Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Dunia » Inggris Batasi Media Sosial Remaja, Patut Jadi Contoh?

Inggris Batasi Media Sosial Remaja, Patut Jadi Contoh?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketika banyak negara masih mencari cara terbaik melindungi anak di ruang digital, Inggris memilih langkah yang berbeda. Mengutip Reuters dan keterangan resmi Pemerintah Inggris, pemerintah berencana menerapkan pengaturan bawaan (default) yang membatasi akses media sosial bagi remaja berusia 16 hingga 17 tahun mulai pukul 00.00 hingga 06.00. Kebijakan yang dikenal sebagai default social media curfew itu menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak dan remaja di era digital, sekaligus mengurangi dampak negatif penggunaan media sosial pada malam hari.

Berbeda dengan larangan total, pengaturan tersebut masih dapat dinonaktifkan (opt out) oleh pengguna. Namun, pemerintah berharap pengaturan bawaan ini mampu membantu remaja membangun kebiasaan digital yang lebih sehat, terutama terkait kualitas tidur, kesehatan mental, dan waktu belajar.

Langkah ini segera menarik perhatian dunia. Sebagian kalangan memuji pendekatan tersebut sebagai bentuk perlindungan yang lebih proporsional. Sebaliknya, sebagian lainnya mempertanyakan efektivitas aturan yang masih memberi ruang bagi pengguna untuk mengubah pengaturan awal.

Inggris Memilih Membatasi, Bukan Melarang

Pemerintah Inggris tidak menutup akses media sosial sepenuhnya bagi remaja. Sebaliknya, mereka menerapkan pembatasan otomatis pada jam-jam yang dinilai paling berisiko terhadap kualitas tidur dan kesejahteraan digital.

Selain pengaturan waktu penggunaan, pemerintah juga mengusulkan agar platform media sosial menonaktifkan secara bawaan sejumlah fitur yang dianggap mendorong penggunaan berlebihan, seperti autoplay dan infinite scrolling. Kedua fitur tersebut dinilai membuat pengguna terus menggulir layar tanpa menyadari lamanya waktu yang telah dihabiskan.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan cara pandang pemerintah. Jika sebelumnya fokus lebih banyak tertuju pada penghapusan konten berbahaya, kini perhatian juga diarahkan pada desain platform yang dapat memengaruhi perilaku pengguna.

Data dari Ofcom, regulator komunikasi Inggris, menunjukkan mayoritas remaja di negara tersebut menggunakan media sosial setiap hari. Kondisi itu mendorong pemerintah mencari keseimbangan antara manfaat teknologi dan perlindungan terhadap kelompok usia yang masih berada dalam masa perkembangan.

Tidur Remaja Kini Menjadi Perhatian Serius

Alasan utama di balik kebijakan tersebut bukan sekadar membatasi penggunaan gawai, melainkan menjaga kesehatan remaja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa tidur yang cukup berperan penting terhadap kesehatan fisik, perkembangan otak, kemampuan belajar, dan kesehatan mental anak maupun remaja. Sementara itu, berbagai penelitian menunjukkan penggunaan layar hingga larut malam dapat mengganggu kualitas tidur dan menurunkan konsentrasi pada keesokan harinya.

Pemerintah Inggris juga mengungkapkan bahwa konsultasi dan uji coba yang melibatkan ratusan remaja beserta orang tua menunjukkan adanya manfaat ketika penggunaan media sosial dibatasi pada malam hari. Hasilnya antara lain berupa pola tidur yang lebih baik, meningkatnya fokus belajar, dan bertambahnya waktu interaksi bersama keluarga.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan satu-satunya solusi. Edukasi digital dan peran orang tua tetap menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan penggunaan internet yang sehat.

Aturan Baru yang Masih Memicu Perdebatan

Tidak semua pihak sepakat dengan langkah tersebut.

Sejumlah pakar teknologi menilai pengaturan bawaan belum tentu efektif karena remaja masih dapat menonaktifkannya. Tantangan lain juga muncul pada proses verifikasi usia pengguna serta kemungkinan penggunaan VPN untuk menghindari pembatasan.

Namun, pemerintah Inggris berpandangan bahwa pengaturan bawaan tetap memiliki dampak positif. Banyak pengguna tidak pernah mengubah konfigurasi awal perangkat atau aplikasi. Karena itu, pembatasan otomatis dinilai tetap mampu mengurangi penggunaan media sosial pada waktu istirahat.

Perdebatan tersebut menunjukkan bahwa perlindungan anak di internet bukan persoalan sederhana. Regulasi harus mampu menjaga keseimbangan antara hak pengguna, kebebasan berekspresi, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

Bisakah Menjadi Contoh bagi Negara Lain?

Pertanyaan ini mulai muncul seiring meningkatnya perhatian dunia terhadap dampak media sosial.

Data UNICEF menunjukkan internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak dan remaja. Di sisi lain, isu seperti kecanduan digital, kesehatan mental, perundungan siber, hingga paparan konten berbahaya terus menjadi tantangan global.

Karena itu, kebijakan Inggris dapat menjadi salah satu referensi, meski tidak bisa diterapkan secara mentah di setiap negara. Kondisi sosial, budaya, tingkat literasi digital, serta regulasi di masing-masing negara tentu berbeda.

Bagi Indonesia, misalnya, diskusi mengenai perlindungan anak di ruang digital semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan internet oleh kelompok usia muda. Yang terpenting bukan sekadar membatasi akses, melainkan menciptakan ekosistem digital yang sehat melalui regulasi, edukasi, inovasi teknologi, dan keterlibatan keluarga.

Menjaga Masa Depan Digital Generasi Muda

Teknologi tidak pernah menjadi musuh. Media sosial juga telah membuka banyak peluang dalam pendidikan, kreativitas, hingga ekonomi digital.

Namun, semakin besar manfaatnya, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan teknologi digunakan secara bijak. Itulah sebabnya berbagai negara mulai beralih dari sekadar membahas kebebasan digital menuju perlindungan digital.

Apakah kebijakan serupa layak diterapkan di negara lain masih akan menjadi bahan diskusi. Akan tetapi, satu hal semakin jelas: menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan digital remaja kini bukan lagi sekadar urusan keluarga, melainkan telah menjadi agenda kebijakan publik di berbagai negara.

Di era ketika notifikasi tak pernah benar-benar tidur, tantangan terbesar bukanlah menghentikan teknologi, melainkan memastikan teknologi tidak mengambil alih waktu istirahat, kesehatan, dan masa depan generasi muda. Inggris telah memulai perdebatan itu. Kini, dunia menunggu bagaimana setiap negara akan menjawabnya. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • korban laka laut Cikelet

    Korban Laka Laut Cikelet Ditemukan, Dua Masih Dicari

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 49
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Korban laka laut Cikelet kembali ditemukan pada hari kedua operasi pencarian. Tim SAR gabungan menemukan Murdani Siahaan, 18 tahun, di sekitar Muara Kancil, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih dalam pencarian. Informasi tersebut mengacu pada keterangan Polres Garut […]

  • Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin memimpin apel pagi dan halal bihalal Pemkab Tasikmalaya setelah Idulfitri 1447 H.

    Suasana Haru di Apel Perdana Pemkab Tasikmalaya Usai Lebaran, Ini Pesan Bupati Cecep

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam Halal Bihalal Pemkab Tasikmalaya yang digelar bersamaan dengan apel pagi perdana setelah Idulfitri 1447 H. Kegiatan halal bihalal Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ini dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi di halaman utama Sekretariat Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Rabu […]

  • Air Bersih Tasikmalaya

    Bupati Tasikmalaya Tegas! Distribusi Air Harus Sampai Ujung

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Air Bersih Tasikmalaya kini berada di bawah sorotan. Di tengah kebutuhan warga yang terus meningkat, layanan air minum daerah atau distribusi air bersih dinilai belum sepenuhnya merata. Karena itu, pemerintah daerah mulai menekan percepatan kinerja agar pelayanan tidak lagi tersendat. Air Bersih Tasikmalaya—yang juga mencakup layanan air minum Perumda—menjadi isu yang […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dengan tenang di waktu senja memohon kesabaran kepada Allah

    Rahasia Doa Agar Sabar: Kunci Hati Tenang di Tengah Ujian

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 227
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa kesabaran menjadi amalan penting saat hidup terasa berat. Banyak orang mencari doa agar diberi kesabaran, doa minta ketabahan, dan amalan agar hati kuat ketika menghadapi ujian. Oleh karena itu, memahami doa kesabaran beserta maknanya membantu seseorang tetap tegar, tenang, dan tidak mudah putus asa dalam situasi apa pun. Mengapa Kesabaran Sangat […]

  • Kegiatan penguatan HAM kesehatan di Dinas Kesehatan Tasikmalaya dengan Wakil Wali Kota dan Kanwil HAM Jawa Barat

    Tak Sekadar Prosedur, Ini Wajah Baru Layanan Kesehatan Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan HAM kesehatan mulai menunjukkan arah baru di Kota Tasikmalaya. Tidak lagi sekadar formalitas, penerapan hak asasi manusia di sektor kesehatan kini bergerak menuju layanan yang lebih adil, inklusif, dan benar-benar dirasakan masyarakat. Suasana itu terasa dalam kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kota […]

  • Angin Kencang Tasikmalaya

    Angin Kencang Tasikmalaya, BMKG Ingatkan Warga Tetap Siaga

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sabtu, 24 Januari 2026, angin kencang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya sejak subuh hingga siang hari, disertai gangguan pasokan listrik dan potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan dan peringatan cuaca dari BMKG, kondisi angin kuat serta potensi hujan lebat menjadi bagian dari pola cuaca wilayah Jawa Barat hari ini. Warga Kecamatan […]

expand_less