Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Sampah Pasar Pancasila Menumpuk, Pedagang Jadi Korban

Sampah Pasar Pancasila Menumpuk, Pedagang Jadi Korban

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
  • visibility 130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost: lambannya Dinas LH tangani sampah Pasar Pancasila merugikan warga dan kesehatan publik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Tumpukan sampah Pasar Pancasila di Kota Tasikmalaya dibiarkan meluber hingga lima hari. Lebih dari sekadar gangguan visual, bau menyengat menutup kios-kios, jalan, dan ruang aktivitas warga. Pedagang kehilangan kenyamanan kerja dan pembeli menahan diri datang ke pasar. Ketika negara abai pada layanan paling dasar, publik menanggung konsekuensinya sendirian.

Penanganan terlambat ini bukan insiden teknis biasa. Ia menguji kecakapan pemerintah daerah dalam memenuhi hak warga atas lingkungan yang layak. Sampah Pasar Pancasila menjadi cermin bahwa kinerja dinas bukan diukur dari konferensi pers setelah media ramai, melainkan dari respon seketika saat krisis dimulai.


Fakta Dasar dan Data Pendukung

Menurut laporan lapangan, penumpukan limbah di TPS Pasar Pancasila berlangsung lima hari. Bau menyengat merambat hingga ke kios dan badan jalan. Para pedagang merasa terjebak pada aktivitas yang sulit dihindari, karena pasar adalah sumber penghidupan utama.

Budi, tukang tambal ban yang juga membuka warung kopi di dekat TPS, menyebut pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya tidak konsisten. “Sudah lima hari nggak diangkut. Baunya parah, apalagi kalau habis hujan,” ujar dia (25/11/2025). Ia tetap membayar retribusi sampah, tetapi pelayanan yang diterima tidak berbanding lurus dengan kewajiban.

Informasi penyebab penumpukan sampah Pasar Pancasila simpang siur. Ada versi armada mogok, ada kabar tentang protes di TPA Ciangir. Kelambanan Dinas LH baru mereda setelah media menggambarkan kondisi memprihatinkan itu dan keluhan pedagang viral.

Kepala Dinas LH, Sandi Lesmana, akhirnya mengakui armada mengalami kerusakan. “Benar, mobilnya trouble, mogok. Tapi sekarang sudah beroperasi lagi, sementara ini baru satu mobil,” katanya. Ia menjanjikan alat berat untuk mengeksekusi tumpukan sampah. Janji datang terlambat, setelah publik merasakan dampaknya.


Administrasi yang Reaktif, Bukan Melayani

Sampah selalu menjadi indikator kehadiran negara dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah tidak perlu menunggu bencana untuk mengambil tindakan. Namun dalam kasus sampah Pasar Pancasila, reaksi Dinas LH muncul setelah media membingkai fakta. Ini bukan sekadar keterlambatan teknis—melainkan kegagalan tata kelola.

Albadarpost menilai lemahnya respons ini menunjukkan tiadanya protokol darurat. Pemerintah daerah seharusnya memiliki mekanisme cadangan jika armada mogok: pengalihan kendaraan, pengadaan sementara, atau outsourcing layanan. Lima hari penumpukan bukan insiden mendadak. Itu adalah krisis administrasi yang dibiarkan membusuk.

Tumpukan sampah di Pasar Pancasila Kota Tasikmalaya.

Keterlambatan bertindak mengirim pesan buruk: SKPD bergerak bukan karena urgensi publik, tetapi karena tekanan pemberitaan. Ketika sampah Pasar Pancasila bertransformasi menjadi isu media, barulah pejabat hadir. Sikap seperti ini tidak layak bagi kota yang berusia lebih dua dekade.


Konteks Historis dan Perbandingan

Masalah sampah bukan monopoli Tasikmalaya. Kota Bandung pernah menghadapi darurat sampah 2005; Jakarta menerapkan skema relokasi armada ketika zona TPA penuh. Beberapa kota di Jawa Tengah beralih ke pengolahan berbasis komunitas dan bank sampah untuk menekan beban TPS.

Baca juga: Syuting Film Merusak Gedong Duwur, Pelestarian Cagar Budaya Diuji

Kesamaan dari kota-kota yang berhasil adalah satu: respons cepat berbasis protokol. Tidak ada alasan teknis yang dipakai untuk membiarkan limbah menggunung. SOP jelas, tanggung jawab tegas, dan koordinasi antar instansi aktif. Tasikmalaya belum sampai di sana. Di kota ini, kelambanan birokrasi seolah masih dianggap lumrah.

Ketika TPS gagal memproses limbah, pasar bukan lagi ruang ekonomi, tetapi sumber risiko kesehatan. Antara pedagang dan pembeli, keputusan paling rasional adalah menghindari area. Artinya, kerugian tidak hanya pada kebersihan, tetapi juga pada sirkulasi pendapatan yang menopang ribuan keluarga.


Sikap Redaksi dan Seruan

Albadarpost berpihak pada warga. Pemerintah Kota Tasikmalaya wajib melakukan lebih dari sekadar mengangkut sampah. Kasus sampah Pasar Pancasila harus menjadi momentum reformasi: audit armada, SOP darurat wajib, dan transparansi anggaran retribusi.

Publik membayar layanan, bukan alasan. SKPD tidak boleh membiarkan keluhan warga menjadi sekadar noise media sosial. Kepala dinas harus menjadikan pemeliharaan armada prioritas tahunan, bukan respon musiman.

Kami menyerukan agar Dinas LH membangun mekanisme tanggap cepat maksimal 48 jam ketika TPS gagal beroperasi. Koordinasi unit lintas instansi—baik dengan dinas teknis maupun TPA—harus menjadi standar, bukan pengecualian. Pedagang berhak atas pasar yang bersih. Anak-anak berhak bernafas tanpa bau busuk.

Negara diukur dari bagaimana ia menyapu sampahnya sendiri. Sampah Pasar Pancasila adalah alarm: ketika pemerintah lamban, bau tidak hanya menyergap hidung. Ia menyergap kepercayaan publik. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daging Kurban

    Terungkap! Alasan Daging Kurban Terasa Berbeda dari Hari Biasa

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 284
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang setiap Idul Adha: daging kurban terasa berbeda. Padahal bumbunya kadang sederhana. Bahkan cara memasaknya juga tidak selalu istimewa. Ada yang hanya dibakar seadanya di halaman rumah. Ada juga yang dimasak cepat karena dapur sedang penuh. Namun tetap saja rasanya seperti punya suasana sendiri. Dalam […]

  • Perlindungan anak

    Hari Anak Nasional 2026: Anak Indonesia Masih Belum Aman

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Indonesia kembali memperingati Hari Anak Nasional 2026. Namun, di balik berbagai kegiatan seremonial, lomba, dan kampanye bertema anak, muncul satu pertanyaan yang belum juga menemukan jawaban tuntas: mengapa perlindungan anak masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia? Pertanyaan itu bukan sekadar renungan. Hampir setiap pekan masyarakat masih disuguhi kabar tentang kekerasan terhadap […]

  • santri penghafal Al-Qur'an

    Tangis di Sepertiga Malam: Kisah Santri Penghafal Al-Qur’an Ini Bikin Haru

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 173
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Jam menunjukkan pukul 03.30 dini hari. Sebagian orang masih terlelap, tetapi seorang santri penghafal Al-Qur’an sudah duduk bersila di sudut kamar sederhana. Suara lirih ayat suci mulai terdengar pelan. Inilah rutinitas yang jarang terlihat—perjalanan sunyi seorang hafiz Qur’an yang penuh disiplin dan keteguhan. Kisah santri penghafal Al-Qur’an atau hafiz Qur’an selalu menyimpan […]

  • Saad bin Abi Waqqas

    Perang Qadisiyah: Saat Pasukan Kecil Mengalahkan Kekaisaran Persia

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bagaimana mungkin seorang panglima memenangkan perang terbesar dalam sejarah Islam tanpa turun langsung ke medan tempur? Pertanyaan itulah yang membuat kisah Saad bin Abi Waqqas, panglima penakluk Persia dan sahabat Nabi Muhammad SAW, terus menarik perhatian hingga hari ini. Nama Saad bin Abi Waqqas sering muncul dalam sejarah Perang Qadisiyah, penaklukan Persia, […]

  • Pilot Malaysia

    Pilot Malaysia Ditangkap, Diduga Selundup 26 Kg MDMA

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pilot Malaysia menjadi perhatian publik setelah aparat penegak hukum di Indonesia menangkap seorang awak pesawat yang diduga membawa 26 kilogram MDMA melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dugaan penyelundupan narkotika lintas negara tersebut tidak hanya memicu proses hukum, tetapi juga mendorong evaluasi terhadap sistem pengawasan di sektor penerbangan. Hingga kini, penyidik masih mendalami […]

  • KUHP baru nikah siri

    KUHP Baru: Batas Negara Mengatur Perkawinan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sorotan MUI atas KUHP baru membuka debat batas negara mengatur nikah siri dan poligami serta dampaknya bagi warga. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru kembali membuka ruang perdebatan lama: sejauh mana negara berwenang masuk ke wilayah privat warga yang bersinggungan dengan keyakinan agama. Sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap pasal-pasal yang […]

expand_less