Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemprov Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Infrastruktur Daerah

Pemprov Jabar Libatkan Mahasiswa Teknik Sipil Awasi Infrastruktur Daerah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemprov Jabar libatkan mahasiswa Teknik Sipil dalam pengawasan infrastruktur untuk mempercepat proyek publik.

albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan mahasiswa Teknik Sipil untuk mendukung pengawasan infrastruktur pada proyek pembangunan daerah. Langkah ini menyusul instruksi Presiden Prabowo Subianto, yang menargetkan percepatan pembangunan jembatan dan fasilitas publik untuk membuka akses mobilitas masyarakat.


Langkah Pemerintah dan Ruang Keterlibatan

Presiden Prabowo Subianto meminta mahasiswa berperan dalam monitoring dan evaluasi proyek infrastruktur. Instruksi itu terkait rencana membangun 300 ribu jembatan pada 2026. Tujuannya memperluas akses desa terpencil dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menindaklanjuti arahan tersebut. Pemprov Jabar telah mengajak 38 perguruan tinggi di wilayahnya untuk terlibat dalam pelaksanaan dan evaluasi proyek. Penandatanganan komitmen dilakukan bersama kampus sebagai dasar kerja sama.

“Kesepakatan ini mengoptimalkan pemanfaatan tenaga ahli perguruan tinggi dalam rekomendasi teknis, kajian akademik, dan pendampingan proyek infrastruktur,” kata Dedi, Sabtu, 29 November 2025.

Ia menambahkan, kolaborasi akan mencakup peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan, workshop, hingga sertifikasi. Fokus keterlibatan adalah pengawasan nonstruktural proyek pembangunan jalan, jembatan, dan fasilitas publik.

“Kami mendorong perguruan tinggi terlibat sejak perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pemeliharaan program infrastruktur secara terintegrasi dan akuntabel,” ujarnya.


Analisis Kebijakan dan Kualitas Teknis

Langkah membuka akses pengawasan infrastruktur kepada mahasiswa menunjukkan upaya baru pemerintah dalam memperbaiki kualitas proyek daerah. Selama bertahun-tahun, kendala teknis sering muncul bukan pada bahan bangunan maupun anggaran, melainkan proses supervisi yang lemah.

Dedi menyoroti lemahnya performa sebagian konsultan proyek yang menangani kawasan kabupaten dan kota. Ia menyebut kualitas tenaga konsultan sering tidak sejalan dengan kebutuhan konstruksi modern, dan tidak jarang minim pemahaman teknologi.

“Selalu masalah di konsultan yang tidak mengerti kemajuan pembangunan, rata-rata sudah tua,” ujarnya.

Masalah ini memiliki dampak sistemik. Minimnya ahli muda menyebabkan proyek berjalan konservatif dan mengulang kesalahan lama. Audit internal daerah menunjukkan ketidaksinkronan antara dokumen perencanaan dan kondisi lapangan, terutama dalam pemeliharaan aset publik.

Baca juga: Begal Anak di Sukabumi: Respons Polisi Cepat, Pencegahan Masih Lemah

Dengan masuknya mahasiswa Teknik Sipil, Pemprov berupaya mengisi kesenjangan tersebut. Mahasiswa menjadi jembatan antara kapasitas akademik kampus dan kebutuhan teknis pemerintah daerah. Teknologi pemetaan digital, audit visual berbasis sensor, hingga model konstruksi 3D yang diajarkan di kampus dapat mempercepat perbaikan tata kelola.


Skala Proyek Nasional dan Beban Implementasi

Instruksi Presiden terkait 300 ribu jembatan menjadi tantangan logistik terbesar dalam pembangunan pasca-perpindahan prioritas infrastruktur nasional. Satgas Darurat Khusus Pembangunan Jembatan akan dibentuk untuk mengawasi eksekusi. Keterlibatan mahasiswa merupakan bagian strategi percepatan.

“Kita butuh membangun 300 ribu jembatan. Ada yang kecil, ada yang penyebrangan,” kata Prabowo dalam peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta.

Ia menyatakan penggerahan mahasiswa Teknik Sipil dilakukan melalui koordinasi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tujuannya adalah memperbanyak tenaga lapangan ketika anggaran tersebar ke daerah-daerah terpencil.

“Semua mahasiswa Teknik Sipil akan saya minta terjun ke desa untuk membangun jembatan,” ujar Prabowo.

Dengan target berdiri pada 2026, mobilisasi sumber daya manusia perlu dipastikan tidak sekadar simbolik. Tanpa standar pelaksanaan jelas, mahasiswa berpotensi hanya menjadi relawan administratif yang tidak bersentuhan dengan pekerjaan teknis. Kejelasan peran menjadi krusial: apakah mahasiswa hanya melakukan inspeksi visual atau ikut terlibat dalam desain struktural penuh.


Dampak Publik dan Arah Perubahan

Di Jawa Barat, kebutuhan keterhubungan antarkampung masih besar. Banyak daerah pegunungan memiliki akses terbatas, terutama pada musim hujan. Jembatan desa bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi penentu distribusi pangan, layanan kesehatan, dan pendidikan dasar.

Dengan model pengawasan infrastruktur yang diperluas, Pemprov ingin membangun proses yang transparan. Publik berhak mengetahui kenapa proyek gagal, di mana titik kemacetan tata kelola, dan bagaimana akuntabilitas dikembalikan.

Kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah memberi sinyal perubahan tata kelola infrastruktur. Jika implementasi tepat, pengawasan generasi muda dapat mempercepat kualitas pembangunan yang menyentuh kebutuhan warga. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Honor Pendamping Tasikmalaya

    Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterlambatan pencairan honor pendamping di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Belum cairnya honor pendamping selama dua hingga tiga bulan memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hingga kini, pendamping Dana Kelurahan dan pendamping Ohan Hafidz masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka. Di lapangan, aktivitas para pendamping […]

  • Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Fenomena turis tidur di Bandara Changi saat F1 menuai kritik warga Singapura karena dianggap mencoreng reputasi bandara. albadarpost.com, LENSA – Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi di Singapura menjadi sorotan publik setelah banyak wisatawan kedapatan bermalam di area-terminal selama akhir pekan penyelenggaraan ajang balap Formula 1. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari biaya hotel yang melambung […]

  • Akses KUR Bekasi

    Akses KUR Bekasi Dikeluhkan Rumit, Pemkab Janji Permudah Proses Kredit

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Akses KUR Bekasi dipercepat untuk menekan ketergantungan UMKM pada pinjaman ilegal dan rentenir. albadarpost.com, HUMANIORA – Pelaku UMKM di Kabupaten Bekasi kembali menyoroti akses KUR Bekasi yang dinilai belum mudah dan cepat. Mereka menyampaikan keluhan soal syarat jaminan, proses verifikasi yang panjang, hingga ketidakpastian persetujuan. Kondisi ini membuat sebagian pengusaha kecil meminjam modal dari rentenir […]

  • lagu Rukun Sama Teman

    Dari Upacara ke Ruang Kelas: Makna Sosial Lagu “Rukun Sama Teman”

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Pagi Senin di banyak sekolah kini berubah nadanya. Setelah bendera Merah Putih berkibar, siswa tidak langsung bubar. Mereka membaca ikrar, lalu menyanyikan lagu Rukun Sama Teman. Aturan ini mulai diterapkan secara nasional pada 2026. Bagi sebagian orang, ini sekadar tambahan seremoni. Namun bagi dunia pendidikan, keputusan ini menyentuh sesuatu yang lebih dalam: relasi sosial antarpelajar. […]

  • Menunda Amal

    Menunda Amal, Dosa yang Sering Menyamar Jadi Kesibukan

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menunda amal telah menjadi kebiasaan yang diam-diam dianggap wajar. Banyak orang berkata akan mulai mengaji setelah pekerjaan selesai. Ada yang berjanji memperbanyak sedekah ketika penghasilannya meningkat. Sebagian lagi ingin memperbaiki salat jika hidup sudah lebih tenang. Menunda amal, menangguhkan ibadah, atau menunggu waktu yang dianggap ideal terdengar masuk akal. Namun, menurut Syekh […]

  • Prabowo Targetkan 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Direhabilitasi pada 2026

    Prabowo Targetkan 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni Direhabilitasi pada 2026

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Prabowo targetkan 400 ribu rumah tidak layak huni direhabilitasi pada 2026 lewat program BSPS. albadarpost.com, LENSA – Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius: sebanyak 400 ribu unit rumah tidak layak huni akan direhabilitasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk menekan angka masyarakat yang […]

expand_less