Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 136
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DPRD Kabupaten Tasikmalaya cepat melapor vandalisme, tapi diam saat anggaran publik dipertanyakan. Pengawasan dan keterbukaan informasi kini diuji.

albadarpost.com, EDITORIAL – DPRD Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat saat tembok gedungnya dicoret. Laporan polisi dilayangkan. Pernyataan resmi disampaikan. Prosedur hukum ditempuh tanpa ragu. Namun kecepatan itu berhenti di sana.

Ketika warga melaporkan indikasi penyalahgunaan anggaran dan meminta keterbukaan informasi publik, respons DPRD justru senyap. Tidak ada penjelasan terbuka. Tidak ada sikap institusional. Tidak ada kejelasan tindak lanjut. Di titik inilah masalah sesungguhnya muncul.

Ini bukan sekadar soal vandalisme atau coretan dinding. Ini soal pengawasan anggaran publik, fungsi utama DPRD yang menyangkut uang rakyat dan masa depan pelayanan publik di Kabupaten Tasikmalaya.


Pengawasan Anggaran Publik: Fungsi yang Seharusnya Utama

DPRD bukan lembaga dekoratif. Undang-undang memberi mandat jelas: pengawasan, legislasi, dan anggaran. Dari ketiganya, pengawasan anggaran publik adalah fungsi paling krusial karena langsung menyentuh kepentingan warga.

Baca juga: Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

Setiap rupiah APBD berasal dari pajak, retribusi, dan hak publik. Ketika ada laporan indikasi penyimpangan, DPRD tidak boleh memilih diam. Diam bukan netral. Diam adalah sikap politik.

Respons cepat terhadap vandalisme menunjukkan bahwa DPRD paham prosedur dan berani bertindak ketika kepentingannya terusik. Maka menjadi sah bagi publik untuk bertanya: mengapa keberanian itu menghilang ketika yang dipertaruhkan adalah uang rakyat?


Prioritas yang Timpang, Pesan yang Berbahaya

Ketimpangan respons ini mengirim pesan yang keliru. Seolah-olah simbol visual lebih penting daripada substansi tata kelola. Seolah-olah coretan dinding lebih mengancam daripada kebocoran anggaran.

Dalam logika demokrasi, ini berbahaya. Ketika lembaga pengawas lebih reaktif terhadap vandalisme ketimbang indikasi korupsi, fungsi kontrol sosial melemah. Kepercayaan publik tergerus. Ruang spekulasi membesar.

Pengawasan anggaran publik tidak menuntut DPRD menjadi hakim. Yang dibutuhkan adalah keterbukaan proses, klarifikasi data, dan sikap institusional yang bisa diuji publik.


Keterbukaan Informasi Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban

Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik tidak memberi ruang bagi lembaga negara untuk memilih isu mana yang ingin dijawab dan mana yang ingin dihindari. Permintaan informasi adalah hak warga, bukan ancaman bagi lembaga.

Ketika DPRD mengabaikan permintaan klarifikasi anggaran, yang rusak bukan hanya citra lembaga. Yang runtuh adalah kepercayaan terhadap sistem pengawasan daerah.

Tanpa keterbukaan, pengawasan anggaran publik berubah menjadi jargon kosong. DPRD kehilangan posisi moral untuk menegur eksekutif jika dirinya sendiri tertutup terhadap publik.


Kontrol Publik Sedang Diuji

Kasus ini menjadi ujian serius bagi DPRD Tasikmalaya. Apakah lembaga ini berdiri sebagai penjaga kepentingan rakyat, atau sekadar pelindung simbol kekuasaan?

Baca juga: Membongkar Wajah Korupsi di Balik Prosedur Lelang

Masyarakat tidak menuntut drama. Publik menuntut kejelasan. Jelaskan laporan anggaran. Buka data. Sampaikan proses. Biarkan publik menilai.

Pengawasan anggaran publik hanya hidup jika DPRD bersedia diawasi balik. Tanpa itu, fungsi pengawasan berubah menjadi formalitas, dan demokrasi lokal kehilangan makna.

DPRD yang cepat melapor saat temboknya dicoret, tetapi diam saat anggaran dipertanyakan, ia sedang mengirim sinyal keliru kepada publik. (Red)


TAG

pengawasan anggaran publik,
DPRD Tasikmalaya,
akuntabilitas anggaran,
keterbukaan informasi publik,
kontrol sosial pemerintah,


Jika kamu ingin, saya bisa:

  • 🔥 Mengeraskan lagi ke level editorial nasional,
  • 📊 Menambahkan pasal UU + preseden kasus daerah lain,
  • 🎯 Mengemas ulang jadi tajuk utama Google Discover yang lebih agresif.

Tinggal bilang: “naikkan levelnya.”

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi suasana refleksi Ramadan tentang membersihkan hati dari hasad dengan cahaya spiritual yang menenangkan.

    Bersihkan Hati dari Hasad di Bulan Suci, Ini Panduannya

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membersihkan hati dari hasad menjadi fokus utama umat Islam di bulan suci. Hasad atau dengki merupakan penyakit hati yang merusak pahala dan menggerogoti ketenangan jiwa. Karena itu, Ramadan hadir sebagai momentum terbaik untuk membersihkan hati dari hasad serta menghilangkan iri dan dengki yang menghambat kualitas ibadah. Selain menahan lapar dan dahaga, Ramadan […]

  • Ilustrasi pengemudi Grab di Singapura dengan latar kota modern dan grafik kenaikan tarif akibat lonjakan harga BBM global.

    Tarif Grab Melonjak, Warga Singapura Kena Imbas Konflik Dunia

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 168
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kebijakan grab naik tarif resmi diberlakukan di Singapura. Kenaikan tarif Grab ini menjadi respons atas lonjakan harga bahan bakar yang dipicu konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dampaknya kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pengguna layanan transportasi online yang bergantung pada mobilitas harian. Skema Tarif Baru Grab […]

  • Audiensi FOSSMA dengan DPRD Kota Tasikmalaya membahas transparansi APBD 2026 dan pemerataan pembangunan

    FOSSMA Bongkar Tuntutan ke DPRD, APBD Tasikmalaya 2026 Harus Dibuka!

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Isu APBD Tasikmalaya 2026 kembali menghangat. Forum Silaturahmi Salasar Masjid Agung Kota Tasikmalaya (FOSSMA) secara terbuka mendesak transparansi anggaran daerah. Dalam forum audiensi bersama DPRD, mereka menyoroti pentingnya keterbukaan anggaran daerah, kejelasan program prioritas, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota. Desakan ini muncul bukan tanpa alasan. Seiring meningkatnya perhatian publik terhadap […]

  • kasus leptospirosis di Pangandaran

    Kasus Leptospirosis Meningkat di Pangandaran, Dinkes Intensifkan Sosialisasi dan Pengendalian Tikus

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Kasus leptospirosis di Pangandaran tembus 22 kasus per September 2025. Dinkes perketat pengendalian tikus dan sosialisasi APD untuk cegah lonjakan. Kasus Leptospirosis Terkini albadarpost.com, LENSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran kembali mencatat kenaikan kasus leptospirosis. Hingga September 2025, terdapat 22 warga yang terinfeksi penyakit yang disebabkan bakteri leptospira ini. Penyakit tersebut biasanya menyebar melalui air […]

  • Ilustrasi meja pejabat dengan dokumen anggaran yang bocor menggambarkan satir kebijakan efisiensi dan kebocoran anggaran negara.

    Kebocoran Anggaran Tetap Nikmat Walau Negara Bicara Hemat

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 145
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah semakin sering menggaungkan efisiensi fiskal. Hampir setiap pidato kebijakan anggaran membawa pesan yang sama: belanja negara harus lebih hemat, lebih tepat sasaran, dan lebih disiplin. Namun di balik narasi tersebut, satu persoalan lama masih terus muncul dalam laporan audit dan perkara hukum: kebocoran anggaran. Istilah itu mungkin terdengar teknokratis. Padahal maknanya […]

  • pelayanan publik

    Bupati Tasikmalaya Lantik 215 Pejabat Baru

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Pelantikan 215 pejabat Tasikmalaya menegaskan komitmen integritas dan penguatan pelayanan publik. albadarpost.com, LENSA – Pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menyoroti kebutuhan mendesak akan penguatan pelayanan publik. Dalam acara yang digelar di Aula Pendopo Baru, Selasa, 9 Desember 2025, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan bahwa jabatan bukan sekadar kepercayaan struktural, melainkan amanah […]

expand_less