Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Nilai TKA Rendah, Salah Siswa?

Nilai TKA Rendah, Salah Siswa?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nilai TKA rendah mencerminkan learning loss dan kesenjangan struktural pendidikan yang belum tertangani secara sistemik.

Ujian sebagai Alarm, Bukan Vonis

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Rendahnya nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali memantik perdebatan publik. Namun, persoalan ini tidak sesederhana angka rapor nasional. Nilai ujian yang rendah bukan vonis atas kemampuan siswa, melainkan alarm atas masalah struktural pendidikan yang belum selesai, terutama learning loss yang diwariskan dari masa krisis pembelajaran.

Di titik ini, ujian negara seharusnya dibaca sebagai instrumen pemetaan. Ia memberi sinyal tentang apa yang tertinggal, siapa yang paling terdampak, dan di mana negara perlu hadir lebih kuat. Ketika alarm berbunyi, yang dibutuhkan bukan menyalahkan penghuni rumah, tetapi memeriksa bangunan secara menyeluruh.

Fakta Kebijakan yang Sudah Final

TKA telah ditetapkan sebagai alat ukur kemampuan akademik berbasis penalaran, bukan sekadar hafalan. Kebijakan ini sejalan dengan arah pembelajaran yang menuntut pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis.

Hasilnya menunjukkan capaian siswa masih rendah dan timpang antarwilayah. Data tersebut bersifat final dan menjadi catatan resmi negara. Tidak ada perdebatan pada angka. Yang perlu dibahas adalah maknanya.

Masalah Publik di Balik Angka Ujian

Di balik nilai rendah, terdapat masalah publik yang lebih mendasar. Learning loss tidak terjadi merata. Siswa di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur, akses teknologi, dan pendampingan belajar menanggung beban lebih berat.

Baca juga: Pidana Kerja Sosial dalam KUHP Baru

Ketimpangan ini bersifat struktural. Ia lahir dari perbedaan kualitas sekolah, kapasitas guru, dukungan keluarga, serta konsistensi kebijakan pendidikan daerah. Ketika hasil ujian dirilis tanpa narasi kebijakan pemulihan yang jelas, publik hanya melihat kegagalan individu, bukan kegagalan sistem.

Standar atau Pemulihan

Negara menghadapi pilihan kebijakan yang menentukan. Menjaga standar akademik penting, tetapi pemulihan pembelajaran lebih mendesak. Standar tanpa intervensi hanya akan mengulang ketertinggalan yang sama.

Learning loss menuntut kebijakan korektif, bukan retoris. Penguatan kapasitas guru, penyesuaian kurikulum berbasis kebutuhan lokal, serta pendampingan belajar terarah menjadi kebutuhan nyata. Tanpa itu, ujian hanya berfungsi sebagai cermin yang terus menunjukkan luka lama.

Di sinilah logika negara diuji. Apakah pendidikan dipahami sebagai proses jangka panjang yang adaptif, atau sekadar sistem evaluasi yang berjalan rutin?

Dampak Nyata bagi Warga

Bagi siswa, nilai rendah memengaruhi kepercayaan diri dan kesiapan melanjutkan pendidikan. Bagi orang tua, ia memunculkan kecemasan tentang masa depan anak. Bagi sekolah, hasil ujian menjadi tekanan administratif tanpa selalu disertai dukungan pemulihan.

Jika learning loss dibiarkan, dampaknya meluas. Kesenjangan sosial berisiko mengeras karena pendidikan gagal berfungsi sebagai alat mobilitas. Dalam jangka panjang, kualitas sumber daya manusia nasional ikut tergerus.

Apa yang Perlu Diawasi Publik

Publik perlu mengawasi bagaimana data TKA digunakan. Apakah ia menjadi dasar alokasi sumber daya, atau berhenti sebagai laporan tahunan. Transparansi tindak lanjut kebijakan menjadi kunci agar ujian tidak sekadar menjadi ritual negara.

Baca juga: Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

Pemulihan pembelajaran harus terukur dan berpihak pada wilayah serta kelompok yang paling terdampak. Tanpa pengawasan publik, learning loss berpotensi menjadi masalah laten yang diwariskan ke generasi berikutnya.

Nilai ujian memang angka. Namun, di balik angka itu ada kebijakan, pilihan negara, dan masa depan warga. Membaca nilai TKA sebagai masalah struktural bukan upaya melemahkan standar, melainkan usaha menjaga fungsi pendidikan sebagai hak publik, bukan sekadar mekanisme seleksi. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WFH ASN Jumat

    WFH ASN Setiap Jumat Dimulai, Negara Hemat Tapi Pelayanan Aman?

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kebijakan WFH ASN Jumat resmi dimulai pada April 2026 dan langsung menjadi perhatian publik. Program kerja fleksibel ASN atau work from home pegawai negeri ini disebut pemerintah sebagai langkah efisiensi energi sekaligus modernisasi birokrasi. Namun di sisi lain, muncul pertanyaan besar: apakah kebijakan kerja dari rumah setiap Jumat mampu meningkatkan produktivitas […]

  • bersih sungai Tasikmalaya

    Tak Sekadar Seremonial, HKB 2026 di Tasikmalaya Diisi Aksi Lapangan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bersih sungai Tasikmalaya menjadi aksi nyata dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026. Kegiatan yang juga dikenal sebagai aksi bersih sungai dan pembersihan saluran air ini digelar di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Minggu (26/4/2026), saat ancaman genangan masih kerap muncul di sejumlah titik kota. Sejak pagi, ratusan orang sudah berkumpul di […]

  • gratifikasi hari raya

    Larangan THR untuk ASN: Bupati Tasikmalaya Terbitkan Surat Edaran

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengeluarkan kebijakan tegas terkait gratifikasi hari raya. Melalui Surat Edaran Bupati Tasikmalaya Nomor 0018 Tahun 2026, seluruh aparatur sipil negara (ASN) diminta tidak meminta maupun menerima hadiah atau tunjangan hari raya dari masyarakat maupun perusahaan. Kebijakan ini merupakan langkah pencegahan korupsi dan pengendalian gratifikasi hari raya, yang sering […]

  • SKCK online

    Polri Terapkan SKCK Online, Warga Bebas Pilih Lokasi Pengambilan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Layanan SKCK online lewat Super Apps Polri memudahkan pengajuan tanpa mengikuti domisili dan akses lebih praktis. albadarpost.com, LENSA – Masyarakat kini tak lagi bergantung pada kantor polisi untuk mengurus SKCK online. Polri resmi menghadirkan layanan daring melalui aplikasi Super Apps Polri yang memungkinkan pengajuan dokumen secara mandiri dari ponsel. Kebijakan ini menjadi penting karena menekan […]

  • Ilustrasi refleksi spiritual seorang Muslim yang merenungi kuasa Allah atas hati dan pentingnya keikhlasan.

    Kuasa Allah atas Hati dan Ego Manusia

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Kuasa Allah atas hati sering kita ucapkan, tetapi jarang benar-benar kita yakini. Dalam ajaran tasawuf, kekuasaan Allah membolak-balikkan hati manusia bukan sekadar konsep teologis, melainkan kenyataan spiritual. Hakikat kendali hati dalam Islam mengajarkan bahwa manusia tidak pernah memiliki kuasa mutlak atas perasaan, pilihan, atau perubahan orang lain. Namun anehnya, kita tetap saja […]

  • Refleksi malam Nishfu Sya’ban sebagai waktu muhasabah diri dan persiapan spiritual menyambut Ramadhan

    Nishfu Sya’ban: Malam Sunyi untuk Pulang Sebelum Ramadhan Datang

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua malam datang dengan sorotan. Sebagian hadir dalam diam, tanpa gegap gempita, tetapi justru membawa pesan yang lebih dalam. Nishfu Sya’ban termasuk di antaranya. Ia tidak sepopuler Ramadhan, tidak semeriah Idul Fitri, namun di situlah letak keistimewaannya. Malam ini mengajak manusia berhenti sejenak, bercermin, lalu menata kembali arah hidup sebelum cahaya […]

expand_less