Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

Biaya Rendah Tak Menjamin, Value Sekolah Jadi Penentu Murid

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Fenomena sekolah berbiaya murah tetapi kekurangan murid semakin sering ditemui. Di berbagai daerah, ruang kelas kosong bukan disebabkan oleh mahalnya pendidikan, melainkan oleh lemahnya value atau nilai sekolah yang dirasakan masyarakat. Orang tua kini menimbang lebih dari sekadar biaya: mereka mencari kepastian mutu dan arah pendidikan anak.

Perubahan ini penting dicermati. Penurunan jumlah peserta didik bukan hanya soal administrasi sekolah, tetapi menyangkut keberlanjutan kualitas pendidikan dan kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan itu sendiri.

Murah Tidak Lagi Menjadi Daya Tarik Utama

Selama bertahun-tahun, asumsi umum menyebut biaya rendah sebagai keunggulan kompetitif sekolah. Namun kondisi sosial berubah. Akses informasi semakin terbuka, dan orang tua lebih kritis dalam memilih sekolah.

Pilihan pendidikan kini didasarkan pada pertanyaan mendasar: apa manfaat nyata yang akan diperoleh anak? Apakah sekolah mampu membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan menghadapi dunia nyata?

Di titik inilah value sekolah menjadi penentu. Sekolah yang tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut, meski murah, perlahan kehilangan kepercayaan masyarakat.

Value Sekolah sebagai Ukuran Kepercayaan Publik

Value sekolah bukan jargon promosi. Ia mencerminkan prinsip, standar, dan praktik yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh ekosistem sekolah—guru, manajemen, dan peserta didik.

Baca juga: Membongkar Wajah Korupsi di Balik Prosedur Lelang

Value ini terlihat dari cara guru mengajar, bagaimana sekolah melayani orang tua, sejauh mana transparansi dijaga, serta apakah program pembelajaran relevan dengan kebutuhan peserta didik. Sekolah dengan value yang kuat mampu memberi pengalaman belajar yang bermakna, bukan sekadar rutinitas akademik.

Ketika value sekolah lemah, biaya murah tidak cukup menutup kekosongan tersebut. Orang tua cenderung memilih sekolah lain yang menawarkan kejelasan kualitas, meski dengan konsekuensi biaya lebih tinggi.

Strategi Membangun Value Sekolah yang Relevan

Dalam perspektif keberlanjutan pendidikan, ada beberapa langkah kunci yang menentukan apakah sebuah sekolah mampu membangun nilai yang dipercaya publik.

Pertama, citra dan komunikasi publik yang jujur. Media sosial kini menjadi etalase utama sekolah. Bukan sekadar aktif, tetapi konsisten dan substansial. Kegiatan peserta didik, prestasi, serta proses pembelajaran perlu disampaikan apa adanya, bukan sekadar pencitraan.

Kedua, kualitas guru sebagai fondasi. Sekolah bervalue tinggi selalu ditopang oleh pendidik yang kompeten dan berintegritas. Pelatihan berkelanjutan, peningkatan kapasitas teknologi pendidikan, dan keteladanan sikap menjadi kebutuhan dasar, bukan pelengkap.

Ketiga, pelayanan dan keterbukaan. Komunikasi yang terbuka dengan orang tua serta transparansi program dan pengelolaan sekolah memperkuat rasa percaya. Sekolah yang tertutup sulit membangun reputasi jangka panjang.

Baca juga: Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

Keempat, program sesuai kebutuhan peserta didik. Pendekatan seragam semakin ditinggalkan. Sekolah perlu menyesuaikan program dengan minat, potensi, dan karakter peserta didik agar pembelajaran terasa relevan dan bernilai.

Dampak Jangka Panjang bagi Pendidikan

Sekolah yang gagal membangun value akan menghadapi tekanan berlapis: penurunan murid, keterbatasan sumber daya, hingga stagnasi mutu. Sebaliknya, sekolah yang fokus pada nilai pendidikan memiliki daya tahan lebih kuat, bahkan dalam persaingan ketat.

Dalam konteks ini, value sekolah bukan hanya urusan internal lembaga, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial pendidikan. Kualitas sekolah menentukan kualitas generasi berikutnya.

Biaya murah tanpa value yang jelas tidak lagi cukup. Di tengah masyarakat yang semakin sadar kualitas, value sekolah menjadi ukuran utama kepercayaan publik. Sekolah yang ingin bertahan harus berani berbenah—bukan dengan menurunkan biaya, tetapi dengan membangun mutu dan relevansi pendidikan.

Penulis: Euis Yulianti R, S.Pd., M.Pd. (Pendidik di MA Al-Muniroh Sukahurip, Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ledakan Dadaha Tasikmalaya

    Dentuman Keras di Dadaha, Polisi Dalami Sumber Ledakan

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ledakan Dadaha Tasikmalaya menggegerkan warga pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dentuman keras terdengar dari kawasan olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Polisi kini masih menyelidiki penyebab ledakan Dadaha sekaligus mendalami sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian. Beruntung, saat peristiwa berlangsung kawasan tersebut sudah tidak seramai biasanya. […]

  • Koordinasi pimpinan KPK dan Polri dalam rapat penguatan sinergi pemberantasan korupsi guna mengatasi hambatan hukum penindakan.

    Hambatan Hukum Jadi Celah Koruptor, KPK Gandeng Polri

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Upaya memperkuat pemberantasan korupsi kembali ditegaskan melalui Sinergi KPK dan Polri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (19/2). Kolaborasi antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dinilai krusial, terutama untuk menutup hambatan hukum yang kerap dimanfaatkan koruptor sebagai celah lolos dari jerat pidana. Sejak awal, koordinasi antarlembaga […]

  • Uwais Al-Qarni

    Uwais Al-Qarni: Tidak Bertemu Rasulullah, Tapi Dipuji Nabi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu mungkin tidak berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya di sebuah daerah bernama Qarn, Yaman. Matahari perlahan naik dari balik perbukitan yang kering. Angin gurun berembus pelan membawa debu tipis ke halaman rumah-rumah sederhana. Di salah satu rumah yang dindingnya terbuat dari tanah liat, seorang pemuda sibuk mengurus ibunya yang sudah renta. Ia […]

  • pemberdayaan perempuan

    Hari Ibu, Pemkot Tasikmalaya Dorong Pemberdayaan Perempuan

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Pemkot Tasikmalaya menegaskan pemberdayaan perempuan sebagai fondasi pembangunan pada peringatan Hari Ibu 2025. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan kembali komitmen pemberdayaan perempuan dalam pembangunan daerah melalui Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025. Penegasan ini penting karena menyangkut arah kebijakan publik yang menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar pelengkap agenda. Upacara […]

  • Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025, Momentum Santri untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025: dari Ithlaq Tebuireng hingga Expo dan Award, bukti nyata pesantren berkontribusi pada bangsa dan lingkungan. albadarpost.com, LENSA. Kementerian Agama mengumumkan Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025 sebagai rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung mulai 22 September hingga puncaknya pada 25 Oktober. Agenda ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata kontribusi […]

  • Sekolah baru dibangun Rp28 miliar

    Ironi SMPN 3 Depok: Bangunan Baru Rp28 Miliar, Meja Tak Cukup

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 146
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kondisi pendidikan di Kota Depok kembali menjadi sorotan. Kali ini datang dari SMP Negeri 3 Depok. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan membawa meja lipat dari rumah, meski sekolah tersebut baru selesai dibangun dengan anggaran mencapai Rp28 miliar. Pemandangan itu memicu perhatian publik karena dianggap tidak sejalan dengan besarnya anggaran pembangunan […]

expand_less