Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

Tak Lagi Cuma Sate, Daging Kurban Kini Diolah Jadi Burger hingga Korean BBQ

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Idul Adha identik dengan sate, gulai, dan tongseng. Namun dalam beberapa tahun terakhir, olahan daging kurban mulai berubah mengikuti gaya hidup generasi muda. Kini, olahan daging kurban modern seperti burger sapi kurban, shawarma, rice bowl sambal matah, hingga Korean BBQ mulai ramai muncul di rumah-rumah, konten TikTok, sampai acara bakar-bakaran keluarga.

Fenomena ini bukan sekadar tren kuliner biasa. Banyak keluarga mulai mencari cara baru agar daging kurban terasa lebih praktis, kekinian, dan cocok untuk semua usia. Bahkan sebagian anak muda kini lebih antusias membuat kebab homemade dibanding menyiapkan tusukan sate tradisional.

Dan suasana dapur saat Idul Adha pun terasa berbeda.

Bunyi blender bumbu bercampur suara notifikasi resep TikTok. Ada yang sibuk memotong daging tipis-tipis ala yakiniku. Ada juga yang diam-diam sudah menyiapkan saus burger sejak malam takbiran.

Di beberapa rumah, kardus bekas pembagian daging kurban bahkan belum sempat dipindahkan ketika aroma bawang putih, lada hitam, dan mentega sudah mulai memenuhi dapur kecil mereka.

Dan daging segar memang susah ditolak.

Daging Kurban Kini Masuk Era Kuliner Modern

Perubahan pola konsumsi masyarakat ikut mendorong munculnya berbagai kreasi olahan daging kurban. Jika dulu sebagian besar daging langsung dimasak gulai atau sate, sekarang banyak keluarga mencoba menu yang lebih fleksibel dan mudah dibagikan.

Burger Daging Kurban

Burger menjadi salah satu menu paling populer. Daging sapi kurban digiling lalu dibentuk patty tebal dengan tambahan lada hitam dan bawang putih.

Hasilnya terasa lebih juicy karena banyak keluarga memakai daging segar yang baru dipotong beberapa jam sebelumnya.

Beberapa anak muda bahkan mulai membuat “smash burger kurban” dengan roti brioche dan saus racikan sendiri. Di media sosial, menu seperti ini sering mendapat respons tinggi karena tampilannya menarik dan mudah viral.

Ada juga yang salah memilih bagian daging untuk steak dan burger karena terlalu semangat mengikuti tutorial chef luar negeri di YouTube. Tetapi justru bagian itu yang kemudian jadi bahan cerita lucu saat makan bersama keluarga.

Kadang eksperimennya malah lebih ramai daripada makannya.

Steak Sapi Kurban

Sebagian keluarga kini memilih memasak steak sederhana di rumah. Daging sapi kurban dipotong tebal lalu dimasak medium dengan butter dan rosemary.

Menariknya, banyak orang baru sadar bahwa kualitas daging kurban segar ternyata cukup cocok untuk steak rumahan.

Kadang yang bikin ramai justru bukan makanannya. Tetapi proses masaknya. Asap tipis dari teflon panas, suara daging menyentuh mentega cair, lalu anggota keluarga mulai berdiri mengelilingi dapur sambil mencicipi satu potong kecil lebih dulu.

Sebagian orang bahkan akan membandingkan hasil steak kurban mereka di grup keluarga WhatsApp. Ada yang memotret tingkat kematangan daging dari jarak sangat dekat, lalu mengirimnya sambil menulis, “Medium rare gagal total.”

Korean BBQ dan Shawarma Mulai Jadi Favorit Anak Muda

Pengaruh budaya kuliner Korea dan Timur Tengah juga mulai terlihat saat Idul Adha.

Korean barbecue Kurban

Menu Korean BBQ menjadi pilihan karena mudah dibuat bersama-sama. Daging diiris tipis lalu dipanggang di atas grill portable sambil disantap dengan selada dan sambal.

Model makan seperti ini dianggap lebih santai dan terasa hangat untuk keluarga besar.

Di beberapa rumah, anak-anak bahkan lebih sibuk merekam proses memanggang daging untuk Instagram Story dibanding benar-benar makan di meja utama.

Dan itu memang terjadi sekarang.

Ada juga yang mendadak membeli grill portable sehari sebelum Idul Adha hanya karena tidak ingin kalah estetik dari unggahan teman-temannya di media sosial.

Shawarma ala Timur Tengah

Shawarma juga mulai populer karena cocok memakai irisan daging sapi maupun kambing kurban. Bumbu rempah khas Timur Tengah membuat aroma daging terasa lebih kuat namun tetap segar.

Biasanya shawarma disajikan bersama tortilla, mayones bawang, dan kentang goreng.

Sementara itu, Kebab homemade menjadi pilihan praktis untuk stok makanan beberapa hari setelah Idul Adha.

Rice Bowl Sambal Matah hingga Smoked Beef Makin Banyak Dicoba

Selain menu internasional, banyak keluarga mulai menggabungkan cita rasa lokal dengan konsep modern.

Rice bowl Sambal Matah

Rice bowl sambal matah mulai populer karena sederhana namun terasa segar. Daging sapi kurban dipotong kecil lalu dimasak lada hitam atau teriyaki sebelum disajikan dengan sambal matah khas Bali.

Menu ini cukup disukai karena tidak terlalu berat seperti gulai santan.

Smoked beef dari Daging Kurban

Sebagian pecinta kuliner mulai mencoba membuat smoked beef sendiri di rumah memakai alat sederhana. Daging diasapi perlahan selama beberapa jam agar aroma kayunya lebih terasa.

Menariknya, ada yang rela begadang semalaman hanya untuk menjaga bara asap tetap stabil. Kadang sambil ngopi. Kadang sambil membuka YouTube tutorial yang dipercepat 2x.

Dan malam Idul Adha memang sering jadi panjang.

Idul Adha Kini Bukan Hanya Tentang Tradisi, Tetapi Juga Kreativitas

Perubahan tren olahan daging kurban menunjukkan bahwa tradisi terus bergerak mengikuti zaman. Generasi muda tetap menjaga semangat berbagi dan kebersamaan, tetapi mereka menghadirkannya dengan cara yang lebih kreatif dan dekat dengan keseharian saat ini.

Sate dan gulai mungkin tetap menjadi legenda meja makan Idul Adha. Namun burger kurban, Korean BBQ, hingga shawarma tampaknya mulai mengambil tempat di hati generasi baru.

Dan mungkin beberapa tahun lagi, aroma bakaran Idul Adha bukan cuma identik dengan arang sate.

Tetapi juga dengan suara grill listrik, kamera ponsel yang merekam asap tipis, dan anak muda yang berkata:

“Sebentar, jangan dimakan dulu. Foto dulu buat upload.”

Tradisi tidak hilang saat berubah bentuk. Kadang ia justru hidup lebih lama ketika berhasil masuk ke meja makan generasi berikutnya. (ARR)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garuda Canti Dharma

    1.014 Personel Tutup Garuda Canti Dharma III

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Deretan bendera dari berbagai negara berkibar di kawasan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jumat (31/7/2026). Suasana itu menandai berakhirnya Multinational Peacekeeping Exercise (MPE) Garuda Canti Dharma III Tahun 2026, latihan perdamaian internasional yang mempertemukan 1.014 peserta dari 22 negara. Momentum tersebut bukan sekadar seremoni penutupan, tetapi juga menjadi […]

  • Amalan Muharram

    Amalan Muharram yang Sering Terlewat, Pahalanya Besar

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 178
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di sejumlah kampung di Tasikmalaya, Garut, dan Ciamis mulai berubah. Selepas Magrib, suara anak-anak terdengar lebih ramai di sekitar masjid. Sebagian membawa bambu yang akan dijadikan obor, sementara yang lain sibuk mencoba menyalakan sumbu dari kain bekas yang telah dicelup minyak tanah. Di teras masjid, beberapa orang tua […]

  • Hotel Pangandaran

    Hotel Pangandaran Mulai Ramai, Ada Satu PR Besar

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 98
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Hotel Pangandaran kembali menunjukkan geliat. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran mencatat tingkat hunian hotel atau okupansi hotel Pangandaran pada Mei 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, di balik kabar baik itu, masih ada satu tantangan yang belum terpecahkan: sebagian besar wisatawan ternyata hanya menginap sekitar satu malam. Bagi […]

  • Pawai Tarhib Pamarican

    14 Desa Bersatu, Pamarican Sambut 1 Muharam

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pawai Tarhib Pamarican menjadi salah satu potret semangat hijrah yang terasa kuat di Kabupaten Ciamis. Ribuan warga dari 14 desa tumpah ruah mengikuti pawai menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Selain menjadi tradisi tahunan, pawai menyambut tahun baru Hijriah tersebut juga menjelma menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan […]

  • Sensus Ekonomi Ciamis

    Dari Warung hingga UMKM Ciamis, Semua Didata

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi masih terasa sejuk di kawasan Pendopo Bupati Ciamis, Selasa, 23 Juni 2026. Di halaman yang biasanya menjadi pusat berbagai kegiatan pemerintahan, ratusan aparatur dan petugas lapangan berkumpul dalam satu tujuan yang sama. Mereka bersiap menjalankan Sensus Ekonomi Ciamis 2026, sebuah pendataan besar yang akan memotret aktivitas ekonomi masyarakat dari tingkat […]

  • Penduduk Jawa Barat

    Jawa Barat Lampaui Spanyol Berdasarkan Jumlah Penduduk

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Penduduk Jawa Barat menjadi sorotan setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dukcapil Insight mempublikasikan perbandingan jumlah penduduk sejumlah provinsi di Indonesia dengan beberapa negara di Eropa. Berdasarkan Rilis Data Kependudukan Bersih Semester I Tahun 2026, Jawa Barat memiliki 52.211.020 jiwa, lebih banyak dibandingkan Spanyol yang berpenduduk 47.850.793 jiwa. Perbandingan tersebut hanya […]

expand_less