Sakola Budaya 2026 Dibuka, 50 Pelajar Beruntung Akan Menjelajah Jejak Sejarah Galuh di Ciamis
- account_circle redaktur
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Gambar Sakola Budaya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sakola Budaya 2026 resmi membuka pendaftaran peserta mulai 18 hingga 24 Juni 2026. Program pembelajaran budaya berbasis pengalaman yang berlangsung di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini mengajak pelajar SMA/SMK/sederajat untuk mengenal sejarah, budaya, dan kearifan lokal secara langsung melalui kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi bersejarah dan komunitas adat.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 5–7 Juli 2026 tersebut hanya menyediakan kuota bagi 50 peserta terpilih. Karena itu, program ini menjadi salah satu kesempatan menarik bagi generasi muda yang ingin memperluas wawasan budaya sekaligus merasakan pengalaman belajar di luar ruang kelas.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan panitia melalui kanal promosi resmi kegiatan, Sakola Budaya 2026 mengusung pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan lingkungan budaya yang masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Menelusuri Jejak Kerajaan Galuh Hingga Kampung Adat
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya penting di Kabupaten Ciamis.
Salah satu tujuan utama kegiatan adalah Situs Karangkamulyan yang dikenal sebagai kawasan peninggalan Kerajaan Galuh. Lokasi tersebut menyimpan berbagai jejak sejarah yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Tatar Galuh.
Selain itu, peserta juga akan mendatangi Kampung Adat Kuta. Di tempat ini, mereka dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat adat mempertahankan tradisi, tata nilai, serta pola kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.
Tidak berhenti di sana, kegiatan juga mencakup kunjungan ke Leuweung Gede yang dikenal sebagai kawasan yang sarat dengan kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui pengalaman tersebut, peserta dapat memahami bahwa budaya dan lingkungan memiliki hubungan yang sangat erat dalam kehidupan masyarakat tradisional.
Belajar Budaya Langsung dari Sumbernya
Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, banyak generasi muda mengenal budaya hanya melalui media digital. Sakola Budaya 2026 menawarkan pendekatan yang berbeda dengan mempertemukan peserta secara langsung dengan situs sejarah, komunitas adat, dan praktik budaya yang masih berlangsung hingga sekarang.
Melalui kegiatan lapangan, peserta berkesempatan mengembangkan kemampuan observasi, komunikasi, serta pemahaman terhadap keberagaman budaya lokal. Pengalaman semacam ini juga membantu pelajar melihat bagaimana nilai gotong royong, pelestarian lingkungan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kegiatan ini tidak hanya relevan bagi pelajar yang menyukai sejarah atau kebudayaan. Program tersebut juga dapat menjadi ruang belajar bagi siapa saja yang ingin memahami identitas daerah dan kekayaan budaya Indonesia secara lebih mendalam.
Kuota Terbatas, Pendaftaran Dibuka Hingga 24 Juni
Panitia membuka pendaftaran peserta pada 18–24 Juni 2026. Setelah proses seleksi selesai, peserta yang lolos akan diumumkan pada 26 Juni 2026.
Sementara itu, pelaksanaan kegiatan berlangsung pada 5–7 Juli 2026 di sejumlah titik budaya dan sejarah di Kabupaten Ciamis.
Panitia membatasi jumlah peserta hanya 50 orang. Oleh sebab itu, calon peserta perlu segera mendaftar dan melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan.
Penyelenggara mengajak siswa SMA/SMK/sederajat yang tertarik pada sejarah, budaya, pendidikan, dan eksplorasi lapangan untuk mengikuti program ini.
Ciamis Menjadi Ruang Belajar Budaya yang Hidup
Kabupaten Ciamis selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang menyimpan kekayaan sejarah dan budaya penting di Jawa Barat. Keberadaan situs peninggalan Kerajaan Galuh, kampung adat yang masih aktif, serta kawasan konservasi budaya menjadikan daerah ini sebagai ruang belajar yang relevan bagi generasi muda.
Melalui Sakola Budaya 2026, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung bagaimana warisan budaya tetap bertahan di tengah perubahan zaman.
Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran budaya tidak harus berlangsung di dalam kelas. Sebaliknya, pengalaman lapangan sering kali menghadirkan pemahaman yang lebih kuat karena peserta dapat melihat, mendengar, dan merasakan sendiri nilai-nilai yang dipelajari.
Ketika generasi muda mau mendekat kepada sejarah dan budayanya, mereka tidak hanya belajar tentang masa lalu, tetapi juga sedang menyiapkan arah masa depan yang lebih berakar dan bermakna. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar