Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Fenomena sekolah berbiaya murah tetapi kekurangan murid semakin sering ditemui. Di berbagai daerah, ruang kelas kosong bukan disebabkan oleh mahalnya pendidikan, melainkan oleh lemahnya value atau nilai sekolah yang dirasakan masyarakat. Orang tua kini menimbang lebih dari sekadar biaya: mereka mencari kepastian mutu dan arah pendidikan anak.

Perubahan ini penting dicermati. Penurunan jumlah peserta didik bukan hanya soal administrasi sekolah, tetapi menyangkut keberlanjutan kualitas pendidikan dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan itu sendiri.

Murah Tidak Lagi Menjadi Daya Tarik Utama

Selama bertahun-tahun, asumsi umum menyebut biaya rendah sebagai keunggulan kompetitif sekolah. Namun kondisi sosial berubah. Akses informasi semakin terbuka, dan orang tua lebih kritis dalam memilih sekolah.

Pilihan pendidikan kini didasarkan pada pertanyaan mendasar: apa manfaat nyata yang akan diperoleh anak? Apakah sekolah mampu membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia nyata?

Di titik inilah value sekolah menjadi penentu. Sekolah yang tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut, meski murah, perlahan kehilangan kepercayaan masyarakat.

Value Sekolah sebagai Ukuran Kepercayaan Publik

Value sekolah bukan jargon promosi. Ia mencerminkan prinsip, standar, dan praktik yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh ekosistem sekolah—guru, manajemen, dan peserta didik.

Baca juga: Membongkar Wajah Korupsi di Balik Prosedur Lelang

Value ini terlihat dari cara guru mengajar, bagaimana sekolah melayani orang tua, sejauh mana transparansi dijaga, serta apakah program pembelajaran relevan dengan kebutuhan peserta didik. Sekolah dengan value yang kuat mampu memberi pengalaman belajar yang bermakna, bukan sekadar rutinitas akademik.

Ketika value sekolah lemah, biaya murah tidak cukup menutup kekosongan tersebut. Orang tua cenderung memilih sekolah lain yang menawarkan kejelasan kualitas, meski dengan konsekuensi biaya lebih tinggi.

Strategi Membangun Value Sekolah yang Relevan

Dalam perspektif keberlanjutan pendidikan, ada beberapa langkah kunci yang menentukan apakah sebuah sekolah mampu membangun nilai yang dipercaya publik.

Pertama, citra dan komunikasi publik yang jujur. Media sosial kini menjadi etalase utama sekolah. Bukan sekadar aktif, tetapi konsisten dan substansial. Kegiatan peserta didik, prestasi, serta proses pembelajaran perlu disampaikan apa adanya, bukan sekadar pencitraan.

Kedua, kualitas guru sebagai fondasi. Sekolah bervalue tinggi selalu ditopang oleh pendidik yang kompeten dan berintegritas. Pelatihan berkelanjutan, peningkatan kapasitas teknologi pendidikan, dan keteladanan sikap menjadi kebutuhan dasar, bukan pelengkap.

Ketiga, pelayanan dan keterbukaan. Komunikasi yang terbuka dengan orang tua serta transparansi program dan pengelolaan sekolah memperkuat rasa percaya. Sekolah yang tertutup sulit membangun reputasi jangka panjang.

Baca juga: Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

Keempat, program sesuai kebutuhan peserta didik. Pendekatan seragam semakin ditinggalkan. Sekolah perlu menyesuaikan program dengan minat, potensi, dan karakter peserta didik agar pembelajaran terasa relevan dan bernilai.

Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan

Sekolah yang gagal membangun value akan menghadapi tekanan berlapis: penurunan murid, keterbatasan sumber daya, hingga stagnasi mutu. Sebaliknya, sekolah yang fokus pada nilai pendidikan memiliki daya tahan lebih kuat, bahkan dalam persaingan ketat.

Dalam konteks ini, value sekolah bukan hanya urusan internal lembaga, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial pendidikan. Kualitas sekolah menentukan kualitas generasi berikutnya.

Biaya murah tanpa value yang jelas tidak lagi cukup. Di tengah masyarakat yang semakin sadar kualitas, value sekolah menjadi ukuran utama kepercayaan publik. Sekolah yang ingin bertahan harus berani berbenah—bukan dengan menurunkan biaya, tetapi dengan membangun mutu dan relevansi pendidikan.

Penulis: Euis Yulianti R, S.Pd., M.Pd. (Pendidik di MA Al-Muniroh Sukahurip, Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ahmad Sahroni anggota DPR RI menyatakan tidak mengambil gaji setelah kembali aktif di parlemen

    Langkah Berani Sahroni: Aktif Lagi di DPR tapi Tolak Gaji

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Keputusan tidak biasa datang dari politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni. Setelah kembali aktif menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI, ia menyatakan sahroni tak ambil gaji hingga akhir masa jabatannya pada 2029. Pernyataan tersebut segera menarik perhatian publik karena langkah seperti ini jarang dilakukan oleh pejabat negara. Banyak orang bertanya-tanya mengenai alasan […]

  • Keuangan Ilegal

    OJK Bertindak Tegas Blokir Ribuan Keuangan Ilegal Sepanjang 2025

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    OJK memblokir ribuan Keuangan Ilegal untuk memperkuat perlindungan konsumen sepanjang 2025. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memblokir 2.617 entitas Keuangan Ilegal sepanjang Januari–November 2025. Kebijakan ini menandai eskalasi penindakan terhadap praktik penipuan digital yang semakin mempengaruhi keamanan finansial masyarakat. Langkah tersebut penting karena jumlah korban dan nilai kerugian terus meningkat dalam dua […]

  • Desk Ketenagakerjaan Polri

    Desk Ketenagakerjaan Polri Jadi Harapan Baru Buruh di Pangandaran

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Desk Ketenagakerjaan Polri mulai mendapat perhatian luas setelah dinilai mampu menjadi jembatan antara pekerja dan perusahaan dalam menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan. Momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau Hari K3 Sedunia yang diperingati setiap 28 April pun dimanfaatkan untuk memperkuat sinergi antara serikat pekerja, kepolisian, dan pemerintah daerah di Pangandaran. Dalam suasana […]

  • Ilustrasi seseorang menenangkan temannya sebagai simbol kasih sayang Nabi dan empati di tengah kehidupan modern

    Dunia Semakin Keras, Nabi Ajarkan Kasih Sayang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

     albadarpost.com, LIFESTYLE – Kasih sayang Nabi sering kita dengar, tetapi tidak selalu kita rasakan. Hadis Nabi tentang kasih sayang mengajarkan empati, kelembutan, dan kepedulian—nilai yang justru terasa semakin hilang di tengah kehidupan modern. Hari ini, orang mudah marah, cepat menghakimi, dan lambat memahami. Padahal, satu sikap lembut bisa menyelamatkan banyak hal. Hadis yang Menampar: Tanpa […]

  • pedagang pasar cikurubuk

    Pasar Rakyat Tertekan, Pedagang Pasar Cikurubuk Desak Tindakan Cepat

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pedagang Pasar Cikurubuk akan melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi di pasar tradisional tersebut. Para pedagang pasar cikurubuk menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah cepat untuk merespons keluhan yang selama ini mereka sampaikan. Aksi pedagang pasar tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya itu akan […]

  • Ilustrasi pejabat atau pimpinan yang menerima laporan korupsi namun memilih diam di meja kerjanya

    Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Di banyak kantor pemerintahan—dan juga di berbagai organisasi—cerita tentang korupsi sering kali dimulai dari bawah. Seorang staf bermain anggaran. Pejabat teknis memanipulasi laporan. Proyek disulap menjadi ladang keuntungan pribadi.Namun dalam banyak kasus, cerita itu tidak berhenti pada pelaku utama. Ia merambat naik, perlahan, menuju meja pimpinan. Pertanyaannya sederhana: jika atasan sudah menerima […]

expand_less