Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Jarang Diketahui, Ini Sejarah Zakat Fitrah Sejak Zaman Nabi

Jarang Diketahui, Ini Sejarah Zakat Fitrah Sejak Zaman Nabi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak umat Islam menunaikan zakat setiap Ramadan. Namun tidak semua orang mengetahui sejarah zakat fitrah dalam Islam. Padahal sejarah zakat fitrah menunjukkan bahwa ibadah ini sudah ada sejak masa Rasulullah SAW dan menjadi bagian penting dari sistem sosial umat Islam.

Sejak awal Islam berkembang, zakat fitrah atau zakat Idul Fitri berfungsi bukan hanya sebagai ibadah pribadi, tetapi juga sebagai sarana membantu masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, memahami sejarah zakat fitrah membantu umat Islam melihat bagaimana ajaran Islam menggabungkan nilai spiritual dan kepedulian sosial.

Awal Mula Zakat Fitrah pada Masa Rasulullah

Dalam sejarah zakat fitrah, kewajiban ini mulai ditetapkan pada tahun kedua Hijriah, pada periode yang sama ketika puasa Ramadan mulai diwajibkan bagi umat Islam.

Rasulullah SAW memerintahkan seluruh umat Islam untuk menunaikan zakat fitrah tanpa memandang status sosial.

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik hamba sahaya maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah memiliki sifat universal. Semua umat Islam diwajibkan menunaikannya selama mereka mampu.

Selain itu, kewajiban tersebut menjadi bukti bahwa Islam sejak awal memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan Zakat Fitrah: Menyucikan dan Membantu Sesama

Selain memiliki sejarah panjang, zakat fitrah juga memiliki tujuan spiritual dan sosial yang sangat kuat.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan fungsi zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa.

“Zakat fitrah merupakan penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perbuatan kotor.”
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Selain itu, zakat fitrah juga bertujuan membantu masyarakat miskin agar mereka dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukupkanlah mereka (orang miskin) pada hari raya ini.”
(HR. Baihaqi)

Dengan demikian, zakat fitrah memiliki dua manfaat sekaligus: menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bentuk Zakat Fitrah pada Zaman Nabi

Dalam sejarah zakat fitrah, bentuk pembayaran zakat pada masa Rasulullah dilakukan menggunakan bahan makanan pokok.

Beberapa jenis makanan yang digunakan antara lain kurma, gandum, dan makanan pokok lain yang biasa dikonsumsi masyarakat Arab pada saat itu.

Jumlah yang ditetapkan adalah satu sha’, yang setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram makanan pokok.

Seiring perkembangan zaman, praktik pembayaran zakat fitrah mengalami penyesuaian di berbagai negara.

Di banyak wilayah, zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan harga makanan pokok.

Namun tujuan utamanya tetap sama, yaitu memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang kurang mampu terpenuhi menjelang Idul Fitri.

Mengapa Zakat Fitrah Harus Dibayar Sebelum Idul Fitri?

Dalam sejarah zakat fitrah, Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk mengenai waktu terbaik untuk menunaikan zakat tersebut.

Zakat fitrah dianjurkan dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa menunaikan zakat fitrah sebelum shalat Id, maka zakatnya diterima.”
(HR. Abu Dawud)

Petunjuk tersebut memiliki hikmah besar. Dengan membayar zakat sebelum hari raya, bantuan dapat segera diterima oleh orang yang membutuhkan.

Akibatnya, masyarakat miskin juga dapat merayakan Idul Fitri dengan layak dan penuh kebahagiaan.

Hikmah Besar di Balik Zakat Fitrah

Dalam sejarah zakat fitrah, para ulama menjelaskan bahwa ibadah ini memiliki banyak hikmah bagi kehidupan sosial umat Islam.

Pertama, zakat fitrah membantu mengurangi kesenjangan sosial antara masyarakat kaya dan miskin.

Kedua, ibadah ini melatih umat Islam untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

Ketiga, zakat fitrah memperkuat solidaritas dalam masyarakat.

Ketika seluruh umat Islam menunaikan zakat fitrah, maka bantuan akan tersebar luas kepada masyarakat yang membutuhkan.

Akibatnya, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tradisi Zakat Fitrah yang Terus Hidup Hingga Kini

Hingga saat ini, sejarah zakat fitrah tetap hidup dalam praktik keagamaan umat Islam di berbagai negara.

Setiap Ramadan, masjid, lembaga zakat, dan organisasi sosial membuka layanan pembayaran zakat fitrah bagi masyarakat.

Tradisi ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya menekankan ibadah kepada Allah, tetapi juga membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, zakat fitrah bukan sekadar ritual tahunan. Ibadah ini merupakan sistem sosial yang telah diajarkan sejak zaman Rasulullah SAW dan terus dijalankan hingga sekarang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • hadis penyempurna akhlak

    Hadis Penyempurna Akhlak: Misi Besar Nabi yang Sering Dilupakan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hadis penyempurna akhlak merupakan salah satu pesan paling mendasar dalam Islam. Hadis tentang akhlak ini menjelaskan misi Nabi memperbaiki akhlak manusia sekaligus menegaskan bahwa akhlak mulia dalam Islam berada di posisi yang sangat penting. Bahkan, tujuan diutusnya Nabi bukan sekadar menyampaikan hukum, melainkan juga membentuk karakter manusia yang lebih baik. Sabda Nabi […]

  • dinamika internal PBNU

    PBNU Tegaskan Dinamika Internal Tak Pengaruhi Mandat Gus Yahya sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Gus Yahya menegaskan tetap menjalankan amanah Muktamar di tengah dinamika internal PBNU yang berkembang. albadarpost.com, HUMANIORA — Di tengah menguatnya dinamika internal PBNU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf memastikan mandat hasil Muktamar Ke-34 tetap dijalankan hingga akhir masa jabatan. Pernyataan ini menjadi garis tegas bahwa isu desakan mundur tidak memengaruhi […]

  • literasi digital

    Kabid IKP Tasikmalaya Raih Penghargaan Literasi Digital Nasional

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Kabid IKP Dishubkominfo Tasikmalaya raih penghargaan literasi digital 2025, dorong ekosistem informasi publik sehat. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya menerima penghargaan nasional di bidang literasi digital. Pengakuan ini menegaskan peran komunikasi publik pemerintah daerah dalam menjaga ekosistem informasi yang sehat di tengah derasnya arus digital. Penghargaan […]

  • Ilustrasi manusia merenungi nikmat Allah di bawah langit luas dengan cahaya lembut, menggambarkan makna ayat Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

    Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula […]

  • Pengendalian Inflasi Tasikmalaya

    Pengendalian Inflasi Tasikmalaya Raih Juara Nasional, Stabilitas Harga Terjaga

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Tasikmalaya meraih juara nasional Pengendalian Inflasi Daerah 2025, kebijakan daerah stabilkan harga pangan warga. albadarpost.com, PELITA – Kabupaten Tasikmalaya meraih penghargaan nasional sebagai Juara Satu Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten/Kota Berprestasi 2025. Penghargaan diberikan pada malam puncak Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Jakarta, Jumat, 28 November 2025. Pencapaian ini menutup tahun penuh tekanan ekonomi […]

  • kiai mengajar santri di pesantren dalam pendidikan pesantren tradisional

    Kiai Menjadi Jantung Pesantren: Peran Besarnya Membentuk Akhlak Santri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pagi masih sangat muda ketika para santri mulai memenuhi serambi masjid pesantren. Kitab-kitab kuning terbuka di hadapan mereka. Di depan para santri, seorang kiai pesantren duduk tenang sambil menjelaskan makna ayat demi ayat. Inilah gambaran sederhana dari peran kiai pesantren dalam kehidupan pendidikan Islam. Dalam tradisi pendidikan pesantren, kiai bukan sekadar […]

expand_less