar nasional hingga menuju 32 besar, 16 besar, dan final.

Asep Mulyana menyebut target besar Persigar saat ini adalah menembus Divisi 3 Liga Nasional.

“Persigar ini sekarang masuk 64 besar Nasional yang akan diluncurkan ke 32 besar, lalu 16 besar. Mudah-mudahan nanti Kabupaten Garut bisa menembus target untuk masuk ke Divisi 3 Liga Nasional,” ujarnya.

Perjalanan menuju level itu tentu tidak mudah. Namun sepak bola memang sering menghadirkan cerita yang sulit ditebak.

Persigar Garut

Persigar Garut resmi berangkat ke Liga 4 Nasional di Pasuruan, Senin (25/5/2026).

Kadang tim yang tidak terlalu diperhitungkan justru mampu membuat kejutan.

Sepak Bola dan Harapan Anak Muda Garut

Di Garut, sepak bola punya tempat yang berbeda. Lapangan-lapangan kampung hampir selalu ramai menjelang sore. Anak-anak bermain tanpa sepatu lengkap. Tiang gawang kadang hanya memakai sandal atau batu kecil sebagai penanda.

Namun dari lapangan sederhana seperti itulah mimpi besar sering tumbuh.

Keberhasilan Persigar melangkah ke putaran nasional membuat banyak pendukung mulai kembali percaya bahwa Garut masih memiliki masa depan di dunia sepak bola.

Sebagian warga bahkan sudah mulai membicarakan jadwal pertandingan sejak pagi di warung kopi. Ada yang memprediksi skor. Ada yang sibuk mencari informasi kekuatan lawan lewat media sosial.

Di sisi lain, para pemain kini membawa beban yang tidak ringan:
nama daerah,
harapan supporter,
dan mimpi untuk naik kasta.

Bupati Garut pun menitipkan pesan penting kepada seluruh tim agar menjaga kondisi selama menjalani kompetisi.

“Kepada seluruh tim, lakukan persiapan yang semestinya, istirahat yang secukupnya, dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar mampu mencapai hasil yang maksimal,” pesannya.

Persigar Kini Tidak Hanya Bermain untuk Klub

Keberangkatan Persigar ke Pasuruan bukan lagi sekadar perjalanan tim sepak bola menuju turnamen nasional.

Ada semangat daerah yang ikut berangkat bersama mereka.

Di dalam bus, mungkin ada pemain yang diam memandangi jalan sambil membayangkan pertandingan pertama nanti. Ada pula yang sibuk membuka ponsel membaca dukungan dari keluarga dan teman-temannya.

Hal-hal kecil seperti itu kadang tidak terlihat di lapangan.

Padahal justru di situlah tekanan dan harapan bertemu.

Kini Persigar tidak hanya bermain untuk klub.

Mereka bermain untuk nama Garut.

Dan di sepak bola, kadang satu kemenangan kecil bisa membuat satu daerah kembali percaya bahwa mimpi besar masih layak diperjuangkan.

Karena bagi banyak anak muda di Garut, sepak bola bukan cuma soal mengejar skor di papan pertandingan, tetapi tentang membuktikan bahwa mimpi dari lapangan kampung juga bisa terdengar sampai tingkat nasional. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN jam kerja

    ASN Live Saat Jam Kerja, Bisa Kena Masalah? Ini Aturannya

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Aktivitas ASN saat jam kerja, termasuk melakukan live di media sosial, tidak bisa langsung disebut sebagai pelanggaran hanya karena berlangsung di platform seperti TikTok, Instagram, atau Facebook. Namun, persoalannya berbeda jika aktivitas pribadi tersebut membuat pegawai mengabaikan tugas kedinasan, mengurangi produktivitas, atau melanggar ketentuan disiplin yang berlaku. Pesan mengenai hal itu […]

  • Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya

    70 Rumah Hangus, Kampung Adat Ciptamulya Tinggalkan Luka Budaya

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Asap pekat masih membumbung ketika warga Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi mulai menyadari besarnya musibah yang mereka hadapi pada Sabtu (25/7/2026). Dalam hitungan jam, Kebakaran Kampung Adat Ciptamulya melalap puluhan rumah, menghanguskan lumbung padi tradisional, sekaligus meninggalkan luka mendalam bagi sebuah komunitas yang selama puluhan tahun menjaga warisan leluhur. Musibah […]

  • klausula parkir

    Klausula Parkir Dilarang Hukum, Mengapa Masih Marak?

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Klausula parkir yang mengalihkan tanggung jawab dilarang hukum. Negara diuji pada pengawasan dan perlindungan konsumen. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tulisan kecil di sudut area parkir kerap luput dari perhatian: “kehilangan bukan tanggung jawab pengelola.” Kalimat ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar. Ia menyentuh hak dasar konsumen, relasi kuasa antara warga dan pelaku usaha, serta kehadiran negara […]

  • Mabuk Massal Nobar

    26 Motor Diamankan Polisi, Nobar Persib di Galih Pawesti Berakhir Ricuh

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Nobar Persib Bandung di Gedung Galih Pawesti, Kota Tasikmalaya, berubah menjadi mabuk massal yang memicu kemarahan pemerintah daerah. Euforia pertandingan Persib vs Persijap yang seharusnya berlangsung tertib justru berubah menjadi pesta miras liar dengan puluhan pemuda ditemukan mabuk dan tertidur di sekitar lokasi. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 23 Mei […]

  • Tradisi pondok pesantren santri belajar kitab kuning bersama kiai di lingkungan pesantren tradisional Indonesia

    Di Balik Kehidupan Santri: 7 Tradisi Pesantren yang Jarang Terungkap

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 212
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi pondok pesantren menjadi bagian penting dalam kehidupan santri di Indonesia. Budaya pesantren atau tradisi santri tidak hanya membentuk karakter religius, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kebersamaan, serta penghormatan kepada guru. Banyak orang mengenal pesantren sebagai tempat belajar agama Islam. Namun di balik aktivitas mengaji dan belajar kitab, terdapat berbagai tradisi pondok […]

  • dompet dan kalkulator simbol manajemen uang pribadi

    8 Kesalahan Menabung yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa sudah melakukan kesalahan menabung tanpa benar-benar menyadarinya. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan menabung atau kesalahan finansial dalam menabung sering muncul bukan dari hal besar, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang tanpa kontrol. Menariknya, sebagian orang justru merasa sudah “aman” secara finansial, padahal kondisi tabungan mereka sebenarnya tidak pernah […]

expand_less