Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Dampak 5 Juta Akun Anak Dihapus, Pelajar Bersiap

Dampak 5 Juta Akun Anak Dihapus, Pelajar Bersiap

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jutaan anak di Indonesia diperkirakan akan menghadapi perubahan besar dalam aktivitas digital mereka. Sekitar 5 juta akun anak dihapus atau dinonaktifkan dari berbagai platform digital sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat perlindungan anak di ruang siber. Di balik langkah tersebut, muncul pertanyaan yang kini banyak diajukan orang tua dan pelajar: apakah anak masih bisa menggunakan media sosial, dan bagaimana dampaknya terhadap aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari?

Kebijakan ini bukan sekadar soal menghapus akun. Pemerintah ingin membangun ruang digital yang lebih aman bagi anak sekaligus mendorong platform digital menerapkan perlindungan sesuai usia pengguna. Dengan demikian, orang tua, sekolah, dan penyedia layanan digital memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan anak tetap memperoleh manfaat teknologi tanpa terpapar risiko yang membahayakan.

Bukan Larangan Bermedia Sosial, Melainkan Perlindungan Berdasarkan Risiko

Banyak masyarakat mengira kebijakan ini berarti anak-anak tidak lagi boleh menggunakan media sosial. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Pemerintah memilih pendekatan berbasis risiko. Artinya, akses anak terhadap layanan digital akan disesuaikan dengan tingkat keamanan setiap platform. Layanan yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan konten negatif, interaksi dengan orang asing, maupun ancaman eksploitasi akan menerapkan pengawasan yang lebih ketat.

Data pemerintah menunjukkan sekitar 200 platform digital telah dievaluasi. Platform-platform tersebut dikelola oleh 79 Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), sementara sebagian layanan masuk dalam kategori berisiko tinggi sehingga membutuhkan perlindungan tambahan bagi pengguna usia anak.

Pendekatan ini dinilai lebih adaptif dibandingkan pelarangan total karena tetap memberi ruang bagi anak memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkreasi, dan berkomunikasi secara aman.

Dampak yang Paling Terasa Justru Akan Dialami Orang Tua

Bayangkan seorang siswa SMP yang setiap hari menggunakan media sosial untuk berdiskusi tugas sekolah, berbagi informasi kegiatan kelas, atau mengikuti komunitas belajar. Ketika akun tersebut tidak lagi dapat digunakan karena verifikasi usia, aktivitas hariannya otomatis ikut berubah.

Situasi seperti itu membuat peran orang tua menjadi semakin penting.

Kini orang tua tidak cukup hanya membelikan telepon pintar atau menyediakan akses internet. Mereka perlu memahami aplikasi yang digunakan anak, mengetahui siapa saja yang berinteraksi dengan mereka, serta mendampingi penggunaan media sosial secara lebih aktif.

Selain itu, sejumlah platform diperkirakan akan meminta persetujuan orang tua sebelum anak mengakses fitur tertentu atau membuat akun baru. Kondisi tersebut mendorong keluarga membangun komunikasi yang lebih terbuka mengenai keamanan digital.

Alih-alih menjadi pengawas yang menakutkan, orang tua justru berpeluang menjadi pendamping yang membantu anak memahami etika, privasi, dan tanggung jawab saat berada di internet.

Pelajar Perlu Beradaptasi dengan Cara Baru Mengakses Platform Digital

Perubahan kebijakan ini juga membawa konsekuensi bagi pelajar.

Beberapa platform kemungkinan membatasi fitur percakapan, siaran langsung, maupun rekomendasi konten tertentu bagi pengguna di bawah usia tertentu. Namun, pembatasan tersebut tidak berarti akses terhadap materi pendidikan ikut ditutup.

Sebaliknya, platform diharapkan mampu membedakan layanan yang bermanfaat untuk pembelajaran dengan fitur yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

Di sisi lain, pelajar juga harus mulai terbiasa menggunakan identitas yang benar saat membuat akun. Praktik memasukkan usia palsu agar bisa mengakses layanan tertentu diperkirakan akan semakin sulit dilakukan seiring berkembangnya sistem verifikasi usia.

Perubahan tersebut sekaligus menjadi momentum membangun budaya digital yang lebih jujur dan bertanggung jawab.

Tantangan Terbesar Masih Ada pada Sistem Verifikasi Usia

Walaupun kebijakan sudah mulai berjalan, tantangan terbesar belum sepenuhnya selesai.

Selama ini banyak platform masih mengandalkan tanggal lahir yang diisi sendiri oleh pengguna. Cara tersebut relatif mudah dimanipulasi sehingga perlindungan terhadap anak belum berjalan optimal.

Ke depan, berbagai perusahaan teknologi diperkirakan akan mengembangkan sistem verifikasi usia yang lebih akurat. Beberapa metode yang mulai banyak dibahas antara lain estimasi usia berbasis teknologi, analisis perilaku pengguna, hingga mekanisme persetujuan orang tua secara digital.

Meski begitu, penerapan teknologi tersebut tetap harus memperhatikan perlindungan data pribadi agar keamanan anak tidak mengorbankan hak privasi mereka.

Ruang Digital Aman Tidak Bisa Dibangun Pemerintah Sendiri

Penghapusan jutaan akun anak hanyalah langkah awal dari perubahan yang lebih besar.

Keberhasilan perlindungan anak di internet tidak hanya bergantung pada pemerintah ataupun perusahaan teknologi. Sekolah perlu memperkuat literasi digital. Orang tua harus meningkatkan pendampingan di rumah. Sementara itu, platform digital wajib menghadirkan sistem yang benar-benar ramah anak.

Ketika semua pihak menjalankan perannya, internet bukan hanya menjadi tempat mencari hiburan, tetapi juga ruang belajar, berkarya, dan tumbuh dengan lebih aman.

Pada akhirnya, keberhasilan kebijakan ini tidak diukur dari banyaknya akun yang dinonaktifkan. Ukuran sebenarnya adalah seberapa banyak anak Indonesia yang dapat menjelajahi dunia digital tanpa menjadi korban kejahatan siber, perundungan, eksploitasi, maupun paparan konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Lima juta akun memang bisa dihapus dalam waktu singkat. Namun, melindungi jutaan anak Indonesia di ruang digital bukan pekerjaan satu kementerian atau satu platform. Masa depan internet yang aman lahir ketika pemerintah menetapkan aturan, platform menjalankannya, sekolah menguatkan literasi, dan orang tua hadir mendampingi setiap langkah digital anaknya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daging Babi ke Masjid

    Aksi Provokatif ke Masjid Berakhir Penjara, Singapura Bertindak Tegas

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus kirim daging babi ke masjid di Singapura akhirnya berujung penjara. Kecewa karena kontrak kerjanya tidak diperpanjang, seorang pria warga Singapura berusia 62 tahun, dilaporkan mengirim paket berisi daging babi ke tujuh masjid berbeda. Peristiwa itu langsung memancing perhatian luas karena menyentuh isu sensitif soal agama dan kerukunan sosial di negara […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Aplikasi Nyari Gawe Permudah Warga Jawa Barat Cari Kerja, Langkah Nyata Digitalisasi Ketenagakerjaan

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Aplikasi Nyari Gawe bantu warga Jawa Barat mencari kerja lebih cepat, transparan, dan tanpa biaya tambahan. albadarpost.com, HUMANIORA – Warga Jawa Barat kini punya harapan baru dalam mencari pekerjaan. Aplikasi Nyari Gawe, inovasi digital besutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hadir sebagai solusi konkret untuk mempertemukan pencari kerja dan perusahaan dalam satu platform daring. Dengan sistem […]

  • Air Bersih Cineam

    Air Bersih Mulai Langka di Cineam, Kodim 0612 Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Jeriken, ember, dan tandon air mulai berjejer di Dusun Neglasari, Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Pemandangan itu menjadi tanda bahwa Air Bersih Cineam mulai sulit diperoleh seiring musim kemarau yang semakin terasa. Di tengah berkurangnya pasokan air, warga berusaha menghemat setiap tetes yang masih tersedia untuk memasak, mandi, mencuci, dan […]

  • Sumur Zamzam

    Kisah Sumur Zamzam, Dari Tangisan Seorang Ibu hingga Mengalir Ribuan Tahun

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Matahari membakar gurun Makkah siang itu. Hamparan pasir terlihat begitu luas dan nyaris tidak menyisakan harapan. Angin panas berembus pelan melewati lembah tandus yang saat itu bahkan belum menjadi kota. Di tempat sunyi itulah, seorang ibu berlari kecil sambil menahan panik. Namanya Siti Hajar. Di dekatnya, seorang bayi menangis kehausan. Tidak ada […]

  • Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menerima kunjungan Kepala BPS Kota Banjar di ruang tamu Polres Banjar

    Bukan Sekadar Silaturahmi, Polres Banjar dan BPS Siapkan Langkah Strategis

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Ruang Tamu Kapolres Banjar terlihat cukup hangat pada Senin (25/05/2026). Beberapa cangkir kopi masih tersusun di atas meja ketika jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar memasuki ruangan untuk melakukan silaturahmi resmi bersama Polres Banjar. Di luar ruangan, aktivitas Mapolres tetap berjalan seperti biasa. Suara kendaraan patroli sesekali terdengar dari […]

  • Petugas Satpol PP Klaten membongkar warung soto berkedok prostitusi dengan paket Rp120 ribu di Kebonarum

    Terungkap Modus “Paket Soto” di Balik Harga Tak Masuk Akal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena harga makanan yang tidak masuk akal akhirnya terungkap di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebuah warung soto yang mematok harga hingga Rp120 ribu sampai Rp150 ribu per porsi mendadak menjadi perhatian publik. Namun, mahalnya harga itu bukan karena kualitas rasa atau bahan premium, melainkan karena adanya dugaan praktik prostitusi terselubung. Kasus […]

expand_less