Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

Birokrasi Pemkot Tasikmalaya Disorot, Ada Apa?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Satu tahun berjalan, kepemimpinan Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menghadapi ujian serius. Kritik tak lagi berbisik. Ia kini mengeras di ruang publik. Sorotan itu datang dari Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, yang menilai tata kelola birokrasi dan dinamika internal pemerintahan belum menunjukkan soliditas yang diharapkan.

Dalam wawancara, Senin (16/2/2026), Dhany tidak hanya berbicara soal capaian program. Ia menyinggung persoalan yang lebih mendasar: koordinasi, komunikasi, dan struktur kekuasaan di dalam birokrasi.

“Isu strategis belum berjalan maksimal. Artinya, ada yang perlu dibenahi dari sistem,” ujarnya.

Pertanyaannya, di mana letak simpul persoalannya?

Miskomunikasi di Level Pimpinan?

Dhany mengungkap adanya dugaan miskomunikasi antar pimpinan yang justru disampaikan melalui ajudan atau sekretaris pribadi. Jika benar, pola ini bukan sekadar teknis administratif. Ia bisa menjadi sinyal renggangnya komunikasi langsung di pucuk kepemimpinan.

Baca juga: Risiko Hukum Pengadaan Pemerintah

Dalam sistem pemerintahan daerah, komunikasi kepala daerah dan wakilnya semestinya berjalan terbuka dan strategis. Ketika pesan disampaikan lewat perantara, ruang tafsir melebar. Potensi salah persepsi membesar.

Lebih jauh, ia menyebut agenda Wali Kota sempat dialihkan kepada Wakil Wali Kota, yang berujung pada penumpukan kegiatan dalam waktu bersamaan. Secara administratif, hal itu mungkin bisa dijelaskan. Namun secara manajerial, publik berhak bertanya: apakah perencanaan agenda sudah terkoordinasi dengan baik?

“Jangan sampai kepemimpinan terlihat seperti permainan catur,” kata Dhany.

Istilah itu bukan tanpa makna. Ia menggambarkan adanya manuver, kalkulasi, bahkan kemungkinan tarik-menarik kepentingan di dalam tubuh pemerintahan. Jika persepsi ini dibiarkan tumbuh, kepercayaan publik bisa tergerus.

Peran Sekda dan Koordinasi Birokrasi Dipertanyakan

Dhany juga mengarahkan sorotan pada peran Sekretaris Daerah (Sekda). Dalam struktur pemerintahan, Sekda adalah koordinator birokrasi. Ia memastikan mesin administrasi berjalan stabil, terlepas dari dinamika politik.

Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah sistem koordinasi internal sudah bekerja optimal?

Jika terjadi miskomunikasi di level pimpinan, maka Sekda semestinya menjadi penyeimbang. Jika agenda bertabrakan, maka sistem manajemen pemerintahan perlu dievaluasi.

“Jalannya pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. ASN dan Sekda punya peran sentral,” tegas Dhany.

Pernyataan ini memperluas konteks kritik. Masalahnya bukan semata figur, tetapi sistem.

Dominasi Rumpun ASN: Kebetulan atau Pola?

Isu paling sensitif yang diangkat adalah dugaan dominasi satu rumpun atau kelompok ASN di sejumlah perangkat daerah. Nama-nama dinas disebut secara terbuka: BKPSDM, Disporabudpar, Diskum Perindag, Satpol PP, Disnaker, Setwan, Bapenda, Disdik, Dishub, Asda 1, Asda 3, hingga Kesbangpol.

Bahkan, dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya, sembilan di antaranya disebut diisi oleh rumpun ASN tersebut.

Dalam praktik birokrasi, rotasi dan promosi adalah hal lazim. Namun ketika satu kelompok terlihat dominan di banyak posisi strategis, publik akan membaca adanya pola.

Apakah ini murni berbasis kompetensi dan kebutuhan organisasi?
Ataukah ada preferensi tertentu dalam distribusi jabatan?

Dhany tidak menuding individu. Ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dan sistem merit.

“Kita bicara soal tata kelola. Apakah promosi sudah sepenuhnya berbasis kinerja?” ujarnya.

Jika dominasi ini benar terjadi dan tidak dikelola secara proporsional, maka dampaknya bisa meluas. Arah kebijakan dan realisasi program berpotensi terpengaruh oleh konfigurasi internal birokrasi.

Antara Visi RPJMD dan Realitas Lapangan

Pemerintah Kota Tasikmalaya mengusung visi “Harapan Baru Tasik Maju”. Visi itu tertuang dalam RPJMD dan menjadi kompas pembangunan lima tahun.

Namun, pertanyaan krusialnya: apakah mesin birokrasi sudah selaras dengan visi tersebut?

Jika koordinasi belum solid, jika komunikasi belum efektif, dan jika persepsi dominasi terus menguat, maka realisasi program bisa tersendat. Publik tidak menilai dinamika internal. Publik menilai hasil.

Baca juga: Belajar Lapang Hati di Musim Ujian

Evaluasi setahun kepemimpinan seharusnya menjadi momentum konsolidasi. Bukan ajang pembenaran. Bukan pula ruang pembiaran.

Menanti Klarifikasi dan Langkah Perbaikan

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait evaluasi yang disampaikan Ketua DPD KNPI tersebut.

Namun satu hal jelas: kritik ini membuka ruang refleksi.

Apakah dinamika yang terjadi sebatas persepsi?
Ataukah memang ada problem struktural dalam tata kelola birokrasi?

Di titik inilah transparansi menjadi kunci. Publik tidak menuntut kesempurnaan. Publik menuntut kepastian arah dan soliditas kepemimpinan.

Karena pada akhirnya, keberhasilan pemerintahan daerah tidak ditentukan oleh seberapa kuat manuver di dalam, tetapi seberapa nyata pelayanan dirasakan masyarakat. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teknisi Dishub Kabupaten Tasikmalaya memasang lampu PJU LED Cobana 90 watt di Pondok Pesantren Almuniroh Sukahurip.

    Setelah 7 Tahun Gelap, Dishub Tasikmalaya Terangi Halaman Pesantren Sukahurip

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 216
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Suasana malam di Pondok Pesantren Almuniroh Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, kini berubah jauh lebih terang. Setelah sekitar tujuh tahun mengalami kondisi gelap akibat lampu Penerangan Jalan Umum atau PJU mati, area halaman masjid jami dan lapangan pesantren akhirnya kembali bercahaya usai pemasangan lampu PJU LED baru dari Dishub Kabupaten Tasikmalaya. Penerangan […]

  • kisah kyai inspiratif

    Merinding! 7 Kisah Kyai Ini Bikin Santri Menangis Diam-Diam

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 242
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kisah kyai inspiratif kini kembali dicari di tengah derasnya arus digital yang sering membuat generasi muda kehilangan arah. Kisah kyai inspiratif, teladan ulama, dan cerita penuh hikmah dari pesantren menjadi oase yang menenangkan sekaligus menguatkan hati para santri. Di balik kehidupan sederhana mereka, tersimpan pelajaran besar yang tak lekang oleh zaman. Seorang […]

  • Empat Golongan Ahli Ibadah yang Masuk Neraka, Waspadai Bahayanya

    Empat Golongan Ahli Ibadah yang Masuk Neraka, Waspadai Bahayanya

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Empat golongan ahli ibadah masuk neraka karena kesombongan, riya, dan menyakiti sesama. Pelajaran moral penting bagi umat Islam. Ibadah Tak Selalu Jadi Jalan ke Surga albadarpost.com, HIKMAH – Ibadah dalam Islam sejatinya bukan sekadar rutinitas, melainkan bukti penghambaan dan ketundukan manusia kepada Allah SWT. Melalui shalat, puasa, zakat, dan amal saleh, seorang Muslim berharap mendapat […]

  • Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

    Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Bea Cukai Jawa Barat menyita 88 juta batang rokok ilegal hingga November 2025, mayoritas dari jalur darat perlintasan. albadarpost.com, LENSA – Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Setiawan, menyatakan wilayahnya menjadi titik perlintasan paling strategis dalam distribusi rokok ilegal. Hingga November 2025, total 88 juta batang rokok tanpa cukai disita dan dimusnahkan […]

  • Kerusuhan Cicalengka

    6 Jam Usai Kericuhan Karnaval Cicalengka, Polisi Amankan Terduga

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kerusuhan Cicalengka dalam kegiatan karnaval memperingati HUT ke-81 RI pada Senin, 17 Agustus 2026, berujung pada penanganan cepat aparat kepolisian. Dalam waktu sekitar enam jam, Unit Reskrim Polsek Cicalengka bersama Satreskrim Polresta Bandung berhasil mengamankan pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Peristiwa karnaval Cicalengka itu menjadi perhatian setelah video mengenai […]

  • Kartini Islam

    Kita Rayakan Kartini, Tapi Lupa Ajaran Islamnya

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Setiap tahun, publik merayakan Hari Kartini dengan lomba kebaya dan seremoni. Tapi jujur saja—kita lebih sibuk merayakan simbol daripada memahami gagasan Raden Ajeng Kartini. Padahal, Kartini Islam, pemikiran Kartini dalam Islam, dan emansipasi perempuan menurut Islam menyimpan satu pertanyaan yang belum terjawab sampai hari ini: kenapa ajaran yang memuliakan perempuan justru terasa hilang dalam praktik? Ini bukan sekadar sejarah. […]

expand_less