Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Garut menghadirkan pesan yang lebih dalam dari sekadar upacara tahunan. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengingatkan bahwa Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar tulisan yang dibaca saat upacara atau pajangan di dinding kantor.

Pesan tersebut disampaikan saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Abdusy Syakur Amin membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”

Pancasila di Tengah Arus Perubahan Zaman

Dalam amanat yang dibacakan, Pancasila disebut sebagai pedoman utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik dunia yang terus bergerak cepat.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik saat ini,” ujar Abdusy Syakur Amin saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Pesan tersebut terasa relevan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin dekat dengan dunia digital.

Setiap hari masyarakat menerima arus informasi tanpa henti melalui ponsel, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

Di era media sosial, generasi muda mungkin lebih sering menemukan tren baru dibanding membaca teks Pancasila secara lengkap. Karena itu, tantangan terbesar saat ini bukan menghafalkan Pancasila, melainkan menghadirkannya dalam perilaku sehari-hari.

Upacara Khidmat di Tengah Pagi yang Menghangat

Suasana upacara berlangsung tertib sejak pagi hari.

Bendera Merah Putih berkibar perlahan di tengah cuaca yang relatif cerah. Di salah satu barisan peserta, beberapa pelajar terlihat sesekali mengusap keringat ketika suhu mulai menghangat menjelang pertengahan upacara. Sementara petugas pengibar bendera tetap berdiri tegak menjalankan tugasnya di area lapangan.

Ketika amanat dibacakan, suara pengeras suara sempat terdengar sedikit bergaung di beberapa sudut Lapangan Setda Garut. Meski demikian, jalannya upacara tetap berlangsung khidmat hingga selesai.

Tidak semua peserta mungkin memahami seluruh isi pidato yang dibacakan pagi itu.

Jujur saja, tidak semua peserta datang dengan pemahaman yang sama tentang makna Pancasila. Sebagian mungkin mengingatnya sebagai materi pelajaran sekolah. Sebagian lainnya memaknainya melalui pengalaman hidup, pekerjaan, atau interaksi sehari-hari dengan masyarakat yang beragam.

Namun satu hal yang terlihat sama adalah kesediaan mereka mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.

Generasi Muda Jadi Penjaga Masa Depan

Dalam amanat tersebut, Bupati Garut secara khusus mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau slogan seremonial.

Nilai itu harus hadir dalam tindakan nyata.

Mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, bermusyawarah ketika menghadapi persoalan, hingga menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan digital yang sering mempertemukan masyarakat dengan berbagai pandangan yang berbeda setiap hari.

Ketika ruang digital semakin ramai, kemampuan menjaga sikap saling menghormati justru menjadi salah satu bentuk pengamalan Pancasila yang paling nyata.

Setelah Upacara, Kehidupan Kembali Berjalan

Usai upacara, suasana perlahan berubah lebih santai.

Beberapa peserta terlihat langsung memeriksa ponsel mereka. Sebagian mengunggah foto kegiatan ke media sosial. Sebagian lainnya berbincang singkat dengan rekan kerja sebelum kembali ke kantor dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Di sisi lain, beberapa pelajar tampak berkumpul sambil bercakap ringan sebelum meninggalkan lokasi.

Pemandangan sederhana itu mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya tidak hanya hadir saat upacara berlangsung.

Bagi sebagian masyarakat, Pancasila mungkin lebih sering terdengar saat peringatan nasional.

Padahal dalam kehidupan sehari-hari, nilai tersebut hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana: membantu tetangga, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan bekerja sama menyelesaikan persoalan bersama.

Indonesia dan Tanggung Jawab Perdamaian Dunia

Amanat yang dibacakan Bupati Garut juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab ikut menjaga perdamaian dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Melalui nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial, Indonesia diharapkan terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global.

Karena itu, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia” bukan sekadar slogan tahunan.

Tema tersebut mengingatkan bahwa kekuatan terbesar Indonesia justru terletak pada kemampuannya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Pancasila tidak hidup karena dibingkai di dinding kantor. Ia hidup ketika seseorang memilih menghormati perbedaan, membantu sesama, dan menjaga persatuan di tengah kehidupan yang terus berubah. Sebab bangsa yang kuat bukan bangsa yang paling sering menyebut Pancasila, melainkan bangsa yang paling konsisten mengamalkannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi tangan pejabat menerima uang secara tersembunyi sebagai simbol praktik pemerasan jabatan dalam pelayanan publik.

    Jerat Pemerasan Jabatan dan Rusaknya Moral Oknum Aparatur

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerasan jabatan kembali menjadi sorotan publik karena praktik ini terus muncul dalam berbagai layanan pemerintahan. Tindak pidana pemerasan dalam jabatan atau penyalahgunaan wewenang oleh oknum pejabat tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. Karena itu, isu pemerasan jabatan bukan sekadar persoalan hukum, melainkan persoalan […]

  • mobilitas wisman Jawa Barat

    BPS Jabar Ungkap Pergeseran Mobilitas Wisman Jawa Barat ke Whoosh

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    BPS Jabar mencatat mobilitas wisman bergeser dari Bandara Kertajati ke kereta cepat Whoosh sepanjang 2025. albadarpost.com, LENSA — Perubahan arus wisatawan mancanegara menuju Jawa Barat semakin jelas, dan bukan lagi berpusat pada jalur udara. Data Badan Pusat Statistik provinsi menunjukkan wisatawan asing kini lebih banyak masuk lewat moda kereta cepat Whoosh dibanding Bandara Internasional Jawa […]

  • Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menerima kunjungan Kepala BPS Kota Banjar di ruang tamu Polres Banjar

    Bukan Sekadar Silaturahmi, Polres Banjar dan BPS Siapkan Langkah Strategis

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Ruang Tamu Kapolres Banjar terlihat cukup hangat pada Senin (25/05/2026). Beberapa cangkir kopi masih tersusun di atas meja ketika jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjar memasuki ruangan untuk melakukan silaturahmi resmi bersama Polres Banjar. Di luar ruangan, aktivitas Mapolres tetap berjalan seperti biasa. Suara kendaraan patroli sesekali terdengar dari […]

  • regulasi kuota haji Indonesia

    Kasus Yaqut: Ujian Serius Regulasi Haji Indonesia

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Kasus kuota haji Yaqut membuka momentum reformasi regulasi dan tata kelola haji Indonesia agar lebih adil dan transparan. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam dugaan korupsi kuota haji bukan sekadar perkara hukum individu. Kasus ini membuka kembali diskursus lama tentang regulasi kuota haji Indonesia, tata kelola penyelenggaraan […]

  • Ilustrasi layanan Portal Perlindungan Konsumen OJK dan Kontak 157 untuk pengaduan, pelaporan penipuan, dan perlindungan konsumen jasa keuangan

    Kontak 157 OJK: Jalur Resmi Pengaduan dan Pelaporan Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 288
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Maraknya penipuan transaksi keuangan, pinjaman ilegal, hingga sengketa layanan perbankan membuat banyak konsumen berada dalam posisi rentan. Tidak sedikit korban yang bingung harus mengadu ke mana. Sebagian bahkan memilih diam karena merasa prosesnya rumit atau tidak berpihak. Di tengah kondisi inilah Portal Perlindungan Konsumen OJK menjadi kanal penting yang kerap luput […]

  • voucher CDC Singapura

    Voucher CDC, Dukung Warga dan Pedagang Lokal Singapura

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Singapura mulai mencairkan voucher CDC SGD 300 untuk rumah tangga guna menekan beban biaya hidup 2026. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pemerintah Singapura kembali menyalurkan bantuan langsung kepada warganya. Mulai Jumat (2/1/2026), setiap rumah tangga di negara tersebut dapat mengklaim voucher Community Development Council (CDC) senilai SGD 300 atau sekitar Rp 3,8 juta. Kebijakan ini penting […]

expand_less