Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Sampah Pasar Pancasila Menumpuk, Pedagang Jadi Korban

Sampah Pasar Pancasila Menumpuk, Pedagang Jadi Korban

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 51
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: lambannya Dinas LH tangani sampah Pasar Pancasila merugikan warga dan kesehatan publik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Tumpukan sampah Pasar Pancasila di Kota Tasikmalaya dibiarkan meluber hingga lima hari. Lebih dari sekadar gangguan visual, bau menyengat menutup kios-kios, jalan, dan ruang aktivitas warga. Pedagang kehilangan kenyamanan kerja dan pembeli menahan diri datang ke pasar. Ketika negara abai pada layanan paling dasar, publik menanggung konsekuensinya sendirian.

Penanganan terlambat ini bukan insiden teknis biasa. Ia menguji kecakapan pemerintah daerah dalam memenuhi hak warga atas lingkungan yang layak. Sampah Pasar Pancasila menjadi cermin bahwa kinerja dinas bukan diukur dari konferensi pers setelah media ramai, melainkan dari respon seketika saat krisis dimulai.


Fakta Dasar dan Data Pendukung

Menurut laporan lapangan, penumpukan limbah di TPS Pasar Pancasila berlangsung lima hari. Bau menyengat merambat hingga ke kios dan badan jalan. Para pedagang merasa terjebak pada aktivitas yang sulit dihindari, karena pasar adalah sumber penghidupan utama.

Budi, tukang tambal ban yang juga membuka warung kopi di dekat TPS, menyebut pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya tidak konsisten. “Sudah lima hari nggak diangkut. Baunya parah, apalagi kalau habis hujan,” ujar dia (25/11/2025). Ia tetap membayar retribusi sampah, tetapi pelayanan yang diterima tidak berbanding lurus dengan kewajiban.

Informasi penyebab penumpukan sampah Pasar Pancasila simpang siur. Ada versi armada mogok, ada kabar tentang protes di TPA Ciangir. Kelambanan Dinas LH baru mereda setelah media menggambarkan kondisi memprihatinkan itu dan keluhan pedagang viral.

Kepala Dinas LH, Sandi Lesmana, akhirnya mengakui armada mengalami kerusakan. “Benar, mobilnya trouble, mogok. Tapi sekarang sudah beroperasi lagi, sementara ini baru satu mobil,” katanya. Ia menjanjikan alat berat untuk mengeksekusi tumpukan sampah. Janji datang terlambat, setelah publik merasakan dampaknya.


Administrasi yang Reaktif, Bukan Melayani

Sampah selalu menjadi indikator kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah tidak perlu menunggu bencana untuk mengambil tindakan. Namun dalam kasus sampah Pasar Pancasila, reaksi Dinas LH muncul setelah media membingkai fakta. Ini bukan sekadar keterlambatan teknis—melainkan kegagalan tata kelola.

Albadarpost menilai lemahnya respons ini menunjukkan tiadanya protokol darurat. Pemerintah daerah seharusnya memiliki mekanisme cadangan jika armada mogok: pengalihan kendaraan, pengadaan sementara, atau outsourcing layanan. Lima hari penumpukan bukan insiden mendadak. Itu adalah krisis administrasi yang dibiarkan membusuk.

Tumpukan sampah di Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya.

Keterlambatan bertindak mengirim pesan buruk: SKPD bergerak bukan karena urgensi publik, tetapi karena tekanan pemberitaan. Ketika sampah Pasar Pancasila bertransformasi menjadi isu media, barulah pejabat hadir. Sikap seperti ini tidak layak bagi kota yang berusia lebih dua dekade.


Konteks Historis dan Perbandingan

Masalah sampah bukan monopoli Tasikmalaya. Kota Bandung pernah menghadapi darurat sampah 2005; Jakarta menerapkan skema relokasi armada ketika zona TPA penuh. Beberapa kota di Jawa Tengah beralih ke pengolahan berbasis komunitas dan bank sampah untuk menekan beban TPS.

Baca juga: Syuting Film Merusak Gedong Duwur, Pelestarian Cagar Budaya Diuji

Kesamaan dari kota-kota yang berhasil adalah satu: respons cepat berbasis protokol. Tidak ada alasan teknis yang dipakai untuk membiarkan limbah menggunung. SOP jelas, tanggung jawab tegas, dan koordinasi antar instansi aktif. Tasikmalaya belum sampai di sana. Di kota ini, kelambanan birokrasi seolah masih dianggap lumrah.

Ketika TPS gagal memproses limbah, pasar bukan lagi ruang ekonomi, tetapi sumber risiko kesehatan. Antara pedagang dan pembeli, keputusan paling rasional adalah menghindari area. Artinya, kerugian tidak hanya pada kebersihan, tetapi juga pada sirkulasi pendapatan yang menopang ribuan keluarga.


Sikap Redaksi dan Seruan

Albadarpost berpihak pada warga. Pemerintah Kota Tasikmalaya wajib melakukan lebih dari sekadar mengangkut sampah. Kasus sampah Pasar Pancasila harus menjadi momentum reformasi: audit armada, SOP darurat wajib, dan transparansi anggaran retribusi.

Publik membayar layanan, bukan alasan. SKPD tidak boleh membiarkan keluhan warga menjadi sekadar noise media sosial. Kepala dinas harus menjadikan pemeliharaan armada prioritas tahunan, bukan respon musiman.

Kami menyerukan agar Dinas LH membangun mekanisme tanggap cepat maksimal 48 jam ketika TPS gagal beroperasi. Koordinasi unit lintas instansi—baik dengan dinas teknis maupun TPA—harus menjadi standar, bukan pengecualian. Pedagang berhak atas pasar yang bersih. Anak-anak berhak bernafas tanpa bau busuk.

Negara diukur dari bagaimana ia menyapu sampahnya sendiri. Sampah Pasar Pancasila adalah alarm: ketika pemerintah lamban, bau tidak hanya menyergap hidung. Ia menyergap kepercayaan publik. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • tumis kangkung menu sayur hemat keluarga sederhana

    3 Sayur Hemat Tapi Bikin Keluarga Lahap, Ini Resepnya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak keluarga kini mencari resep sayur hemat agar dapur tetap mengepul tanpa membuat pengeluaran membengkak. Meski sederhana, menu sayur murah untuk keluarga tetap bisa terasa lezat dan bergizi jika dimasak dengan cara yang tepat. Bahkan, beberapa resep sayur ekonomis justru sering membuat anggota keluarga makan lebih lahap. Harga bahan makanan memang sering […]

  • Saad bin Abi Waqqas

    Perang Qadisiyah: Saat Pasukan Kecil Mengalahkan Kekaisaran Persia

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagaimana mungkin seorang panglima memenangkan perang terbesar dalam sejarah Islam tanpa turun langsung ke medan tempur? Pertanyaan itulah yang membuat kisah Saad bin Abi Waqqas, panglima penakluk Persia dan sahabat Nabi Muhammad SAW, terus menarik perhatian hingga hari ini. Nama Saad bin Abi Waqqas sering muncul dalam sejarah Perang Qadisiyah, penaklukan Persia, […]

  • kasus perundungan Tangsel

    Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Siswa SMPN 19 Tangsel meninggal setelah dugaan perundungan. Dinas Pendidikan evaluasi dan polisi selidiki kasus. albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan kasus perundungan Tangsel kembali mencuat setelah MH, 13 tahun, siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, meninggal di ruang ICU RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi 16 November 2025. Ia wafat setelah hampir sebulan merawat luka […]

  • Ilustrasi Perang Hattin dengan pasukan Salahuddin Al-Ayyubi menghadapi tentara Salib di padang tanduk Hattin

    5 Fakta Perang Hattin yang Mengejutkan, Nomor 4 Bikin Merinding

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 93
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Perang Hattin bukan sekadar pertempuran biasa dalam sejarah dunia. Banyak orang mengenal Perang Hattin sebagai kemenangan besar pasukan Muslim di bawah kepemimpinan Salahuddin Al-Ayyubi. Namun, di balik kemenangan itu, tersimpan sejumlah fakta Perang Hattin yang jarang diungkap. Artikel ini mengupas sisi tersembunyi, strategi cerdas, dan dampak besar dari peristiwa penting dalam rangkaian […]

  • cara UMKM masuk marketplace

    7 Rahasia UMKM Sukses Jualan di Marketplace

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak pelaku usaha kecil mulai mencari cara UMKM masuk marketplace agar bisnis mereka berkembang lebih cepat. Saat ini, UMKM jualan di marketplace menjadi strategi efektif untuk menjangkau pelanggan lebih luas tanpa membuka toko fisik. Selain itu, strategi UMKM di marketplace juga membantu pelaku usaha meningkatkan penjualan secara signifikan. Namun, tidak semua […]

  • Jalur Gentong

    Polres Tasikmalaya Kota Perketat Jalur Gentong Saat Nataru

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya Kota memperkuat pengamanan Jalur Gentong untuk mencegah macet dan kecelakaan Nataru. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota memperketat pengamanan Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Langkah ini diambil karena Jalur Gentong merupakan jalur nasional penghubung Tasikmalaya–Garut yang rawan kemacetan dan kecelakaan, terutama saat lonjakan […]

expand_less