Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Skrining TBC Digelar di Karawang untuk Percepat Deteksi dan Pengobatan

Skrining TBC Digelar di Karawang untuk Percepat Deteksi dan Pengobatan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
  • visibility 204
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Skrining TBC di Karawang menyasar 5.000 warga untuk percepatan deteksi dan pengobatan berbasis layanan publik.

albadarpost.com, LENSA – Deteksi dini Skrining TBC di Kabupaten Karawang dimulai dengan pemeriksaan rontgen terhadap ratusan warga di Kecamatan Tirtajaya. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memetakan penyebaran tuberkulosis di wilayah yang selama ini belum memiliki data rinci, padahal risiko penularannya tinggi.

Program Skrining TBC menyasar 5.000 warga dari 30 kecamatan. Tahap pertama dilaksanakan Sabtu, 15 November 2025, di Desa Pisang Sambo, dengan partisipasi sekitar 300 penduduk. Inisiatif ini digerakkan Wakil Ketua DPR Saan Mustofa bekerja sama dengan RSUD Jatisari dan tim spesialis paru. Fokusnya sederhana tetapi penting: mempercepat deteksi, menutup celah penularan, lalu memastikan pengobatan berjalan sesuai standar nasional.

Saan menyatakan kegiatan skrining keliling ini merupakan langkah awal untuk mengetahui situasi TBC yang sebenarnya di Karawang. “Penyakit TBC ini serius dan menular. Banyak warga tidak memeriksakan kondisinya, terutama di kampung-kampung. Kita ingin masyarakat mengetahui status kesehatannya dan melakukan deteksi dini,” ujar Saan.

Ia menegaskan bahwa Karawang belum pernah melakukan skrining berskala besar seperti ini. Dengan 5.000 sampel, pihaknya berharap memperoleh gambaran yang akurat sebelum menentukan langkah penanganan lanjutan. Targetnya bukan hanya menemukan kasus, tetapi mempercepat intervensi agar penularan tidak melebar.


Proses Pemeriksaan dan Mekanisme Layanan

Skrining TBC dan Alur Penanganan

Direktur RSUD Jatisari, dr Anisa, menjelaskan bahwa alur Skrining TBC dimulai dari pemeriksaan rontgen. Hasil rontgen yang menunjukkan indikasi TBC akan ditindaklanjuti dengan pengambilan dahak untuk tes cepat molekuler atau TCM. Dua hasil positif menjadi penentu diagnosis TBC sebelum pasien dirujuk untuk pengobatan.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas. Jika ada pasien positif, puskesmas mendampingi pengobatan dan edukasi. Pengobatan minimal berlangsung enam bulan,” kata Anisa.

Ia menambahkan bahwa TBC dibagi dalam dua kategori utama. Pertama, TBC sensitif obat yang ditangani di puskesmas. Kedua, TBC resisten obat yang membutuhkan penanganan awal di rumah sakit sebelum dikembalikan ke puskesmas dengan pengawasan ketat. RSUD Jatisari sebagai rumah sakit rujukan telah menyiapkan seluruh fasilitas laboratorium dan ruang layanan sesuai penunjukan Kementerian Kesehatan.

Menurut Anisa, durasi pengobatan TBC kini lebih singkat dibandingkan beberapa dekade lalu. “Sekarang pengobatan paling lama satu tahun. Dulu bisa seumur hidup. Dengan pengobatan teratur, pasien bisa sembuh total,” ujarnya.


Analisis Kebijakan dan Tantangan Lapangan

Upaya skrining menyeluruh ini menjadi pintu pembuka bagi pemerintah daerah untuk memperbarui kebijakan penanggulangan TBC. Selama ini, cakupan deteksi dini di Karawang mengandalkan pemeriksaan pasif, menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Pola tersebut mudah melewatkan kasus, terutama di wilayah pedesaan dengan mobilitas terbatas.

Baca juga: Polda Jabar Gelar Operasi Zebra, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Fokus Pengawasan

Dengan skema jemput bola, penyelenggara berharap bisa memotong rantai penularan lebih cepat. Skrining aktif juga membantu menemukan kasus laten yang berpotensi berkembang menjadi TBC aktif dan menular. Namun upaya ini membutuhkan kesinambungan, terutama dalam pengawasan pengobatan yang berlangsung antara enam hingga dua belas bulan. Ketidakpatuhan minum obat masih menjadi kendala nasional, dan Karawang tidak terkecuali.

Tantangan lainnya adalah kapasitas fasilitas kesehatan sebagai rujukan. Jika kasus yang ditemukan meningkat signifikan, puskesmas dan RSUD harus mampu menangani lonjakan pasien tanpa mengganggu pelayanan reguler. Di sisi lain, keberadaan data akurat hasil skrining dapat membantu pemerintah daerah memetakan wilayah risiko tinggi untuk intervensi berikutnya.

Langkah Saan Mustofa bekerja sama dengan RSUD Jatisari menunjukkan upaya koordinasi lintas sektor untuk memperkuat layanan publik. Program ini sejalan dengan rencana nasional eliminasi TBC 2030, yang menuntut percepatan deteksi setidaknya 90 persen dari estimasi kasus.

Skrining TBC Karawang mempercepat deteksi dan akses pengobatan, membuka data baru untuk perencanaan kesehatan berbasis risiko. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Al Aqsa

    Mengapa Masjid Al Aqsa Sangat Dimuliakan? Ini 7 Faktanya

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap Kota Yerusalem (Al-Quds), Masjid Al Aqsa kembali menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari masyarakat. Namun, di balik berbagai pemberitaan yang berkembang, masih banyak orang yang belum memahami mengapa masjid ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam. Bagi umat Islam, Masjid Al Aqsa bukan […]

  • Sambal dadakan khas restoran terkenal dengan cabai segar, tomat, dan jeruk limau di atas cobek tradisional

    Rahasia Sambal Dadakan RestoranTerbongkar, Ternyata Simpel!

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pecinta kuliner mencari resep sambal dadakan restoran terkenal karena rasanya selalu segar, pedas, dan bikin nagih. Sambal ini juga dikenal sebagai sambal dadakan ala restoran atau sambal segar khas rumah makan. Meski terlihat sederhana, racikan ini menyimpan teknik khusus yang membuat rasanya berbeda dari sambal rumahan biasa. Kenapa Sambal Dadakan Restoran […]

  • Keluhan Kesehatan Tasikmalaya

    Sepertiga Warga Tasikmalaya Mengalami Keluhan Kesehatan pada 2025

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Bagaimana jika satu dari tiga warga di kota Anda mengaku mengalami gangguan kesehatan dalam sebulan terakhir? Pertanyaan itu mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun, itulah gambaran yang muncul dari data terbaru mengenai keluhan kesehatan Tasikmalaya. Menariknya, kondisi tersebut terjadi ketika usia harapan hidup masyarakat juga terus meningkat. Dua fakta ini menghadirkan sebuah paradoks yang […]

  • Mobil Daihatsu Sigra abu-abu terparkir di Jalan KHZ Mustofa Tasikmalaya saat polisi melakukan olah TKP penemuan jenazah anggota polisi.

    Fakta Baru! Pria Meninggal Dalam Mobil di KHZ Mustofa Seorang Polisi

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pagi di Jalan KHZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mendadak berubah tegang pada Kamis, 30 April 2026. Warga yang sejak subuh penasaran dengan sebuah mobil Daihatsu Sigra abu-abu akhirnya dikejutkan fakta memilukan. Pria yang ditemukan meninggal di dalam mobil tersebut ternyata seorang anggota polisi aktif dari Polsek Langensari Kota Banjar. Korban diketahui […]

  • Rampas HP Pelajar

    Pasutri Diduga Rampas HP Pelajar, Motifnya Terungkap

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 41
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seorang pelajar di Kota Bandung kehilangan telepon genggam setelah menjadi korban dugaan perampasan handphone di Jalan Sindangsari, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan. Tidak lama setelah laporan diterima, polisi berhasil menangkap dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Dalam pemeriksaan awal, keduanya mengaku melakukan aksi tersebut karena alasan ekonomi dan tidak memiliki […]

  • Ancaman Nonmiliter

    Kenapa Judi Online Masuk Ancaman Nonmiliter?

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 59
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mengapa judi online masuk dalam daftar ancaman nonmiliter? Pertanyaan itu ramai diperbincangkan setelah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029. Dokumen tersebut tidak hanya membahas pertahanan militer, tetapi juga menjelaskan berbagai ancaman nonmiliter yang dinilai dapat memengaruhi kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. […]

expand_less