Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 143
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Fenomena sekolah berbiaya murah tetapi kekurangan murid semakin sering ditemui. Di berbagai daerah, ruang kelas kosong bukan disebabkan oleh mahalnya pendidikan, melainkan oleh lemahnya value atau nilai sekolah yang dirasakan masyarakat. Orang tua kini menimbang lebih dari sekadar biaya: mereka mencari kepastian mutu dan arah pendidikan anak.

Perubahan ini penting dicermati. Penurunan jumlah peserta didik bukan hanya soal administrasi sekolah, tetapi menyangkut keberlanjutan kualitas pendidikan dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan itu sendiri.

Murah Tidak Lagi Menjadi Daya Tarik Utama

Selama bertahun-tahun, asumsi umum menyebut biaya rendah sebagai keunggulan kompetitif sekolah. Namun kondisi sosial berubah. Akses informasi semakin terbuka, dan orang tua lebih kritis dalam memilih sekolah.

Pilihan pendidikan kini didasarkan pada pertanyaan mendasar: apa manfaat nyata yang akan diperoleh anak? Apakah sekolah mampu membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia nyata?

Di titik inilah value sekolah menjadi penentu. Sekolah yang tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut, meski murah, perlahan kehilangan kepercayaan masyarakat.

Value Sekolah sebagai Ukuran Kepercayaan Publik

Value sekolah bukan jargon promosi. Ia mencerminkan prinsip, standar, dan praktik yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh ekosistem sekolah—guru, manajemen, dan peserta didik.

Baca juga: Membongkar Wajah Korupsi di Balik Prosedur Lelang

Value ini terlihat dari cara guru mengajar, bagaimana sekolah melayani orang tua, sejauh mana transparansi dijaga, serta apakah program pembelajaran relevan dengan kebutuhan peserta didik. Sekolah dengan value yang kuat mampu memberi pengalaman belajar yang bermakna, bukan sekadar rutinitas akademik.

Ketika value sekolah lemah, biaya murah tidak cukup menutup kekosongan tersebut. Orang tua cenderung memilih sekolah lain yang menawarkan kejelasan kualitas, meski dengan konsekuensi biaya lebih tinggi.

Strategi Membangun Value Sekolah yang Relevan

Dalam perspektif keberlanjutan pendidikan, ada beberapa langkah kunci yang menentukan apakah sebuah sekolah mampu membangun nilai yang dipercaya publik.

Pertama, citra dan komunikasi publik yang jujur. Media sosial kini menjadi etalase utama sekolah. Bukan sekadar aktif, tetapi konsisten dan substansial. Kegiatan peserta didik, prestasi, serta proses pembelajaran perlu disampaikan apa adanya, bukan sekadar pencitraan.

Kedua, kualitas guru sebagai fondasi. Sekolah bervalue tinggi selalu ditopang oleh pendidik yang kompeten dan berintegritas. Pelatihan berkelanjutan, peningkatan kapasitas teknologi pendidikan, dan keteladanan sikap menjadi kebutuhan dasar, bukan pelengkap.

Ketiga, pelayanan dan keterbukaan. Komunikasi yang terbuka dengan orang tua serta transparansi program dan pengelolaan sekolah memperkuat rasa percaya. Sekolah yang tertutup sulit membangun reputasi jangka panjang.

Baca juga: Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

Keempat, program sesuai kebutuhan peserta didik. Pendekatan seragam semakin ditinggalkan. Sekolah perlu menyesuaikan program dengan minat, potensi, dan karakter peserta didik agar pembelajaran terasa relevan dan bernilai.

Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan

Sekolah yang gagal membangun value akan menghadapi tekanan berlapis: penurunan murid, keterbatasan sumber daya, hingga stagnasi mutu. Sebaliknya, sekolah yang fokus pada nilai pendidikan memiliki daya tahan lebih kuat, bahkan dalam persaingan ketat.

Dalam konteks ini, value sekolah bukan hanya urusan internal lembaga, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial pendidikan. Kualitas sekolah menentukan kualitas generasi berikutnya.

Biaya murah tanpa value yang jelas tidak lagi cukup. Di tengah masyarakat yang semakin sadar kualitas, value sekolah menjadi ukuran utama kepercayaan publik. Sekolah yang ingin bertahan harus berani berbenah—bukan dengan menurunkan biaya, tetapi dengan membangun mutu dan relevansi pendidikan.

Penulis: Euis Yulianti R, S.Pd., M.Pd. (Pendidik di MA Al-Muniroh Sukahurip, Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Dana Nasabah Hilang

    Kasus Rp165 Juta Jadi Sorotan, GIBAS Tasikmalaya Minta Penjelasan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas pagi di Kota Tasikmalaya pada Selasa, 23 Juni 2026, berlangsung sedikit berbeda. Sejumlah warga tampak memperhatikan pergerakan massa yang mendatangi beberapa kantor perbankan di kota tersebut. Perhatian publik mengarah pada satu isu yang belakangan ramai diperbincangkan, yakni dugaan dana nasabah hilang senilai sekitar Rp165 juta. Kasus dugaan dana nasabah hilang […]

  • Gerakan Indonesia Asri

    Gerakan Indonesia Asri: Ini Aksi Nyata Polres Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Gerakan Indonesia Asri kembali menunjukkan dampak nyata di ruang publik. Menjelang HUT Bhayangkara ke-80, ratusan personel Polres Tasikmalaya turun langsung membersihkan Alun-Alun Singaparna sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan bersama. Aksi sosial yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026, itu menjadi bagian dari upaya […]

  • hidayah

    Hidayah Sulit Didapat? Tafsir Ayat Ini Bikin Tersentak

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hidayah sering dipahami sebagai petunjuk Allah yang datang kepada siapa saja. Namun, tafsir, ayat, dan makna petunjuk Allah dalam Islam ternyata menyimpan pesan mendalam yang jarang dibahas. Tidak semua orang yang hidup di jalan agama otomatis mendapatkan hidayah, dan tidak semua yang tersesat akan selamanya jauh dari petunjuk. Dalam kajian tafsir, hidayah […]

  • Kasus Pencabulan Pangandaran

    Polres Pangandaran: Oknum Kepala Sekolah Cekoki Korban Miras

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Polisi ungkap Kasus Pencabulan Pangandaran oleh oknum kepala sekolah. Lima remaja jadi korban kekerasan seksual. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran menahan seorang kepala sekolah dasar asal Tasikmalaya berinisial UR (55) atas dugaan kekerasan seksual terhadap lima remaja di bawah umur. Insiden yang terjadi di sebuah penginapan di kawasan wisata Pangandaran ini memicu keprihatinan […]

  • Ilustrasi siluet wanita berkerudung hitam duduk berdoa di atas sajadah, menundukkan kepala sambil menangis, melambangkan keikhlasan amal dan bahaya riya dalam ibadah.

    Riya, Musuh Sunyi yang Menghabiskan Pahala

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Nanti, ketika manusia berdiri sendiri di hadapan Allah, amal tidak lagi bersuara lantang. Tidak ada tepuk tangan. Tidak ada sanjungan. Yang tersisa hanyalah niat yang pernah tersembunyi di dalam dada. Pada saat itu, banyak manusia terdiam. Mereka melihat amal yang dahulu tampak besar, namun kini terasa ringan. Ada salat yang rajin, sedekah […]

  • survei elektabilitas capres

    Survei Elektabilitas Capres Tempatkan Prabowo Unggul, Dedi Mulyadi Naik Tajam

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Survei elektabilitas capres menempatkan Prabowo di puncak, sementara Dedi Mulyadi naik signifikan di posisi kedua. albadarpost.com, LENSA – Pemetaan politik menjelang Pemilu 2029 bergeser setelah hasil survei elektabilitas capres terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan lonjakan dukungan bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dalam simulasi yang menguji 25 tokoh nasional, Prabowo Subianto masih menguasai posisi puncak. […]

expand_less