Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

Pesan Menyentuh Bupati Garut: Pancasila Jangan Hanya Jadi Tulisan di Dinding

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kabupaten Garut menghadirkan pesan yang lebih dalam dari sekadar upacara tahunan. Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengingatkan bahwa Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam keseharian, bukan sekadar tulisan yang dibaca saat upacara atau pajangan di dinding kantor.

Pesan tersebut disampaikan saat Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kabupaten Garut yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (1/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Abdusy Syakur Amin membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi.

Tema yang diusung tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia.”

Pancasila di Tengah Arus Perubahan Zaman

Dalam amanat yang dibacakan, Pancasila disebut sebagai pedoman utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Mulai dari perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika geopolitik dunia yang terus bergerak cepat.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik saat ini,” ujar Abdusy Syakur Amin saat membacakan pidato Kepala BPIP.

Pesan tersebut terasa relevan di tengah kehidupan masyarakat modern yang semakin dekat dengan dunia digital.

Setiap hari masyarakat menerima arus informasi tanpa henti melalui ponsel, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

Di era media sosial, generasi muda mungkin lebih sering menemukan tren baru dibanding membaca teks Pancasila secara lengkap. Karena itu, tantangan terbesar saat ini bukan menghafalkan Pancasila, melainkan menghadirkannya dalam perilaku sehari-hari.

Upacara Khidmat di Tengah Pagi yang Menghangat

Suasana upacara berlangsung tertib sejak pagi hari.

Bendera Merah Putih berkibar perlahan di tengah cuaca yang relatif cerah. Di salah satu barisan peserta, beberapa pelajar terlihat sesekali mengusap keringat ketika suhu mulai menghangat menjelang pertengahan upacara. Sementara petugas pengibar bendera tetap berdiri tegak menjalankan tugasnya di area lapangan.

Ketika amanat dibacakan, suara pengeras suara sempat terdengar sedikit bergaung di beberapa sudut Lapangan Setda Garut. Meski demikian, jalannya upacara tetap berlangsung khidmat hingga selesai.

Tidak semua peserta mungkin memahami seluruh isi pidato yang dibacakan pagi itu.

Jujur saja, tidak semua peserta datang dengan pemahaman yang sama tentang makna Pancasila. Sebagian mungkin mengingatnya sebagai materi pelajaran sekolah. Sebagian lainnya memaknainya melalui pengalaman hidup, pekerjaan, atau interaksi sehari-hari dengan masyarakat yang beragam.

Namun satu hal yang terlihat sama adalah kesediaan mereka mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan penuh penghormatan.

Generasi Muda Jadi Penjaga Masa Depan

Dalam amanat tersebut, Bupati Garut secara khusus mengajak generasi muda menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan atau slogan seremonial.

Nilai itu harus hadir dalam tindakan nyata.

Mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, bermusyawarah ketika menghadapi persoalan, hingga menunjukkan kepedulian terhadap sesama.

Pesan tersebut menjadi semakin penting di tengah kehidupan digital yang sering mempertemukan masyarakat dengan berbagai pandangan yang berbeda setiap hari.

Ketika ruang digital semakin ramai, kemampuan menjaga sikap saling menghormati justru menjadi salah satu bentuk pengamalan Pancasila yang paling nyata.

Setelah Upacara, Kehidupan Kembali Berjalan

Usai upacara, suasana perlahan berubah lebih santai.

Beberapa peserta terlihat langsung memeriksa ponsel mereka. Sebagian mengunggah foto kegiatan ke media sosial. Sebagian lainnya berbincang singkat dengan rekan kerja sebelum kembali ke kantor dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Di sisi lain, beberapa pelajar tampak berkumpul sambil bercakap ringan sebelum meninggalkan lokasi.

Pemandangan sederhana itu mengingatkan bahwa nilai-nilai Pancasila sebenarnya tidak hanya hadir saat upacara berlangsung.

Bagi sebagian masyarakat, Pancasila mungkin lebih sering terdengar saat peringatan nasional.

Padahal dalam kehidupan sehari-hari, nilai tersebut hadir dalam bentuk yang jauh lebih sederhana: membantu tetangga, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan bekerja sama menyelesaikan persoalan bersama.

Indonesia dan Tanggung Jawab Perdamaian Dunia

Amanat yang dibacakan Bupati Garut juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab ikut menjaga perdamaian dunia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Melalui nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial, Indonesia diharapkan terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan global.

Karena itu, tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia” bukan sekadar slogan tahunan.

Tema tersebut mengingatkan bahwa kekuatan terbesar Indonesia justru terletak pada kemampuannya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Pancasila tidak hidup karena dibingkai di dinding kantor. Ia hidup ketika seseorang memilih menghormati perbedaan, membantu sesama, dan menjaga persatuan di tengah kehidupan yang terus berubah. Sebab bangsa yang kuat bukan bangsa yang paling sering menyebut Pancasila, melainkan bangsa yang paling konsisten mengamalkannya. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • junta Myanmar scam online

    Junta Myanmar Gempur Pusat Scam Online, Ribuan Warga China Lari ke Thailand

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Militer Myanmar gencar memberantas jaringan scam online di perbatasan, ratusan bangunan dihancurkan dan ribuan warga China kabur ke Thailand. Operasi Militer Myanmar Hancurkan Pusat Scam Online albadarpost.com, HUMANIORA – Junta militer Myanmar melancarkan operasi besar-besaran untuk membongkar jaringan scam online yang menjamur di wilayah perbatasan. Aksi ini menjadi langkah paling agresif dalam beberapa tahun terakhir […]

  • bupati Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Menekan Percepatan Program dan Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Bupati Tasikmalaya menuntut percepatan program daerah agar manfaat APBD segera dirasakan warga. Percepatan Program Menjadi Prioritas: Waktu Menuju Akhir Tahun Menyempit albadarpost.com, EDITORIAL – Menjelang tutup tahun anggaran, Bupati Tasikmalaya menginstruksikan percepatan program OPD. Teguran disampaikan saat Apel Senin Pagi di Sekretariat Daerah, Singaparna, 24 November 2025. Di hadapan jajaran perangkat daerah, ia […]

  • Delta Force AS

    Mengenal Delta Force, Pasukan Elite AS

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Delta Force AS dikenal sebagai pasukan elite Amerika untuk misi rahasia dan target bernilai tinggi di berbagai konflik. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Nama Delta Force AS kembali menjadi sorotan publik internasional. Unit militer elite Amerika Serikat ini dikenal luas sebagai pasukan khusus yang menangani operasi paling sensitif, mulai dari misi rahasia hingga penindakan terhadap target […]

  • Proyek PLUT Tasikmalaya dugaan korupsi pengadaan

    Kasus PLUT Tasikmalaya: Bukti Digital Terungkap, Kenapa Penegak Hukum Belum Bergerak?

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Indikasi korupsi PLUT Tasikmalaya kembali mencuat ke ruang publik setelah sejumlah bukti digital dalam proses pengadaan proyek revitalisasi PLUT terungkap secara terbuka. Dugaan penyimpangan tersebut tidak hanya mengarah pada praktik tender yang tidak sehat, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar mengenai sikap aparat penegak hukum yang hingga kini belum menunjukkan langkah konkret. […]

  • Ilustrasi debt collector mencoba menarik motor di jalan dan debitur menolak sesuai aturan hukum fidusia

    Debt Collector Tarik Paksa Kendaraan? Ini Hak Anda

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kalimat yang sering terjadi di jalan. “Ini motor nunggak, kami tarik sekarang.” Kalimat itu sering terdengar di pinggir jalan. Cepat, tegas, dan sering membuat panik. Namun, di balik situasi itu, banyak orang tidak sadar bahwa *tarik paksa fidusia—atau yang juga dikenal sebagai *penarikan kendaraan secara ilegal dan aksi debt collector tanpa prosedur—bisa […]

  • kasus leptospirosis di Pangandaran

    Kasus Leptospirosis Meningkat di Pangandaran, Dinkes Intensifkan Sosialisasi dan Pengendalian Tikus

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Kasus leptospirosis di Pangandaran tembus 22 kasus per September 2025. Dinkes perketat pengendalian tikus dan sosialisasi APD untuk cegah lonjakan. Kasus Leptospirosis Terkini albadarpost.com, LENSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran kembali mencatat kenaikan kasus leptospirosis. Hingga September 2025, terdapat 22 warga yang terinfeksi penyakit yang disebabkan bakteri leptospira ini. Penyakit tersebut biasanya menyebar melalui air […]

expand_less