7 Fakta Masjidil Haram yang Jarang Diketahui, Nomor 5 Terjadi Setiap Hari
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Masjidil Haram di Makkah dipenuhi jamaah haji dan umrah yang mengelilingi Ka'bah saat melakukan tawaf.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, HIKMAH – Masjidil Haram merupakan masjid paling suci dalam Islam. Tempat ibadah yang berdiri di Kota Makkah ini menjadi tujuan jutaan jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia. Namun di balik kemegahan bangunan yang mengelilingi Ka’bah tersebut, tersimpan sejumlah fakta Masjidil Haram yang mengejutkan dan belum banyak diketahui masyarakat.
Selain menjadi pusat ibadah umat Islam, Masjidil Haram juga menyimpan sejarah panjang, keutamaan luar biasa, serta berbagai keunikan yang membuatnya berbeda dari masjid lain di dunia.
1. Masjidil Haram Merupakan Masjid Paling Mulia di Dunia
Dalam ajaran Islam, Masjidil Haram memiliki kedudukan tertinggi dibanding masjid lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Salat di masjidku ini lebih utama daripada seribu salat di masjid lain kecuali Masjidil Haram.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan betapa istimewanya Masjidil Haram di sisi Allah SWT.
Karena itu, jutaan muslim di berbagai negara selalu memimpikan kesempatan untuk bisa beribadah di sana meski hanya sekali seumur hidup.
2. Keutamaan Salat di Masjidil Haram Sangat Besar
Salah satu fakta Masjidil Haram yang paling sering membuat jamaah takjub adalah besarnya keutamaan ibadah di tempat ini.
Dalam sejumlah hadis yang diriwayatkan Ahmad dan Ibnu Majah disebutkan keutamaan salat di Masjidil Haram yang nilainya jauh lebih besar dibanding salat di masjid lain.
Karena itu, banyak jamaah memanfaatkan waktu mereka di Makkah untuk memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa.
3. Masjidil Haram Terus Berkembang dari Masa ke Masa
Jika dibandingkan dengan masa Rasulullah SAW, ukuran Masjidil Haram saat ini jauh lebih luas.
Berbagai perluasan dilakukan untuk menyesuaikan jumlah jamaah yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kini kawasan Masjidil Haram mampu menampung jutaan orang dalam waktu bersamaan, terutama saat puncak musim haji.
4. Sumur Zamzam Berada di Kawasan Masjidil Haram
Selain Ka’bah, kawasan Masjidil Haram juga menjadi tempat keberadaan Sumur Zamzam yang terkenal di seluruh dunia.
Rasulullah SAW bersabda:
“Air Zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.”
(HR. Ibnu Majah)
Hingga hari ini, jutaan liter air zamzam didistribusikan kepada jamaah setiap tahunnya.
5. Tawaf di Sekitar Ka’bah Hampir Tidak Pernah Sepi
Pemandangan ini sering membuat jamaah yang baru pertama kali datang merasa takjub.
Menjelang azan Magrib, sebagian jamaah terlihat mempercepat langkah menuju area salat. Di sisi lain, petugas kebersihan masih terlihat mendorong alat pembersih lantai di sela-sela arus manusia yang terus bergerak.
Dari lantai atas Masjidil Haram, lingkaran manusia yang mengelilingi Ka’bah tampak seperti gelombang yang tidak pernah berhenti.
Bahkan ketika jumlah jamaah berkurang pada waktu tertentu, tetap ada orang yang melakukan tawaf.
6. Operasional Masjidil Haram Sangat Kompleks
Banyak orang hanya melihat kemegahan bangunannya.
Padahal di balik itu terdapat sistem operasional yang sangat besar.
Ribuan petugas bekerja setiap hari untuk menjaga kebersihan, keamanan, distribusi air zamzam, hingga pengaturan arus jamaah.
Pada malam hari, cahaya lampu Masjidil Haram memantul di lantai marmer putih. Di beberapa sudut, jamaah duduk berkelompok sambil membaca Al-Qur’an atau menunggu waktu salat berikutnya.
Pemandangan seperti itu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di masjid terbesar umat Islam tersebut.
7. Masjidil Haram Menjadi Titik Temu Umat Islam Dunia
Inilah fakta Masjidil Haram yang paling menyentuh.
Di tempat ini, berbagai bahasa, budaya, dan warna kulit bertemu dalam satu tujuan yang sama.
Allah SWT berfirman:
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ
“Serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus.”
(QS. Al-Hajj: 27)
Ayat tersebut menggambarkan bagaimana manusia dari berbagai penjuru dunia akan terus datang menuju Baitullah.
Fragmen Sosial yang Jarang Terlihat
Di media sosial, banyak jamaah Indonesia mengaku hal pertama yang mereka cari setelah tiba di hotel bukan makanan atau tempat istirahat, melainkan kesempatan kembali melihat Ka’bah dari dekat.
Tidak sedikit pula jamaah yang menyimpan foto pertama saat melihat Masjidil Haram sebagai gambar profil atau wallpaper ponsel selama bertahun-tahun.
Bagi sebagian orang, foto tersebut bukan sekadar gambar. Ia menjadi pengingat akan salah satu momen paling berharga dalam hidup mereka.
Tidak Selalu Mudah Menikmati Masjidil Haram
Meski begitu, tidak semua jamaah dapat menikmati suasana Masjidil Haram dengan tenang setiap saat.
Kepadatan yang sangat tinggi pada musim haji sering membuat sebagian orang harus bersabar lebih lama untuk mendapatkan ruang salat yang nyaman atau posisi yang lebih dekat dengan Ka’bah.
Ada yang harus berjalan cukup jauh. Ada yang menunggu waktu yang tepat. Dan ada pula yang hanya memperoleh kesempatan singkat untuk berada di area favorit mereka.
Namun justru karena itulah, banyak jamaah merasa setiap menit di Masjidil Haram memiliki nilai yang sangat berharga.
Masjidil Haram akan tetap berdiri di tempatnya.
Jamaah datang dan pergi silih berganti.
Takbir terus bergema dari tahun ke tahun.
Namun bagi banyak orang, ada bagian dari hati yang seolah tertinggal di sana.
Dan mungkin itulah sebabnya jutaan muslim di berbagai penjuru dunia terus berdoa dengan harapan yang sama:
Suatu hari nanti, mereka bisa kembali menjadi tamu Allah di Masjidil Haram. (Red)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar