Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Sejarah Kalender Hijriyah: Fakta yang Jarang Diketahui

Sejarah Kalender Hijriyah: Fakta yang Jarang Diketahui

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
  • visibility 91
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALKalender Hijriyah menyimpan sejarah yang tidak banyak diketahui. Banyak orang mengenal kalender Islam ini sebagai penentu ibadah seperti puasa dan haji. Namun, sejarah kalender Hijriyah, asal-usul penanggalan Islam, serta sistem kalender bulan dalam Islam ternyata memiliki kisah menarik yang jarang dibahas.

Selain itu, kalender Hijriyah tidak muncul begitu saja. Ada proses panjang, diskusi penting, dan keputusan besar yang mengubah cara umat Islam menghitung waktu. Oleh karena itu, memahami sejarah ini akan membuka perspektif baru tentang tradisi yang kita gunakan hingga hari ini.

Awal Mula: Kebingungan dalam Penentuan Waktu

Pada masa awal Islam, umat Muslim belum memiliki sistem penanggalan resmi. Surat-surat penting sering dikirim tanpa tahun yang jelas. Akibatnya, muncul kebingungan dalam menentukan waktu kejadian.

Situasi ini kemudian menjadi perhatian serius. Khalifah Umar bin Khattab melihat perlunya sistem yang teratur. Tanpa penanggalan yang jelas, administrasi dan komunikasi akan sulit berkembang.

Karena itu, beliau mengumpulkan para sahabat untuk mencari solusi. Diskusi ini menjadi titik awal lahirnya kalender Hijriyah.

Keputusan Penting: Mengapa Hijrah yang Dipilih?

Dalam musyawarah tersebut, para sahabat mengusulkan beberapa peristiwa penting sebagai acuan. Ada yang mengusulkan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ada juga yang menyarankan peristiwa wafat beliau.

Namun demikian, akhirnya dipilih peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah sebagai awal kalender. Keputusan ini bukan tanpa alasan.

Hijrah dianggap sebagai titik balik dalam sejarah Islam. Pada momen ini, umat Islam mulai membangun masyarakat yang mandiri. Selain itu, hijrah juga menandai perubahan besar dalam perjuangan dakwah.

Oleh sebab itu, tahun pertama kalender Hijriyah dimulai dari peristiwa tersebut, bukan dari kelahiran atau wafat Nabi.

Sistem Kalender Bulan yang Penuh Makna

Kalender Hijriyah menggunakan sistem lunar atau berdasarkan peredaran bulan. Satu bulan dimulai saat hilal terlihat. Dalam satu tahun, terdapat 12 bulan dengan jumlah hari sekitar 354 hari.

Akibatnya, kalender Hijriyah lebih pendek dibanding kalender Masehi. Oleh karena itu, tanggal-tanggal penting dalam Islam terus bergeser setiap tahun.

Selain itu, sistem ini memiliki keunikan tersendiri. Ibadah seperti puasa Ramadhan dan haji tidak terikat pada musim tertentu. Dengan demikian, umat Islam di seluruh dunia merasakan variasi kondisi dalam menjalankan ibadah.

Fakta Unik yang Jarang Diketahui

Ada beberapa fakta menarik tentang kalender Hijriyah yang sering terlewat. Pertama, penetapan kalender ini terjadi sekitar 17 tahun setelah hijrah berlangsung. Artinya, sistem ini dibuat secara retrospektif.

Kedua, nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah sudah ada sebelum Islam. Namun, maknanya kemudian disesuaikan dengan nilai-nilai Islam.

Ketiga, penentuan awal bulan masih menjadi perdebatan di beberapa tempat hingga kini. Sebagian menggunakan rukyat (melihat hilal), sementara yang lain menggunakan hisab (perhitungan astronomi).

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa kalender Hijriyah bukan hanya sistem waktu, tetapi juga bagian dari dinamika peradaban Islam.

Relevansi Kalender Hijriyah di Era Modern

Di era digital, kalender Masehi memang lebih dominan. Namun demikian, kalender Hijriyah tetap memiliki peran penting bagi umat Islam.

Selain sebagai penentu ibadah, kalender ini juga menjadi identitas budaya dan spiritual. Banyak negara bahkan menjadikannya sebagai kalender resmi untuk kegiatan keagamaan.

Lebih jauh lagi, kesadaran terhadap kalender Hijriyah mulai meningkat. Banyak aplikasi dan platform digital kini menyediakan fitur penanggalan Islam.

Dengan demikian, kalender Hijriyah tetap relevan meski zaman terus berubah.


Lebih dari Sekadar Penanggalan

Akhirnya, kalender Hijriyah bukan hanya alat untuk menghitung waktu. Di baliknya, terdapat sejarah, nilai, dan keputusan besar yang membentuk peradaban.

Dengan memahami sejarah kalender Hijriyah, kita tidak hanya mengetahui tanggal, tetapi juga menghargai perjalanan panjang umat Islam.

Oleh karena itu, setiap kali melihat tanggal Hijriyah, ingatlah bahwa di balik angka tersebut ada cerita besar yang jarang diketahui. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ABK Indonesia hilang Selat Hormuz

    3 Pelaut Indonesia Hilang di Selat Hormuz, Pencarian Terus Dilakukan

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Insiden maritim kembali mengguncang jalur pelayaran internasional setelah ABK Indonesia hilang di Selat Hormuz dalam kecelakaan kapal tugboat. Tiga pelaut asal Indonesia dilaporkan hilang setelah kapal Musaffah 2 yang berbendera Uni Emirat Arab (UAE) yang mereka tumpangi tenggelam di perairan strategis tersebut. Peristiwa ABK Indonesia hilang di Selat Hormuz ini segera […]

  • Haji Uang Pinjaman

    Haji dari Utang, Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Fiqih dan Tasawuf

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pertanyaan tentang haji uang pinjaman dan umroh memakai dana utang sering muncul di tengah masyarakat. Apalagi biaya perjalanan ke Tanah Suci terus naik dari tahun ke tahun. Tidak sedikit orang akhirnya memilih meminjam uang demi bisa segera berangkat haji atau umroh. Kadang obrolan keberangkatan umroh sekarang justru dimulai dari simulasi cicilan di […]

  • MBG Ramadhan

    MBG di Saat Ramadhan, Pengawasan Tak Boleh Libur

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: MBG di Ramadhan harus diawasi ketat agar tak berubah jadi proyek simbolik. Program Jalan, Pengawasan Jangan Libur albadarpost.com, EDITORIAL – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadhan, dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Keputusan ini diumumkan sebagai bentuk komitmen negara menekan stunting. Namun […]

  • Soto ayam kampung kuah bening gurih dengan suwiran ayam, bihun, kol, dan bawang goreng dalam mangkuk hangat

    Bocor! Rahasia Soto Ayam Kampung Gurih yang Jarang Diketahui

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencoba membuat soto ayam kampung, tetapi hasilnya sering terasa biasa saja. Padahal, rahasia resep dan cara membuat soto ayam kampung bukan hanya soal bumbu. Ada teknik kecil yang sering terlewat, padahal justru menentukan rasa. Dengan memahami resep soto ayam kampung secara utuh—mulai dari bahan, proses, hingga penyajian—kamu bisa mendapatkan kuah […]

  • 1 Muharam Tasikmalaya

    Malam 1 Muharam di Tasikmalaya, Doa Ribuan Harapan Menggema dari Masjid Agung

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peringatan 1 Muharam Tasikmalaya tahun ini menghadirkan pesan yang lebih dalam daripada sekadar pergantian kalender Hijriah. Tahun Baru Islam menjadi momentum refleksi, penguatan persatuan, serta penyatuan harapan bagi masa depan Kota Tasikmalaya. Melalui doa bersama yang digelar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, pemerintah daerah bersama Forkopimda mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat […]

  • Ribuan jamaah menghadiri Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja'i di Komplek Pesantren Kudang Kota Tasikmalaya.

    Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 39
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Lautan jamaah memadati kawasan Masjid Komplek Pesantren Kudang, Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, arus kedatangan jamaah terus mengalir menuju lokasi Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mama Kudang. Dari area parkir hingga halaman pesantren, suasana terlihat penuh […]

expand_less