Breaking News
light_mode
Beranda » Perspektif » Program MBG Disorot: Ganggu Belajar, Guru Jadi “Karyawan” SPPG?

Program MBG Disorot: Ganggu Belajar, Guru Jadi “Karyawan” SPPG?

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
  • visibility 134
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Program makan bergizi gratis (MBG) yang digadang sebagai solusi peningkatan gizi siswa kini mulai menuai kritik dari lapangan. Sejumlah sekolah mengeluhkan implementasinya justru mengganggu proses belajar mengajar—bahkan membebani guru di luar tugas utamanya.

Sorotan ini mencuat setelah SMAN 1 Ciemas menyampaikan evaluasi pelaksanaan program tersebut. Pihak sekolah menilai, distribusi makanan di lingkungan sekolah belum tertata optimal dan berpotensi mengganggu fokus pembelajaran di kelas.

“Guru akhirnya ikut mengatur pembagian makanan. Waktu belajar jadi terpotong,” ujar salah satu tenaga pengajar yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar: apakah program sebesar ini benar-benar disiapkan dengan sistem yang matang?

Beban Baru di Balik Program Populer

Secara konsep, program makan bergizi gratis memang sulit ditolak. Asupan gizi yang cukup diyakini dapat meningkatkan konsentrasi dan performa siswa di kelas.

Namun di lapangan, pelaksanaannya tidak sesederhana itu.

Distribusi makanan membutuhkan koordinasi ketat—mulai dari penerimaan, pembagian, hingga pengawasan. Tanpa tenaga khusus, tugas-tugas ini sering kali “jatuh” ke guru dan pihak sekolah.

Di beberapa kasus, proses distribusi bahkan memakan waktu 30 hingga 60 menit, yang seharusnya digunakan untuk kegiatan belajar.

Akibatnya, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga merangkap sebagai pengatur logistik.

Kualitas Pembelajaran Jadi Taruhan

Ketika waktu belajar tergerus, dampaknya tidak bisa dianggap sepele.

Guru yang seharusnya fokus pada materi pelajaran, pembimbingan, dan evaluasi siswa kini harus membagi perhatian. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran.

“Kalau terus seperti ini, yang dikorbankan bukan hanya waktu, tapi juga kualitas belajar siswa,” kata seorang pengamat pendidikan.

Di sinilah dilema muncul. Program makan bergizi gratis penting untuk kesehatan siswa, tetapi jika pelaksanaannya mengganggu proses belajar, maka tujuan pendidikan bisa ikut terdampak.

Masalah Bukan di Program, Tapi Eksekusi

Sejumlah pihak menilai persoalan utama bukan terletak pada programnya, melainkan pada desain implementasinya.

Tanpa sistem distribusi yang jelas—termasuk tenaga khusus dan manajemen waktu—program berpotensi menjadi beban tambahan bagi sekolah.

Idealnya, guru tidak dilibatkan dalam urusan teknis seperti pembagian makanan. Tanpa pemisahan peran yang tegas, risiko terganggunya kegiatan belajar akan terus berulang.

Jangan Abaikan Suara Sekolah

Apa yang terjadi di SMAN 1 Ciemas bisa jadi hanya permukaan dari persoalan yang lebih luas.

Jika tidak segera dievaluasi, keluhan serupa berpotensi muncul di banyak sekolah lain—terutama yang memiliki keterbatasan sumber daya.

Mendengar suara dari lapangan menjadi kunci agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan efektif tanpa efek samping.

Program makan bergizi gratis adalah langkah besar dengan tujuan yang tidak diragukan. Namun tanpa perencanaan teknis yang matang, program ini bisa menimbulkan masalah baru di ruang kelas.

Di tengah upaya meningkatkan gizi siswa, satu hal tidak boleh dilupakan: kualitas pembelajaran tetap harus jadi prioritas utama.

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BSMSS 2026

    Dandim Tasikmalaya Resmikan BSMSS 2026, Desa Jahiang Dapat Jalan Baru

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Program BSMSS 2026 resmi dimulai di Desa Jahiang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Melalui program pembangunan jalan desa sepanjang 1,5 kilometer tersebut, pemerintah daerah bersama TNI berharap akses ekonomi masyarakat semakin terbuka dan mobilitas warga menjadi lebih mudah. Pembangunan jalan desa melalui BSMSS 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat konektivitas wilayah pedesaan. […]

  • Banjir Dayeuhkolot Bandung

    Banjir Dayeuhkolot Kembali Rendam Jalan Raya, Warga dan Pengendara Bertarung dengan Air

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Banjir Dayeuhkolot Bandung setinggi 50 cm lumpuhkan lalu lintas, warga terpaksa sewa delman angkut motor. Genangan Setinggi 50 Sentimeter Lumpuhkan Akses Utama di Dayeuhkolot albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Dayeuhkolot Bandung kembali melumpuhkan aktivitas warga, Sabtu (1/11/2025). Air setinggi sekitar 50 sentimeter merendam ruas Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan menyebabkan arus lalu lintas […]

  • Pengendalian Inflasi Tasikmalaya

    Pengendalian Inflasi Tasikmalaya Raih Juara Nasional, Stabilitas Harga Terjaga

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Tasikmalaya meraih juara nasional Pengendalian Inflasi Daerah 2025, kebijakan daerah stabilkan harga pangan warga. albadarpost.com, PELITA – Kabupaten Tasikmalaya meraih penghargaan nasional sebagai Juara Satu Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten/Kota Berprestasi 2025. Penghargaan diberikan pada malam puncak Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) di Jakarta, Jumat, 28 November 2025. Pencapaian ini menutup tahun penuh tekanan ekonomi […]

  • Sapi Kurban Tasikmalaya

    Warga Panik! Sapi Kurban 720 Kg Tercebur Saat Lewati Gang Sempit

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Peristiwa sapi kurban Tasikmalaya mendadak menyita perhatian warga Kampung Lengo, Jalan Bantar Sari 03/07, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Selasa sore (26/5/2026). Seekor sapi jenis Limousin berbobot sekitar 720 kilogram tercebur ke kolam saat hendak dibawa menuju lokasi penyembelihan. Insiden itu langsung memicu kepanikan. Selain karena ukuran sapi yang sangat […]

  • Ayam goreng kampung berbumbu tradisional berwarna keemasan dengan tekstur renyah di luar dan daging lembut di dalam.

    Resep Ayam Goreng Kampung Gurihnya Bikin Nagih

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Resep Ayam Goreng Kampung selalu menjadi pilihan favorit karena cita rasanya yang khas, gurih, dan lebih tahan lama. Ayam goreng bumbu kampung menghadirkan aroma rempah yang kuat serta tekstur daging yang padat dan lezat. Tak heran jika resep ayam goreng tradisional ini sering dicari sebagai lauk andalan keluarga maupun stok makanan di […]

  • Hajat Laut Pangandaran

    Budaya Terawat, Aqidah Terjaga: Hajat Laut Pangandaran 2026 Hadir Lebih Meriah

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Hajat Laut Pangandaran 2026 kembali hadir dengan wajah yang lebih lengkap. Tidak hanya menghadirkan perlombaan dan festival budaya, tradisi tahunan masyarakat pesisir ini juga mengusung kegiatan istighosah sebagai penguat nilai spiritual. Mengangkat tema “Budaya Terawat, Aqidah Terjaga”, Hajat Laut Pangandaran akan digelar pada Selasa, 16 Juni 2026 di kawasan Pantai Timur Pangandaran. […]

expand_less