Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Unitas Ingin Mahasiswanya Merasa Aman, Bukan Sekadar Pintar

Unitas Ingin Mahasiswanya Merasa Aman, Bukan Sekadar Pintar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tidak semua mahasiswa datang ke kampus hanya membawa buku dan mimpi.

Sebagian membawa kecemasan.

Sebagian lain membawa rasa takut untuk dianggap berbeda, takut dibully, atau takut suaranya tidak didengar ketika mengalami kekerasan.

Karena itu, ketika Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT pada Selasa (28/4/2026), langkah tersebut terasa lebih dari sekadar agenda kampus biasa.

Ada pesan yang ingin disampaikan:

Bahwa kampus seharusnya menjadi tempat paling aman bagi siapa pun yang datang untuk belajar.

Aula Kampus Itu Dipenuhi Percakapan Tentang Rasa Aman

Peluncuran Satgas PPKPT berlangsung di aula kampus bersamaan dengan seminar edukasi.

Namun suasananya terasa berbeda dibanding seminar formal kebanyakan.

Mahasiswa duduk berdampingan dengan pelajar SMA dan guru kesiswaan dari Kota serta Kabupaten Tasikmalaya.

Tidak ada jarak yang terlalu kaku.

Semua datang dengan satu keresahan yang sama:
tentang meningkatnya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Di depan ruangan, para pemateri berbicara soal pelecehan, bullying, hingga pentingnya keberanian untuk melapor.

Topik yang dulu sering dianggap tabu kini dibicarakan terbuka.

Dan itu penting.

Sebab banyak korban selama ini memilih diam.

Bukan karena mereka tidak ingin bicara, tetapi karena takut tidak dipercaya.

Kampus Tidak Cukup Hanya Menghasilkan Lulusan Pintar

Rektor Unitas, Ade Zaenul Mutaqin, menyampaikan bahwa kampus harus menjadi ruang tumbuh yang aman bagi mahasiswa.

“Kami ingin kampus jadi ruang tumbuh yang aman. Mahasiswa harus paham haknya, tahu batasannya, dan berani mencegah perundungan,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun di tengah banyaknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, pernyataan tersebut terasa sangat penting.

Sebab kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan nilai tinggi.

Kampus juga harus melahirkan manusia yang sehat mental, berani bersuara, dan saling menghargai.

Data Kekerasan Itu Nyata, Bukan Sekadar Angka

Dalam seminar tersebut, data kasus kekerasan dari UPTD PPA Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dipaparkan di hadapan peserta.

Dan angkanya tidak kecil.

Kepala UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya, Carmono, menyebut sepanjang 2025 terdapat 114 kasus kekerasan yang ditangani.

Mayoritas berkaitan dengan pelecehan dan pencabulan anak.

Sementara hingga April 2026, sudah ada 35 kasus yang masuk penanganan.

Di Kota Tasikmalaya, situasinya juga menjadi perhatian.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2026 saja, tercatat 49 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Angka-angka itu membuat ruangan seminar sempat terasa sunyi.

Karena tiba-tiba semua orang sadar:
persoalan ini bukan sesuatu yang jauh.

Satgas PPKPT Akan Jadi Tempat Aman untuk Bersuara

Epi Mulyana menjelaskan bahwa Satgas PPKPT memiliki tiga fungsi utama:
deteksi dini, edukasi, dan pencegahan tindakan kekerasan maupun asusila di lingkungan kampus.

Namun lebih dari itu, satgas diharapkan menjadi ruang aman bagi korban.

Tempat di mana mahasiswa bisa bicara tanpa takut dihakimi.

“Kampus yang aman melahirkan generasi yang sehat mental dan sosial,” ujarnya.

Dan mungkin, kalimat itulah yang paling menggambarkan alasan mengapa satgas ini akhirnya dibentuk.

Kampus Aman Tidak Bisa Lagi Ditunda

Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana, juga menilai pembentukan satgas sangat penting.

Menurutnya, keberadaan satgas di setiap fakultas akan membantu penanganan kasus lebih cepat dan terarah.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan kekerasan bukan lagi isu kecil yang bisa dianggap sepele.

Semua pihak mulai sadar:
lingkungan pendidikan membutuhkan sistem perlindungan yang nyata.

Dan Unitas mencoba memulainya dari sekarang.

Ada Harapan Baru di Dalam Kampus Itu

Sore mulai turun ketika seminar berakhir.

Mahasiswa perlahan meninggalkan aula sambil membawa banyak pikiran baru.

Mungkin tidak semua perubahan akan langsung terasa hari ini.

Namun setidaknya, kampus itu sudah memulai satu langkah penting.

Langkah untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya datang ke kampus demi mengejar ijazah.

Tetapi juga untuk merasa aman menjadi dirinya sendiri.

Karena pendidikan yang baik bukan cuma soal siapa yang paling pintar.

Pendidikan yang baik adalah ketika seseorang bisa belajar tanpa rasa takut. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UAS Madrasah Diniyah

    Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan. Pemandangan itu terlihat pada […]

  • Ahmad Sahroni anggota DPR RI menyatakan tidak mengambil gaji setelah kembali aktif di parlemen

    Langkah Berani Sahroni: Aktif Lagi di DPR tapi Tolak Gaji

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Keputusan tidak biasa datang dari politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Setelah kembali aktif menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, ia menyatakan sahroni tak ambil gaji hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Pernyataan tersebut segera menarik perhatian publik karena langkah seperti ini jarang dilakukan oleh pejabat negara. Banyak orang bertanya-tanya mengenai alasan […]

  • penyitaan kendaraan

    Korlantas Polri Tegaskan Penyitaan Kendaraan Hanya Langkah Terakhir, Prioritaskan Ketertiban dan Transparansi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Korlantas Polri menegaskan penyitaan kendaraan hanya dilakukan pada kasus berisiko tinggi dan tidak sesuai aturan. Korlantas Polri Pastikan Penyitaan Kendaraan Bukan Langkah Utama albadarpost.com, HUMANIORA – Korlantas Polri menegaskan bahwa tindakan penyitaan kendaraan tidak akan dilakukan terhadap pelanggar lalu lintas biasa. Langkah tersebut, menurut Polri, merupakan upaya terakhir apabila kendaraan terbukti digunakan untuk aktivitas berisiko […]

  • kapal Pertamina Selat Hormuz

    Selat Hormuz Memanas: Kapal Malaysia Lolos, Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Situasi Selat Hormuz kembali menarik perhatian dunia setelah beberapa kapal tanker mendapat izin melintas dari Iran. Namun di tengah perkembangan itu, kapal Pertamina Selat Hormuz justru masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Kondisi ini memicu perhatian publik karena jalur tersebut merupakan salah satu rute paling penting bagi perdagangan energi global. Sejumlah […]

  • Ilustrasi mahasiswa penerima beasiswa LPDP dengan latar bendera Indonesia dan dokumen kontrak kewajiban penerima beasiswa.

    Apa Itu Beasiswa LPDP dan Kewajibannya? Ini Penjelasan Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Isu mengenai alumni penerima LPDP kembali menjadi perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan, APA itu beasiswa LPDP dan kewajibannya, serta apa saja tanggung jawab moral dan administratif yang melekat pada penerima dana pendidikan negara tersebut. Pertanyaan tentang apa itu LPDP, aturan beasiswa LPDP, serta kewajiban penerima LPDP langsung menjadi kata kunci yang ramai […]

  • relaksasi pajak PPN media

    Era Digital Himpit Media Lokal, Relaksasi Pajak PPN Menguat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tekanan terhadap industri media nasional kian menguat seiring perubahan lanskap ekonomi digital. Di tengah dominasi platform global dan penurunan pendapatan iklan, wacana relaksasi pajak PPN media kembali mengemuka sebagai salah satu opsi perlindungan bagi media nasional. Sejumlah organisasi pers dan pelaku industri menilai relaksasi pajak PPN media bukan sekadar insentif fiskal, […]

expand_less