Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Tasikmalaya Kedua, Peta Kemiskinan Jabar 2025 Berubah

Tasikmalaya Kedua, Peta Kemiskinan Jabar 2025 Berubah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Kemiskinan Jawa Barat kembali menjadi perhatian setelah data yang dipublikasikan Jabar Stats berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indramayu menempati posisi tertinggi dalam persentase penduduk miskin pada 2025 sebesar 11,02 persen. Angka tersebut hanya terpaut tipis dari Kota Tasikmalaya sebesar 10,84 persen dan Kuningan sebesar 10,74 persen. Fakta ini memperlihatkan bahwa penduduk miskin Jawa Barat masih terkonsentrasi di sejumlah daerah tertentu, sementara pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan besar.

Data tersebut juga memperlihatkan pola menarik. Wilayah Ciayumajakuning mendominasi daftar 10 besar persentase kemiskinan di Jawa Barat, menandakan persoalan kesejahteraan masih tersebar di berbagai kawasan.

Ciayumajakuning Mendominasi, Apa Pesannya?

Berdasarkan data BPS yang dirilis melalui Jabar Stats, lima besar daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Jawa Barat pada 2025 terdiri atas:

  • Indramayu: 11,02 persen
  • Kota Tasikmalaya: 10,84 persen
  • Kuningan: 10,74 persen
  • Majalengka: 10,31 persen
  • Cirebon: 10,23 persen

Selanjutnya, posisi keenam hingga kesepuluh ditempati Kabupaten Tasikmalaya, Bandung Barat, Cianjur, Garut, dan Subang.

Dominasi Ciayumajakuning menunjukkan pusat pertanian dan perdagangan ini masih menghadapi tantangan kesejahteraan, sementara Priangan Timur juga belum lepas dari persoalan kemiskinan.

Persentase Bukan Jumlah Penduduk Miskin

Satu hal yang sering luput dipahami masyarakat ialah bahwa angka dalam data ini merupakan persentase, bukan jumlah penduduk miskin secara absolut.

Artinya, daerah dengan persentase lebih tinggi belum tentu memiliki jumlah penduduk miskin paling banyak. Sebaliknya, daerah dengan populasi jauh lebih besar dapat memiliki jumlah penduduk miskin yang lebih tinggi meskipun persentasenya lebih rendah.

Karena itu, data kemiskinan perlu dibaca secara utuh dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, kondisi ekonomi, dan akses layanan dasar. Pendekatan tersebut akan menghasilkan gambaran yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat persentase semata.

Kemiskinan Tidak Bisa Dilihat dari Satu Angka

Kemiskinan merupakan persoalan multidimensi. Selain berkaitan dengan pendapatan, kondisi ini juga dipengaruhi oleh akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, serta kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.

Wilayah dengan basis ekonomi pertanian dan perikanan, misalnya, lebih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas, perubahan cuaca, maupun menurunnya produktivitas. Karena itu, upaya penanggulangan kemiskinan memerlukan strategi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah selama ini telah menjalankan berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Namun, efektivitas kebijakan tersebut tetap membutuhkan evaluasi berkala agar bantuan benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Kemiskinan Jawa Barat

Presentase penduduk miskin Jawa Barat, (Foto: Jabarstats).

Data Menjadi Dasar, Kebijakan Menjadi Jawaban

Penanggulangan kemiskinan mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 dan RPJMN 2025–2029, dengan fokus pada perlindungan sosial, peningkatan kualitas SDM, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi.

Dalam konteks Jawa Barat, data BPS berperan sebagai dasar penting bagi pemerintah untuk menentukan prioritas program, mengalokasikan anggaran secara lebih tepat sasaran, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah berjalan.

Lebih dari Sekadar Peringkat

Daftar persentase penduduk miskin bukanlah kompetisi antardaerah, melainkan alat ukur untuk melihat tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan. Angka-angka tersebut mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum selalu berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan.

Karena itu, membaca data kemiskinan seharusnya tidak berhenti pada siapa yang berada di posisi teratas. Yang terpenting, data harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Di balik setiap persentase terdapat keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Statistik memang menunjukkan arah, tetapi kebijakan yang tepat dan pelaksanaannya di lapanganlah yang akan menentukan apakah angka kemiskinan benar-benar turun atau hanya berpindah dalam daftar. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • WFASN Pangandaran bekerja dari rumah saat kebijakan WFH setiap hari Rabu untuk efisiensi dan digitalisasi layanan publikH ASN Pangandaran

    WFH ASN Pangandaran Mulai Berlaku, Ini Dampak Besarnya ke Layanan Publik

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebijakan WFH ASN di Pangandaran resmi diberlakukan. Pemerintah Kabupaten Pangandaran mulai menerapkan work from home ASN setiap hari Rabu sebagai bagian dari transformasi budaya kerja dan percepatan digitalisasi birokrasi. Kebijakan ini sekaligus menjadi strategi baru untuk mendorong efisiensi anggaran tanpa mengorbankan kualitas layanan publik. Langkah tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor […]

  • Awal Ramadhan Muhammadiyah

    Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H dan Lebaran 2026

    • calendar_month Jumat, 26 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 dan Idul Fitri 20 Maret 2026. Berikut jadwal lengkap puasa dan libur Lebaran 2026. albadarpost.com, LENSA. Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengumumkan ketetapan Awal Ramadhan Muhammadiyah 1447 H dan jadwal Idul Fitri 2026. Penetapan ini dituangkan dalam Maklumat Muhammadiyah No. 01/MLM/1.1/B/2025 […]

  • Ilustrasi perempuan berhijab cream menangis di lanskap kota, simbol kesabaran dan harapan di balik kesulitan hidup.

    Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di masa depan, manusia hidup dengan teknologi yang serba cepat, tetapi jiwa mereka berjalan tertatih. Segalanya tersedia, namun ketenangan menjadi barang langka. Orang-orang hafal cara mengeluh, tetapi lupa cara bersyukur. Mereka menunggu keajaiban datang setelah luka sembuh, padahal luka itu tidak pernah benar-benar pergi. Fa inna ma’al usri yusra. Di kota yang […]

  • Pemadaman listrik sekolah

    Pemadaman Listrik Ganggu Acara Sekolah, Kepala PPI Gandok Protes

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Keluhan mengenai pemadaman listrik sekolah kembali mencuat. Jadwal pemadaman PLN yang terjadi tanpa pemberitahuan lebih awal dinilai mengganggu persiapan acara akhir tahun sejumlah lembaga pendidikan. Selain itu, listrik padam mendadak juga memunculkan kekhawatiran terhadap kelancaran kegiatan perpisahan dan berbagai agenda madrasah yang sudah disusun jauh hari. Sabtu (20/6/2026), Kepala Sekolah Pesantren […]

  • Sukwan Kebersihan Tasik

    Suasana Apel Mendadak Tegang, Sukwan Kebersihan Tasik Tuntut Janji Lama

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 213
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 116 sukwan kebersihan Tasik berkumpul di Bale Wiwitan, Jalan Noenoeng Tisnasaputra, Kota Tasikmalaya, Senin (19/5/2026). Namun apel pagi dan pelepasan kegiatan pungut sampah yang biasanya berlangsung rutin berubah menjadi momen penagihan janji kepada mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hanapi. Ratusan petugas kebersihan itu datang memakai seragam kerja lengkap. Sebagian […]

  • Ayat Seribu Dinar

    Makna Ayat Seribu Dinar dalam Ikhtiar Rezeki

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Ayat Seribu Dinar diamalkan umat Islam sebagai penguat ikhtiar dan ketenangan batin di tengah tekanan hidup. albadarpost.com, HUMANIORA – Banyak umat Islam menghadapi tekanan hidup yang tidak ringan. Masalah ekonomi, pekerjaan, dan ketidakpastian masa depan kerap menimbulkan kegelisahan. Dalam kondisi seperti itu, sebagian umat memilih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan ayat Al-Qur’an. […]

expand_less