Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

Di Hari Lahir Pancasila 2026, Pemuda Pancasila Ciamis Tanam 1.000 Pohon

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Pemuda Pancasila Ciamis kembali menjadi perhatian menjelang Hari Lahir Pancasila 2026. Namun kali ini bukan karena kegiatan seremonial atau konvoi kendaraan. Organisasi kepemudaan tersebut justru memilih menanam 1.000 pohon di sejumlah titik rawan longsor dan lahan kritis sebagai bentuk dukungan terhadap program Jabar Hijau.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juni 2026 itu menjadi simbol perubahan sekaligus pesan bahwa memperingati Pancasila tidak selalu harus dilakukan melalui upacara dan pidato. Bagi Pemuda Pancasila Ciamis, menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari mengamalkan nilai-nilai kebangsaan.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim, langkah tersebut menghadirkan wajah lain dari organisasi yang selama ini lebih sering dikenal melalui aktivitas sosial dan kepemudaan.

Dari Seragam Loreng ke Bibit Pohon

Momentum Hari Lahir Pancasila tahun ini menghadirkan pemandangan yang berbeda.

Alih-alih memenuhi jalan dengan iring-iringan kendaraan, anggota Pemuda Pancasila justru akan turun ke lokasi-lokasi yang membutuhkan penghijauan.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis, Dani Hendraningrat, dijadwalkan memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Sekretaris Cabang Budi Somantri.

Mereka akan mengajak kader dan masyarakat melakukan penanaman berbagai jenis pohon seperti mahoni, trembesi, dan tanaman produktif lainnya yang disesuaikan dengan kondisi lahan.

“Menjaga bumi adalah wujud nyata membela Pancasila dan UUD 1945,” tegas Dani.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa semangat kebangsaan tidak hanya diwujudkan melalui simbol-simbol negara, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Lahan Kritis yang Menunggu Penghijauan

Di beberapa titik penanaman, kondisi lahan terlihat berbukit dengan vegetasi yang mulai menipis. Sebagian area bahkan masih menyisakan tanah terbuka yang rentan terkikis saat musim hujan tiba.

Sementara itu, bibit-bibit pohon yang akan ditanam tampak tersusun dalam polybag hitam. Sebagian anggota Pemuda Pancasila terlihat memindahkan bibit ke kendaraan sebelum diberangkatkan menuju lokasi penghijauan.

Pemandangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni simbolik, melainkan membutuhkan persiapan lapangan yang cukup serius.

Di sejumlah wilayah pedesaan Ciamis, masyarakat masih menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Karena itu, kondisi lingkungan yang terjaga memiliki hubungan langsung dengan keberlangsungan sumber penghidupan warga.

Menjawab Stigma dengan Aksi Nyata

Pemuda Pancasila merupakan organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Namun seperti organisasi besar lainnya, berbagai persepsi dan stigma juga kerap muncul di tengah masyarakat.

Karena itu, kegiatan lingkungan yang dilakukan MPC Pemuda Pancasila Ciamis menjadi salah satu upaya menunjukkan sisi lain organisasi melalui aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat.

Budi Somantri menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi organisasi dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga keutuhan NKRI.

Menurutnya, lingkungan yang rusak pada akhirnya juga dapat mengancam kehidupan masyarakat.

Karena itu, menjaga alam menjadi bagian dari tanggung jawab bersama.

Masyarakat Menaruh Harapan

Di media sosial lokal, banyak warga menyambut positif rencana penanaman tersebut.

Ada yang berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin setiap tahun, bukan hanya saat peringatan Hari Lahir Pancasila.

Sebagian warga bahkan mengaku lebih tertarik melihat aksi penghijauan dibanding kegiatan seremonial yang biasanya berlangsung pada hari-hari besar nasional.

Harapan masyarakat juga cukup sederhana.

Mereka ingin pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Sebab keberhasilan penghijauan tidak ditentukan oleh banyaknya bibit yang ditanam, melainkan oleh berapa banyak pohon yang mampu bertahan hingga dewasa.

Mungkinkah Menjadi Wajah Baru Organisasi Kemasyarakatan?

Pertanyaan menarik kemudian muncul.

Jika satu organisasi mampu menanam 1.000 pohon dalam sehari, berapa banyak lahan kritis yang bisa dipulihkan apabila gerakan serupa dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai komunitas, sekolah, dan organisasi masyarakat di Ciamis?

Pertanyaan lain juga tidak kalah menarik.

Mungkinkah aksi lingkungan seperti ini menjadi wajah baru organisasi kemasyarakatan di masa depan?

Jawabannya tentu membutuhkan waktu.

Namun benihnya mulai ditanam hari ini.

Tantangan Sebenarnya Dimulai Setelah Penanaman

Tentu menanam pohon jauh lebih mudah daripada merawatnya.

Tantangan sebenarnya justru muncul setelah kegiatan selesai, ketika bibit harus bertahan menghadapi cuaca, musim kemarau, gangguan hewan, maupun faktor alam lainnya.

Karena itu, keberhasilan kegiatan ini nantinya tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang masuk ke tanah.

Yang lebih penting adalah berapa banyak pohon yang masih berdiri dan tumbuh beberapa tahun ke depan.

Pohon-pohon itu mungkin masih setinggi lutut hari ini.

Mereka belum memberi keteduhan. Belum menghasilkan oksigen dalam jumlah besar. Belum pula menahan longsor yang mengancam lereng-lereng perbukitan.

Namun beberapa tahun lagi, ketika akarnya mulai mengikat tanah dan dahannya memberi naungan, masyarakat akan melihat bahwa sebuah gerakan tidak selalu dikenang dari seberapa keras suaranya.

Kadang, gerakan yang paling membekas justru tumbuh diam-diam dari sebatang pohon yang ditanam dengan niat baik untuk masa depan. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran AS Pakistan diplomasi

    Iran–AS Gelar Diplomasi di Pakistan, Ini Alasan Indonesia Tidak Terlibat

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 73
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Iran AS Pakistan diplomasi kembali menjadi sorotan internasional setelah Pakistan resmi menjadi tuan rumah pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington. Isu Iran AS diplomasi di Pakistan ini memunculkan tanda tanya besar di panggung global: mengapa Pakistan yang dipilih, sementara negara-negara netral seperti Indonesia justru tidak masuk dalam skema perundingan? Keputusan […]

  • Pengawasan Internal Pemerintah

    Tasikmalaya–Garut Perkuat Pengawasan, Layanan Publik Jadi Fokus

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengawasan internal pemerintah kembali menjadi fokus dalam upaya memperbaiki tata kelola birokrasi daerah. Pemerintah Kota Tasikmalaya menerima kunjungan Inspektorat Kabupaten Garut untuk memperkuat koordinasi lintas daerah sekaligus berbagi pengalaman dalam pengawasan dan pelayanan publik. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, menerima langsung rombongan tersebut di ruang Inspektorat, Selasa (21/4/2026). Pertemuan […]

  • Ilustrasi umat Islam menjalankan ibadah puasa sebagai perintah Allah dalam QS Al-Baqarah ayat 183.

    Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang setiap Ramadhan selalu terdengar, namun sering kita lewati begitu saja. Padahal, ia bukan sekadar pengumuman kewajiban, melainkan undangan penuh cinta dari langit. “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam…”wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa. Allah tidak memanggil manusia secara umum. Dia memanggil orang-orang beriman. Panggilan ini istimewa. Ia […]

  • hak melapor korupsi

    Melapor Korupsi, Kerap Terasa Berisiko?

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Mekanisme pelaporan korupsi dijamin undang-undang. Namun, sejauh mana negara memberi rasa aman bagi warga yang melapor? Perspektif Albadarpost mengulasnya. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di banyak obrolan warung kopi, korupsi sering dibicarakan sebagai sesuatu yang “semua orang tahu” tetapi jarang disentuh. Bukan karena warga tak peduli, melainkan karena ada jarak antara pengetahuan dan keberanian. Di titik inilah […]

  • biaya admin toko online

    Regulasi Biaya Admin Toko Online untuk UMKM

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah tengah menyiapkan regulasi khusus terkait biaya admin toko online yang selama ini dinilai membebani pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat proteksi ekonomi digital dan menciptakan ekosistem e-commerce yang lebih adil bagi pelaku usaha kecil. Langkah tersebut muncul setelah pemerintah menerima banyak masukan dari UMKM […]

  • MUI imbau masyarakat menunggu sidang isbat 1 Syawal

    MUI: Lebaran 2026 Berpotensi Tak Serentak, Tunggu Sidang Isbat 1 Syawal

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu Lebaran 2026 berbeda mulai menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan umat Islam agar tidak terburu-buru menentukan hari raya. Menurut MUI, potensi Lebaran 2026 berbeda bisa terjadi karena perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah. Oleh karena itu, masyarakat diminta menunggu hasil sidang isbat pemerintah untuk memastikan tanggal resmi […]

expand_less