Breaking News
light_mode
Beranda » Kolaborasi » Majelis Taklim Hegarmanah: Spirit Keumatan lewat Kajian Isra Mikraj

Majelis Taklim Hegarmanah: Spirit Keumatan lewat Kajian Isra Mikraj

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, KOLABORASI – Di tengah situasi umat yang dihadapkan pada tantangan sosial dan kemanusiaan, Majelis Taklim Hegarmanah menyelenggarakan kajian Isra Mi’raj sebagai ikhtiar memperkuat kesadaran keumatan. Kegiatan ini tidak hanya mengajak jamaah memahami makna spiritual perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menautkannya dengan tanggung jawab sosial antar sesama Muslim.

Kajian akan berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026, mulai pukul 08.15 WIB hingga selesai, bertempat di Jl. Hegarmanah No. 8, Kota Bandung. Acara ini terbuka untuk umum dan dirangkai dengan penggalangan infaq serta pengumpulan sarana ibadah bagi saudara-saudara di Aceh dan Sumatera.


Kajian Keumatan yang Berangkat dari Fakta

Mengangkat tema “Refleksi Perjalanan Isra Mikraj: Ketika Dunia Menolak, Langit Memanggil”, kajian ini diarahkan untuk mengajak umat melihat Isra Mikraj sebagai peristiwa pembentukan keteguhan iman dan ketahanan spiritual. Tema tersebut dinilai relevan dengan kondisi umat hari ini yang tidak jarang menghadapi tekanan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan keagamaan, dan bencana sosial di berbagai daerah.

Baca juga: Ketika Anak Menjadi Pelaku Kriminal

Penceramah utama, Ustaz Muhammad Mubarak Omo, Imam Besar Perth, Australia, dikenal aktif menyampaikan dakwah Islam yang menekankan keseimbangan antara ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial. Kehadirannya memberi perspektif keumatan global tentang pentingnya ukhuwah Islamiyah lintas batas geografis.

Sebagai bagian dari program, panitia membuka pengumpulan Al-Qur’an dan karpet untuk disalurkan ke wilayah Aceh dan Sumatera. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas ibadah dan penguatan pendidikan keislaman di daerah yang masih membutuhkan dukungan sarana dasar.


Dampak Keumatan: Menghubungkan Majelis dan Kepedulian

Dalam perspektif keumatan, kajian Isra Mikraj ini diposisikan sebagai ruang konsolidasi nilai-nilai ukhuwah. Majelis taklim tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga simpul kepedulian umat terhadap sesama Muslim yang hidup dalam keterbatasan.

Pendekatan ini mencerminkan prinsip dasar Islam tentang keberpihakan pada yang lemah. Infaq dan donasi yang dihimpun tidak dimaknai sebagai amal simbolik, melainkan bagian dari tanggung jawab kolektif umat untuk menjaga keberlangsungan ibadah dan pendidikan agama di wilayah lain.


Perspektif Ulama

Ustaz Muhammad Mubarak Omo menegaskan bahwa Isra Mikraj adalah pengingat tentang pentingnya keteguhan iman dalam menghadapi ujian kehidupan umat.

“Isra Mikraj mengajarkan bahwa kekuatan umat tidak hanya lahir dari ritual, tetapi dari kesadaran untuk saling menopang dalam kebaikan dan kepedulian,” ujarnya.

Panitia Majelis Taklim Hegarmanah menyampaikan bahwa kajian ini dirancang agar jamaah pulang dengan pemahaman yang utuh: iman yang bertumbuh dan kepekaan sosial yang terasah.


Catatan Redaksional Keumatan

Dalam dinamika umat Islam perkotaan, kegiatan seperti ini menunjukkan arah dakwah yang semakin kontekstual. Kajian Isra Mikraj tidak berhenti pada penguatan spiritual individual, tetapi bergerak menuju pembentukan kesadaran kolektif umat. Majelis ilmu diposisikan sebagai ruang pembelajaran sekaligus penguatan solidaritas keislaman lintas daerah.

Baca juga: Kewajiban Ibadah di Tengah Jaminan Rezeki dari Allah

Model ini relevan dengan kebutuhan umat hari ini, ketika tantangan keumatan tidak bisa dijawab oleh ceramah normatif semata, tetapi membutuhkan keberpihakan nyata dan kerja bersama.

Melalui kajian Isra Mikraj, Majelis Taklim Hegarmanah menghadirkan dakwah yang membumi: menguatkan iman, merawat ukhuwah, dan menyalurkan kepedulian. Dari majelis kecil di Bandung, semangat keumatan dirajut untuk menjangkau saudara-saudara di berbagai penjuru negeri. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kereta Api Nataru

    KAI Perluas Layanan Kereta Api Nataru Demi Antisipasi Lonjakan Penumpang

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    KAI menambah Kereta Api Nataru untuk antisipasi lonjakan penumpang dan menjaga kelancaran libur akhir tahun. albadarpost.com, LENSA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menambah puluhan perjalanan Kereta Api Nataru untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini penting karena kebutuhan mobilitas masyarakat pada akhir tahun terus meningkat dan […]

  • restorative justice Bogor

    Kejari Bogor Hentikan Perkara Saepul Lewat Restorative Justice

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Kejari Bogor hentikan perkara penadah motor lewat restorative justice setelah terpenuhi syarat hukum dan kesepakatan damai. albadarpost.com, HUMANIORA – – Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menghentikan perkara penadahan motor curian yang menjerat Saepul, 24 tahun, melalui mekanisme restorative justice Bogor. Langkah ini diambil setelah semua syarat yuridis dan sosial terpenuhi, termasuk kesepakatan damai antara pihak korban […]

  • klasifikasi jalan Indonesia

    Jangan Salah Lagi! Ini Bedanya Jalan Nasional, Provinsi, hingga Desa

    • calendar_month 14 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernah merasa heran kenapa ada jalan yang lebar, halus, dan nyaman dilalui, tetapi di tempat lain justru sempit bahkan rusak? Jawabannya berkaitan erat dengan *klasifikasi jalan Indonesia*, mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten dan jalan desa. Sistem ini menentukan siapa yang mengelola, memperbaiki, dan memprioritaskan setiap ruas jalan. […]

  • Ilustrasi manusia merenungi nikmat Allah di bawah langit luas dengan cahaya lembut, menggambarkan makna ayat Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

    Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula […]

  • QS Ar-Rum 41

    Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Ayat itu bukan hal asing. Ia sering dibaca, dikutip, dan didengar. Namun, maknanya jarang benar-benar menembus kesadaran. Padahal isinya kini hadir di hadapan mata. Allah SWT berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: […]

  • literasi Al-Qur’an guru PAI

    Kementerian Agama: Masa Depan Literasi Al-Qur’an Dipertaruhkan

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menilai rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI sebagai masalah serius kebijakan pendidikan agama. albadarpost.com, EDITORIAL – Temuan Kementerian Agama tentang rendahnya literasi Al-Qur’an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat sekolah dasar seharusnya menggugah nurani kebijakan publik. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari separuh guru PAI SD di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Ini bukan […]

expand_less