Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » IRID Tasikmalaya: 351 Desa di Ambang Risiko Iklim

IRID Tasikmalaya: 351 Desa di Ambang Risiko Iklim

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHIRID Tasikmalaya bukan sekadar deretan angka dalam laporan Kementerian Keuangan. Di balik data Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) itu, ada 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya yang setiap tahun menghadapi ancaman banjir, longsor, dan cuaca ekstrem. Risiko iklim desa Tasikmalaya kini tidak lagi terasa jauh. Sebaliknya, dampaknya mulai menyentuh sawah, rumah warga, hingga penghasilan keluarga.

Berdasarkan data IRID Kementerian Keuangan, mayoritas desa di Tasikmalaya masuk kategori risiko sedang. Rentang nilai indeks berada di kisaran 23 hingga 42. Meskipun belum masuk kategori tinggi, tekanan tersebut cukup untuk mengganggu stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan desa.

Di wilayah selatan Tasikmalaya, ancaman terasa lebih nyata. Indeks bahaya di sejumlah desa menyentuh angka 70 hingga 80. Ketika hujan turun deras selama berjam-jam, warga tidak hanya memikirkan genangan air. Mereka juga mencemaskan longsor yang bisa datang tiba-tiba dari lereng perbukitan.

Bagi petani, perubahan musim menjadi tantangan terbesar. Pola hujan yang tidak menentu membuat jadwal tanam sulit diprediksi. Jika musim kering datang lebih panjang, hasil panen menurun. Sebaliknya, jika curah hujan berlebihan, tanaman terendam sebelum masa panen tiba. Kondisi tersebut secara perlahan menekan pendapatan rumah tangga.

IRID Tasikmalaya menunjukkan bahwa persoalan tidak berhenti pada faktor bahaya. Kapasitas adaptasi desa juga masih menjadi titik lemah. Dalam perhitungan IRID, nilai kapasitas adaptasi menggunakan angka invers. Artinya, semakin tinggi nilainya, semakin terbatas kemampuan desa untuk bertahan menghadapi dampak iklim. Sejumlah desa mencatat nilai di atas 55, sehingga memperbesar skor risiko secara keseluruhan.

Tangkapan layar IRID sebagian desa Kabupaten Tasikmalaya. (Sumber: Kementrian Keuangan).

Situasi itu menggambarkan bahwa sebagian desa belum memiliki infrastruktur mitigasi yang memadai. Drainase belum optimal. Penahan tebing belum merata. Selain itu, edukasi kebencanaan belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Akibatnya, ketika bencana datang, warga sering kali hanya bisa mengandalkan gotong royong.

Namun demikian, masyarakat Tasikmalaya tidak tinggal diam. Di beberapa desa, warga mulai menanam pohon di lahan kritis untuk mengurangi risiko longsor. Sebagian kelompok tani mencoba diversifikasi tanaman agar tidak bergantung pada satu komoditas. Langkah-langkah kecil tersebut menunjukkan semangat bertahan di tengah tekanan perubahan iklim.

Data IRID Kementerian Keuangan seharusnya menjadi pijakan kebijakan yang lebih konkret. Pemerintah daerah dapat mengintegrasikan hasil pemetaan ini dalam perencanaan anggaran desa. Dengan demikian, alokasi dana tidak hanya fokus pada pembangunan fisik rutin, tetapi juga pada strategi adaptasi jangka panjang.

Selain itu, penguatan ekonomi lokal menjadi kebutuhan mendesak. Ketika desa terlalu bergantung pada pertanian tradisional, fluktuasi cuaca langsung memukul pendapatan warga. Oleh karena itu, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, serta akses pembiayaan alternatif dapat memperkuat ketahanan sosial-ekonomi.

IRID Tasikmalaya juga mengingatkan bahwa risiko iklim bersifat dinamis. Jika intensitas cuaca ekstrem meningkat dalam beberapa tahun ke depan, kategori sedang bisa berubah menjadi tinggi. Karena itu, langkah preventif jauh lebih efektif daripada penanganan darurat setelah bencana terjadi.

Lebih jauh, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan adaptasi. Tanpa partisipasi aktif warga, program pemerintah sulit berjalan optimal. Sebaliknya, ketika desa memahami risiko berdasarkan data IRID, kesadaran kolektif akan tumbuh lebih cepat.

Di tengah tantangan tersebut, harapan tetap terbuka. Tasikmalaya memiliki modal sosial yang kuat. Budaya gotong royong masih hidup. Solidaritas antarwarga tetap terjaga. Jika kekuatan sosial ini dipadukan dengan kebijakan berbasis data, maka ketahanan iklim desa dapat diperkuat secara bertahap.

Pada akhirnya, IRID Tasikmalaya bukan hanya laporan teknis dari Kementerian Keuangan. Angka-angka itu merepresentasikan kehidupan nyata ribuan keluarga. Setiap indeks mencerminkan sawah yang terancam gagal panen, rumah yang berada di lereng rawan longsor, serta harapan warga agar pembangunan desa mampu menjawab tantangan zaman.

Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah risiko itu ada. Data sudah menunjukkan kenyataannya. Tantangannya adalah bagaimana seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, sehingga 351 desa di Tasikmalaya tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih tangguh menghadapi perubahan iklim. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • wisata Garut Nataru

    Garut Dominasi Kunjungan Wisata Nataru Priangan Timur

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    BPS Jawa Barat memproyeksikan Garut menjadi tujuan wisata utama Priangan Timur saat libur Nataru 2026. albadarpost.com, FOKUS – Kabupaten Garut diproyeksikan menjadi tujuan utama wisatawan nusantara di wilayah Priangan Timur pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Proyeksi ini penting karena mencerminkan arah pergerakan wisata akhir tahun yang berdampak langsung pada kesiapan layanan […]

  • kasus perundungan

    Polres Tasikmalaya Tetapkan Tersangka dalam Kasus Perundungan Remaja

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya menetapkan empat pelaku dalam kasus perundungan remaja dan memastikan proses hukum berjalan. albadarpost.com, HUMANIORA – Polres Tasikmalaya Kota resmi menetapkan empat remaja perempuan sebagai tersangka dalam kasus perundungan terhadap LK (16), warga Kecamatan Cipedes. Penetapan ini dilakukan setelah penyidik memastikan adanya unsur kekerasan fisik dan tindakan merendahkan martabat korban. Kasus ini penting karena […]

  • e-Audit PBJ

    Stranas PK Terapkan e-Audit PBJ untuk Perketat Pengawasan Pengadaan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    e-Audit PBJ di Katalog V.6 diluncurkan untuk memperkuat pengawasan digital dan mencegah korupsi pengadaan. albadarpost.com, LENSA – Peluncuran fitur e-Audit PBJ di Katalog Elektronik Versi 6 menjadi langkah baru pemerintah untuk menutup celah korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Sistem ini dirilis oleh Stranas PK bersama LKPP dan BPKP pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 […]

  • sampah Tahun Baru Bandung

    DLH Kota Bandung Laporkan Sampah Tahun Baru

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    DLH Bandung mencatat 63 ton sampah malam Tahun Baru 2026, didominasi plastik, dengan kesadaran warga mulai meningkat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Kota Bandung kembali menyisakan persoalan klasik perkotaan: sampah. Namun, di tengah lonjakan aktivitas warga dan wisatawan di sejumlah titik favorit kota, volume sampah yang dihasilkan tercatat relatif stabil, […]

  • Kesempatan karier

    Lulusan D4–S2 Bisa Jadi Perwira Polri

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali membuka Seleksi Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2026. Program ini membuka kesempatan karier bagi lulusan perguruan tinggi jenjang D4, S1, hingga S2 untuk bergabung sebagai perwira pertama Polri. SIPSS menjadi jalur khusus yang dirancang untuk menjaring sumber daya manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu. […]

  • tauhid dan ketenangan hidup

    Rahasia Hidup Tenang Ternyata Bukan Uang, Tapi Tauhid

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah ada fase ketika semua terlihat baik-baik saja, tetapi hati tetap terasa gelisah? Perasaan seperti ini sering muncul tanpa sebab yang jelas. Di tengah kondisi tersebut, tauhid dan ketenangan hidup menjadi jawaban yang sering terlupakan. Banyak orang mengira ketenangan bisa dibeli atau dicapai melalui kesuksesan. Namun, setelah semua itu diraih, kegelisahan tetap […]

expand_less