Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 156
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Idul Adha identik dengan sate, gulai, dan tongseng. Namun dalam beberapa tahun terakhir, olahan daging kurban mulai berubah mengikuti gaya hidup generasi muda. Kini, olahan daging kurban modern seperti burger sapi kurban, shawarma, rice bowl sambal matah, hingga Korean BBQ mulai ramai muncul di rumah-rumah, konten TikTok, sampai acara bakar-bakaran keluarga.

Fenomena ini bukan sekadar tren kuliner biasa. Banyak keluarga mulai mencari cara baru agar daging kurban terasa lebih praktis, kekinian, dan cocok untuk semua usia. Bahkan sebagian anak muda kini lebih antusias membuat kebab homemade dibanding menyiapkan tusukan sate tradisional.

Dan suasana dapur saat Idul Adha pun terasa berbeda.

Bunyi blender bumbu bercampur suara notifikasi resep TikTok. Ada yang sibuk memotong daging tipis-tipis ala yakiniku. Ada juga yang diam-diam sudah menyiapkan saus burger sejak malam takbiran.

Di beberapa rumah, kardus bekas pembagian daging kurban bahkan belum sempat dipindahkan ketika aroma bawang putih, lada hitam, dan mentega sudah mulai memenuhi dapur kecil mereka.

Dan daging segar memang susah ditolak.

Daging Kurban Kini Masuk Era Kuliner Modern

Perubahan pola konsumsi masyarakat ikut mendorong munculnya berbagai kreasi olahan daging kurban. Jika dulu sebagian besar daging langsung dimasak gulai atau sate, sekarang banyak keluarga mencoba menu yang lebih fleksibel dan mudah dibagikan.

Burger Daging Kurban

Burger menjadi salah satu menu paling populer. Daging sapi kurban digiling lalu dibentuk patty tebal dengan tambahan lada hitam dan bawang putih.

Hasilnya terasa lebih juicy karena banyak keluarga memakai daging segar yang baru dipotong beberapa jam sebelumnya.

Beberapa anak muda bahkan mulai membuat “smash burger kurban” dengan roti brioche dan saus racikan sendiri. Di media sosial, menu seperti ini sering mendapat respons tinggi karena tampilannya menarik dan mudah viral.

Ada juga yang salah memilih bagian daging untuk steak dan burger karena terlalu semangat mengikuti tutorial chef luar negeri di YouTube. Tetapi justru bagian itu yang kemudian jadi bahan cerita lucu saat makan bersama keluarga.

Kadang eksperimennya malah lebih ramai daripada makannya.

Steak Sapi Kurban

Sebagian keluarga kini memilih memasak steak sederhana di rumah. Daging sapi kurban dipotong tebal lalu dimasak medium dengan butter dan rosemary.

Menariknya, banyak orang baru sadar bahwa kualitas daging kurban segar ternyata cukup cocok untuk steak rumahan.

Kadang yang bikin ramai justru bukan makanannya. Tetapi proses masaknya. Asap tipis dari teflon panas, suara daging menyentuh mentega cair, lalu anggota keluarga mulai berdiri mengelilingi dapur sambil mencicipi satu potong kecil lebih dulu.

Sebagian orang bahkan akan membandingkan hasil steak kurban mereka di grup keluarga WhatsApp. Ada yang memotret tingkat kematangan daging dari jarak sangat dekat, lalu mengirimnya sambil menulis, “Medium rare gagal total.”

Korean BBQ dan Shawarma Mulai Jadi Favorit Anak Muda

Pengaruh budaya kuliner Korea dan Timur Tengah juga mulai terlihat saat Idul Adha.

Korean barbecue Kurban

Menu Korean BBQ menjadi pilihan karena mudah dibuat bersama-sama. Daging diiris tipis lalu dipanggang di atas grill portable sambil disantap dengan selada dan sambal.

Model makan seperti ini dianggap lebih santai dan terasa hangat untuk keluarga besar.

Di beberapa rumah, anak-anak bahkan lebih sibuk merekam proses memanggang daging untuk Instagram Story dibanding benar-benar makan di meja utama.

Dan itu memang terjadi sekarang.

Ada juga yang mendadak membeli grill portable sehari sebelum Idul Adha hanya karena tidak ingin kalah estetik dari unggahan teman-temannya di media sosial.

Shawarma ala Timur Tengah

Shawarma juga mulai populer karena cocok memakai irisan daging sapi maupun kambing kurban. Bumbu rempah khas Timur Tengah membuat aroma daging terasa lebih kuat namun tetap segar.

Biasanya shawarma disajikan bersama tortilla, mayones bawang, dan kentang goreng.

Sementara itu, Kebab homemade menjadi pilihan praktis untuk stok makanan beberapa hari setelah Idul Adha.

Rice Bowl Sambal Matah hingga Smoked Beef Makin Banyak Dicoba

Selain menu internasional, banyak keluarga mulai menggabungkan cita rasa lokal dengan konsep modern.

Rice bowl Sambal Matah

Rice bowl sambal matah mulai populer karena sederhana namun terasa segar. Daging sapi kurban dipotong kecil lalu dimasak lada hitam atau teriyaki sebelum disajikan dengan sambal matah khas Bali.

Menu ini cukup disukai karena tidak terlalu berat seperti gulai santan.

Smoked beef dari Daging Kurban

Sebagian pecinta kuliner mulai mencoba membuat smoked beef sendiri di rumah memakai alat sederhana. Daging diasapi perlahan selama beberapa jam agar aroma kayunya lebih terasa.

Menariknya, ada yang rela begadang semalaman hanya untuk menjaga bara asap tetap stabil. Kadang sambil ngopi. Kadang sambil membuka YouTube tutorial yang dipercepat 2x.

Dan malam Idul Adha memang sering jadi panjang.

Idul Adha Kini Bukan Hanya Tentang Tradisi, Tetapi Juga Kreativitas

Perubahan tren olahan daging kurban menunjukkan bahwa tradisi terus bergerak mengikuti zaman. Generasi muda tetap menjaga semangat berbagi dan kebersamaan, tetapi mereka menghadirkannya dengan cara yang lebih kreatif dan dekat dengan keseharian saat ini.

Sate dan gulai mungkin tetap menjadi legenda meja makan Idul Adha. Namun burger kurban, Korean BBQ, hingga shawarma tampaknya mulai mengambil tempat di hati generasi baru.

Dan mungkin beberapa tahun lagi, aroma bakaran Idul Adha bukan cuma identik dengan arang sate.

Tetapi juga dengan suara grill listrik, kamera ponsel yang merekam asap tipis, dan anak muda yang berkata:

“Sebentar, jangan dimakan dulu. Foto dulu buat upload.”

Tradisi tidak hilang saat berubah bentuk. Kadang ia justru hidup lebih lama ketika berhasil masuk ke meja makan generasi berikutnya. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sambal bajak tahan lama dalam toples kaca tertutup rapat

    Rahasia Sambal Bajak Tahan Lama Tanpa Bahan Kimia

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 228
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Sambal bajak tahan lama sering menjadi incaran banyak ibu rumah tangga. Resep sambal bajak awet dan tidak cepat basi bahkan kerap dicari menjelang acara keluarga atau untuk stok mingguan. Namun, bagaimana cara membuat sambal bajak tahan lama tanpa pengawet buatan? Pertanyaan ini wajar muncul. Sebab, banyak orang ingin menikmati pedasnya sambal bajak […]

  • Foto aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Cikurubuk dengan latar bangunan kios tradisional, simbol ekonomi kerakyatan.

    Strategi Pemkot dalam Upaya Revitalisasi Pasar Cikurubuk

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pasar tradisional merupakan ruang vital dalam struktur ekonomi kerakyatan Indonesia. Ketika masyarakat berbelanja di pasar, roda ekonomi lokal bergerak, keterlibatan UMKM meningkat, dan jalinan sosial antarwarga semakin kuat. Di Kota Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk merupakan salah satu pusat perdagangan lokal yang telah membentuk kehidupan ekonomi warga selama puluhan tahun. Namun dalam beberapa waktu […]

  • Ilustrasi sekolah terintegrasi dengan siswa dari berbagai jenjang belajar bersama dalam lingkungan pendidikan inklusif dan gratis.

    Revolusi Pendidikan: Sekolah Terintegrasi vs Sekolah Rakyat

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 232
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah kembali menggulirkan agenda besar di sektor pendidikan. Kali ini, wacana Sekolah Terintegrasi dan Sekolah Rakyat muncul sebagai dua model yang sama-sama mengusung semangat pemerataan akses dan keadilan pendidikan. Namun, di balik tujuan yang serupa, keduanya menawarkan pendekatan yang berbeda. Karena itu, publik perlu memahami secara jernih arah kebijakan ini, terutama […]

  • UU PRT 2026

    Pelan Tapi Pasti: UU PRT 2026 Ubah Cara Kita Memperlakukan PRT

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Selama ini, banyak orang melihat pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu yang “ya sudah begitu saja”. Tidak perlu aturan rumit. Tidak perlu kesepakatan tertulis. Semuanya berjalan berdasarkan kebiasaan. Lalu UU PRT 2026 hadir. Dan tiba-tiba, hal-hal yang dulu terasa wajar mulai dipertanyakan. UU PRT 2026, perlindungan pekerja rumah tangga, dan hak PRT kini […]

  • Tasik Gemas

    Tasik Gemas: Gerakan Sehat atau Agenda Simbolik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Tasik Gemas harus diawasi agar tak berhenti sebagai agenda simbolik pemerintah. Diluncurkan Hari Ini, Dipertanyakan Esok Hari albadarpost.com, EDITORIAL – Pemerintah Kota Tasikmalaya meluncurkan program Tasik Gemas (Gerakan Masyarakat Sehat) sebagai langkah mendorong perubahan pola hidup warga. Program ini diawali dengan senam bersama dan layanan cek kesehatan gratis. Bagi publik, peluncuran ini bukan […]

  • Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya

    AIPDA Dadan Tewas dalam Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 82
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kecelakaan Lingkar Utara Tasikmalaya kembali memakan korban jiwa. Insiden lalu lintas atau laka maut Lingkar Utara Tasikmalaya yang terjadi pada Minggu (19/7/2026) mengakibatkan seorang anggota aktif Polresta Tasikmalaya, AIPDA Dadan Herviyan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Hingga kini, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut. Peristiwa itu berlangsung di Jalan Lingkar […]

expand_less