Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Jarang Diketahui, Ini Sejarah Zakat Fitrah Sejak Zaman Nabi

Jarang Diketahui, Ini Sejarah Zakat Fitrah Sejak Zaman Nabi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak umat Islam menunaikan zakat setiap Ramadan. Namun tidak semua orang mengetahui sejarah zakat fitrah dalam Islam. Padahal sejarah zakat fitrah menunjukkan bahwa ibadah ini sudah ada sejak masa Rasulullah SAW dan menjadi bagian penting dari sistem sosial umat Islam.

Sejak awal Islam berkembang, zakat fitrah atau zakat Idul Fitri berfungsi bukan hanya sebagai ibadah pribadi, tetapi juga sebagai sarana membantu masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, memahami sejarah zakat fitrah membantu umat Islam melihat bagaimana ajaran Islam menggabungkan nilai spiritual dan kepedulian sosial.

Awal Mula Zakat Fitrah pada Masa Rasulullah

Dalam sejarah zakat fitrah, kewajiban ini mulai ditetapkan pada tahun kedua Hijriah, pada periode yang sama ketika puasa Ramadan mulai diwajibkan bagi umat Islam.

Rasulullah SAW memerintahkan seluruh umat Islam untuk menunaikan zakat fitrah tanpa memandang status sosial.

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar:

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik hamba sahaya maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa zakat fitrah memiliki sifat universal. Semua umat Islam diwajibkan menunaikannya selama mereka mampu.

Selain itu, kewajiban tersebut menjadi bukti bahwa Islam sejak awal memperhatikan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan Zakat Fitrah: Menyucikan dan Membantu Sesama

Selain memiliki sejarah panjang, zakat fitrah juga memiliki tujuan spiritual dan sosial yang sangat kuat.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menjelaskan fungsi zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa.

“Zakat fitrah merupakan penyuci bagi orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan perbuatan kotor.”
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Selain itu, zakat fitrah juga bertujuan membantu masyarakat miskin agar mereka dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Cukupkanlah mereka (orang miskin) pada hari raya ini.”
(HR. Baihaqi)

Dengan demikian, zakat fitrah memiliki dua manfaat sekaligus: menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Bentuk Zakat Fitrah pada Zaman Nabi

Dalam sejarah zakat fitrah, bentuk pembayaran zakat pada masa Rasulullah dilakukan menggunakan bahan makanan pokok.

Beberapa jenis makanan yang digunakan antara lain kurma, gandum, dan makanan pokok lain yang biasa dikonsumsi masyarakat Arab pada saat itu.

Jumlah yang ditetapkan adalah satu sha’, yang setara dengan sekitar 2,5 hingga 3 kilogram makanan pokok.

Seiring perkembangan zaman, praktik pembayaran zakat fitrah mengalami penyesuaian di berbagai negara.

Di banyak wilayah, zakat fitrah dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang nilainya setara dengan harga makanan pokok.

Namun tujuan utamanya tetap sama, yaitu memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang kurang mampu terpenuhi menjelang Idul Fitri.

Mengapa Zakat Fitrah Harus Dibayar Sebelum Idul Fitri?

Dalam sejarah zakat fitrah, Rasulullah SAW juga memberikan petunjuk mengenai waktu terbaik untuk menunaikan zakat tersebut.

Zakat fitrah dianjurkan dibayarkan sebelum pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa menunaikan zakat fitrah sebelum shalat Id, maka zakatnya diterima.”
(HR. Abu Dawud)

Petunjuk tersebut memiliki hikmah besar. Dengan membayar zakat sebelum hari raya, bantuan dapat segera diterima oleh orang yang membutuhkan.

Akibatnya, masyarakat miskin juga dapat merayakan Idul Fitri dengan layak dan penuh kebahagiaan.

Hikmah Besar di Balik Zakat Fitrah

Dalam sejarah zakat fitrah, para ulama menjelaskan bahwa ibadah ini memiliki banyak hikmah bagi kehidupan sosial umat Islam.

Pertama, zakat fitrah membantu mengurangi kesenjangan sosial antara masyarakat kaya dan miskin.

Kedua, ibadah ini melatih umat Islam untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

Ketiga, zakat fitrah memperkuat solidaritas dalam masyarakat.

Ketika seluruh umat Islam menunaikan zakat fitrah, maka bantuan akan tersebar luas kepada masyarakat yang membutuhkan.

Akibatnya, kebahagiaan Idul Fitri dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tradisi Zakat Fitrah yang Terus Hidup Hingga Kini

Hingga saat ini, sejarah zakat fitrah tetap hidup dalam praktik keagamaan umat Islam di berbagai negara.

Setiap Ramadan, masjid, lembaga zakat, dan organisasi sosial membuka layanan pembayaran zakat fitrah bagi masyarakat.

Tradisi ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya menekankan ibadah kepada Allah, tetapi juga membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Karena itu, zakat fitrah bukan sekadar ritual tahunan. Ibadah ini merupakan sistem sosial yang telah diajarkan sejak zaman Rasulullah SAW dan terus dijalankan hingga sekarang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ono Surono

    Ono Surono di Kasus Korupsi Bekasi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penyidikan kasus korupsi proyek pemerintahan Kabupaten Bekasi dengan menelusuri dugaan aliran uang ke Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Pendalaman ini bukan sekadar pemeriksaan saksi, tetapi mengarah pada pengujian unsur pidana yang dapat berujung sanksi hukum dan politik bagi pejabat publik. Langkah KPK menjadi penting […]

  • Video viral menampilkan lima pekerja asal Jawa Barat yang terlantar di Papua dan meminta bantuan agar bisa pulang ke kampung halaman.

    Viral di TikTok! Warga Wado dan Cicalengka Terlantar di Papua

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sebuah video viral tentang pekerja terlantar di Papua mengundang perhatian besar pengguna media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan lima pria dewasa dan satu orang kamerawan yang diduga menjadi korban penelantaran pekerjaan setelah ditinggal mandor sebuah perusahaan. Video mengenai pekerja yang terlantar di Papua, pekerja yang tidak mendapatkan kepastian kerja, serta pekerja yang meminta […]

  • PPDB SMAN 1 Tasikmalaya

    Banjir Aduan Orang Tua, DPRD Soroti Rekrutmen Siswa Baru SMAN 1 Tasikmalaya

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penetapan SMAN 1 Kota Tasikmalaya sebagai salah satu Sekolah MAUNG di Jawa Barat membawa kebanggaan sekaligus harapan besar dari masyarakat. Namun di tengah tingginya antusiasme tersebut, proses PPDB SMAN 1 Tasikmalaya kini ikut menjadi perhatian publik. Sorotan itu datang dari Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Drs. H. Denny Romdony. […]

  • Kemarau 2026

    Ancaman Kemarau Panjang 2026, Ini Strategi Pemkab Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kemarau 2026 mulai diantisipasi serius oleh pemerintah. Melalui rapat koordinasi nasional, strategi menghadapi kemarau panjang 2026 dibahas dengan fokus utama pada ketersediaan air dan keberlanjutan produksi pangan. Pertemuan yang digelar di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026), mempertemukan berbagai kepala daerah dari seluruh Indonesia. Agenda utamanya jelas: memastikan […]

  • Ilustrasi siswa melawan guru di kelas sebagai simbol bullying siswa ke guru Purwakarta dan krisis etika pendidikan

    Ketika Murid Tak Lagi Hormati Guru: Apa yang Sebenarnya Terjadi di Sekolah?

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL — Kasus bullying siswa ke guru di Purwakarta bukan sekadar video viral yang lewat di timeline. Ini lebih dari itu. Ini cermin. Dan yang terlihat di dalamnya tidak nyaman. Fenomena siswa lawan guru, krisis etika di sekolah, hingga sorotan pada lingkungan pendidikan seperti SMAN 1 Purwakarta—semuanya seperti potongan puzzle yang akhirnya membentuk satu […]

  • Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyampaikan pesan konsolidasi NU menjelang abad kedua dalam peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama

    Konsolidasi NU Menjelang Abad Kedua

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nahdlatul Ulama resmi melangkah ke fase baru sejarahnya. Seratus tahun perjalanan NU bukan hanya penanda usia, melainkan titik refleksi sekaligus penentuan arah. Dalam momentum Harlah ke-100, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan kunci yang tegas: konsolidasi organisasi menjadi syarat utama memasuki NU abad kedua. Pesan itu bukan sekadar seruan […]

expand_less