Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Muhammad Jazir dan Warisan Tata Kelola Masjid

Muhammad Jazir dan Warisan Tata Kelola Masjid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 142
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muhammad Jazir wafat, meninggalkan warisan tata kelola masjid terbuka yang berpihak pada pelayanan dan pemberdayaan umat.

albadarpost.com, HUMANIORA – Tokoh pembaru tata kelola masjid, Muhammad Jazir, wafat di Yogyakarta pada Senin, 22 Desember 2025. Kepergiannya meninggalkan jejak penting dalam perubahan cara masjid berfungsi, dari ruang ibadah tertutup menjadi pusat layanan umat yang inklusif dan berorientasi sosial.

Kabar duka ini menyebar cepat di kalangan takmir, aktivis dakwah, dan jamaah masjid di berbagai daerah. Muhammad Jazir dikenal luas sebagai penggerak Masjid Jogokariyan Yogyakarta, model masjid yang menempatkan tata kelola masjid sebagai instrumen pemberdayaan warga, bukan sekadar pengelolaan bangunan ibadah.

Bagi publik, wafatnya Jazir bukan hanya kehilangan figur, tetapi juga momen refleksi tentang bagaimana masjid dikelola dan sejauh mana rumah ibadah hadir untuk menjawab persoalan sosial umat.

Masjid Terkunci dan Masalah Pengelolaan

Dalam praktik sehari-hari, wajah masjid di banyak tempat masih menyisakan problem serius. Akses dibatasi. Pagar dikunci di luar waktu salat. Toilet digembok. Anak-anak dianggap pengganggu. Jamaah yang kehilangan barang sering kali tak mendapat perlindungan dari pengurus.

Berbagai peristiwa menunjukkan bahwa kekakuan tata kelola masjid dapat berujung pada eksklusi sosial. Konflik antarsesama jamaah, pengusiran karena perbedaan pandangan, hingga kekerasan fisik di ruang ibadah mencerminkan rapuhnya fungsi masjid sebagai ruang aman.

Baca juga: Gubernur Jabar Tetapkan UMP dan UMK 2026

Masalah mendasarnya terletak pada pola manajemen. Banyak masjid dikelola secara tertutup, berbasis senioritas dan relasi personal, tanpa visi tertulis dan program pemberdayaan yang terukur. Transparansi keuangan minim. Fungsi masjid menyempit menjadi rutinitas ibadah lima waktu.

Dalam kerangka ini, keberhasilan masjid sering diukur dari aspek fisik: kebersihan karpet, keawetan bangunan, dan saldo kas. Manusia justru diposisikan sebagai risiko. Maka, akses dibatasi demi menjaga aset.

Pendekatan Muhammad Jazir

Muhammad Jazir hadir sebagai antitesis dari pola tersebut. Ia menempatkan tata kelola masjid sebagai urusan sosial dan kemanusiaan. Bagi Jazir, masjid harus menjadi tempat memecahkan persoalan umat—ekonomi, pendidikan, hingga krisis sosial—bukan sekadar ruang ritual.

Lahir di Yogyakarta pada 28 Oktober 1962, Jazir tumbuh dalam lingkungan takmir. Latar belakang pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia memberinya bekal untuk merancang sistem pengelolaan masjid yang rapi, terukur, dan berkeadilan.

Kiprahnya melampaui dinding masjid. Ia terlibat dalam berbagai forum keislaman dan kebudayaan, termasuk Pusat Studi Pancasila UGM dan MUI DIY. Namun, kontribusi terbesarnya tetap berada di Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta.

Masjid sebagai Pusat Layanan Sosial

Masjid Jogokariyan berdiri di kawasan yang secara historis bukan basis santri. Jazir membaca konteks sosial ini dengan pendekatan sosiologis. Ia tidak mengedepankan pendekatan dogmatis, melainkan pelayanan nyata.

Visinya jelas: mengembalikan fungsi masjid seperti pada masa awal Islam, sebagai pusat peradaban. Masjid menjadi balai pertemuan, pusat ekonomi umat, ruang pendidikan, hingga tempat perlindungan sosial.

Baca juga: Pemkot Tasikmalaya Musnahkan Ribuan Miras Ilegal

Program kuncinya adalah “Sensus Masjid”. Jazir dan tim mendata seluruh kepala keluarga di sekitar masjid—kondisi ekonomi, tingkat ibadah, hingga kebutuhan sosial. Data ini menjadi dasar penyusunan program, termasuk distribusi sembako rutin kepada ratusan keluarga.

Pendekatan berbasis data ini menjadikan tata kelola masjid lebih akuntabel dan tepat sasaran. Masjid tidak lagi reaktif, tetapi proaktif dalam melayani umat.

Dampak dan Warisan

Model Jogokariyan memengaruhi banyak masjid di Indonesia. Ia menunjukkan bahwa keterbukaan, transparansi, dan keberpihakan pada warga justru memperkuat fungsi masjid. Jamaah tumbuh. Kepercayaan publik meningkat. Masjid hidup.

Kepergian Muhammad Jazir menutup satu bab penting dalam sejarah pengelolaan masjid di Indonesia. Namun gagasannya tetap relevan di tengah tantangan sosial yang terus berkembang.

Wafatnya Muhammad Jazir menegaskan bahwa pembaruan masjid adalah kerja panjang. Warisannya mengingatkan bahwa tata kelola masjid yang terbuka dan manusiawi adalah kebutuhan publik, bukan pilihan tambahan.

Warisan Muhammad Jazir memperkuat gagasan tata kelola masjid sebagai pusat layanan sosial yang terbuka dan berpihak pada umat. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penembakan London

    London Mencekam, Empat Orang Jadi Korban Penembakan Jalanan

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Suasana jalanan London yang biasanya ramai mendadak berubah kacau setelah rentetan tembakan terdengar dari sebuah mobil yang melintas. Warga panik, sebagian berlari mencari perlindungan, sementara yang lain hanya bisa terpaku ketika suara sirene mulai memenuhi udara malam. Aksi penembakan London itu dilaporkan melukai empat orang dan langsung memicu respons besar aparat […]

  • layanan keimigrasian

    Paspor Nomor Tunggal Ujian Negara Benahi Layanan Keimigrasian

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Paspor satu nomor seumur hidup menguji reformasi layanan keimigrasian dan kepastian identitas warga Indonesia. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah berencana menerapkan paspor satu nomor seumur hidup bagi seluruh warga negara. Kebijakan ini terlihat teknis, tetapi dampaknya langsung menyentuh urusan paling konkret: layanan keimigrasian yang selama ini sering merepotkan warga dalam perjalanan lintas negara. Selama bertahun-tahun, […]

  • Jamaah Muslim membaca Al-Quran bersama di masjid pada malam Ramadhan sebagai bagian dari amalan Nuzulul Quran.

    5 Amalan Utama Saat Nuzulul Quran yang Jangan Dilewatkan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amalan Nuzulul Quran menjadi bagian penting dalam menghidupkan peringatan Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhan. Momen turunnya wahyu pertama ini bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan mengisi malam Nuzulul […]

  • nilai sekolah

    Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Fenomena sekolah berbiaya murah tetapi kekurangan murid semakin sering ditemui. Di berbagai daerah, ruang kelas kosong bukan disebabkan oleh mahalnya pendidikan, melainkan oleh lemahnya value atau nilai sekolah yang dirasakan masyarakat. Orang tua kini menimbang lebih dari sekadar biaya: mereka mencari kepastian mutu dan arah pendidikan anak. Perubahan ini penting dicermati. Penurunan […]

  • Umar bin Abdul Aziz

    Pemimpin Paling Adil dalam Sejarah? Ini Kisah Umar bin Abdul Aziz

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Umar bin Abdul Aziz menjadi salah satu cerita paling menginspirasi dalam sejarah Islam. Sosok ini dikenal sebagai pemimpin adil, khalifah sederhana, dan teladan integritas yang langka. Tak hanya itu, perjalanan hidupnya menunjukkan perubahan luar biasa dari kehidupan mewah menuju kepemimpinan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, kisah Umar bin Abdul Aziz […]

  • Banner penjualan sapi kurban dan domba aqiqah milik Ari di Sukahurip, Sukaratu, Tasikmalaya.

    Domba Kurban Tasikmalaya, Penjual Tawarkan Daging Siap Santap

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pencarian domba kurban Tasikmalaya mulai meningkat di berbagai wilayah menjelang Idul Adha 2026. Tidak sedikit warga yang kini mencari hewan kurban dengan harga terjangkau, kondisi sehat, sekaligus layanan yang praktis. Di tengah kebutuhan itu, penjualan Sapi Qurban dan Domba Aqiqah milik Ari di Kampung Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya […]

expand_less