Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Omzet Terompet Tahun Baru Turun

Omzet Terompet Tahun Baru Turun

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penjualan Tahun Baru Turun, Ekonomi Rumah Tangga Tertekan dan Empati Sosial Menguat

albadarpost.com, HUMANIORA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, aktivitas perdagangan terompet dan petasan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami penurunan tajam. Pantauan di Pasar Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, menunjukkan suasana yang jauh lebih lengang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penurunan penjualan ini tidak sekadar soal dagangan musiman yang sepi. Ia menjadi cermin tekanan ekonomi rumah tangga sekaligus penanda tumbuhnya empati sosial di tengah masyarakat.

Sejumlah pedagang mengakui penurunan penjualan mencapai sekitar 70 persen. Lapak-lapak yang biasanya ramai sejak beberapa hari sebelum malam tahun baru kini lebih banyak menunggu pembeli. Terompet dan petasan sudah dipajang, namun minat beli tidak kunjung datang. Kondisi ini menandai perubahan nyata pada pola konsumsi warga perkotaan.

Dafin Munaf, pedagang terompet dan petasan di Pasar Depok Jaya, mengatakan penjualan tahun ini jauh lebih rendah dibanding tahun lalu. “Penjualan tahun baru kali ini merosot sekali dibanding tahun kemarin,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (26/12/2025). Penurunan itu, menurut Dafin, bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan dampak dari kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Tekanan Ekonomi Rumah Tangga

Melemahnya daya beli menjadi faktor utama yang dirasakan pedagang. Dalam situasi biaya hidup yang terus meningkat, banyak keluarga memilih menahan pengeluaran yang bersifat konsumtif. Perayaan Tahun Baru tidak lagi menjadi prioritas belanja, terutama bagi rumah tangga dengan pendapatan terbatas.

Baca juga: Muhammad Jazir dan Warisan Tata Kelola Masjid

Penurunan penjualan Tahun Baru ini memperlihatkan cara keluarga mengatur ulang kebutuhan. Belanja untuk terompet dan petasan, yang bersifat simbolik dan sesaat, menjadi pos yang paling mudah dipangkas. Pilihan ini mencerminkan kehati-hatian warga dalam menjaga stabilitas keuangan keluarga di tengah ketidakpastian ekonomi.

Bagi pedagang musiman, kondisi tersebut berdampak langsung. Mereka berada di lapisan paling rentan dalam struktur ekonomi perkotaan. Ketika konsumsi menurun, kelompok inilah yang pertama merasakan dampaknya. Namun, realitas ini juga menunjukkan bahwa masyarakat tidak sedang apatis, melainkan sedang beradaptasi.

Empati Sosial Menggeser Euforia

Selain faktor ekonomi, turunnya penjualan juga dipengaruhi oleh imbauan kepada masyarakat untuk tidak menyalakan petasan dan terompet. Imbauan ini muncul sebagai bentuk empati terhadap musibah bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Ajakan tersebut ikut membentuk sikap publik dalam menyambut pergantian tahun.

Dafin menilai imbauan tersebut berdampak pada minat beli masyarakat dan patut diapresiasi. “Bagus. Karena di sana orang lagi kena musibah, tapi kita di sini senang-senang. Kita menghormati,” katanya. Pernyataan ini mencerminkan adanya kesadaran kolektif untuk menempatkan empati di atas euforia.

Fenomena ini menunjukkan perubahan penting dalam perilaku sosial. Perayaan Tahun Baru tidak lagi dimaknai semata sebagai pesta dan keramaian, tetapi juga sebagai momen refleksi. Sebagian warga memilih merayakan secara sederhana, bahkan menahan diri, sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama.

Baca juga: Kisah Keteladanan Nabi Ayub AS

Perubahan Pola Konsumsi Publik

Penurunan penjualan terompet dan petasan di Depok memberi gambaran lebih luas tentang perubahan pola konsumsi masyarakat perkotaan. Tekanan ekonomi rumah tangga mendorong warga untuk lebih selektif, sementara empati sosial membentuk sikap yang lebih peka terhadap konteks kemanusiaan.

Bagi pembuat kebijakan, kondisi ini menjadi sinyal penting. Perlambatan konsumsi di sektor mikro perlu dibaca sebagai indikator kesejahteraan warga. Di saat yang sama, tumbuhnya empati sosial menunjukkan modal sosial masyarakat masih kuat dan perlu dijaga.

Menutup tahun dengan suasana yang lebih sunyi bukan selalu pertanda kemunduran. Dalam konteks ini, penurunan penjualan Tahun Baru justru mencerminkan dua hal sekaligus: tekanan ekonomi yang nyata di tingkat keluarga, dan kedewasaan sosial masyarakat dalam memaknai perayaan. Dua realitas ini berjalan beriringan, membentuk wajah baru Tahun Baru yang lebih sederhana, sadar, dan berempati. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan cuaca

    Peringatan Cuaca Ekstrem, Siklon Nokaen Masih Mengancam

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca terkait keberadaan Siklon Tropis Nokaen yang masih aktif. Meski pusat siklon bergerak menjauh dari wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya masih berpotensi memengaruhi kondisi cuaca dalam 24 jam ke depan. BMKG menyebut masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan […]

  • dean james wn belanda

    Heboh! Dean James Disebut Masih WN Belanda, Nasibnya Terancam?

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Dean James WN Belanda menjadi topik panas yang langsung menyita perhatian publik sepak bola. Isu ini muncul setelah data resmi menunjukkan bahwa pemain yang kini membela Timnas Indonesia tersebut masih tercatat sebagai warga negara Belanda. Kontroversi Dean James ini pun memunculkan berbagai spekulasi, terutama terkait keabsahan status kewarganegaraannya. Di sisi lain, […]

  • Kawasan Tanpa Rokok

    Satpol PP Cirebon Tindak Warga Langgar Kawasan Tanpa Rokok, Denda Rp17 Ribu Berlaku Tegas

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Satpol PP Cirebon tindak pelanggar kawasan tanpa rokok, tujuh warga didenda Rp17 ribu untuk tegakkan Perda KTR. Penegakan Kawasan Tanpa Rokok Kian Diperketat albadarpost.com, LENSA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cirebon kembali menegaskan komitmennya dalam menegakkan aturan kawasan tanpa rokok (KTR). Dalam operasi yang digelar pada Sabtu pagi, 1 November 2025, petugas […]

  • arsitektur Islam

    Mengapa Arsitektur Islam Selalu Memukau? Ini Jawabannya

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRWALA – Banyak orang mengagumi keindahan masjid, kubah, dan ornamen Timur Tengah. Namun, tidak semua orang memahami bahwa arsitektur Islam bukan hanya soal bangunan yang indah. Seni arsitektur Islam, desain bangunan Islam, dan gaya arsitektur masjid justru menyimpan nilai spiritual, filosofi, serta pesan kehidupan yang sangat dalam. Karena itu, bangunan dalam tradisi Islam selalu […]

  • Zona Waspada

    Pemkab Tasikmalaya Sebarkan Informasi Zona Waspada untuk Cegah Risiko

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Tasikmalaya masuk Zona Waspada. Pemerintah mempercepat penyebaran informasi cuaca untuk cegah risiko bencana. albadarpost.com, BERITA DAERAH – BMKG menetapkan Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah yang masuk Zona Waspada curah hujan tinggi pada periode 11–20 Desember 2025. Informasi ini dirilis melalui kanal resmi @bmkg_jawabarat dan menjadi dasar peringatan dini yang segera ditindaklanjuti pemerintah daerah. Status […]

  • Ilustrasi penjual melakukan jual beli live streaming melalui ponsel dengan menampilkan produk secara langsung kepada pembeli.

    Bolehkah Jual Beli Live Streaming? Ini Hukumnya

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jual beli live streaming kini menjadi tren dalam transaksi digital. Banyak pelaku usaha memanfaatkan siaran langsung untuk menawarkan produk secara real time. Namun, muncul pertanyaan: apakah jualan secara streaming atau transaksi online melalui siaran langsung diperbolehkan dalam Islam? Untuk menjawabnya, kita perlu memahami prinsip dasar muamalah, dalil Al-Qur’an dan hadis, serta […]

expand_less