Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

Data KTP Keliru, Buruh Perkebunan Sulit Akses Layanan Sosial di Jember

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
  • visibility 132
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Masalah status KTP buruh perkebunan di Jember menghambat akses bantuan sosial dan kesehatan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Status KTP yang keliru membuat Buniman, 65 tahun, hidup di tengah kemiskinan ekstrem tanpa akses bantuan sosial maupun layanan kesehatan. Warga Perkebunan Kopi Silosanen, Kecamatan Silo, Jember, itu tercatat sebagai karyawan BUMN pada kartu identitasnya, padahal ia hanya buruh harian lepas. Kesalahan data ini menyeret konsekuensi panjang: tidak bisa mengakses program jaminan kesehatan gratis dan tak tersentuh skema bantuan bagi warga miskin.

Perkara ini penting karena masalah serupa kerap muncul di wilayah perkebunan dan hutan—daerah yang tingkat miskin ekstremnya masih tinggi. Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan tengah menelusuri kasus-kasus salah data seperti yang dialami Buniman untuk memastikan warga rentan tidak terhalang oleh administrasi yang keliru.

Sejak lahir, Buniman tinggal dan bekerja di lahan perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional V Surabaya. Ia dan keluarganya menempati rumah sederhana 4×10 meter yang disediakan perusahaan untuk buruh borongan. Tak ada aset tanah ataupun rumah pribadi, meski ia telah puluhan tahun bekerja merawat kopi.

Pendapatan Buniman bergantung pada panggilan kerja. Upah PTPN Rp40 ribu per hari, bekerja enam jam. Namun dalam sebulan, ia hanya bekerja 5–7 hari. Untuk bertahan hidup, ia merawat kebun warga di luar area PTPN dengan bayaran Rp50 ribu per hari, juga tidak pasti. Sebagai tambahan, ia memelihara dua sapi titipan dengan sistem bagi hasil.

Di rumah itu, Buniman tinggal bersama istrinya yang sakit komplikasi, tiga anak, dan dua cucu. Istrinya, Iyem, sudah lima tahun tak berobat ke rumah sakit. Ia hanya bisa berbaring. Ketika kondisinya memburuk, keluarga memanggil bidan desa. Situasi keluarga ini memperlihatkan dampak nyata dari salah data administratif: layanan kesehatan kian jauh dari jangkauan.

Saat Buniman menjalani operasi hernia dua tahun lalu, ia sempat ditolak menggunakan JKN karena status KTP-nya sebagai karyawan BUMN. Baru setelah mandor membuat surat keterangan baru, operasi bisa dilakukan. Status KTP keliru itu kembali menjadi beban saat keluarga membutuhkan akses kesehatan untuk Iyem.


Status KTP dan Penjelasan PTPN

Pihak PTPN I Regional V Surabaya mengakui adanya warga yang tercatat sebagai “karyawan BUMN” pada KTP meski sebenarnya hanya buruh borongan. Pelaksana Tugas Kasubag Humas PTPN, M. Syaiful Rizal, menyebut masalah itu muncul saat pendataan desa. Menurutnya, warga menjawab bekerja di kebun, lalu dicatat sebagai karyawan.

Rizal menegaskan bahwa buruh borongan bukan pegawai PTPN. Perusahaan, menurutnya, sudah memberi upah rata-rata Rp57 ribu–Rp60 ribu per hari saat ada pekerjaan. Ia juga menyebut perusahaan menyalurkan program CSR kepada warga berdasarkan pengajuan proposal.

Baca juga: BSI Dorong Layanan Inklusif bagi Disabilitas di Seluruh Outlet

Namun pengakuan itu tidak menjawab tuntas akses sosial warga yang terhalang administrasi. Kesalahan pencatatan KTP membuat buruh seperti Buniman dianggap memiliki penghasilan tetap sehingga tidak memenuhi syarat bantuan.


Upaya Pemkab Jember Atasi Miskin Ekstrem

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan bahwa kemiskinan ekstrem di wilayah perkebunan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Ia menekankan perlunya kerja bersama pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.

Pemkab, kata Fawait, mulai menyiapkan pelatihan bagi warga usia produktif agar memiliki keterampilan kerja. Bagi warga lansia yang tidak mampu bekerja, pemerintah berjanji tetap hadir meski dengan sumber daya terbatas.

Menurutnya, penyebab kemiskinan di area perkebunan salah satunya karena warga tidak memiliki lahan sendiri. Tanpa lahan, mereka tak bisa mendapatkan bantuan bibit atau alat pertanian. Ia berharap program reforma agraria dan hutan sosial dapat menyentuh warga miskin ekstrem seperti Buniman.

Masalah status KTP seperti yang dialami Buniman kini menjadi sorotan. Kesalahan data administratif sederhana dapat menutup akses layanan dasar dan memperpanjang lingkaran kemiskinan di wilayah perkebunan.

Salah data status KTP menghambat akses bantuan buruh perkebunan dan menjadi sorotan Pemkab Jember dalam penanganan miskin ekstrem. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyiar Lumar

    Bukan Sekadar Mencari Jamur, Ini Makna Nyiar Lumar Ciamis

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH— Malam di Kawali akan kembali memiliki cerita. Nyiar Lumar dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, di kawasan Eks Pendopo Kawali dan Situs Astana Gede Kawali, Kabupaten Ciamis. Dilansir dari Visit Ciamis, Nyiar Lumar bukan sekadar kegiatan mencari cahaya di tengah malam. Tradisi budaya ini membawa pesan tentang pencarian jati diri, pencerahan, […]

  • Ilustrasi pekerja dan aturan baru outsourcing 2026 yang membatasi alih daya hanya untuk enam bidang pekerjaan

    Kabar Besar untuk Buruh, Permenaker 7/2026 Pangkas Praktik Outsourcing

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah resmi menerapkan aturan baru terkait Outsourcing 2026 melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026. Regulasi ini langsung menjadi perhatian kalangan pekerja karena membatasi praktik alih daya atau outsourcing hanya untuk enam bidang pekerjaan tertentu yang bersifat penunjang. Kebijakan tersebut dinilai sebagai salah satu langkah paling signifikan dalam perubahan […]

  • UAS Madrasah Diniyah

    Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan. Pemandangan itu terlihat pada […]

  • pengguna narkoba

    Polres Sumedang Tetapkan Kades Jatinangor sebagai Pengguna Narkoba

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Kepala desa di Sumedang ditetapkan sebagai pengguna narkoba dan dinonaktifkan. Dampaknya pada tata kelola pemerintahan desa. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Sumedang menetapkan seorang kepala desa aktif di Kecamatan Jatinangor sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Meski tidak terindikasi terlibat peredaran, status sebagai pengguna narkoba berdampak langsung pada tata kelola pemerintahan desa, termasuk keputusan penonaktifan jabatan […]

  • memilih teman

    Bahaya Salah Memilih Teman Menurut Ibnu Athaillah

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Memilih teman bukan sekadar menentukan dengan siapa seseorang makan, bercanda, atau menghabiskan waktu. Lebih dari itu, pengaruh teman dan lingkungan pergaulan dapat perlahan memengaruhi cara seseorang melihat dirinya sendiri. Bahkan, menurut pesan Ibnu Athaillah dalam Al-Hikam, seseorang bisa melakukan kesalahan tetapi justru melihatnya sebagai sesuatu yang baik ketika terlalu dekat dengan orang […]

  • Pelaku UMKM Indonesia menjalankan bisnis online dari rumah menggunakan laptop dan smartphone dengan suasana kerja produktif.

    Diam-Diam Banyak UMKM Sukses dari Peluang Digital Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 188
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang UMKM digital kini menjadi jalan baru bagi banyak orang untuk mengubah kondisi ekonomi mereka. Menariknya, peluang usaha digital, bisnis UMKM online, dan usaha kecil berbasis teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding model bisnis lama. Namun ironisnya, sebagian pelaku usaha masih belum melihat perubahan besar ini. Padahal, di balik layar media […]

expand_less