Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Sampah Pasar Pancasila Menumpuk, Pedagang Jadi Korban

Sampah Pasar Pancasila Menumpuk, Pedagang Jadi Korban

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: lambannya Dinas LH tangani sampah Pasar Pancasila merugikan warga dan kesehatan publik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Tumpukan sampah Pasar Pancasila di Kota Tasikmalaya dibiarkan meluber hingga lima hari. Lebih dari sekadar gangguan visual, bau menyengat menutup kios-kios, jalan, dan ruang aktivitas warga. Pedagang kehilangan kenyamanan kerja dan pembeli menahan diri datang ke pasar. Ketika negara abai pada layanan paling dasar, publik menanggung konsekuensinya sendirian.

Penanganan terlambat ini bukan insiden teknis biasa. Ia menguji kecakapan pemerintah daerah dalam memenuhi hak warga atas lingkungan yang layak. Sampah Pasar Pancasila menjadi cermin bahwa kinerja dinas bukan diukur dari konferensi pers setelah media ramai, melainkan dari respon seketika saat krisis dimulai.


Fakta Dasar dan Data Pendukung

Menurut laporan lapangan, penumpukan limbah di TPS Pasar Pancasila berlangsung lima hari. Bau menyengat merambat hingga ke kios dan badan jalan. Para pedagang merasa terjebak pada aktivitas yang sulit dihindari, karena pasar adalah sumber penghidupan utama.

Budi, tukang tambal ban yang juga membuka warung kopi di dekat TPS, menyebut pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya tidak konsisten. “Sudah lima hari nggak diangkut. Baunya parah, apalagi kalau habis hujan,” ujar dia (25/11/2025). Ia tetap membayar retribusi sampah, tetapi pelayanan yang diterima tidak berbanding lurus dengan kewajiban.

Informasi penyebab penumpukan sampah Pasar Pancasila simpang siur. Ada versi armada mogok, ada kabar tentang protes di TPA Ciangir. Kelambanan Dinas LH baru mereda setelah media menggambarkan kondisi memprihatinkan itu dan keluhan pedagang viral.

Kepala Dinas LH, Sandi Lesmana, akhirnya mengakui armada mengalami kerusakan. “Benar, mobilnya trouble, mogok. Tapi sekarang sudah beroperasi lagi, sementara ini baru satu mobil,” katanya. Ia menjanjikan alat berat untuk mengeksekusi tumpukan sampah. Janji datang terlambat, setelah publik merasakan dampaknya.


Administrasi yang Reaktif, Bukan Melayani

Sampah selalu menjadi indikator kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah tidak perlu menunggu bencana untuk mengambil tindakan. Namun dalam kasus sampah Pasar Pancasila, reaksi Dinas LH muncul setelah media membingkai fakta. Ini bukan sekadar keterlambatan teknis—melainkan kegagalan tata kelola.

Albadarpost menilai lemahnya respons ini menunjukkan tiadanya protokol darurat. Pemerintah daerah seharusnya memiliki mekanisme cadangan jika armada mogok: pengalihan kendaraan, pengadaan sementara, atau outsourcing layanan. Lima hari penumpukan bukan insiden mendadak. Itu adalah krisis administrasi yang dibiarkan membusuk.

Tumpukan sampah di Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya.

Keterlambatan bertindak mengirim pesan buruk: SKPD bergerak bukan karena urgensi publik, tetapi karena tekanan pemberitaan. Ketika sampah Pasar Pancasila bertransformasi menjadi isu media, barulah pejabat hadir. Sikap seperti ini tidak layak bagi kota yang berusia lebih dua dekade.


Konteks Historis dan Perbandingan

Masalah sampah bukan monopoli Tasikmalaya. Kota Bandung pernah menghadapi darurat sampah 2005; Jakarta menerapkan skema relokasi armada ketika zona TPA penuh. Beberapa kota di Jawa Tengah beralih ke pengolahan berbasis komunitas dan bank sampah untuk menekan beban TPS.

Baca juga: Syuting Film Merusak Gedong Duwur, Pelestarian Cagar Budaya Diuji

Kesamaan dari kota-kota yang berhasil adalah satu: respons cepat berbasis protokol. Tidak ada alasan teknis yang dipakai untuk membiarkan limbah menggunung. SOP jelas, tanggung jawab tegas, dan koordinasi antar instansi aktif. Tasikmalaya belum sampai di sana. Di kota ini, kelambanan birokrasi seolah masih dianggap lumrah.

Ketika TPS gagal memproses limbah, pasar bukan lagi ruang ekonomi, tetapi sumber risiko kesehatan. Antara pedagang dan pembeli, keputusan paling rasional adalah menghindari area. Artinya, kerugian tidak hanya pada kebersihan, tetapi juga pada sirkulasi pendapatan yang menopang ribuan keluarga.


Sikap Redaksi dan Seruan

Albadarpost berpihak pada warga. Pemerintah Kota Tasikmalaya wajib melakukan lebih dari sekadar mengangkut sampah. Kasus sampah Pasar Pancasila harus menjadi momentum reformasi: audit armada, SOP darurat wajib, dan transparansi anggaran retribusi.

Publik membayar layanan, bukan alasan. SKPD tidak boleh membiarkan keluhan warga menjadi sekadar noise media sosial. Kepala dinas harus menjadikan pemeliharaan armada prioritas tahunan, bukan respon musiman.

Kami menyerukan agar Dinas LH membangun mekanisme tanggap cepat maksimal 48 jam ketika TPS gagal beroperasi. Koordinasi unit lintas instansi—baik dengan dinas teknis maupun TPA—harus menjadi standar, bukan pengecualian. Pedagang berhak atas pasar yang bersih. Anak-anak berhak bernafas tanpa bau busuk.

Negara diukur dari bagaimana ia menyapu sampahnya sendiri. Sampah Pasar Pancasila adalah alarm: ketika pemerintah lamban, bau tidak hanya menyergap hidung. Ia menyergap kepercayaan publik. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Qatar vs Swiss

    Prediksi Qatar vs Swiss: Swiss Lebih Siap?

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Qatar vs Swiss menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian pada fase grup Piala Dunia 2026. Duel Qatar melawan Swiss di Grup B, 14 Juni 2026, tidak hanya mempertemukan wakil Asia dan Eropa, tetapi juga menghidupkan kembali sebuah kenangan yang masih tersimpan dalam catatan sepak bola kedua negara. Menjelang kick-off di […]

  • Pengamanan Persib

    Euforia Persib Diprediksi Meledak, Polres Tasikmalaya Terapkan Pagar Betis

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Euforia Persib Bandung kembali memanas. Menjelang laga panas melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pengamanan Persib di wilayah Tasikmalaya langsung diperketat. Polisi memprediksi ribuan suporter akan turun ke jalan, terutama setelah pertandingan usai saat suasana kemenangan mulai pecah di berbagai titik nobar. Karena itu, Polres Tasikmalaya tidak […]

  • Rupiah Inklusif

    BI Tasikmalaya Buktikan Rupiah Milik Semua Warga

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Program Rupiah Inklusif kembali mendapat makna baru di Kota Tasikmalaya. Melalui edukasi literasi keuangan yang ramah disabilitas, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya membuktikan bahwa memahami rupiah bukan hanya hak sebagian orang, melainkan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Melalui kegiatan di GCC Dadaha, Minggu (14/6/2026), puluhan penyandang disabilitas mendapat edukasi Program […]

  • Rusa Cagar Alam Pangandaran

    Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem. Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga […]

  • Ilustrasi seseorang tertawa berlebihan lalu merenung setelah membaca hadis Nabi tentang menjaga hati dan perilaku.

    Kenapa Rasulullah Melarang Tertawa Berlebihan? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 113
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suara tawa pecah di sebuah warung kopi kecil selepas magrib. Beberapa orang duduk melingkar sambil menatap layar ponsel. Video lucu lewat. Disusul video lain. Lalu tawa kembali meledak. Kadang keras sekali. Sampai ada yang menepuk meja. Pemandangan seperti itu sekarang terasa biasa. Di media sosial pun sama. Orang tertawa hampir tanpa jeda. […]

  • Istana untuk Anak Sekolah

    Kesempatan Langka, Sekolah Bisa Kunjungi Istana Kepresidenan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Sekolah dari seluruh Indonesia kini memiliki kesempatan mengikuti Program Istana untuk Anak Sekolah, sebuah kegiatan edukatif yang membuka akses pelajar untuk belajar langsung di Istana Kepresidenan. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Kementerian Sekretariat Negara, sekitar 5.000 siswa telah mengikuti program ini sejak April 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas pembelajaran kebangsaan bagi […]

expand_less