Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Unitas Ingin Mahasiswanya Merasa Aman, Bukan Sekadar Pintar

Unitas Ingin Mahasiswanya Merasa Aman, Bukan Sekadar Pintar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tidak semua mahasiswa datang ke kampus hanya membawa buku dan mimpi.

Sebagian membawa kecemasan.

Sebagian lain membawa rasa takut untuk dianggap berbeda, takut dibully, atau takut suaranya tidak didengar ketika mengalami kekerasan.

Karena itu, ketika Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi atau Satgas PPKPT pada Rabu (28/4/2026), langkah tersebut terasa lebih dari sekadar agenda kampus biasa.

Ada pesan yang ingin disampaikan:

Bahwa kampus seharusnya menjadi tempat paling aman bagi siapa pun yang datang untuk belajar.

Aula Kampus Itu Dipenuhi Percakapan Tentang Rasa Aman

Peluncuran Satgas PPKPT berlangsung di aula kampus bersamaan dengan seminar edukasi.

Namun suasananya terasa berbeda dibanding seminar formal kebanyakan.

Mahasiswa duduk berdampingan dengan pelajar SMA dan guru kesiswaan dari Kota serta Kabupaten Tasikmalaya.

Tidak ada jarak yang terlalu kaku.

Semua datang dengan satu keresahan yang sama:
tentang meningkatnya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan.

Di depan ruangan, para pemateri berbicara soal pelecehan, bullying, hingga pentingnya keberanian untuk melapor.

Topik yang dulu sering dianggap tabu kini dibicarakan terbuka.

Dan itu penting.

Sebab banyak korban selama ini memilih diam.

Bukan karena mereka tidak ingin bicara, tetapi karena takut tidak dipercaya.

Kampus Tidak Cukup Hanya Menghasilkan Lulusan Pintar

Rektor Unitas, Ade Zaenul Mutaqin, menyampaikan bahwa kampus harus menjadi ruang tumbuh yang aman bagi mahasiswa.

“Kami ingin kampus jadi ruang tumbuh yang aman. Mahasiswa harus paham haknya, tahu batasannya, dan berani mencegah perundungan,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana.

Namun di tengah banyaknya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, pernyataan tersebut terasa sangat penting.

Sebab kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan nilai tinggi.

Kampus juga harus melahirkan manusia yang sehat mental, berani bersuara, dan saling menghargai.

Data Kekerasan Itu Nyata, Bukan Sekadar Angka

Dalam seminar tersebut, data kasus kekerasan dari UPTD PPA Kota dan Kabupaten Tasikmalaya dipaparkan di hadapan peserta.

Dan angkanya tidak kecil.

Kepala UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya, Carmono, menyebut sepanjang 2025 terdapat 114 kasus kekerasan yang ditangani.

Mayoritas berkaitan dengan pelecehan dan pencabulan anak.

Sementara hingga April 2026, sudah ada 35 kasus yang masuk penanganan.

Di Kota Tasikmalaya, situasinya juga menjadi perhatian.

Dalam tiga bulan pertama tahun 2026 saja, tercatat 49 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Angka-angka itu membuat ruangan seminar sempat terasa sunyi.

Karena tiba-tiba semua orang sadar:
persoalan ini bukan sesuatu yang jauh.

Satgas PPKPT Akan Jadi Tempat Aman untuk Bersuara

Epi Mulyana menjelaskan bahwa Satgas PPKPT memiliki tiga fungsi utama:
deteksi dini, edukasi, dan pencegahan tindakan kekerasan maupun asusila di lingkungan kampus.

Namun lebih dari itu, satgas diharapkan menjadi ruang aman bagi korban.

Tempat di mana mahasiswa bisa bicara tanpa takut dihakimi.

“Kampus yang aman melahirkan generasi yang sehat mental dan sosial,” ujarnya.

Dan mungkin, kalimat itulah yang paling menggambarkan alasan mengapa satgas ini akhirnya dibentuk.

Kampus Aman Tidak Bisa Lagi Ditunda

Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tasikmalaya, Khifayati Nursetiana, juga menilai pembentukan satgas sangat penting.

Menurutnya, keberadaan satgas di setiap fakultas akan membantu penanganan kasus lebih cepat dan terarah.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa persoalan kekerasan bukan lagi isu kecil yang bisa dianggap sepele.

Semua pihak mulai sadar:
lingkungan pendidikan membutuhkan sistem perlindungan yang nyata.

Dan Unitas mencoba memulainya dari sekarang.

Ada Harapan Baru di Dalam Kampus Itu

Sore mulai turun ketika seminar berakhir.

Mahasiswa perlahan meninggalkan aula sambil membawa banyak pikiran baru.

Mungkin tidak semua perubahan akan langsung terasa hari ini.

Namun setidaknya, kampus itu sudah memulai satu langkah penting.

Langkah untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya datang ke kampus demi mengejar ijazah.

Tetapi juga untuk merasa aman menjadi dirinya sendiri.

Karena pendidikan yang baik bukan cuma soal siapa yang paling pintar.

Pendidikan yang baik adalah ketika seseorang bisa belajar tanpa rasa takut. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • suap jabatan Ponorogo

    KPK Telusuri Mekanisme Suap Sekda Ponorogo

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    KPK mendalami dugaan suap jabatan Ponorogo yang melibatkan Sekda, bupati, dan pejabat RSUD. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Dugaan praktik suap jabatan Ponorogo kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan empat tersangka dalam kasus yang menyeret pejabat kunci di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo. Penyelidikan yang kini memasuki tahap pendalaman diarahkan untuk memeriksa pola relasi […]

  • Ilustrasi cabai merah segar disimpan dalam wadah kedap udara dengan tisu kering agar tahan lama dan tidak cepat busuk.

    Jangan Taruh Sembarangan! Ini Rahasia Simpan Cabai yang Benar

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Simpan Cabai Agar Awet ternyata tidak bisa sembarangan. Banyak orang mengira cara menyimpan cabai agar tidak cepat busuk cukup dengan memasukkannya ke kulkas. Padahal, teknik yang kurang tepat justru membuat cabai cepat lembek, berair, lalu berjamur. Karena itu, memahami cara simpan cabai agar awet sekaligus menjaga kesegarannya menjadi kunci agar tidak sering […]

  • IPP DPRD Tasikmalaya

    Skor IPP 0,98, DPRD Tasikmalaya Gagal Layani Publik

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 25
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Skor Indeks Pelayanan Publik (IPP) DPRD Kabupaten Tasikmalaya berhenti di angka 0,98. Bukan rendah—melainkan gagal. Angka ini menempatkan DPRD sebagai salah satu lembaga publik dengan kualitas layanan terburuk, sekaligus membuka ironi besar dalam tata kelola pemerintahan daerah. DPRD selama ini berdiri sebagai pengawas pelayanan publik. Namun hasil evaluasi justru menunjukkan lembaga […]

  • Ilustrasi praktik gratifikasi dalam pengadaan pemerintah berupa pemberian uang dan fasilitas kepada pejabat negara.

    Gratifikasi Pengadaan: Ancaman 20 Tahun Penjara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 30
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gratifikasi pengadaan pemerintah menjadi sorotan serius karena praktik ini berkaitan langsung dengan potensi suap tender dan korupsi pengadaan barang dan jasa. Gratifikasi dalam proyek pemerintah mencakup pemberian uang, barang, diskon, komisi, hingga fasilitas kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang berkaitan dengan jabatan. Karena itu, setiap bentuk gratifikasi pengadaan yang terhubung […]

  • Persebaya vs Persita

    Persebaya Terancam! Persita Datang dengan Mesin Gol Panas

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 29
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pertandingan antara Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang pada 4 April 2026 pukul 19.00 WIB diprediksi menjadi salah satu duel paling krusial di papan atas Liga 1. Dua tim ini hanya terpaut 2 poin di klasemen, membuat laga ini berpotensi mengubah peta persaingan menuju 4 besar. Persebaya Tertekan, Tren Negatif Mengkhawatirkan Performa Persebaya Surabaya sedang dalam sorotan tajam. Dari 5 laga […]

  • perbandingan sistem kuota haji

    Perbandingan Sistem Kuota Haji di Negara Lain, Indonesia Perlu Belajar?

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    “Perbandingan sistem kuota haji di negara lain: pelajari mekanisme alokasi Saudi, pembagian kuota, dan pelajaran penting bagi Indonesia.” albadarpost.com, CENDIKIA. Banyak negara muslim memiliki sistem pembagian kuota haji yang berbeda-beda berdasarkan populasi, aturan pemerintah, dan regulasi lokal. Perbandingan sistem kuota haji di negara lain mengungkap bagaimana praktik alokasi kuota yang adil, transparan, dan terkadang kontroversial […]

expand_less