Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALPenanggalan Hijriah merupakan sistem kalender Islam yang berpijak pada peredaran bulan atau kalender komariah. Sistem ini, yang juga dikenal sebagai kalender Hijriah, menentukan awal bulan melalui rukyat dan hisab. Oleh karena itu, pembahasan tentang penanggalan Hijriah selalu melibatkan dalil syar’i sekaligus pendekatan astronomi modern.

Secara ilmiah, kalender ini mengikuti revolusi bulan terhadap bumi dengan siklus 29–30 hari setiap bulan. Dalam satu tahun, jumlah harinya mencapai 354 atau 355 hari, sehingga lebih pendek sekitar 10–11 hari dibanding kalender Masehi. Akibatnya, momentum ibadah seperti Ramadan dan Iduladha terus bergeser setiap tahun.

Dasar Hadis dalam Penentuan Awal Bulan

Islam telah memberi pedoman jelas terkait awal bulan. Rasulullah SAW bersabda:

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihat hilal. Jika tertutup atas kalian, maka sempurnakanlah bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi pijakan utama metode rukyatul hilal. Mayoritas ulama memahami sabda ini sebagai perintah untuk melakukan pengamatan langsung ketika memasuki bulan baru.

Baca juga: Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadis ini menunjukkan kewajiban merujuk pada rukyat atau penyempurnaan bulan (istikmal) ketika hilal tidak terlihat. Namun, para ulama juga membuka ruang ijtihad terkait penggunaan hisab dalam konteks perkembangan ilmu falak.

Rukyatul Hilal: Tradisi Observasi Langsung

Metode rukyat dilakukan dengan mengamati hilal saat matahari terbenam pada hari ke-29 bulan berjalan. Jika pengamat melihat bulan sabit muda, maka keesokan hari ditetapkan sebagai tanggal 1. Sebaliknya, jika hilal tidak tampak, bulan digenapkan menjadi 30 hari.

Praktik ini terus berlangsung hingga kini. Bahkan, berbagai lembaga Islam dan pemerintah rutin menggelar pemantauan di sejumlah titik strategis. Dengan demikian, rukyat tidak hanya menjadi tradisi, melainkan juga bagian dari syiar keagamaan.

Hisab: Perhitungan Astronomi yang Presisi

Selain rukyat, metode hisab menggunakan pendekatan ilmiah melalui perhitungan posisi bulan. Para ahli falak menghitung waktu ijtimak, ketinggian hilal, dan sudut elongasi antara bulan dan matahari.

Dalam perkembangannya, muncul dua kriteria populer. Pertama, wujudul hilal yang menetapkan awal bulan jika konjungsi terjadi sebelum magrib dan bulan berada di atas ufuk. Kedua, imkanur rukyat yang menentukan batas minimal ketinggian dan elongasi agar hilal secara teori memungkinkan terlihat.

Syekh Yusuf Al-Qaradawi menyatakan bahwa hisab modern memiliki tingkat akurasi tinggi dan dapat membantu proses rukyat. Namun, beliau tetap menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan umat dalam penetapan awal bulan.

Sidang Isbat dan Upaya Penyatuan

Di Indonesia, pemerintah menyelenggarakan sidang isbat untuk menyatukan data hisab dan laporan rukyat. Forum ini melibatkan ulama, ahli astronomi, serta perwakilan organisasi Islam.

Sidang tersebut mempertimbangkan aspek ilmiah sekaligus dalil syar’i. Setelah itu, pemerintah mengumumkan keputusan resmi kepada masyarakat. Mekanisme ini bertujuan menjaga keseragaman dan meminimalkan perbedaan.

Meskipun demikian, perbedaan metode terkadang tetap muncul. Namun, para ulama sepakat bahwa perbedaan ijtihad dalam ranah ini termasuk wilayah khilafiyah yang tidak merusak keabsahan ibadah.

Karakteristik Unik Kalender Hijriah

Penanggalan Hijriah memiliki ciri khas yang membedakannya dari kalender lain. Pertama, satu tahun terdiri dari 354 atau 355 hari. Kedua, tahun kabisat terjadi dalam siklus 30 tahun. Ketiga, perhitungan tahun dimulai sejak hijrah Nabi Muhammad SAW pada 622 M.

Karena berbasis lunar, kalender ini mencerminkan keterikatan umat Islam dengan fenomena alam. Setiap pergantian bulan mengingatkan manusia pada tanda-tanda kebesaran Allah di langit.

Harmoni Sains dan Syariat

Seiring kemajuan teknologi, perangkat lunak astronomi mampu memprediksi posisi hilal dengan sangat akurat. Meski demikian, nilai spiritual dalam rukyat tetap terjaga. Umat Islam tidak hanya menghitung, tetapi juga menyaksikan langsung fenomena langit sebagai bagian dari ibadah.

Oleh sebab itu, penanggalan Hijriah menghadirkan harmoni antara wahyu dan sains. Dalil hadis memberi landasan normatif, sementara hisab memberikan ketelitian ilmiah. Ketika keduanya berjalan beriringan, umat memperoleh kepastian sekaligus ketenangan.

Pada akhirnya, penanggalan Hijriah bukan sekadar sistem waktu. Ia merepresentasikan identitas, sejarah, dan ketaatan umat Islam terhadap tuntunan Rasulullah SAW. Selama prinsip ilmiah dan nilai syariat dijaga, maka penetapan awal bulan akan terus berjalan dalam koridor persatuan dan kemaslahatan. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PB Sanjaya Banjar

    PB Sanjaya Banjar Cetak Atlet Muda Berprestasi

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Semangat membangun atlet muda Banjar dan memperkuat pembinaan bulutangkis Kota Banjar kembali bergema di GOR Genta Anugrah, Sabtu (27/6/2026). Melalui kegiatan tasyakur dan ekshibisi, PB Sanjaya Banjar menegaskan komitmennya mencetak generasi baru pebulutangkis berprestasi yang siap bersaing di tingkat regional hingga nasional. Sorak penonton, suara kok yang beradu dengan senar raket, […]

  • UMKM menarik pelanggan

    9 Cara Cerdas UMKM Dapat Pelanggan Baru, Nomor 7 Bikin Kaget!

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – UMKM menarik pelanggan menjadi tantangan utama di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Banyak pelaku usaha kecil mencoba berbagai cara, namun belum tentu efektif. Padahal, strategi menarik pelanggan baru bisa dilakukan dengan pendekatan kreatif, berbeda, dan jarang diketahui. Karena itu, memahami teknik unik dalam pemasaran UMKM akan membuka peluang besar untuk meningkatkan […]

  • reintroduksi banteng jawa

    Reintroduksi Banteng Jawa: Mandat Negara, Regulasi Konservasi, dan Celah Pertanggungjawaban

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 247
    • 0Komentar

    BBKSDA Jawa Barat memperkuat reintroduksi banteng jawa di Pangandaran guna menekan ancaman kepunahan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pusat Reintroduksi Banteng Jawa di Pangandaran bukan sekadar proyek konservasi. Program ini berdiri di atas kerangka hukum yang mengikat, dengan konsekuensi administratif dan pidana bagi pihak yang melanggar. Reintroduksi banteng jawa, menurut otoritas kehutanan, adalah implementasi langsung kewajiban negara […]

  • Muharram

    Fakta Muharram yang Mengubah Sejarah Peradaban Islam

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung biasanya mulai berubah. Di sejumlah masjid, spanduk Tahun Baru Islam sudah terpasang sejak beberapa hari sebelumnya. Anak-anak terlihat berlatih pawai obor selepas Magrib, sementara para orang tua berdiskusi mengenai pengajian dan santunan yang akan digelar pada malam pergantian tahun Hijriah. Di sudut teras masjid, beberapa […]

  • Sejarah Kitab Hadis

    Terungkap! Rahasia di Balik Sejarah Penulisan Kitab Hadis dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sejarah Kitab Hadis tidak hanya soal pencatatan sabda Nabi Muhammad SAW, tetapi juga perjalanan panjang penuh kehati-hatian, perdebatan, dan ketelitian ilmiah dalam penulisan kitab hadis serta kodifikasi hadis Nabi. Pada awalnya, bahkan sempat muncul larangan penulisan hadis secara umum, sebelum akhirnya berkembang menjadi tradisi ilmiah yang melahirkan kitab-kitab rujukan besar dalam Islam. […]

  • Ilustrasi gedung pemerintahan daerah dengan bayangan borgol dan dokumen anggaran, menggambarkan dugaan penyalahgunaan anggaran.

    Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penyalahgunaan anggaran di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Sejumlah temuan yang beredar di ruang publik memunculkan pertanyaan serius tentang komitmen penegakan hukum di daerah. Ketika indikasi penyimpangan muncul berulang, publik tentu berharap aparat bergerak cepat dan transparan. Namun demikian, yang terjadi justru memunculkan kesan pembiaran. Karena itu, kepercayaan masyarakat […]

expand_less