Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

Vandalisme Direspons Cepat, Uang Negara Dibiarkan Gelap

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DPRD Kabupaten Tasikmalaya cepat melapor vandalisme, tapi diam saat anggaran publik dipertanyakan. Pengawasan dan keterbukaan informasi kini diuji.

albadarpost.com, EDITORIAL – DPRD Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat saat tembok gedungnya dicoret. Laporan polisi dilayangkan. Pernyataan resmi disampaikan. Prosedur hukum ditempuh tanpa ragu. Namun kecepatan itu berhenti di sana.

Ketika warga melaporkan indikasi penyalahgunaan anggaran dan meminta keterbukaan informasi publik, respons DPRD justru senyap. Tidak ada penjelasan terbuka. Tidak ada sikap institusional. Tidak ada kejelasan tindak lanjut. Di titik inilah masalah sesungguhnya muncul.

Ini bukan sekadar soal vandalisme atau coretan dinding. Ini soal pengawasan anggaran publik, fungsi utama DPRD yang menyangkut uang rakyat dan masa depan pelayanan publik di Kabupaten Tasikmalaya.


Pengawasan Anggaran Publik: Fungsi yang Seharusnya Utama

DPRD bukan lembaga dekoratif. Undang-undang memberi mandat jelas: pengawasan, legislasi, dan anggaran. Dari ketiganya, pengawasan anggaran publik adalah fungsi paling krusial karena langsung menyentuh kepentingan warga.

Baca juga: Editorial: Menjaga Kontrol Sosial Publik

Setiap rupiah APBD berasal dari pajak, retribusi, dan hak publik. Ketika ada laporan indikasi penyimpangan, DPRD tidak boleh memilih diam. Diam bukan netral. Diam adalah sikap politik.

Respons cepat terhadap vandalisme menunjukkan bahwa DPRD paham prosedur dan berani bertindak ketika kepentingannya terusik. Maka menjadi sah bagi publik untuk bertanya: mengapa keberanian itu menghilang ketika yang dipertaruhkan adalah uang rakyat?


Prioritas yang Timpang, Pesan yang Berbahaya

Ketimpangan respons ini mengirim pesan yang keliru. Seolah-olah simbol visual lebih penting daripada substansi tata kelola. Seolah-olah coretan dinding lebih mengancam daripada kebocoran anggaran.

Dalam logika demokrasi, ini berbahaya. Ketika lembaga pengawas lebih reaktif terhadap vandalisme ketimbang indikasi korupsi, fungsi kontrol sosial melemah. Kepercayaan publik tergerus. Ruang spekulasi membesar.

Pengawasan anggaran publik tidak menuntut DPRD menjadi hakim. Yang dibutuhkan adalah keterbukaan proses, klarifikasi data, dan sikap institusional yang bisa diuji publik.


Keterbukaan Informasi Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban

Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik tidak memberi ruang bagi lembaga negara untuk memilih isu mana yang ingin dijawab dan mana yang ingin dihindari. Permintaan informasi adalah hak warga, bukan ancaman bagi lembaga.

Ketika DPRD mengabaikan permintaan klarifikasi anggaran, yang rusak bukan hanya citra lembaga. Yang runtuh adalah kepercayaan terhadap sistem pengawasan daerah.

Tanpa keterbukaan, pengawasan anggaran publik berubah menjadi jargon kosong. DPRD kehilangan posisi moral untuk menegur eksekutif jika dirinya sendiri tertutup terhadap publik.


Kontrol Publik Sedang Diuji

Kasus ini menjadi ujian serius bagi DPRD Tasikmalaya. Apakah lembaga ini berdiri sebagai penjaga kepentingan rakyat, atau sekadar pelindung simbol kekuasaan?

Baca juga: Membongkar Wajah Korupsi di Balik Prosedur Lelang

Masyarakat tidak menuntut drama. Publik menuntut kejelasan. Jelaskan laporan anggaran. Buka data. Sampaikan proses. Biarkan publik menilai.

Pengawasan anggaran publik hanya hidup jika DPRD bersedia diawasi balik. Tanpa itu, fungsi pengawasan berubah menjadi formalitas, dan demokrasi lokal kehilangan makna.

DPRD yang cepat melapor saat temboknya dicoret, tetapi diam saat anggaran dipertanyakan, ia sedang mengirim sinyal keliru kepada publik. (Red)


TAG

pengawasan anggaran publik,
DPRD Tasikmalaya,
akuntabilitas anggaran,
keterbukaan informasi publik,
kontrol sosial pemerintah,


Jika kamu ingin, saya bisa:

  • 🔥 Mengeraskan lagi ke level editorial nasional,
  • 📊 Menambahkan pasal UU + preseden kasus daerah lain,
  • 🎯 Mengemas ulang jadi tajuk utama Google Discover yang lebih agresif.

Tinggal bilang: “naikkan levelnya.”

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi sinematik pusat gempa Pacitan magnitudo 6,4 di laut selatan Jawa berdasarkan analisis BMKG.

    Penyebab Gempa Pacitan Hari Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Getaran gempa terasa kuat di sejumlah wilayah saat jarum jam menunjukkan pukul 01.06 WIB, Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Warga di Pacitan dan berbagai daerah lain di selatan Jawa terbangun oleh guncangan yang berlangsung beberapa detik. Dalam waktu singkat, laporan gempa menyebar luas di media sosial. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan […]

  • anggaran DPRD Tasikmalaya

    Astaghfirullah! Saat Rakyat Diminta Hemat, Anggaran DPRD Tasikmalaya Tembus Rp7,1 Miliar

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anggaran DPRD Kabupaten Tasikmalaya kembali jadi sorotan setelah alokasi perjalanan dinas menembus Rp7,1 miliar dalam RUP Swakelola 2026. Di saat pemerintah pusat mendorong efisiensi, angka tersebut justru memicu pertanyaan publik. Banyak yang mulai mempertanyakan arah kebijakan dan keberpihakan penggunaan anggaran. Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan kontras yang sulit diabaikan. […]

  • ilustrasi membaca Al-Qur’an tentang rezeki

    Tafsir Ayat Rezeki yang Menenangkan Hati, Tapi Jarang Dibahas

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tafsir ayat rezeki dalam Al-Qur’an sering memberi ketenangan bagi siapa saja yang merasa khawatir tentang masa depan. Banyak ayat tentang rezeki sebenarnya mengandung pesan mendalam yang jarang dibahas secara luas. Padahal, melalui ayat Al-Qur’an tentang rezeki, Allah memberikan jaminan bahwa setiap makhluk telah memiliki bagian rezekinya. Ketika seseorang memahami makna ayat-ayat tersebut, […]

  • Refleksi malam Nishfu Sya’ban sebagai waktu muhasabah diri dan persiapan spiritual menyambut Ramadhan

    Nishfu Sya’ban: Malam Sunyi untuk Pulang Sebelum Ramadhan Datang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua malam datang dengan sorotan. Sebagian hadir dalam diam, tanpa gegap gempita, tetapi justru membawa pesan yang lebih dalam. Nishfu Sya’ban termasuk di antaranya. Ia tidak sepopuler Ramadhan, tidak semeriah Idul Fitri, namun di situlah letak keistimewaannya. Malam ini mengajak manusia berhenti sejenak, bercermin, lalu menata kembali arah hidup sebelum cahaya […]

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • kecelakaan terjun payung

    Polres Pangandaran Hentikan Aktivitas Terjun Payung

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Dua atlet tewas dalam kecelakaan terjun payung di Pangandaran, polisi hentikan kegiatan dan soroti keselamatan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Pangandaran menghentikan sementara seluruh aktivitas terjun payung setelah dua atlet meninggal dunia dalam insiden kecelakaan di Perairan Laut Bojongsalawe, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Peristiwa ini menyorot aspek keselamatan kegiatan olahraga udara sekaligus lemahnya koordinasi […]

expand_less