Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » BI Tasikmalaya Buktikan Rupiah Milik Semua Warga

BI Tasikmalaya Buktikan Rupiah Milik Semua Warga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AlbadarPost.com, BERITA DAERAH — Program Rupiah Inklusif kembali mendapat makna baru di Kota Tasikmalaya. Melalui edukasi literasi keuangan yang ramah disabilitas, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya membuktikan bahwa memahami rupiah bukan hanya hak sebagian orang, melainkan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali.

Melalui kegiatan di GCC Dadaha, Minggu (14/6/2026), puluhan penyandang disabilitas mendapat edukasi Program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah secara langsung.

Di salah satu sudut ruangan, beberapa peserta tunanetra tampak memegang lembaran uang rupiah dengan penuh perhatian. Jari-jari mereka perlahan meraba bagian tertentu pada uang kertas. Sementara itu, pendamping menjelaskan fungsi garis timbul yang menjadi penanda nominal bagi penyandang tunanetra.

Pemandangan sederhana tersebut menjadi bukti bahwa literasi keuangan dapat menjangkau siapa saja ketika disampaikan dengan cara yang tepat.

Rupiah Bukan Sekadar Alat Pembayaran

Unit Pengelola Rupiah BI Tasikmalaya, Jenal Arifin, menjelaskan bahwa rupiah memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar alat transaksi.

Menurutnya, rupiah merupakan simbol kedaulatan negara yang harus dipahami, dihormati, dan dijaga oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Teman-teman disabilitas memiliki hak yang sama untuk mengenal, mencintai, dan merawat rupiah. Karena itu kami hadir dengan metode yang lebih inklusif agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dan dipraktikkan secara langsung,” ujar Jenal.

Karena itu, BI terus memperluas jangkauan edukasi kepada kelompok masyarakat yang selama ini belum banyak tersentuh program literasi rupiah.

Belajar Rupiah Melalui Sentuhan dan Pengalaman Langsung

Dalam sesi edukasi, peserta dikenalkan pada tiga pilar utama CBP Rupiah.

Pertama, Cinta Rupiah, yang diwujudkan dengan menjaga kondisi uang agar tetap layak edar. Peserta diajak memahami pentingnya tidak melipat, meremas, mencoret, maupun merusak uang.

Kedua, Bangga Rupiah, yang menanamkan kesadaran bahwa rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran sah di wilayah Indonesia.

Ketiga, Paham Rupiah, yang mengajarkan cara mengenali keaslian uang melalui metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Namun yang menarik, penyampaian materi tidak dilakukan secara konvensional.

BI menyediakan alat peraga khusus yang memungkinkan peserta tunanetra mengenali uang melalui fitur blind code atau kode khusus berupa garis timbul pada sisi uang kertas.

Dengan cara tersebut, peserta dapat membedakan nominal uang hanya melalui sentuhan.

Penyelenggara juga menghadirkan penerjemah bahasa isyarat dan pendamping agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik.

Tidak Ada yang Boleh Tertinggal

Menurut BI Tasikmalaya, pendekatan inklusif seperti ini akan terus dikembangkan pada berbagai kegiatan literasi keuangan di masa mendatang.

Ke depan, program Rupiah Inklusif akan menyasar Sekolah Luar Biasa (SLB), panti sosial, serta komunitas disabilitas lain yang berada di wilayah Priangan Timur.

Langkah tersebut dilakukan karena pemahaman mengenai rupiah tidak hanya berkaitan dengan transaksi ekonomi, tetapi juga menyangkut identitas kebangsaan dan partisipasi warga negara dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami cara mengenali dan merawat uang rupiah, maka kepercayaan terhadap mata uang nasional juga akan semakin kuat.

Di tengah pesatnya teknologi digital, BI memastikan seluruh masyarakat mendapat akses edukasi keuangan.

Melalui sentuhan, suara, bahasa isyarat, dan pengalaman langsung, rupiah hari itu hadir dalam bentuk yang lebih manusiawi. Bukan sekadar lembaran uang, melainkan jembatan yang menghubungkan semua warga negara tanpa memandang keterbatasan fisik.

Ketika tangan mampu membaca nilai rupiah tanpa melihat, dunia kembali diingatkan bahwa inklusi bukan soal memberi ruang, melainkan memastikan setiap orang benar-benar bisa ikut berjalan bersama. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi perempuan muda berjalan di kawasan sepi dengan bayangan pria mengintai, menggambarkan ancaman penculikan oleh penagih bank keliling.

    Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus dugaan penculikan dan penyekapan yang melibatkan penagih bank keliling memicu kekhawatiran publik. Peristiwa tersebut tidak hanya mengguncang keluarga korban asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tetapi juga membuka diskusi serius tentang keamanan gadis remaja di daerah lain. Di tengah aktivitas ekonomi informal yang berkembang, masyarakat kini menghadapi risiko baru yang sebelumnya jarang […]

  • Umat Islam minoritas berbuka puasa bersama di masjid luar negeri dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan saat Ramadhan.

    Ramadhan di Negara Minoritas Muslim, Kisah yang Menggetarkan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramadhan minoritas Muslim menghadirkan pengalaman yang jauh berbeda dibanding negara mayoritas Islam. Ramadhan di negara minoritas Muslim, puasa di negeri asing, dan perjuangan umat Islam minoritas menjadi kisah penuh keteguhan dan harapan. Ketika azan tidak terdengar dari setiap sudut kota, dan ketika lingkungan sekitar tetap menjalani aktivitas seperti biasa, umat Islam […]

  • Ilustrasi Amul Huzni, Nabi Muhammad bersedih kehilangan Abu Thalib dan Khadijah serta peristiwa Isra Mi'raj sebagai penguat iman

    Amul Huzni: Saat Dunia Rasulullah Runtuh, Langit Justru Terbuka

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Amul Huzni atau tahun kesedihan Nabi Muhammad, menjadi salah satu fase paling mengguncang dalam sejarah Islam. Pada masa ini, Rasulullah kehilangan dua sosok terpenting: pelindung dan pendamping hidup. Namun, di balik Amul Huzni, tersimpan pelajaran besar tentang keteguhan, kesabaran, dan kekuatan iman yang terus relevan hingga hari ini. Ketika Dua Cahaya Padam […]

  • Santri pesantren berdiskusi dalam forum bahtsul masail dengan kitab kuning membahas hukum Islam dan persoalan modern

    Dari Pesantren, Santri Menjawab Masalah Zaman Lewat Bahtsul Masail

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 80
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Di tengah derasnya perubahan zaman, tidak semua orang tahu bahwa di ruang-ruang sederhana pesantren, para santri rutin membahas persoalan besar umat. Tradisi bahtsul masail menjadi wadah penting yang mempertemukan ilmu klasik dengan realitas modern. Melalui forum ini, bahtsul masail di pesantren tidak hanya menjadi diskusi biasa, tetapi juga ruang kajian fiqih, forum […]

  • Ilustrasi pasukan militer Israel dengan latar konflik Timur Tengah terkait data warga Asia Tenggara yang bertugas di IDF.

    Warga Asia Tenggara Masuk Tentara Israel, Ancaman Kawasan?

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA — Fenomena Warga Asia Tenggara di Tentara Israel mulai memantik perhatian publik dan analis keamanan regional. Data terbaru menunjukkan ratusan warga dari kawasan ASEAN tercatat berkhidmat di militer Israel. Kehadiran diaspora Asia Tenggara di angkatan bersenjata Israel, termasuk warga negara ganda di Pasukan Pertahanan Israel, dinilai berpotensi menimbulkan implikasi geopolitik baru, terutama […]

  • cuaca Nataru

    BMKG Ingatkan Risiko Cuaca Pada Nataru

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    BMKG memetakan cuaca Nataru 2025/2026. Hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi perlu diwaspadai. albadarpost.com, FOKUS – Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung di tengah dinamika cuaca yang tidak sepenuhnya ekstrem, namun menyimpan risiko nyata. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah. […]

expand_less