Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 188
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALPenanggalan Hijriah merupakan sistem kalender Islam yang berpijak pada peredaran bulan atau kalender komariah. Sistem ini, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah, menentukan awal bulan melalui rukyat dan hisab. Oleh karena itu, pembahasan tentang penanggalan Hijriah selalu melibatkan dalil syar’i sekaligus pendekatan astronomi modern.

Secara ilmiah, kalender ini mengikuti revolusi bulan terhadap bumi dengan siklus 29–30 hari setiap bulan. Dalam satu tahun, jumlah harinya mencapai 354 atau 355 hari, sehingga lebih pendek sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi. Akibatnya, momentum ibadah seperti Ramadan dan Iduladha terus bergeser setiap tahun.

Dasar Hadis dalam Penentuan Awal Bulan

Islam telah memberi pedoman jelas terkait awal bulan. Rasulullah SAW bersabda:

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi pijakan utama metode rukyatul hilal. Mayoritas ulama memahami sabda ini sebagai perintah untuk melakukan pengamatan langsung ketika memasuki bulan baru.

Baca juga: Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kewajiban merujuk pada rukyat atau penyempurnaan bulan (istikmal) ketika hilal tidak terlihat. Namun, para ulama juga membuka ruang ijtihad terkait penggunaan hisab dalam konteks perkembangan ilmu falak.

Rukyatul Hilal: Tradisi Observasi Langsung

Metode rukyat dilakukan dengan mengamati hilal saat matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Jika pengamat melihat bulan sabit muda, maka keesokan hari ditetapkan sebagai tanggal 1. Sebaliknya, jika hilal tidak tampak, bulan digenapkan menjadi 30 hari.

Praktik ini terus berlangsung hingga kini. Bahkan, berbagai lembaga Islam dan pemerintah rutin menggelar pemantauan di sejumlah titik strategis. Dengan demikian, rukyat tidak hanya menjadi tradisi, melainkan juga bagian dari syiar keagamaan.

Hisab: Perhitungan Astronomi yang Presisi

Selain rukyat, metode hisab menggunakan pendekatan ilmiah melalui perhitungan posisi bulan. Para ahli falak menghitung waktu ijtimak, ketinggian hilal, dan sudut elongasi antara bulan dan matahari.

Dalam perkembangannya, muncul dua kriteria populer. Pertama, wujudul hilal yang menetapkan awal bulan jika konjungsi terjadi sebelum magrib dan bulan berada di atas ufuk. Kedua, imkanur rukyat yang menentukan batas minimal ketinggian dan elongasi agar hilal secara teori memungkinkan terlihat.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi menyatakan bahwa hisab modern memiliki tingkat akurasi tinggi dan dapat membantu proses rukyat. Namun, beliau tetap menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan umat dalam penetapan awal bulan.

Sidang Isbat dan Upaya Penyatuan

Di Indonesia, pemerintah menyelenggarakan sidang isbat untuk menyatukan data hisab dan laporan rukyat. Forum ini melibatkan ulama, ahli astronomi, serta perwakilan organisasi Islam.

Sidang tersebut mempertimbangkan aspek ilmiah sekaligus dalil syar’i. Setelah itu, pemerintah mengumumkan keputusan resmi kepada masyarakat. Mekanisme ini bertujuan menjaga keseragaman dan meminimalkan perbedaan.

Meskipun demikian, perbedaan metode terkadang tetap muncul. Namun, para ulama sepakat bahwa perbedaan ijtihad dalam ranah ini termasuk wilayah khilafiyah yang tidak merusak keabsahan ibadah.

Karakteristik Unik Kalender Hijriah

Penanggalan Hijriah memiliki ciri khas yang membedakannya dari kalender lain. Pertama, satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Kedua, tahun kabisat terjadi dalam siklus 30 tahun. Ketiga, perhitungan tahun dimulai sejak hijrah Nabi Muhammad SAW pada 622 M.

Karena berbasis lunar, kalender ini mencerminkan keterikatan umat Islam dengan fenomena alam. Setiap pergantian bulan mengingatkan manusia pada tanda-tanda kebesaran Allah di langit.

Harmoni Sains dan Syariat

Seiring kemajuan teknologi, perangkat lunak astronomi mampu memprediksi posisi hilal dengan sangat akurat. Meski demikian, nilai spiritual dalam rukyat tetap terjaga. Umat Islam tidak hanya menghitung, tetapi juga menyaksikan langsung fenomena langit sebagai bagian dari ibadah.

Oleh sebab itu, penanggalan Hijriah menghadirkan harmoni antara wahyu dan sains. Dalil hadis memberi landasan normatif, sementara hisab memberikan ketelitian ilmiah. Ketika keduanya berjalan beriringan, umat memperoleh kepastian sekaligus ketenangan.

Pada akhirnya, penanggalan Hijriah bukan sekadar sistem waktu. Ia merepresentasikan identitas, sejarah, dan ketaatan umat Islam terhadap tuntunan Rasulullah SAW. Selama prinsip ilmiah dan nilai syariat dijaga, maka penetapan awal bulan akan terus berjalan dalam koridor persatuan dan kemaslahatan. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • aturan nama anak

    Nama Anak Bisa Ditolak Disdukcapil? Ini Aturan Baru yang Wajib Orang Tua Tahu

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak orang tua belum memahami aturan nama anak di Indonesia, padahal regulasi ini sangat penting. Pemerintah telah mengatur aturan penamaan anak atau ketentuan nama bayi untuk mencegah masalah administrasi di masa depan. Jika orang tua melanggar, petugas pencatatan sipil bisa menolak nama anak tersebut. Karena itu, memahami aturan sejak awal bukan […]

  • Transparansi Dinkes Tasikmalaya

    Saat Transparansi Diuji, Dinkes Tasikmalaya Pilih Bungkam

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Transparansi Dinkes Tasikmalaya tengah menjadi perhatian publik. Bersamaan dengan munculnya temuan audit terkait Dana BOK, masyarakat kini menunggu keterbukaan informasi dari Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. Bagi publik, transparansi anggaran kesehatan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari kepercayaan yang harus dijaga oleh setiap institusi pemerintah. Dalam tata kelola pemerintahan yang baik, temuan […]

  • Persib Bandung

    Persib Bandung Lawan PSM Makassar, Laga Penentu Akhir Tahun

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Persib Bandung hadapi PSM Makassar di GBLA. Laga penutup 2025 berpeluang mengubah peta puncak klasemen Super League. albadarpost.com, FOKUS – Persib Bandung menutup kalender pertandingan 2025 dengan laga krusial. Maung Bandung akan menghadapi PSM Makassar dalam pertandingan tunda pekan kedelapan Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu malam (27/12/2025). Hasil laga […]

  • Ilustrasi wanita memakai skincare dan lip balm saat puasa dengan ekspresi ragu di depan cermin.

    Jangan Salah! Sunscreen dan Lip Balm saat Puasa Ternyata…

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Skincare saat puasa sering menimbulkan kebingungan. Banyak yang mengira perawatan wajah saat puasa dapat membatalkan ibadah. Bahkan, isu tentang sunscreen saat puasa dan lip balm saat puasa kerap memicu perdebatan di media sosial. Lalu, mana yang benar menurut fikih? Agar tidak terjebak informasi keliru, mari kita kupas mitos dan fakta secara […]

  • unan Giri

    Sunan Giri dan Peran Sentralnya dalam Penyebaran Islam di Jawa

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Pengaruh Sunan Giri membentuk jaringan dakwah dan legitimasi kekuasaan Islam di Nusantara. albadarpost.com, PELITA – Peran Sunan Giri dalam sejarah Islam di Jawa bukan hanya tercatat dalam catatan keagamaan, tetapi juga dalam narasi politik dan budaya masyarakat Nusantara. Figur yang bernama asli Raden Paku atau Raden Ainul Yaqin ini menjadi salah satu tokoh kunci Wali […]

  • Seleksi Direksi BUMD Tasikmalaya

    Seleksi Direksi BUMD Tasikmalaya 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seleksi Direksi BUMD Kabupaten Tasikmalaya resmi dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Program rekrutmen ini memberikan peluang besar bagi profesional yang memiliki pengalaman manajerial untuk memimpin PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Pancatengah, salah satu Badan Usaha Milik Daerah yang bergerak di sektor keuangan mikro. Selain itu, proses rekrutmen direksi BUMD Tasikmalaya ini […]

expand_less