Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Resmi! Tanggal Puasa 2026 Ditetapkan

Resmi! Tanggal Puasa 2026 Ditetapkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 154
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H sebagai awal puasa 2026 yang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tanggal puasa 2026 ini diputuskan dalam Sidang Isbat setelah mempertimbangkan hasil hisab dan rukyat hilal secara nasional.

Keputusan tersebut memberikan kepastian bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa secara serentak. Selain itu, pemerintah menegaskan bahwa proses penentuan 1 Ramadan 1447 H dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak.

Dasar Hisab dan Rukyat Hilal

Sidang Isbat digelar dengan mengacu pada dua metode utama, yakni hisab atau perhitungan astronomi serta rukyat atau pemantauan hilal di sejumlah titik di Indonesia. Pemerintah mengundang para ahli falak, perwakilan organisasi masyarakat Islam, serta instansi terkait guna memastikan keputusan berjalan objektif.

Baca juga: Tawakal dan Tafwid: Jalan Tenang di Tengah Badai Hidup

Berdasarkan paparan tim hisab, posisi hilal telah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Selain itu, laporan rukyat dari berbagai daerah memperkuat hasil perhitungan tersebut. Karena itu, forum sidang menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026.

Menteri Agama dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemerintah selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian. Oleh sebab itu, sidang tidak hanya mengandalkan satu metode, melainkan mengombinasikan data ilmiah dan laporan lapangan.

“Keputusan ini menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia untuk memulai ibadah puasa,” ujarnya dalam konferensi pers usai sidang.

Proses Sidang Isbat Berjalan Terbuka

Sidang Isbat berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, pemaparan posisi hilal berdasarkan data astronomi. Kedua, verifikasi laporan rukyat dari berbagai wilayah. Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan.

Selanjutnya, pemerintah mengumumkan hasil sidang kepada publik pada malam hari agar masyarakat segera memperoleh kepastian. Dengan demikian, umat Islam dapat mempersiapkan salat tarawih dan ibadah lainnya.

Selain mempertimbangkan aspek ilmiah, pemerintah juga menjaga komunikasi dengan berbagai ormas Islam. Langkah ini penting agar keputusan 1 Ramadan 1447 H dapat diterima luas dan meminimalkan perbedaan awal puasa.

Di sisi lain, para pakar falak menilai bahwa koordinasi nasional semakin solid dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, potensi perbedaan penetapan awal Ramadan dapat ditekan.

Kepastian bagi Umat Islam

Penetapan 1 Ramadan 1447 H membawa dampak langsung bagi masyarakat. Sekolah, instansi pemerintah, serta pelaku usaha dapat menyesuaikan agenda dengan jadwal ibadah Ramadan. Selain itu, masyarakat dapat mempersiapkan kebutuhan sahur dan berbuka lebih terencana.

Baca juga: Penanggalan Hijriah: Rukyat, Hisab, dan Dalilnya

Lebih lanjut, pemerintah mengimbau umat Islam menyambut bulan suci dengan persiapan spiritual dan sosial. Ramadan bukan hanya momentum ibadah personal, melainkan juga waktu memperkuat solidaritas.

Karena itu, kepastian tanggal puasa 2026 menjadi hal yang sangat dinantikan. Setiap tahun, Sidang Isbat selalu menarik perhatian publik karena berkaitan langsung dengan kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia.

Meskipun demikian, pemerintah tetap menghormati perbedaan pandangan yang mungkin muncul. Namun demikian, keputusan resmi negara tetap menjadi rujukan utama dalam kalender nasional.

Dengan ditetapkannya 1 Ramadan 1447 H, umat Islam di seluruh Indonesia kini memiliki pedoman jelas untuk memulai ibadah puasa. Pemerintah berharap Ramadan tahun ini dapat berjalan khusyuk, aman, dan penuh keberkahan. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi seseorang tersenyum dalam gemerlap kemewahan, simbol istidraj atau nikmat yang menipu menurut Alquran dan hadis.

    Istidraj: Saat Nikmat Jadi Jalan Kehancuran

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Istidraj sering terdengar sebagai istilah agama, tetapi maknanya jarang benar-benar direnungkan. Istidraj, atau nikmat yang menipu, adalah kondisi ketika seseorang terus menerima karunia Allah, sementara ia tetap tenggelam dalam maksiat. Dalam bahasa yang lebih tajam, istidraj adalah hadiah yang tampak indah, tetapi menyimpan jebakan yang halus. Syekh Ibnu Athaillah dalam Kitab Hikam […]

  • Persit tanam pohon saat HUT ke-80 dengan kegiatan penghijauan dan penanaman pohon buah untuk lingkungan dan ketahanan pangan

    HUT Persit ke-80 Berbeda: Tanam Pohon, Tanam Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persit tanam pohon menjadi sorotan dalam peringatan HUT ke-80 tahun ini. Gerakan ini menghadirkan makna baru, jauh dari seremoni kaku. Aksi nyata seperti penanaman pohon, penghijauan, dan kepedulian lingkungan justru menjadi inti perayaan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Persit tanam pohon bukan sekadar simbolik, tetapi strategi berkelanjutan untuk masa depan. Jumat […]

  • anggaran gapura

    DPRD Jabar Kritik Anggaran Gapura Gedung Sate Rp3,9 Miliar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    DPRD Jabar kritik anggaran gapura Gedung Sate Rp3,9 miliar karena dianggap tidak sesuai prioritas publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun gapura di kawasan Gedung Sate dengan biaya Rp3,9 miliar kembali menuai kritik. DPRD Jabar menilai alokasi tersebut tidak selaras dengan kondisi fiskal daerah dan kebutuhan publik yang lebih mendesak, terutama pemeliharaan […]

  • Humaniora: Menyuarakan Kemanusiaan, Merawat Solidaritas

    Humaniora: Menyuarakan Kemanusiaan, Merawat Solidaritas

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com – HUMANIORA. Rubrik Humaniora adalah wajah kemanusiaan dari albadarpost.com. Ia lahir dari kesadaran bahwa berita bukan sekadar rangkaian peristiwa, melainkan kisah tentang manusia dengan segala perjuangan, luka, dan harapannya. Di sini, kami menghadirkan cerita-cerita kemanusiaan yang sering luput dari sorotan media arus utama—kisah rakyat kecil, kaum marjinal, dan mereka yang suaranya kerap tenggelam dalam […]

  • kisah Mushab bin Umair

    Kisah Haru Mushab bin Umair: Kaya Raya Hingga Gugur Tanpa Kafan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Mushab bin Umair yang mengharukan menjadi salah satu cerita paling menyentuh dalam sejarah Islam. Sosok Mushab bin Umair dikenal sebagai pemuda tampan, kaya, dan terpandang di Makkah. Namun, perjalanan hidupnya berubah drastis setelah mengenal Islam. Kisah Mushab bin Umair ini bukan sekadar cerita sejarah, melainkan inspirasi tentang keimanan, pengorbanan, dan keteguhan […]

  • Kapal kargo melintas di Selat Malaka saat isu tarif Selat Malaka oleh Indonesia memicu perhatian global.

    Dunia Deg-degan, Indonesia Tegas: Tarif Selat Malaka Belum Berlaku

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu tarif Selat Malaka, atau rencana pungutan kapal di Selat Malaka, tiba-tiba mengguncang perhatian global. Banyak pihak khawatir biaya kapal Selat Malaka akan langsung mengerek ongkos logistik dunia. Namun di tengah riuh spekulasi, pemerintah Indonesia justru memberi sinyal tegas: kebijakan itu belum berlaku dan masih sebatas kajian. Pemerintah Buka Suara: “Tidak […]

expand_less