Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » FJG: Oknum Tak Bisa Berlindung di Balik Wartawan

FJG: Oknum Tak Bisa Berlindung di Balik Wartawan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHForum Jurnalis Galuh (FJG) menegaskan bahwa siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana tidak dapat berlindung di balik identitas atau atribut profesi wartawan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Dalam kesempatan itu, Forum Jurnalis Galuh juga menyampaikan dukungan terhadap proses hukum yang sedang ditangani aparat kepolisian.

FJG merupakan organisasi profesi yang mewadahi jurnalis di wilayah Galuh. Menurut organisasi tersebut, dugaan tindakan melawan hukum oleh seseorang yang mengaku sebagai wartawan tidak boleh digeneralisasi sebagai perilaku profesi jurnalistik secara keseluruhan.

FJG: Jangan Jadikan Profesi Wartawan sebagai Tameng

Ketua Forum Jurnalis Galuh, Pepy, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang kini tengah diproses oleh aparat penegak hukum.

Ia menegaskan bahwa profesi wartawan memiliki kode etik, tanggung jawab moral, dan aturan profesi yang harus dijunjung tinggi. Karena itu, siapa pun yang menyalahgunakan identitas pers untuk kepentingan pribadi atau diduga melakukan tindak pidana harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Kami dari FJG mengutuk keras perbuatan tersebut. Jika pelakunya bukan wartawan resmi yang memegang kartu pers dari media yang terverifikasi Dewan Pers, maka dia hanyalah oknum masyarakat yang mencatut profesi kami,” ujar Pepy, Rabu (8/7/2026).

Pepy juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk komitmen FJG untuk menjaga marwah profesi jurnalistik sekaligus melindungi kepercayaan masyarakat terhadap insan pers yang bekerja sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Selain menyampaikan sikap organisasi, FJG juga mendukung penuh langkah kepolisian dalam menangani laporan dugaan tindak pidana tersebut.

Menurut Pepy, setiap laporan masyarakat harus diproses secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Oleh sebab itu, organisasi yang dipimpinnya menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

“Kami mendukung penuh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan oleh kepolisian masih berlangsung. Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terkait perkara tersebut. Karena itu, seluruh pihak tetap wajib menghormati asas praduga tak bersalah.

Masyarakat Diminta Berani Memverifikasi Identitas Wartawan

Sekretaris Forum Jurnalis Galuh, Edward Martin Alamsyah, mengajak masyarakat untuk lebih memahami cara mengenali wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

Menurutnya, masyarakat, termasuk pihak sekolah dan instansi pemerintah, tidak perlu ragu meminta identitas pers maupun menanyakan media tempat seseorang bekerja ketika menerima kunjungan yang mengatasnamakan wartawan.

“Kami meminta masyarakat tidak takut untuk mengecek legalitas media dan identitas pers setiap orang yang datang mengaku sebagai wartawan,” ujar Edward.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghambat kerja jurnalistik, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus perlindungan bagi masyarakat.

Edward juga mengingatkan bahwa apabila seseorang diduga melakukan tindakan yang mengarah pada tindak pidana, masyarakat sebaiknya segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

“Jika perilakunya sudah menjurus pada tindak pidana, segera laporkan kepada pihak berwenang. Jangan biarkan oknum yang tidak bertanggung jawab merusak citra profesi jurnalis yang mulia,” tambahnya.

Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Pers

FJG menilai integritas merupakan modal utama profesi wartawan. Karena itu, organisasi tersebut berkomitmen mendukung penegakan hukum sekaligus menjaga nama baik profesi jurnalistik dari tindakan individu yang diduga menyalahgunakan identitas pers.

Di sisi lain, FJG juga mengajak masyarakat untuk membedakan antara wartawan yang menjalankan tugas sesuai kode etik dengan individu yang hanya mengaku sebagai wartawan tanpa dasar yang dapat diverifikasi.

Kepercayaan publik adalah modal terbesar dunia jurnalistik. Ketika ada individu yang diduga menyalahgunakan identitas pers untuk kepentingan pribadi, proses hukum harus berjalan objektif, sementara profesi wartawan tetap dijaga kehormatannya melalui kerja jurnalistik yang berintegritas dan bertanggung jawab. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayat Mutasyabih

    Ayat Mutasyabih Adalah Apa? Ini Penjelasan Ulama yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pernahkah Anda membaca Al-Qur’an lalu berhenti beberapa detik karena menemukan ayat yang terasa sulit dipahami? Mungkin itu terjadi saat melihat rangkaian huruf seperti Alif Lam Mim. Atau ketika membaca ayat tentang Arsy, surga, neraka, dan berbagai perkara gaib lainnya. Sebagian orang melanjutkan bacaan begitu saja. Sebagian lagi membuka kitab tafsir. Ada juga […]

  • Hari Arafah

    Hari Arafah Disebut Waktu Mustajab, Ini Dalil dan Keutamaannya

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak sedikit umat Islam yang merasa suasana Hari Arafah berbeda dibanding hari-hari biasa. Ada yang mendadak lebih tenang. Ada juga yang tiba-tiba ingin memperbanyak doa tanpa tahu kenapa. Padahal secara kasat mata, harinya tetap sama. Matahari tetap terbit. Jalanan tetap ramai. Notifikasi ponsel tetap berbunyi. Namun bagi banyak orang, Hari Arafah memang […]

  • Hakordia 2025

    KPK Gelar Hakordia 2025 untuk Perkuat Gerakan Antikorupsi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    KPK gelar Hakordia 2025 di Yogyakarta dengan agenda kolaborasi antikorupsi lintas sektor selama empat hari. albadarpost.com, LENSA – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Hakordia 2025 sebagai gerakan kolaborasi nasional yang dipusatkan di Yogyakarta pada 6–9 Desember. Agenda empat hari ini bukan seremoni tahunan, tetapi ruang inklusif yang dirancang untuk memperluas partisipasi publik dalam pencegahan korupsi. Penetapan […]

  • Blue Moon 2026

    Catat Tanggalnya, Blue Moon Akan Hiasi Langit Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 184
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pada 31 Mei 2026, langit malam Indonesia akan menghadirkan fenomena Blue Moon 2026, sebuah peristiwa astronomi yang menarik perhatian banyak orang di berbagai belahan dunia. Meski namanya Blue Moon atau “Bulan Biru”, fenomena ini tidak membuat Bulan berubah menjadi warna biru. Justru di situlah letak kesalahpahaman yang paling sering muncul. Blue Moon […]

  • Pantai Pasir Putih Pangandaran

    Status Pantai Pasir Putih Pangandaran Diusulkan Jadi Kawasan Wisata Alam

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Usulan perubahan status Pantai Pasir Putih Pangandaran dari cagar alam jadi kawasan wisata alam berkelanjutan. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah daerah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran tengah mengkaji perubahan status Pantai Pasir Putih Pangandaran dari kawasan cagar alam menjadi kawasan wisata alam. Langkah ini diambil sebagai upaya menyesuaikan antara aturan konservasi dan realitas […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dengan tenang saat matahari terbit, menggambarkan makna syukur dan ketenangan hidup

    Kenapa Hidup Terasa Kurang? Ini Makna Syukur yang Terlupakan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup kurang, padahal sebenarnya tidak? Makna syukur, arti bersyukur, dan hakikat syukur dalam kehidupan sering kali kabur di tengah rutinitas yang melelahkan. Kita sibuk mengejar lebih banyak, tetapi lupa menghargai apa yang sudah ada. Di titik inilah makna syukur sering terlupakan—bukan karena tidak punya alasan untuk bersyukur, tetapi karena kita […]

expand_less