Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Harkitnas Kodim Tasikmalaya: Dandim Soroti Ancaman Digital

Harkitnas Kodim Tasikmalaya: Dandim Soroti Ancaman Digital

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 98
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Kodim Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Makodim 0612/Tasikmalaya berlangsung penuh khidmat, Rabu (20/05/2026). Namun di balik upacara bendera dan barisan prajurit yang berdiri tegak di Lapangan Makodim, tersimpan pesan penting tentang tantangan baru bangsa Indonesia: ancaman era digital terhadap generasi muda.

Upacara dipimpin langsung Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, S.Sos., M.Han selaku Inspektur Upacara.

Kegiatan berlangsung di Jalan Otista No 11, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya.

Ratusan peserta mengikuti prosesi dengan tertib, terdiri dari:

  • Perwira,
  • Bintara,
  • Tamtama,
  • hingga PNS Kodim 0612/Tasikmalaya.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan.

Tetapi juga menjadi refleksi tentang arah perjuangan bangsa di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Ancaman Bangsa Kini Bergeser ke Ruang Digital

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan Dandim 0612/Tasikmalaya, ditegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini telah berubah dibanding masa lalu.

Jika dulu perjuangan bangsa identik dengan perebutan kemerdekaan dan kedaulatan wilayah, kini tantangan terbesar mulai bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Karena itu, Hari Kebangkitan Nasional dimaknai bukan hanya sebagai pengingat sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 1908.

Melainkan juga momentum membangun kesiapan bangsa menghadapi perubahan global.

“Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini, ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’, menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh sejauh mana bangsa ini mampu menjaga dan membina generasi mudanya,” demikian kutipan amanat yang dibacakan Dandim.

Pernyataan tersebut langsung menempatkan generasi muda sebagai fokus utama peringatan Harkitnas 2026.

Harkitnas Tasikmalaya

Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Makodim Tasikmalaya, Rabu (20/5/2026).

Literasi Digital Jadi Sorotan Penting

Pemerintah menilai perkembangan teknologi digital membawa dua sisi sekaligus.

Di satu sisi, teknologi membuka peluang besar dalam pendidikan, ekonomi, dan komunikasi.

Namun di sisi lain, ruang digital juga menghadirkan ancaman serius bagi anak-anak dan remaja.

Mulai dari:

  • hoaks,
  • perundungan digital,
  • kecanduan media sosial,
  • hingga paparan konten negatif.

Karena itu, pemerintah mulai memperkuat perlindungan anak di ruang digital melalui berbagai kebijakan strategis.

Salah satunya melalui penguatan ekosistem digital yang sehat, aman, dan beretika.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa kebangkitan bangsa hari ini harus diwujudkan melalui:

  • peningkatan kualitas SDM,
  • pemerataan pendidikan dan kesehatan,
  • penguatan ekonomi kerakyatan,
  • serta perlindungan generasi muda di era digital.

Upacara Harkitnas Kodim Tasikmalaya Berlangsung Khidmat

Sejak pagi, suasana Lapangan Makodim 0612/Tasikmalaya terlihat tertib dan penuh nuansa nasionalisme.

Barisan prajurit berdiri rapi mengikuti jalannya prosesi upacara.

Lagu Indonesia Raya berkumandang mengiringi pengibaran bendera Merah Putih.

Di beberapa sudut lapangan, peserta tampak serius menyimak amanat yang dibacakan Dandim.

Ada anggota yang berdiri tegap tanpa bergerak sedikit pun selama prosesi berlangsung. Ada pula yang sesekali menundukkan kepala ketika amanat menyinggung masa depan generasi muda Indonesia.

Dan suasana seperti itu terasa semakin penting hari ini.

Karena di tengah dunia digital yang serba cepat, semangat kebangsaan sering mulai perlahan terlupakan.

Pemerintah Ajak Bangun Solidaritas Sosial

Selain soal digitalisasi, amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI juga mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat solidaritas sosial dan budaya gotong royong.

Menurut pemerintah, modernisasi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan rasa kebersamaan.

Karena kekuatan bangsa Indonesia selama ini lahir dari persatuan dan solidaritas antarwarga.

Literasi digital juga dinilai harus dibangun bersamaan dengan pendidikan karakter.

Sebab kecanggihan teknologi tanpa moral dan etika hanya akan melahirkan masalah baru.

Apalagi generasi muda saat ini tumbuh dalam dunia yang sangat berbeda dibanding generasi sebelumnya.

Informasi datang begitu cepat.

Tekanan sosial juga bergerak jauh lebih agresif melalui media digital.

Dan kondisi itu membuat pendidikan karakter menjadi semakin penting.

Harkitnas Jadi Pengingat Perjuangan Masa Kini

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini di Makodim 0612/Tasikmalaya menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa tidak pernah benar-benar selesai.

Bentuk tantangannya saja yang berubah.

Jika dulu perjuangan dilakukan melawan penjajahan fisik, sekarang bangsa Indonesia menghadapi ancaman disinformasi, polarisasi sosial, hingga degradasi moral di ruang digital.

Karena itu, menjaga generasi muda hari ini dianggap sama pentingnya dengan menjaga masa depan bangsa.

Sebab negara yang kuat tidak hanya dibangun oleh teknologi dan infrastruktur.

Tetapi juga oleh anak-anak muda yang masih memiliki karakter, nasionalisme, dan rasa cinta tanah air.

Barisan pasukan memang akhirnya bubar setelah upacara selesai pagi itu.

Tetapi pesan Hari Kebangkitan Nasional 2026 tetap tinggal: bangsa yang gagal menjaga generasi mudanya di era digital… perlahan sedang kehilangan benteng masa depannya sendiri. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cinta yang Bukan Asmara

    Tunduk yang Bukan Takut: Menjawab Tuduhan Feodalisme di Dunia Pesantren

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Cinta yang Bukan Asmara menggambarkan adab santri pada kiai atau ajengan sebagai wujud cinta ilmu, bukan feodalisme. Tunduk yang Lahir dari Cinta, Bukan dari Ketakutan albadarpost.com, CENDIKIA – Di tengah arus perdebatan publik tentang modernisasi lembaga pendidikan Islam, pesantren kembali menjadi sorotan. Sebagian kalangan luar menilai pesantren sebagai tempat yang masih memelihara sistem feodal, di […]

  • nilai sekolah

    Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Fenomena sekolah berbiaya murah tetapi kekurangan murid semakin sering ditemui. Di berbagai daerah, ruang kelas kosong bukan disebabkan oleh mahalnya pendidikan, melainkan oleh lemahnya value atau nilai sekolah yang dirasakan masyarakat. Orang tua kini menimbang lebih dari sekadar biaya: mereka mencari kepastian mutu dan arah pendidikan anak. Perubahan ini penting dicermati. Penurunan […]

  • tarif listrik PLN

    Tarif Listrik PLN November 2025 Tetap, Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Tarif listrik PLN November 2025 tetap, pemerintah jaga daya beli dan stabilitas ekonomi masyarakat. albadarpost.com, LENSA — Pemerintah memastikan tarif listrik PLN per 1 November 2025 tidak mengalami perubahan. Baik bagi pelanggan prabayar (token) maupun pascabayar (tagihan), tarif yang berlaku tetap sama seperti triwulan sebelumnya. Kebijakan ini diambil Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) […]

  • Kantor Urusan Agama memberikan layanan konsultasi keluarga, nikah, dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat

    Banyak yang Belum Tahu! KUA Ternyata Punya 9 Layanan Penting

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 209
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Layanan KUA ternyata tidak berhenti di urusan pernikahan. Di balik itu, ada peran yang lebih luas. Bahkan, fungsi KUA saat ini mulai menyentuh banyak sisi kehidupan masyarakat, dari keluarga hingga urusan sosial keagamaan. Tidak semua orang tahu ini. Padahal manfaatnya terasa. Perubahan Pelan, Tapi Dampaknya Nyata Selama ini, banyak orang datang ke KUA […]

  • Guru sedang membimbing siswa di kelas dengan penuh perhatian seperti orang tua kedua di sekolah

    Peran Guru sebagai Orang Tua Kedua yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di ruang kelas, peran guru sering kali lebih dari sekadar pengajar. Banyak siswa melihat guru orang tua kedua yang tidak hanya mengajarkan pelajaran, tetapi juga memberi perhatian, nasihat, dan bimbingan hidup. Karena itu, konsep guru sebagai orang tua kedua di sekolah, peran guru dalam mendidik karakter siswa, dan tanggung jawab guru […]

  • Adidas vs Nike

    Perang Adidas vs Nike Memanas di Piala Dunia 2026

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Adidas vs Nike menjadi salah satu persaingan paling menarik di balik gemerlap Piala Dunia 2026. Ketika jutaan penggemar menikmati duel antartim nasional di lapangan, dua perusahaan apparel olahraga terbesar dunia itu juga sedang bersaing memperebutkan panggung global. Setiap kemenangan, setiap gol, dan setiap langkah menuju babak berikutnya bukan hanya mengangkat prestasi […]

expand_less