Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Konser Kemanusiaan Unpad Himpun Rp140 Juta untuk Gaza

Konser Kemanusiaan Unpad Himpun Rp140 Juta untuk Gaza

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Konser kemanusiaan Unpad menggalang Rp140 juta untuk Gaza melalui kolaborasi kampus, alumni, dan seniman.

albadarpsot.com, HUMANIORA – Ribuan pengunjung memadati Lapangan Merah Universitas Padjadjaran pada Jumat, 28 November 2025. Konser kemanusiaan bertajuk Sound for Humanity digelar sebagai bagian dari Dies Natalis ke-68, menjadi forum publik yang menghimpun dukungan bagi warga Gaza. Kegiatan ini diinisiasi oleh Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad), bekerja sama dengan pihak kampus serta lembaga kemanusiaan SADAQA. Bukan sekadar hiburan, konser tersebut menghadirkan mekanisme penggalangan dana yang terukur dan disalurkan langsung ke kebutuhan mendesak masyarakat sipil yang terdampak konflik.

Sekretaris Jenderal IKA Unpad, Yhodisman Soratha, menegaskan arah acara tersebut. “Kami tidak tinggal diam melihat penderitaan di Gaza. Musik kami pilih sebagai medium untuk menyampaikan doa, dukungan, dan harapan akan perdamaian,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa, 2 Desember 2025. Pesan itu menjadi fondasi Sound for Humanity: mengubah panggung seni menjadi kanal solidaritas publik yang konkret.

Ketua panitia, Yeni Fatmawati, menyampaikan bahwa konser kemanusiaan ini dirancang secara kolaboratif. “Konser ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat, kampus, alumni, dan seniman untuk menumbuhkan semangat empati bersama,” katanya. Format acara tidak diarahkan pada sensasi, tetapi pada partisipasi. Seniman diberi ruang, pengunjung diberikan kanal donasi, dan lembaga penyalur menyediakan transparansi tujuan.

Direktur SADAQA, Ahmad Rofiqi, memastikan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan lapangan. Ia menyatakan bahwa donasi akan diarahkan untuk dukungan kesehatan, logistik dasar, serta penyediaan perlindungan sosial bagi warga Gaza. “Setiap rupiah yang terkumpul memiliki tujuan jelas,” ucapnya.


Panggung Kemanusiaan dan Partisipasi Publik

Hujan mengguyur area konser sebelum pintu masuk dibuka. Kondisi itu tidak menyurutkan massa. Penampilan ToneWaves menjadi pembuka acara. Paduan Suara Mahasiswa Unpad bersama Panji Sakti menghadirkan nuansa yang lebih senyap. Pada momen itu, sebuah bendera Palestina berukuran 20 x 30 meter dibentangkan di tengah lapangan. Tindakan tersebut bukan atraksi visual, melainkan simbol empati publik.

Rangkaian penampilan berjalan tanpa jeda panjang. HiVi! memanaskan kembali suasana setelah jeda adzan Magrib dan Isya. Penyair Yeni Fatmawati serta Hikmat “Berdoa” Gumelar mengisi sesi jeda dengan pembacaan puisi bertema kemanusiaan. Malam kemudian beralih ke warna lain saat band Kuburan tampil bersama 14 anak beratribut Palestina. Mereka tidak hanya hadir sebagai pengiring, tetapi sebagai representasi generasi muda yang perlu memahami nilai solidaritas.

Baca juga: Reintroduksi Banteng Jawa: Mandat Negara, Regulasi Konservasi, dan Celah Pertanggungjawaban

Suasana berubah kembali saat trio metal asal Garut, Voice of Baceprot, tampil. Kehadiran mereka membawa lapisan berbeda: ekspresi budaya dari kalangan muda Indonesia yang beririsan dengan isu hak asasi manusia. Sebagai penutup, The Changcuters tampil dengan energi penuh hingga akhir acara. Penonton bertahan sampai panggung dimatikan.

Panitia mencatat total donasi Rp140.271.514. Angka tersebut dikumpulkan dari kontribusi langsung penonton, kanal donasi daring, dan dukungan mitra. Hasilnya menunjukkan bahwa konser kemanusiaan tidak berhenti pada simbol empati, tetapi berujung pada aksi nyata.


Konteks, Dampak, dan Catatan Kritis

Gelaran ini mencerminkan pergeseran fungsi seni dari sekadar hiburan menuju alat partisipasi publik. Pada level kampus, acara semacam ini menunjukkan posisi universitas bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi aktor sosial yang aktif dalam isu kemanusiaan global. Unpad memanfaatkan jejaringnya: alumni, mahasiswa, dan mitra eksternal. Model kolaboratif ini dapat direplikasi oleh kampus lain, asalkan memiliki ekosistem organisasi dan kontrol penyaluran dana yang jelas.

Di luar panggung, konser kemanusiaan menjadi refleksi tentang bagaimana isu internasional dapat menggerakkan agenda lokal. Solidaritas publik terhadap Gaza ditunjukkan bukan melalui retorika, tetapi melalui distribusi donasi terukur. Lembaga kemanusiaan datang bukan sebagai citra, melainkan sebagai pengelola risiko, memastikan dana publik berpindah dari panggung ke lapangan dengan akuntabilitas yang dapat ditelusuri.

Kegiatan ini menyisakan catatan: dana terkumpul bukan akhir, tetapi awal proses. Komunitas kampus tetap memiliki tanggung jawab moral memantau distribusi bantuan hingga sampai kepada penerima.

Konser kemanusiaan Unpad menghadirkan donasi nyata bagi Gaza, menunjukkan peran kampus sebagai aktor solidaritas publik lintas elemen. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • donasi Sumatera

    Penggalangan Donasi Sumatera di Bengkulu Capai Rp4,3 Miliar

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Pemprov Bengkulu menggalang donasi Sumatera dan melelang atribut Rhoma Irama untuk bantuan bencana. albadarpost.com, PELITA – Upaya penggalangan donasi Sumatera oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat setelah rangkaian bencana melanda tiga wilayah di pulau itu. Pemerintah daerah menggelar tabligh akbar yang menghadirkan musisi senior Rhoma Irama, yang ikut menyumbang dengan melelang jas dan perlengkapan pribadinya. […]

  • belanja fiber optik

    Anggaran Jaringan Kominfo Tasikmalaya Menyisakan Tanda Tanya

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Redaksi Albadarpost menyoroti belanja fiber optik Kominfo Tasikmalaya yang mengaburkan aset, dan layanan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Selama empat tahun berturut-turut, Kominfo Kota Tasikmalaya menganggarkan pos bernama belanja fiber optik untuk ratusan site intranet, berdampingan dengan belanja internet dedicated bernilai miliaran rupiah. Secara administratif, anggaran ini sah. Namun secara kebijakan publik, ia bermasalah sejak di […]

  • layanan Motis

    KAI Hadirkan Layanan Motis, Kurangi Kecelakaan Motor Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KAI membuka layanan Motis untuk Nataru 2025/2026, menyediakan 6.000 kuota motor dan 12.000 kursi penumpang. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia kembali menghadirkan layanan Motis pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Program gratis ini memungkinkan masyarakat mengirim sepeda motor menggunakan kereta api. Kuota yang disediakan mencakup 6.000 unit motor serta lebih dari […]

  • pelaku anak kriminal

    Ketika Anak Menjadi Pelaku Kriminal

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Siang hari yang biasanya identik dengan aktivitas aman berubah menjadi ruang cemas ketika kasus pelaku anak kriminal terungkap di kawasan perkotaan. Aksi kekerasan seksual yang melibatkan anak sebagai pelaku dan menyasar anak serta remaja sebagai korban ini menimbulkan pertanyaan serius: seberapa aman ruang publik bagi generasi muda? Kepolisian bergerak cepat setelah laporan […]

  • perlindungan anak

    DPR Desak Negara Perkuat Perlindungan Anak demi Tekan Risiko Penculikan

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kasus penculikan Bilqis dan Alvaro memicu desakan DPR agar negara memperkuat perlindungan anak secara menyeluruh. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus penculikan anak di beberapa daerah kembali menempatkan perlindungan anak sebagai isu mendesak dalam kebijakan publik. Dua peristiwa yang menyita perhatian, yakni hilangnya Bilqis di Makassar dan Alvaro di Jakarta Selatan, menunjukkan bahwa sistem keselamatan anak di […]

  • ilustrasi kisah Nabi Yusuf dari sumur gelap hingga menjadi penguasa Mesir menurut Al-Qur'an

    Kisah Nabi Yusuf: Dari Sumur Gelap hingga Menguasai Mesir

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tidak ada yang menyangka bahwa seorang anak yang dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sendiri kelak akan menjadi pemimpin besar di Mesir. Kisah Nabi Yusuf, cerita Nabi Yusuf, serta perjalanan Nabi Yusuf dalam Al-Qur’an menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam sejarah Islam. Awalnya, Yusuf hanyalah seorang anak yang hidup dalam […]

expand_less