albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua orang menyadari keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan. Padahal, fase terakhir bulan suci ini menyimpan kesempatan besar yang bisa mengubah kehidupan seorang muslim. Pada malam-malam inilah terdapat Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan.
Karena itu, banyak ulama menekankan pentingnya memaksimalkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan ibadah, doa, dan amal kebaikan. Bahkan Rasulullah SAW menunjukkan kesungguhan luar biasa ketika memasuki fase akhir Ramadhan.
Allah SWT berfirman:
โSesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qurโan) pada malam kemuliaan.โ
(QS. Al-Qadr: 1)
Ayat ini menegaskan bahwa malam istimewa tersebut hadir pada 10 hari terakhir Ramadhan, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah.
1. Ada Lailatul Qadar, Malam Lebih Baik dari 1000 Bulan
Salah satu keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan adalah hadirnya malam Lailatul Qadar. Nilai ibadah pada malam ini sangat luar biasa, bahkan melebihi ibadah selama ribuan bulan.
Allah SWT berfirman:
โMalam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.โ
(QS. Al-Qadr: 3)
Jika dihitung, seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, satu malam ibadah pada Lailatul Qadar dapat memberikan pahala yang sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda:
โBarang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.โ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qurโan, dan berdzikir pada malam-malam tersebut.
2. Rasulullah Meningkatkan Ibadah Secara Total
Keistimewaan 10 hari terakhir Ramadhan juga terlihat dari teladan Rasulullah SAW. Beliau tidak menjalani hari-hari ini seperti hari Ramadhan lainnya. Sebaliknya, beliau meningkatkan ibadah dengan sungguh-sungguh.
Aisyah RA berkata:
โApabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, bersungguh-sungguh dalam ibadah, dan mengencangkan ikat pinggangnya.โ
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah memanfaatkan waktu tersebut dengan maksimal. Beliau juga mengajak keluarga agar tidak melewatkan kesempatan besar ini.
Karena itu, umat Islam dianjurkan mengikuti teladan tersebut dengan meningkatkan kualitas ibadah.
3. Waktu Terbaik Melakukan Iโtikaf
Selain memperbanyak ibadah, Rasulullah SAW juga melakukan iโtikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan. Iโtikaf berarti berdiam di masjid dengan tujuan fokus beribadah kepada Allah.
Aisyah RA menjelaskan:
โRasulullah SAW beriโtikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat.โ
(HR. Bukhari)
Melalui iโtikaf, seseorang dapat mengurangi gangguan dunia dan lebih fokus beribadah. Selain itu, iโtikaf membantu seorang muslim lebih dekat dengan malam Lailatul Qadar.
Banyak ulama juga menyarankan umat Islam yang tidak mampu iโtikaf penuh untuk tetap memperbanyak ibadah di masjid pada malam hari.
4. Doa Mudah Dikabulkan
Keutamaan lain dari 10 hari terakhir Ramadhan adalah waktu yang sangat baik untuk berdoa. Pada masa ini, hati menjadi lebih lembut dan suasana ibadah terasa lebih khusyuk.
Rasulullah bahkan mengajarkan doa khusus ketika mencari Lailatul Qadar.
โAllahumma innaka โafuwwun tuhibbul โafwa faโfu โanni.โ
(HR. Tirmidzi)
Artinya:
โYa Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai memberi maaf, maka maafkanlah aku.โ
Doa ini sangat dianjurkan dibaca pada malam-malam terakhir Ramadhan.
Kesempatan Terakhir Sebelum Ramadhan Berakhir
Pada akhirnya, keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan menjadi kesempatan terakhir bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sebelum bulan suci berakhir. Banyak orang baru menyadari pentingnya waktu ini setelah Ramadhan berlalu.
Karena itu, para ulama mengingatkan agar umat Islam memanfaatkan setiap malam dengan ibadah, dzikir, membaca Al-Qurโan, serta memperbanyak doa.
Siapa yang bersungguh-sungguh pada malam-malam tersebut berpeluang mendapatkan pahala besar dan ampunan dari Allah SWT. (Red)
