Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » FJG: Oknum Tak Bisa Berlindung di Balik Wartawan

FJG: Oknum Tak Bisa Berlindung di Balik Wartawan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHForum Jurnalis Galuh (FJG) menegaskan bahwa siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana tidak dapat berlindung di balik identitas atau atribut profesi wartawan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis. Dalam kesempatan itu, Forum Jurnalis Galuh juga menyampaikan dukungan terhadap proses hukum yang sedang ditangani aparat kepolisian.

FJG merupakan organisasi profesi yang mewadahi jurnalis di wilayah Galuh. Menurut organisasi tersebut, dugaan tindakan melawan hukum oleh seseorang yang mengaku sebagai wartawan tidak boleh digeneralisasi sebagai perilaku profesi jurnalistik secara keseluruhan.

FJG: Jangan Jadikan Profesi Wartawan sebagai Tameng

Ketua Forum Jurnalis Galuh, Pepy, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang kini tengah diproses oleh aparat penegak hukum.

Ia menegaskan bahwa profesi wartawan memiliki kode etik, tanggung jawab moral, dan aturan profesi yang harus dijunjung tinggi. Karena itu, siapa pun yang menyalahgunakan identitas pers untuk kepentingan pribadi atau diduga melakukan tindak pidana harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

“Kami dari FJG mengutuk keras perbuatan tersebut. Jika pelakunya bukan wartawan resmi yang memegang kartu pers dari media yang terverifikasi Dewan Pers, maka dia hanyalah oknum masyarakat yang mencatut profesi kami,” ujar Pepy, Rabu (8/7/2026).

Pepy juga menegaskan bahwa pernyataan tersebut merupakan bentuk komitmen FJG untuk menjaga marwah profesi jurnalistik sekaligus melindungi kepercayaan masyarakat terhadap insan pers yang bekerja sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Dukung Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Selain menyampaikan sikap organisasi, FJG juga mendukung penuh langkah kepolisian dalam menangani laporan dugaan tindak pidana tersebut.

Menurut Pepy, setiap laporan masyarakat harus diproses secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Oleh sebab itu, organisasi yang dipimpinnya menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

“Kami mendukung penuh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini tanpa pandang bulu,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, proses penyelidikan oleh kepolisian masih berlangsung. Belum ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap terkait perkara tersebut. Karena itu, seluruh pihak tetap wajib menghormati asas praduga tak bersalah.

Masyarakat Diminta Berani Memverifikasi Identitas Wartawan

Sekretaris Forum Jurnalis Galuh, Edward Martin Alamsyah, mengajak masyarakat untuk lebih memahami cara mengenali wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

Menurutnya, masyarakat, termasuk pihak sekolah dan instansi pemerintah, tidak perlu ragu meminta identitas pers maupun menanyakan media tempat seseorang bekerja ketika menerima kunjungan yang mengatasnamakan wartawan.

“Kami meminta masyarakat tidak takut untuk mengecek legalitas media dan identitas pers setiap orang yang datang mengaku sebagai wartawan,” ujar Edward.

Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut bukan untuk menghambat kerja jurnalistik, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian sekaligus perlindungan bagi masyarakat.

Edward juga mengingatkan bahwa apabila seseorang diduga melakukan tindakan yang mengarah pada tindak pidana, masyarakat sebaiknya segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum agar dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

“Jika perilakunya sudah menjurus pada tindak pidana, segera laporkan kepada pihak berwenang. Jangan biarkan oknum yang tidak bertanggung jawab merusak citra profesi jurnalis yang mulia,” tambahnya.

Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Pers

FJG menilai integritas merupakan modal utama profesi wartawan. Karena itu, organisasi tersebut berkomitmen mendukung penegakan hukum sekaligus menjaga nama baik profesi jurnalistik dari tindakan individu yang diduga menyalahgunakan identitas pers.

Di sisi lain, FJG juga mengajak masyarakat untuk membedakan antara wartawan yang menjalankan tugas sesuai kode etik dengan individu yang hanya mengaku sebagai wartawan tanpa dasar yang dapat diverifikasi.

Kepercayaan publik adalah modal terbesar dunia jurnalistik. Ketika ada individu yang diduga menyalahgunakan identitas pers untuk kepentingan pribadi, proses hukum harus berjalan objektif, sementara profesi wartawan tetap dijaga kehormatannya melalui kerja jurnalistik yang berintegritas dan bertanggung jawab. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya

    Diky Candranegara Soroti Minimnya Wewenang Wakil Wali Kota

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara (KDC) menilai aturan yang berlaku masih membatasi kewenangan wakil kepala daerah dalam menjalankan fungsi pemerintahan. Menurut KDC Tasikmalaya, ketentuan dalam UU Nomor 23 Tahun 2014 belum memberikan ruang yang jelas bagi wakil kepala daerah untuk mengambil kebijakan strategis. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat […]

  • TNI Polri Tasikmalaya

    Di Balik Pertemuan TNI-Polri, Ada Pesan untuk Warga

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – TNI Polri Tasikmalaya kembali menunjukkan bahwa menjaga keamanan daerah tidak hanya dilakukan melalui patroli, operasi, atau penegakan hukum. Di balik pertemuan hangat antara jajaran Kodim 0612 Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya, dan Polresta Tasikmalaya pada Selasa (14/7/2026), tersimpan pesan yang jauh lebih penting: stabilitas daerah lahir dari komunikasi, kepercayaan, dan sinergi yang terus […]

  • Demo GIBAS Tasikmalaya

    Aksi GIBAS 29 Juni, ATR/BPN Tasik Jadi Sorotan

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 123
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Demo GIBAS Tasikmalaya dijadwalkan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026. Aksi unjuk rasa yang digelar GIBAS Resort Kota Tasikmalaya ini akan memulai kegiatan sejak pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Sekretariat Bersama (Sekber) GIBAS, Jalan Letjen Mashudi, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya. Aksi GIBAS, demonstrasi GIBAS Tasikmalaya, maupun unjuk rasa GIBAS […]

  • Bendahara Center Maula Indonesia (CMI) Rahmat Sidik

    LHKPN Kepala Bapenda Ciamis Jadi Sorotan, Naik Rp2,5 Miliar dalam Setahun

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Laporan LHKPN Aef Saefuloh mendadak menjadi perbincangan publik di Kabupaten Ciamis. Data kekayaan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis itu menunjukkan lonjakan aset yang cukup besar hanya dalam rentang satu tahun pelaporan. Kenaikan harta pejabat daerah sebenarnya bukan hal terlarang. Namun ketika nilainya melonjak drastis dalam waktu relatif singkat, masyarakat […]

  • Resep 7 aneka olahan daging kurban modern seperti burger sapi, shawarma, kebab homemade, rice bowl sambal matah, dan Korean BBQ saat Idul Adha.

    Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Idul Adha identik dengan sate, gulai, dan tongseng. Namun dalam beberapa tahun terakhir, olahan daging kurban mulai berubah mengikuti gaya hidup generasi muda. Kini, olahan daging kurban modern seperti burger sapi kurban, shawarma, rice bowl sambal matah, hingga Korean BBQ mulai ramai muncul di rumah-rumah, konten TikTok, sampai acara bakar-bakaran keluarga. Fenomena […]

  • Tasik Gemas

    Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah. Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis. Bagi publik, peluncuran ini bukan […]

expand_less