Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Diky Prihatin Lihat Kantor KPU Tasikmalaya, Status Aset Jadi Perhatian

Diky Prihatin Lihat Kantor KPU Tasikmalaya, Status Aset Jadi Perhatian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kondisi Kantor KPU Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi gedung yang dinilai kurang terawat.

Sorotan tersebut tidak hanya menyangkut bangunan fisik. Di baliknya, terdapat persoalan yang lebih panjang, yakni status aset antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

Menurut Diky, kejelasan status kepemilikan menjadi salah satu kunci agar pengelolaan dan pemeliharaan gedung dapat berjalan lebih baik.

Ketika Rumah Demokrasi Menunggu Kepastian

Komisi Pemilihan Umum memiliki peran penting dalam menjaga jalannya demokrasi.

Dari lembaga inilah berbagai tahapan pemilu disiapkan, mulai dari pendataan pemilih, penyelenggaraan pemungutan suara, hingga penetapan hasil pemilu.

Karena itu, kondisi fasilitas kerja penyelenggara pemilu turut menjadi perhatian publik.

“Saya kasian melihat kondisi KPU sekarang. Gedungnya kurang terawat, padahal lembaga ini punya peran vital dalam demokrasi,” ujar Diky, Sabtu (30/5/2026).

Dari luar, bangunan KPU Kota Tasikmalaya masih berdiri dan digunakan untuk aktivitas pelayanan. Namun di beberapa bagian, kondisi fisik bangunan terlihat membutuhkan perhatian lebih dibanding sejumlah kantor pemerintahan yang telah mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, aktivitas pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Sejumlah pegawai terlihat menjalankan pekerjaan administratif dan pelayanan kelembagaan meski isu kondisi gedung kembali menjadi perhatian publik.

Persoalan Lama yang Belum Sepenuhnya Selesai

Diky menyatakan optimistis dapat membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya guna membahas keberadaan dan kepemilikan aset kabupaten yang berada di wilayah Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, persoalan aset antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya bukan isu baru.

Pemekaran wilayah yang terjadi bertahun-tahun lalu menyisakan sejumlah urusan administrasi dan kepemilikan aset yang hingga kini masih membutuhkan penyelesaian.

Hingga saat ini, ia mengaku belum melakukan komunikasi langsung dengan Bupati Tasikmalaya terkait kondisi kantor KPU. Namun ia meyakini hubungan baik antara kedua pemerintah daerah dapat menjadi modal untuk mencari solusi bersama.

“Belum sampai saat ini saya bicara dengan Bupati soal KPU. Tapi saya yakin bisa kita selesaikan dengan kepala dingin,” katanya.

Pernyataan tersebut membuka harapan bahwa persoalan yang selama ini berjalan lambat dapat memperoleh titik terang melalui komunikasi yang lebih intensif.

Bukan Sekadar Gedung, Tapi Pelayanan Demokrasi

Bagi sebagian warga, kondisi kantor KPU mungkin bukan isu yang sering dibicarakan sehari-hari.

Namun menjelang setiap pemilu, lembaga ini menjadi salah satu tempat yang paling sibuk di Kota Tasikmalaya.

Di sinilah berbagai tahapan demokrasi disiapkan. Mulai dari urusan administrasi kepemiluan, logistik, hingga koordinasi dengan berbagai pihak.

Tidak sedikit masyarakat yang baru menyadari adanya persoalan aset tersebut setelah munculnya pernyataan dari Plh Wali Kota Tasikmalaya.

Karena itu, pembahasan mengenai gedung KPU sesungguhnya bukan hanya soal bangunan.

Persoalannya menyangkut bagaimana negara menyediakan ruang kerja yang layak bagi lembaga yang bertugas menjaga proses demokrasi.

Mungkinkah Menjadi Momentum Penyelesaian Aset?

Pernyataan Diky juga memunculkan pertanyaan yang cukup menarik.

Jika status aset dapat menghambat perawatan fasilitas publik, berapa banyak aset lain yang sebenarnya masih menunggu kepastian serupa pasca pemekaran daerah?

Pertanyaan lain juga tidak kalah relevan.

Mungkinkah persoalan gedung KPU menjadi momentum untuk menuntaskan berbagai urusan aset yang selama ini belum selesai antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya?

Jawabannya tentu membutuhkan proses.

Tentu penyelesaian persoalan aset tidak selalu berjalan cepat. Proses administrasi, koordinasi antarlembaga, hingga aspek hukum sering membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Namun komunikasi yang terbuka sering kali menjadi langkah awal untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung lama.

Apresiasi untuk KPU yang Tetap Bekerja

Di tengah kondisi yang belum ideal, Diky juga mengapresiasi jajaran KPU yang tetap menjalankan tugas dan tahapan pemilu.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas tidak mengurangi semangat kerja penyelenggara pemilu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, ia berharap solusi konkret dapat segera ditemukan setelah komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berlangsung.

Dengan adanya kejelasan status aset, pemerintah dapat menentukan langkah yang lebih pasti terkait pemeliharaan maupun pengembangan fasilitas kantor KPU.

Pemilu yang baik tidak hanya lahir dari surat suara dan bilik pencoblosan.

Ia juga lahir dari kerja panjang para penyelenggara yang setiap hari menjaga proses demokrasi tetap berjalan.

Dan ketika rumah demokrasi membutuhkan perhatian, yang sedang dibicarakan sesungguhnya bukan hanya sebuah gedung.

Yang dipertaruhkan adalah bagaimana sebuah daerah menghargai lembaga yang menjaga suara rakyat tetap memiliki tempat yang layak untuk bekerja dan melayani. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sakola budaya 2026

    Sakola Budaya 2026 Dibuka, Pelajar Beruntung Akan Jelajahi Sejarah Galuh Ciamis

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sakola Budaya 2026 resmi membuka pendaftaran peserta mulai 18 hingga 24 Juni 2026. Program pembelajaran budaya berbasis pengalaman yang berlangsung di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini mengajak pelajar SMA/SMK/sederajat untuk mengenal sejarah, budaya, dan kearifan lokal secara langsung melalui kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi bersejarah dan komunitas adat. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung […]

  • Ilustrasi keluarga menonton film box office terbaru 2026 bersama dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan

    7 Film Box Office 2026 yang Bikin Suasana Rumah Lebih Hangat

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di tengah rumah yang semakin ramai oleh suara notifikasi dan layar gadget, banyak keluarga mulai kehilangan satu hal sederhana: waktu untuk benar-benar hadir satu sama lain. Karena itu, pencarian tentang film keluarga 2026, tontonan keluarga terbaru, dan film box office hangat terus meningkat menjelang pertengahan tahun ini. Menariknya, film kini bukan cuma […]

  • banjir bandang Bandung Barat

    BPBD Bandung Barat Tangani Banjir Bandang yang Merendam Area Wisata

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Banjir bandang Bandung Barat merendam area wisata dan sawah, disertai longsor di dua kecamatan. albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir bandang Bandung Barat kembali memicu kerusakan pada area wisata dan lahan pertanian, Kamis ini. Peristiwa yang dipicu cuaca buruk itu menegaskan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Barat, terutama pada puncak musim hujan. Cuaca ekstrem […]

  • Ilustrasi seseorang memainkan media sosial bertema politik dengan nuansa gelap dan reflektif menurut kajian Islam.

    Hukum Buzzer Politik dalam Islam, Halal atau Haram?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Fenomena buzzer politik kini semakin sering dibahas masyarakat. Dalam perspektif Buzzer Politik Islam, topik ini menjadi sensitif karena berkaitan dengan etika berbicara, menyebarkan informasi, hingga tanggung jawab moral di media sosial. Tidak sedikit orang mulai mempertanyakan: apakah menjadi buzzer politik diperbolehkan dalam Islam? Pertanyaan itu muncul karena media sosial hari ini bukan […]

  • Audiensi FOSSMA dengan DPRD Kota Tasikmalaya membahas transparansi APBD 2026 dan pemerataan pembangunan

    FOSSMA Bongkar Tuntutan ke DPRD, APBD Tasikmalaya 2026 Harus Dibuka!

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Isu APBD Tasikmalaya 2026 kembali menghangat. Forum Silaturahmi Salasar Masjid Agung Kota Tasikmalaya (FOSSMA) secara terbuka mendesak transparansi anggaran daerah. Dalam forum audiensi bersama DPRD, mereka menyoroti pentingnya keterbukaan anggaran daerah, kejelasan program prioritas, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota. Desakan ini muncul bukan tanpa alasan. Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap […]

  • Ilustrasi muslim sedang merenung setelah mulai meninggalkan amalan sunah dalam kehidupan sehari-hari.

    Sunah Sering Diremehkan, Padahal Bisa Menjaga Hati Tetap Hidup

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang merasa tenang saat meninggalkan amalan sunah. Alasannya sederhana, karena memang tidak berdosa jika tidak dikerjakan. Pemahaman itu tidak salah. Namun, yang sering luput dipahami adalah dampaknya terhadap hati. Kebiasaan meninggalkan sunah ternyata bisa membuat seseorang perlahan kehilangan semangat ibadah. Awalnya mungkin hanya melewatkan salat duha atau zikir pagi. Setelah itu, […]

expand_less