Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Tasikmalaya Kedua, Peta Kemiskinan Jabar 2025 Berubah

Tasikmalaya Kedua, Peta Kemiskinan Jabar 2025 Berubah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 40 menit yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, EDITORIAL – Kemiskinan Jawa Barat kembali menjadi perhatian setelah data yang dipublikasikan Jabar Stats berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indramayu menempati posisi tertinggi dalam persentase penduduk miskin pada 2025 sebesar 11,02 persen. Angka tersebut hanya terpaut tipis dari Kota Tasikmalaya sebesar 10,84 persen dan Kuningan sebesar 10,74 persen. Fakta ini memperlihatkan bahwa penduduk miskin Jawa Barat masih terkonsentrasi di sejumlah daerah tertentu, sementara pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan besar.

Data tersebut juga memperlihatkan pola menarik. Wilayah Ciayumajakuning mendominasi daftar 10 besar persentase kemiskinan di Jawa Barat, menandakan persoalan kesejahteraan masih tersebar di berbagai kawasan.

Ciayumajakuning Mendominasi, Apa Pesannya?

Berdasarkan data BPS yang dirilis melalui Jabar Stats, lima besar daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Jawa Barat pada 2025 terdiri atas:

  • Indramayu: 11,02 persen
  • Kota Tasikmalaya: 10,84 persen
  • Kuningan: 10,74 persen
  • Majalengka: 10,31 persen
  • Cirebon: 10,23 persen

Selanjutnya, posisi keenam hingga kesepuluh ditempati Kabupaten Tasikmalaya, Bandung Barat, Cianjur, Garut, dan Subang.

Dominasi Ciayumajakuning menunjukkan pusat pertanian dan perdagangan ini masih menghadapi tantangan kesejahteraan, sementara Priangan Timur juga belum lepas dari persoalan kemiskinan.

Persentase Bukan Jumlah Penduduk Miskin

Satu hal yang sering luput dipahami masyarakat ialah bahwa angka dalam data ini merupakan persentase, bukan jumlah penduduk miskin secara absolut.

Artinya, daerah dengan persentase lebih tinggi belum tentu memiliki jumlah penduduk miskin paling banyak. Sebaliknya, daerah dengan populasi jauh lebih besar dapat memiliki jumlah penduduk miskin yang lebih tinggi meskipun persentasenya lebih rendah.

Karena itu, data kemiskinan perlu dibaca secara utuh dengan mempertimbangkan jumlah penduduk, kondisi ekonomi, dan akses layanan dasar. Pendekatan tersebut akan menghasilkan gambaran yang lebih akurat dibandingkan hanya melihat persentase semata.

Kemiskinan Tidak Bisa Dilihat dari Satu Angka

Kemiskinan merupakan persoalan multidimensi. Selain berkaitan dengan pendapatan, kondisi ini juga dipengaruhi oleh akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur, serta kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.

Wilayah dengan basis ekonomi pertanian dan perikanan, misalnya, lebih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas, perubahan cuaca, maupun menurunnya produktivitas. Karena itu, upaya penanggulangan kemiskinan memerlukan strategi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah selama ini telah menjalankan berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Namun, efektivitas kebijakan tersebut tetap membutuhkan evaluasi berkala agar bantuan benar-benar menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Kemiskinan Jawa Barat

Presentase penduduk miskin Jawa Barat, (Foto: Jabarstats).

Data Menjadi Dasar, Kebijakan Menjadi Jawaban

Penanggulangan kemiskinan mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 dan RPJMN 2025–2029, dengan fokus pada perlindungan sosial, peningkatan kualitas SDM, penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan ekonomi.

Dalam konteks Jawa Barat, data BPS berperan sebagai dasar penting bagi pemerintah untuk menentukan prioritas program, mengalokasikan anggaran secara lebih tepat sasaran, serta mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah berjalan.

Lebih dari Sekadar Peringkat

Daftar persentase penduduk miskin bukanlah kompetisi antardaerah, melainkan alat ukur untuk melihat tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan. Angka-angka tersebut mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi belum selalu berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan.

Karena itu, membaca data kemiskinan seharusnya tidak berhenti pada siapa yang berada di posisi teratas. Yang terpenting, data harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Di balik setiap persentase terdapat keluarga yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Statistik memang menunjukkan arah, tetapi kebijakan yang tepat dan pelaksanaannya di lapanganlah yang akan menentukan apakah angka kemiskinan benar-benar turun atau hanya berpindah dalam daftar. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meja Iftar Timur Tengah paling mewah dengan dekorasi emas, lampu gantung kristal, dan hidangan khas Arab premium.

    Meja Iftar Timur Tengah Paling Mewah dan Menggoda

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Meja Iftar Timur Tengah Paling Mewah selalu menarik perhatian setiap Ramadhan tiba. Tradisi berbuka puasa di kawasan Arab ini tidak hanya menonjolkan cita rasa, tetapi juga menghadirkan kemegahan yang memikat. Bahkan, meja iftar mewah kerap menjadi simbol keramahan, status sosial, dan penghormatan terhadap tamu. Di berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, […]

  • penjualan tahun baru

    Omzet Terompet Tahun Baru Turun

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Penjualan Tahun Baru Turun, Ekonomi Rumah Tangga Tertekan dan Empati Sosial Menguat albadarpost.com, HUMANIORA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas perdagangan terompet dan petasan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan tajam. Pantauan di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menunjukkan suasana yang jauh lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini tidak sekadar […]

  • peredaran ekstasi

    Bareskrim Sita 200 Ribu Pil Ekstasi dan Telusuri Jaringan Peredaran

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Bareskrim mengamankan 200.000 pil ekstasi di Tol Trans Sumatera dan menahan kurir dalam operasi peredaran narkoba. albadarpost.com, LENSA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap peredaran ekstasi berskala besar setelah mengamankan lebih dari 200.000 pil dari sebuah minibus yang kecelakaan di ruas Tol Trans Sumatera, Bandar Lampung. Barang bukti ditemukan tersusun dalam tas dan […]

  • IPP DPRD Tasikmalaya

    Skor IPP 0,98, DPRD Tasikmalaya Gagal Layani Publik

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Skor Indeks Pelayanan Publik (IPP) DPRD Kabupaten Tasikmalaya berhenti di angka 0,98. Bukan rendah—melainkan gagal. Angka ini menempatkan DPRD sebagai salah satu lembaga publik dengan kualitas layanan terburuk, sekaligus membuka ironi besar dalam tata kelola pemerintahan daerah. DPRD selama ini berdiri sebagai pengawas pelayanan publik. Namun hasil evaluasi justru menunjukkan lembaga […]

  • respons hukum

    Respons Hukum DPRD Tasikmalaya di Tengah Kritik Warga

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kasus vandalisme DPRD Kabupaten Tasikmalaya menguji hukum publik: penegakan aturan atau ruang kritik warga demokratis. Vandalisme di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya Picu Polemik albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aksi vandalisme di gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya memunculkan perdebatan hukum yang lebih luas. Peristiwa ini tidak hanya menyangkut dugaan pengrusakan fasilitas negara, tetapi juga menyentuh fungsi hukum publik […]

  • Kantor KPU Tasikmalaya

    Diky Prihatin Lihat Kantor KPU Tasikmalaya, Status Aset Jadi Perhatian

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kondisi Kantor KPU Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi gedung yang dinilai kurang terawat. Sorotan tersebut tidak hanya menyangkut bangunan fisik. Di baliknya, terdapat persoalan yang lebih panjang, yakni status aset antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya yang hingga kini […]

expand_less