Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Skrining TBC Digelar di Karawang untuk Percepat Deteksi dan Pengobatan

Skrining TBC Digelar di Karawang untuk Percepat Deteksi dan Pengobatan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
  • visibility 153
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Skrining TBC di Karawang menyasar 5.000 warga untuk percepatan deteksi dan pengobatan berbasis layanan publik.

albadarpost.com, LENSA – Deteksi dini Skrining TBC di Kabupaten Karawang dimulai dengan pemeriksaan rontgen terhadap ratusan warga di Kecamatan Tirtajaya. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memetakan penyebaran tuberkulosis di wilayah yang selama ini belum memiliki data rinci, padahal risiko penularannya tinggi.

Program Skrining TBC menyasar 5.000 warga dari 30 kecamatan. Tahap pertama dilaksanakan Sabtu, 15 November 2025, di Desa Pisang Sambo, dengan partisipasi sekitar 300 penduduk. Inisiatif ini digerakkan Wakil Ketua DPR Saan Mustofa bekerja sama dengan RSUD Jatisari dan tim spesialis paru. Fokusnya sederhana tetapi penting: mempercepat deteksi, menutup celah penularan, lalu memastikan pengobatan berjalan sesuai standar nasional.

Saan menyatakan kegiatan skrining keliling ini merupakan langkah awal untuk mengetahui situasi TBC yang sebenarnya di Karawang. “Penyakit TBC ini serius dan menular. Banyak warga tidak memeriksakan kondisinya, terutama di kampung-kampung. Kita ingin masyarakat mengetahui status kesehatannya dan melakukan deteksi dini,” ujar Saan.

Ia menegaskan bahwa Karawang belum pernah melakukan skrining berskala besar seperti ini. Dengan 5.000 sampel, pihaknya berharap memperoleh gambaran yang akurat sebelum menentukan langkah penanganan lanjutan. Targetnya bukan hanya menemukan kasus, tetapi mempercepat intervensi agar penularan tidak melebar.


Proses Pemeriksaan dan Mekanisme Layanan

Skrining TBC dan Alur Penanganan

Direktur RSUD Jatisari, dr Anisa, menjelaskan bahwa alur Skrining TBC dimulai dari pemeriksaan rontgen. Hasil rontgen yang menunjukkan indikasi TBC akan ditindaklanjuti dengan pengambilan dahak untuk tes cepat molekuler atau TCM. Dua hasil positif menjadi penentu diagnosis TBC sebelum pasien dirujuk untuk pengobatan.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas. Jika ada pasien positif, puskesmas mendampingi pengobatan dan edukasi. Pengobatan minimal berlangsung enam bulan,” kata Anisa.

Ia menambahkan bahwa TBC dibagi dalam dua kategori utama. Pertama, TBC sensitif obat yang ditangani di puskesmas. Kedua, TBC resisten obat yang membutuhkan penanganan awal di rumah sakit sebelum dikembalikan ke puskesmas dengan pengawasan ketat. RSUD Jatisari sebagai rumah sakit rujukan telah menyiapkan seluruh fasilitas laboratorium dan ruang layanan sesuai penunjukan Kementerian Kesehatan.

Menurut Anisa, durasi pengobatan TBC kini lebih singkat dibandingkan beberapa dekade lalu. “Sekarang pengobatan paling lama satu tahun. Dulu bisa seumur hidup. Dengan pengobatan teratur, pasien bisa sembuh total,” ujarnya.


Analisis Kebijakan dan Tantangan Lapangan

Upaya skrining menyeluruh ini menjadi pintu pembuka bagi pemerintah daerah untuk memperbarui kebijakan penanggulangan TBC. Selama ini, cakupan deteksi dini di Karawang mengandalkan pemeriksaan pasif, menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Pola tersebut mudah melewatkan kasus, terutama di wilayah pedesaan dengan mobilitas terbatas.

Baca juga: Polda Jabar Gelar Operasi Zebra, Pelanggaran Lalu Lintas Jadi Fokus Pengawasan

Dengan skema jemput bola, penyelenggara berharap bisa memotong rantai penularan lebih cepat. Skrining aktif juga membantu menemukan kasus laten yang berpotensi berkembang menjadi TBC aktif dan menular. Namun upaya ini membutuhkan kesinambungan, terutama dalam pengawasan pengobatan yang berlangsung antara enam hingga dua belas bulan. Ketidakpatuhan minum obat masih menjadi kendala nasional, dan Karawang tidak terkecuali.

Tantangan lainnya adalah kapasitas fasilitas kesehatan sebagai rujukan. Jika kasus yang ditemukan meningkat signifikan, puskesmas dan RSUD harus mampu menangani lonjakan pasien tanpa mengganggu pelayanan reguler. Di sisi lain, keberadaan data akurat hasil skrining dapat membantu pemerintah daerah memetakan wilayah risiko tinggi untuk intervensi berikutnya.

Langkah Saan Mustofa bekerja sama dengan RSUD Jatisari menunjukkan upaya koordinasi lintas sektor untuk memperkuat layanan publik. Program ini sejalan dengan rencana nasional eliminasi TBC 2030, yang menuntut percepatan deteksi setidaknya 90 persen dari estimasi kasus.

Skrining TBC Karawang mempercepat deteksi dan akses pengobatan, membuka data baru untuk perencanaan kesehatan berbasis risiko. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pelajar Indonesia di era digital dengan sorotan krisis karakter dan pendidikan moral saat Hardiknas 2026

    Hardiknas 2026: Nilai Sekolah Naik, Tapi Kasus Bullying dan Etika Pelajar Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 137
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Peringatan Hardiknas 2026 atau Hari Pendidikan Nasional tahun ini menghadirkan kegelisahan baru di tengah masyarakat. Di satu sisi, pendidikan Indonesia terus berkembang dengan dukungan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan sistem pembelajaran modern. Namun di sisi lain, kasus bullying, kekerasan pelajar, hingga rendahnya etika digital justru semakin sering muncul. Fenomena tersebut memunculkan pertanyaan […]

  • Tunjangan Khusus Guru Non ASN

    Tunjangan Khusus Guru Non ASN Cair Bulanan, Simak Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tunjangan Khusus Guru Non ASN kembali menjadi perhatian para tenaga pendidik yang bertugas di daerah khusus atau wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Melalui informasi yang dipublikasikan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), guru penerima TKG Non ASN atau tunjangan guru daerah 3T dapat mengetahui besaran bantuan, tahapan administrasi, hingga jadwal penyaluran bulanan. […]

  • Ribuan atlet Taekwondo bertanding di Tasik Open 9 di GOR Sukapura Kota Tasikmalaya dengan tribun penuh penonton

    Tasik Open 9 Taekwondo Pecahkan Rekor Peserta, Fasilitas Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tasik Open 9 Taekwondo kembali menjadi sorotan nasional setelah Kejuaraan Taekwondo Nasional Tasik Open 9 Taekwondo atau ajang Kyorugi dan Poomsae resmi digelar di GOR Sukapura, Kota Tasikmalaya. Event besar ini langsung menarik perhatian publik karena melibatkan ribuan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menguji kesiapan infrastruktur olahraga di daerah […]

  • Raffi Ahmad Nusakambangan

    Raffi Ahmad Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Raffi Ahmad puji transformasi Nusakambangan jadi pusat ketahanan pangan dan pembinaan warga binaan. Raffi Ahmad Kagum Nusakambangan Jadi Pusat Ketahanan Pangan dan Pembinaan albadarpost.com, HUMANIORA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menilai transformasi besar-besaran yang dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah, sebagai langkah luar biasa. […]

  • Wisuda UMTAS

    Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 125
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis itu akhirnya pecah ketika nama anak mereka dipanggil satu per satu menuju panggung wisuda. Di antara tepuk tangan yang menggema di ruangan, beberapa orang tua tampak sibuk menyeka air mata. Ada yang tersenyum sambil merekam lewat ponsel. Ada pula yang hanya menatap panggung tanpa banyak bicara, seolah sedang mengingat perjalanan panjang […]

  • Mustika Darling

    Mustika Darling Masuk Tasikmalaya, Pekarangan Rumah Kini Bisa Jadi Sumber Penghasilan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Mustika Darling atau gerakan pemanfaatan pekarangan rumah untuk ketahanan pangan dan ekonomi keluarga menjadi sorotan dalam kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) ke Kota Tasikmalaya. Program yang juga dikenal sebagai gerakan optimalisasi lahan rumah tangga ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan […]

expand_less