Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLEShalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap.

Karena itu, setiap Ramadan, umat Islam memadati masjid atau menunaikannya di rumah bersama keluarga. Momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Sebaliknya, tarawih menjadi sarana memperkuat iman, memperbanyak pahala, sekaligus membersihkan dosa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi landasan kuat mengapa shalat tarawih Ramadan sangat dianjurkan.

Waktu dan Tata Cara Shalat Tarawih Ramadan

Pertama, waktu pelaksanaan tarawih dimulai setelah shalat Isya. Umumnya umat Islam mengerjakannya secara berjamaah di masjid. Namun demikian, seseorang tetap boleh menunaikannya di rumah secara mandiri.

Baca juga: Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

Tata caranya sederhana. Jamaah berniat di dalam hati, kemudian melaksanakan dua rakaat dengan satu salam. Setelah itu, rakaat diulang hingga jumlah yang diinginkan tercapai. Setiap dua rakaat ditutup salam, sehingga ritmenya ringan dan tidak memberatkan.

Biasanya, imam membaca surat-surat pendek setelah Al-Fatihah, terutama dari juz 30. Namun jika seseorang mampu membaca surat lebih panjang, hal itu juga diperbolehkan. Karena itu, tarawih memberi ruang kekhusyukan sesuai kemampuan masing-masing.

Setelah rangkaian tarawih selesai, ibadah ditutup dengan shalat Witir. Jumlahnya bisa satu, tiga, atau sebelas rakaat. Dengan demikian, rangkaian shalat tarawih Ramadan menjadi lengkap sebagai qiyamul lail.

8 atau 20 Rakaat? Ini Penjelasannya

Perbedaan jumlah rakaat sering menjadi perbincangan. Sebagian masjid melaksanakan 8 rakaat, sementara lainnya memilih 20 rakaat. Keduanya memiliki dasar dan telah dipraktikkan sejak masa sahabat.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, tarawih dilaksanakan 20 rakaat secara berjamaah. Sementara itu, sebagian riwayat menunjukkan Rasulullah ﷺ melaksanakan delapan rakaat qiyam yang panjang.

Karena itu, ulama sepakat bahwa jumlah rakaat dalam shalat tarawih Ramadan bersifat fleksibel. Yang terpenting bukan angka, melainkan kekhusyukan dan konsistensi. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa tarawih adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan, sehingga umat Islam hendaknya menjaga semangatnya.

Dengan memahami konteks sejarah dan pendapat ulama, umat Islam tidak perlu memperdebatkan jumlah rakaat. Sebaliknya, fokus utama adalah meningkatkan kualitas ibadah.

Keutamaan dan Spiritualitas Tarawih Ramadan

Shalat tarawih bukan hanya tentang berdiri dan membaca ayat. Lebih dari itu, ibadah ini melatih kesabaran, ketekunan, dan kedekatan dengan Al-Qur’an. Setiap malam Ramadan menjadi kesempatan memperbaiki diri.

Allah SWT berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan tujuan Ramadan adalah takwa. Tarawih menjadi bagian penting dalam membentuk ketakwaan tersebut. Sebab ketika seorang hamba berdiri lama di hadapan Allah, hatinya akan lebih mudah tersentuh.

Baca juga: Tarawih Wanita: Masjid atau Rumah Lebih Utama?

Selain itu, suasana masjid pada malam Ramadan mempererat ukhuwah. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul dalam satu saf. Kebersamaan ini menghadirkan energi spiritual yang sulit ditemukan di bulan lain.

Oleh karena itu, shalat tarawih Ramadan bukan sekadar tradisi. Ia adalah momentum perubahan diri. Sebagai ruang pengampunan. Dan ia adalah jalan menuju hati yang lebih bersih.

Mengapa Tarawih Begitu Istimewa?

Pertama, tarawih hanya hadir satu bulan dalam setahun. Kedua, ia memiliki janji ampunan yang tegas dalam hadis sahih. Ketiga, pelaksanaannya fleksibel sehingga dapat diikuti semua kalangan.

Karena itu, para ulama menganjurkan agar umat Islam tidak melewatkannya. Bahkan, meski seseorang tidak mampu berjamaah di masjid, ia tetap bisa meraih pahala dengan melaksanakannya di rumah.

Dengan demikian, shalat tarawih Ramadan menjadi simbol kebangkitan spiritual tahunan. Selama Ramadan masih berkunjung, kesempatan itu selalu terbuka. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petugas kepolisian menjelaskan proses hukum penetapan tersangka kasus penganiayaan Banser Tangerang

    Polisi Tegaskan Proses Penetapan Tersangka Penganiayaan Banser Tangerang

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penegakan hukum kembali menjadi sorotan publik setelah polisi menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan Banser Tangerang. Peristiwa ini menarik perhatian luas karena melibatkan tokoh publik serta organisasi kemasyarakatan. Namun di balik hiruk pikuk pemberitaan, satu hal penting patut dipahami bersama: bagaimana sebenarnya penyidik bekerja dalam menetapkan seseorang […]

  • Kepemimpinan Santri

    Jarang Disadari, Ini 5 Cara Pesantren Mencetak Jiwa Pemimpin

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 193
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tidak banyak yang sadar bahwa banyak pemimpin tangguh di Indonesia justru lahir dari lingkungan sederhana: pesantren. Di balik jadwal padat dan kehidupan disiplin, kepemimpinan santri terbentuk melalui kebiasaan harian yang tampak biasa, namun memiliki dampak luar biasa. Nilai kepemimpinan pesantren, karakter santri, serta pola pendidikan berbasis pengalaman nyata membuat santri belajar memimpin […]

  • Bendahara Center Maula Indonesia (CMI) Rahmat Sidik

    LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Jadi Sorotan, Naik Rp2,5 Miliar dalam Setahun

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Laporan LHKPN Aef Saefuloh mendadak menjadi perbincangan publik di Kabupaten Ciamis. Data kekayaan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis itu menunjukkan lonjakan aset yang cukup besar hanya dalam rentang satu tahun pelaporan. Kenaikan harta pejabat daerah sebenarnya bukan hal terlarang. Namun ketika nilainya melonjak drastis dalam waktu relatif singkat, masyarakat […]

  • Ilustrasi gedung pemerintahan daerah dengan bayangan borgol dan dokumen anggaran, menggambarkan dugaan penyalahgunaan anggaran.

    Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Isu dugaan penyalahgunaan anggaran di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Sejumlah temuan yang beredar di ruang publik memunculkan pertanyaan serius tentang komitmen penegakan hukum di daerah. Ketika indikasi penyimpangan muncul berulang, publik tentu berharap aparat bergerak cepat dan transparan. Namun demikian, yang terjadi justru memunculkan kesan pembiaran. Karena itu, kepercayaan masyarakat […]

  • jemaah haji Garut

    Jemaah Haji Garut Berangkat ke Tanah Suci, Pengamanan Diperketat

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Pamengkang Pendopo Garut saat ratusan keluarga mengantar keberangkatan jemaah haji Garut Kloter 22 Gelombang II Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (7/5/2026). Di tengah padatnya lokasi pelepasan calon haji tersebut, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto turun langsung memimpin pengamanan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan […]

  • kompensasi pekerja tambang

    Dedi Mulyadi Pastikan Pekerja Tambang Bogor Terima Kompensasi Rp9 Juta dari Pemprov Jabar

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar beri kompensasi Rp9 juta bagi pekerja tambang Bogor terdampak penutupan tambang. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh pekerja tambang di Kabupaten Bogor yang terdampak kebijakan penutupan tambang akan menerima kompensasi sebesar Rp9 juta per orang. Bantuan ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menata kembali sektor pertambangan agar lebih adil […]

expand_less