Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » IRID Tasikmalaya: 351 Desa di Ambang Risiko Iklim

IRID Tasikmalaya: 351 Desa di Ambang Risiko Iklim

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHIRID Tasikmalaya bukan sekadar deretan angka dalam laporan Kementerian Keuangan. Di balik data Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) itu, ada 351 desa di Kabupaten Tasikmalaya yang setiap tahun menghadapi ancaman banjir, longsor, dan cuaca ekstrem. Risiko iklim desa Tasikmalaya kini tidak lagi terasa jauh. Sebaliknya, dampaknya mulai menyentuh sawah, rumah warga, hingga penghasilan keluarga.

Berdasarkan data IRID Kementerian Keuangan, mayoritas desa di Tasikmalaya masuk kategori risiko sedang. Rentang nilai indeks berada di kisaran 23 hingga 42. Meskipun belum masuk kategori tinggi, tekanan tersebut cukup untuk mengganggu stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan desa.

Di wilayah selatan Tasikmalaya, ancaman terasa lebih nyata. Indeks bahaya di sejumlah desa menyentuh angka 70 hingga 80. Ketika hujan turun deras selama berjam-jam, warga tidak hanya memikirkan genangan air. Mereka juga mencemaskan longsor yang bisa datang tiba-tiba dari lereng perbukitan.

Bagi petani, perubahan musim menjadi tantangan terbesar. Pola hujan yang tidak menentu membuat jadwal tanam sulit diprediksi. Jika musim kering datang lebih panjang, hasil panen menurun. Sebaliknya, jika curah hujan berlebihan, tanaman terendam sebelum masa panen tiba. Kondisi tersebut secara perlahan menekan pendapatan rumah tangga.

IRID Tasikmalaya menunjukkan bahwa persoalan tidak berhenti pada faktor bahaya. Kapasitas adaptasi desa juga masih menjadi titik lemah. Dalam perhitungan IRID, nilai kapasitas adaptasi menggunakan angka invers. Artinya, semakin tinggi nilainya, semakin terbatas kemampuan desa untuk bertahan menghadapi dampak iklim. Sejumlah desa mencatat nilai di atas 55, sehingga memperbesar skor risiko secara keseluruhan.

Tangkapan layar IRID sebagian desa Kabupaten Tasikmalaya. (Sumber: Kementrian Keuangan).

Situasi itu menggambarkan bahwa sebagian desa belum memiliki infrastruktur mitigasi yang memadai. Drainase belum optimal. Penahan tebing belum merata. Selain itu, edukasi kebencanaan belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Akibatnya, ketika bencana datang, warga sering kali hanya bisa mengandalkan gotong royong.

Namun demikian, masyarakat Tasikmalaya tidak tinggal diam. Di beberapa desa, warga mulai menanam pohon di lahan kritis untuk mengurangi risiko longsor. Sebagian kelompok tani mencoba diversifikasi tanaman agar tidak bergantung pada satu komoditas. Langkah-langkah kecil tersebut menunjukkan semangat bertahan di tengah tekanan perubahan iklim.

Data IRID Kementerian Keuangan seharusnya menjadi pijakan kebijakan yang lebih konkret. Pemerintah daerah dapat mengintegrasikan hasil pemetaan ini dalam perencanaan anggaran desa. Dengan demikian, alokasi dana tidak hanya fokus pada pembangunan fisik rutin, tetapi juga pada strategi adaptasi jangka panjang.

Selain itu, penguatan ekonomi lokal menjadi kebutuhan mendesak. Ketika desa terlalu bergantung pada pertanian tradisional, fluktuasi cuaca langsung memukul pendapatan warga. Oleh karena itu, pelatihan keterampilan, pengembangan usaha mikro, serta akses pembiayaan alternatif dapat memperkuat ketahanan sosial-ekonomi.

IRID Tasikmalaya juga mengingatkan bahwa risiko iklim bersifat dinamis. Jika intensitas cuaca ekstrem meningkat dalam beberapa tahun ke depan, kategori sedang bisa berubah menjadi tinggi. Karena itu, langkah preventif jauh lebih efektif daripada penanganan darurat setelah bencana terjadi.

Lebih jauh, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan adaptasi. Tanpa partisipasi aktif warga, program pemerintah sulit berjalan optimal. Sebaliknya, ketika desa memahami risiko berdasarkan data IRID, kesadaran kolektif akan tumbuh lebih cepat.

Di tengah tantangan tersebut, harapan tetap terbuka. Tasikmalaya memiliki modal sosial yang kuat. Budaya gotong royong masih hidup. Solidaritas antarwarga tetap terjaga. Jika kekuatan sosial ini dipadukan dengan kebijakan berbasis data, maka ketahanan iklim desa dapat diperkuat secara bertahap.

Pada akhirnya, IRID Tasikmalaya bukan hanya laporan teknis dari Kementerian Keuangan. Angka-angka itu merepresentasikan kehidupan nyata ribuan keluarga. Setiap indeks mencerminkan sawah yang terancam gagal panen, rumah yang berada di lereng rawan longsor, serta harapan warga agar pembangunan desa mampu menjawab tantangan zaman.

Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah risiko itu ada. Data sudah menunjukkan kenyataannya. Tantangannya adalah bagaimana seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, sehingga 351 desa di Tasikmalaya tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh lebih tangguh menghadapi perubahan iklim. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengendalian Inflasi Tasikmalaya

    Pengendalian Inflasi Tasikmalaya Raih Juara Nasional, Stabilitas Harga Terjaga

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Tasikmalaya meraih juara nasional Pengendalian Inflasi Daerah 2025, kebijakan daerah stabilkan harga pangan warga. albadarpost.com, PELITA – Kabupaten Tasikmalaya meraih penghargaan nasional sebagai Juara Satu Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten/Kota Berprestasi 2025. Penghargaan diberikan pada malam puncak Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Jakarta, Jumat, 28 November 2025. Pencapaian ini menutup tahun penuh tekanan ekonomi […]

  • Melihat Ka’bah

    Doa Sudah Dihapal, Tapi Mendadak Lupa Saat Melihat Ka’bah

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Banyak jamaah haji ternyata mengalami hal yang sama saat pertama kali melihat Ka’bah: mereka lupa dengan daftar doa yang sebelumnya sudah disiapkan. Padahal sebagian orang datang membawa catatan panjang di ponsel. Ada yang menulis nama keluarga satu per satu. Ada juga yang menyimpan doa-doa khusus sejak masih di tanah air. Namun ketika […]

  • Polemik paspor pemain Timnas Indonesia

    Drama Paspor Pemain Timnas Meledak di Liga Belanda, Karier Pemain Terancam

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Polemik paspor pemain Timnas Indonesia kini menjadi sorotan besar di Eropa. Kasus yang dikenal sebagai polemik paspor Timnas Indonesia atau “paspoortgate” memicu keputusan mengejutkan setelah sejumlah klub Belanda menghentikan sementara aktivitas pemain diaspora Indonesia. Kontroversi status kewarganegaraan ini langsung berdampak pada karier pemain serta memunculkan pertanyaan baru tentang efek naturalisasi di […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Diduga Selewengkan Dana Desa, Polisi Ungkap Kerugian Rp 706 Juta

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa Sukaresik menyeret eks Sekdes. Polisi ungkap modus pencairan fiktif dan kerugian Rp 706 juta. albadarpost.com, HUMANIORA – Penanganan kasus korupsi dana desa di Kabupaten Pangandaran kembali mencuat setelah penyidik Satreskrim menangkap mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, 31 tahun. Ia diduga menyalahgunakan alokasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun […]

  • Maarten Paes kontrak 2029

    Maarten Paes Gabung Ajax hingga 2029, Sejarah Baru Kiper Timnas

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Kabar menggembirakan datang dari sepak bola Eropa. Maarten Paes kontrak 2029 bersama Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia itu resmi membuka lembaran baru dalam karier profesionalnya dengan bergabung ke salah satu klub paling bersejarah di Belanda. Kepindahan Paes ke Ajax bukan sekadar transfer pemain. Langkah ini membawa makna simbolik bagi sepak bola […]

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

expand_less