Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » AI Bikin Naskah Khutbah, Boleh atau Justru Berbahaya?

AI Bikin Naskah Khutbah, Boleh atau Justru Berbahaya?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suara keyboard terdengar cukup keras dari sudut serambi masjid. Seorang calon khatib tampak beberapa kali menghapus kalimat di layar laptopnya. Folder dokumen di desktop bahkan masih bernama: “KHUTBAH_FIX_BENER_FINAL2.docx”.

Di sebelahnya, segelas kopi hitam mulai dingin. Lampu neon masjid memantul samar di layar laptop yang sedikit berdebu. Sementara kipas angin tua di langit-langit sesekali berbunyi “krek… krek…” seperti hampir lepas.

Malam Idul Adha memang sering seperti itu.

Ada yang membuka kitab tafsir. Ada yang mencari hadis. Bahkan ada pula yang diam-diam mulai mengetik satu kalimat baru di aplikasi AI.

Lalu pertanyaan itu muncul:

bolehkah membuat naskah khutbah Idul Adha dengan AI?

Pembahasan tentang khutbah AI kini mulai ramai di kalangan takmir, ustaz muda, hingga santri yang akrab dengan teknologi digital. Sebagian menganggap AI hanya alat bantu modern, sama seperti Google atau aplikasi penerjemah. Namun sebagian lainnya mulai merasa khawatir.

Sebab khutbah bukan sekadar teks.

Ada amanah ilmu di sana.

AI Bisa Menulis Cepat, Tapi Tidak Punya Rasa Takut kepada Allah

Teknologi Artificial Intelligence sekarang memang mampu membuat tulisan hanya dalam hitungan detik. Bahkan terkadang hasilnya terdengar rapi. Terlalu rapi malah.

Tema khutbah tinggal diketik:
“keikhlasan Nabi Ibrahim”
atau
“makna kurban di era modern”.

Beberapa detik kemudian, paragraf panjang langsung muncul lengkap dengan dalil dan penutup emosional.

Namun di situlah sebagian ulama mulai mengingatkan batasnya.

Dalam Islam, teknologi pada dasarnya bersifat mubah selama tidak melanggar syariat. Karena itu, memakai AI untuk membantu menyusun ide khutbah, mencari referensi, atau merapikan bahasa tidak otomatis menjadi haram.

Tetapi masalahnya bukan di teknologinya.

Masalah muncul ketika manusia mulai malas memeriksa.

Allah SWT berfirman:

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”
(QS. An-Nahl: 43)

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu agama tetap harus kembali kepada ahlinya. Bukan sepenuhnya diserahkan kepada mesin.

AI tidak memahami mana hadis dhaif yang sebaiknya tidak dipakai sembarangan. AI juga tidak tahu kondisi jamaah di kampung yang sedang kesulitan ekonomi atau kehilangan anggota keluarga menjelang Idul Adha.

Mesin hanya menyusun pola kata.

Sedangkan khutbah sering lahir dari keresahan manusia.

Banyak Khatib Mulai Pakai AI, Tapi Tidak Semua Berani Mengaku

Di beberapa grup WhatsApp takmir masjid, file khutbah berbasis AI mulai beredar cukup cepat menjelang Idul Adha. Ada yang format PDF. Ada yang langsung dikirim bentuk Word lengkap dengan tulisan Arab.

Sebagian terlihat meyakinkan.

Namun setelah dicek ulang, beberapa kutipan hadis ternyata tidak jelas sumbernya. Ada pula ayat yang terpotong di bagian penting. Bahkan pernah muncul teks khutbah dengan terjemahan yang terasa janggal seperti hasil mesin yang terlalu dipaksa terdengar bijak.

Ironisnya, sebagian jamaah mungkin tidak sadar.

Mereka tetap mengangguk.

Tetap bilang:
“Khutbahnya bagus tadi.”

Padahal belum tentu semuanya tepat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar.”
(HR. Muslim)

Hadis ini terasa sangat dekat dengan era digital sekarang. Apalagi ketika semua orang bisa membagikan tulisan agama hanya lewat tombol salin-tempel.

Kadang yang berbahaya bukan AI-nya.

Kadang manusianya yang terlalu percaya diri.

Jadi, Bolehkah Membuat Naskah Khutbah dengan AI?

Mayoritas ulama kontemporer cenderung membolehkan penggunaan AI sebagai alat bantu, selama tetap berada dalam batas syariat.

Artinya:

  • AI boleh dipakai mencari ide,
  • membantu menyusun struktur,
  • atau merapikan bahasa khutbah.

Namun khatib tetap wajib:

  • memeriksa dalil,
  • mengecek hadis,
  • memahami isi khutbah,
  • dan bertanggung jawab penuh atas apa yang disampaikan.

Sebab khutbah bukan lomba siapa paling cepat membuat teks.

Khutbah adalah nasihat.

Ada ruh di dalamnya.

Di beberapa masjid kampung, khatib tua kadang masih menulis poin khutbah memakai pulpen biru di kertas bekas undangan pengajian. Tulisan tangannya miring sedikit. Kadang sulit dibaca orang lain.

Namun ketika beliau berbicara di atas mimbar, jamaah bisa diam mendengarkan sampai akhir.

Sementara hari ini, ada juga khutbah yang bahasanya sangat indah tetapi terasa kosong. Kalimatnya rapi. Dalilnya banyak. Namun seperti tidak benar-benar menyentuh.

Mungkin karena lahir terlalu cepat.

Dakwah Tidak Hanya Butuh Teknologi, Tapi Juga Kejujuran Hati

Perkembangan AI memang sulit dihentikan. Teknologi akan terus masuk ke ruang kerja, sekolah, bahkan masjid.

Namun Islam selalu mengingatkan bahwa ilmu tanpa adab bisa berubah menjadi masalah baru.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.”
(QS. Al-Isra: 36)

Karena itu, penggunaan AI dalam dakwah tetap membutuhkan:

  • ilmu,
  • kehati-hatian,
  • dan kejujuran hati.

Di beberapa masjid, suara anak-anak masih terdengar berlari kecil di halaman ketika khatib sibuk memperbaiki teks khutbah malam-malam. Ada yang mengubah satu kata sampai lima kali. Ada pula yang mematikan laptop lalu memilih membuka kitab lama milik gurunya karena merasa tulisan AI terlalu dingin.

Dan mungkin memang begitu.

Karena manusia masih punya sesuatu yang belum dimiliki mesin:
kegelisahan,
doa,
dan rasa takut ketika berbicara tentang agama.

Di zaman ketika mesin bisa membuat ribuan kalimat dalam hitungan detik, dakwah justru diuji pada satu hal yang tidak bisa diprogram oleh AI: kejujuran hati saat menyampaikan kebenaran. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sapi Kurban Tasikmalaya

    Warga Panik! Sapi Kurban 720 Kg Tercebur Saat Lewati Gang Sempit

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa sapi kurban Tasikmalaya mendadak menyita perhatian warga Kampung Lengo, Jalan Bantar Sari 03/07, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (26/5/2026). Seekor sapi jenis Limousin berbobot sekitar 720 kilogram tercebur ke kolam saat hendak dibawa menuju lokasi penyembelihan. Insiden itu langsung memicu kepanikan. Selain karena ukuran sapi yang sangat […]

  • buruh migran

    9 Realitas Hidup Buruh Migran di Luar Negeri yang Mengejutkan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 229
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Buruh migran sering dipandang sebagai pahlawan devisa, tetapi realitas buruh migran di luar negeri tidak selalu seindah cerita sukses yang beredar. Banyak kisah, pekerja migran, hingga tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menyimpan sisi pahit, tekanan mental, dan pengorbanan besar yang jarang diketahui publik. Artikel ini membongkar fakta tersembunyi yang selama ini luput […]

  • Panen Raya Ciamis

    Panen Raya Ciamis Tembus 7,5 Ton per Hektare

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 85
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Panen Raya Ciamis kembali menunjukkan potensi besar sektor pertanian di Kabupaten Ciamis. Produktivitas padi yang mencapai 7,5 ton per hektare menjadi sinyal positif bahwa pertanian berkelanjutan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga beras. Momentum tersebut berlangsung dalam kegiatan Panen Raya dan Peresmian Kantor Sekretariat Klaster […]

  • ekstremisme pada anak

    Ketika Anak Terpapar Ekstremisme

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Paparan ekstremisme pada anak mengungkap kegagalan pengawasan ruang digital dan perlindungan sosial. albadarpost.com – EDITORIAL – Indonesia kembali dihadapkan pada kenyataan yang mengganggu nurani publik. Densus 88 Antiteror Polri menangani 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi ekstrem seperti White Supremacy dan neo-Nazi. Paparan ekstremisme anak ini bukan sekadar fenomena daring, melainkan […]

  • Amanah Umar bin Khattab

    Satu Lampu, Sejuta Pelajaran dari Umar

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Suatu malam, Umar bin Khattab sedang menyelesaikan urusan pemerintahan di bawah cahaya sebuah lampu yang dibiayai dari Baitul Mal, kas negara kaum Muslimin. Ketika pembicaraan bergeser dari urusan negara menuju persoalan pribadi, beliau menghentikan percakapan sejenak, memadamkan lampu itu, lalu menyalakan lampu lain dengan minyak miliknya sendiri. Peristiwa sederhana inilah yang kemudian […]

  • Poster rekrutmen AKP KKP 2026 lowongan awak kapal perikanan modern di Indonesia dengan informasi pendaftaran resmi

    Rekrutmen AKP KKP 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 325
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Rekrutmen AKP KKP 2026 atau seleksi terbuka lowongan awak kapal perikanan KKP kembali menjadi sorotan nasional setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka peluang kerja besar-besaran di sektor maritim. Program ini hadir untuk memperkuat tenaga kerja perikanan melalui seleksi Awak Kapal Perikanan (AKP) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini tidak […]

expand_less