Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada ayat yang setiap Ramadhan selalu terdengar, namun sering kita lewati begitu saja. Padahal, ia bukan sekadar pengumuman kewajiban, melainkan undangan penuh cinta dari langit. “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba ‘alaikumus shiyam…”wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa.

Allah tidak memanggil manusia secara umum. Dia memanggil orang-orang beriman. Panggilan ini istimewa. Ia menandakan kedekatan. Seolah Allah berkata, “Jika iman telah tumbuh di dadamu, maka puasa adalah jalannya.”

Puasa, dalam ayat ini, bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Ia adalah proses pendidikan jiwa—sunyi, perlahan, dan sering kali berat, tetapi membentuk.

Puasa: Kewajiban yang Mengandung Tujuan

Kata kutiba dalam QS Al-Baqarah ayat 183 bermakna ditetapkan dengan penuh kepastian. Ia bukan pilihan, bukan pula sekadar anjuran. Namun, Allah tidak berhenti pada perintah. Ayat itu ditutup dengan tujuan yang sangat luhur: la‘allakum tattaqun agar kamu bertakwa.

Baca juga: Kesulitan yang Tak Pernah Datang Sendiri

Takwa bukan sekadar takut. Takwa adalah kesadaran batin bahwa Allah selalu hadir, bahkan ketika tidak ada manusia yang melihat. Dan puasa adalah ibadah paling jujur untuk melatih kesadaran itu. Tidak ada kamera. Tidak ada saksi. Hanya hati dan Tuhan.

Karena itu Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Puasa bekerja di wilayah yang tak kasat mata. Ia mengikis kesombongan, menundukkan hawa nafsu, dan menata ulang prioritas hidup.

Jalan Lama Para Nabi dan Orang Saleh

Allah menegaskan bahwa puasa bukan ibadah baru. Ia telah diwajibkan kepada umat-umat sebelum kita. Para nabi, orang-orang saleh, bahkan kaum beriman lintas zaman, mengenal puasa sebagai jalan penyucian.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa puasa adalah ibadah yang menghancurkan dominasi syahwat, sebab syahwat adalah pintu masuk bagi banyak dosa. Ketika perut dikendalikan, anggota tubuh lain ikut tertib.

Inilah sebabnya puasa tidak hanya menahan makan, tetapi juga lisan, pandangan, dan niat. Jika lapar tidak mengubah akhlak, maka puasa itu hanya menggugurkan kewajiban belum menumbuhkan takwa.

Ramadhan dan Pertanyaan yang Sering Kita Lupa

Ramadhan selalu datang dengan pertanyaan sunyi: apakah puasa kita benar-benar mengubah kita?

Banyak orang kuat menahan lapar, tetapi mudah melukai dengan kata. Banyak yang sabar di siang hari, tetapi kembali lalai di malam hari. Padahal puasa sejatinya adalah latihan konsistensi iman, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Baca juga: Efek Sergio Castel: Persib Harus Rombak Slot Pemain Asing

Ibnu Rajab Al-Hanbali pernah mengingatkan, tanda diterimanya amal adalah perubahan setelahnya. Maka, jika Ramadhan berlalu tanpa perubahan sikap, boleh jadi puasa kita masih sebatas ritual, belum menjadi perjalanan ruhani.

Menuju Takwa, Bukan Sekadar Menahan Lapar

Ayat ini mengajarkan keseimbangan: menjalani kewajiban, memahami tujuan, dan menjaga kesadaran. Puasa mengingatkan manusia bahwa hidup bukan soal memuaskan keinginan, melainkan menata ketaatan.

Di tengah dunia yang serba cepat dan bising, puasa mengajak manusia untuk melambat. Mendengar suara hati. Menimbang ulang arah hidup. Dan pada akhirnya, mendekat kepada Allah dengan cara yang paling jujur.

Karena itu, puasa bukan beban. Ia adalah karunia kesempatan tahunan untuk kembali menjadi hamba yang sadar.

Dan mungkin, itulah makna terdalam dari panggilan itu:
Ya ayyuhalladzina amanu…
Wahai mereka yang masih menyimpan iman di dada, mari pulang melalui puasa.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana Balai Kota Tasikmalaya dengan spanduk kritik sebagai simbol kekecewaan publik terhadap komunikasi kepemimpinan wali kota.

    Kritik Wali Kota Tasikmalaya dan Ujian Komunikasi Publik

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kebijakan yang tertulis, tetapi juga dari cara seorang pemimpin hadir dan merespons warganya. Di Tasikmalaya, kritik wali kota Tasikmalaya kembali mengemuka, kali ini melalui sebuah spanduk yang terpasang di area Balai Kota. Spanduk itu sederhana, namun pesannya tajam: “Wapres Datang Wali Kota Terdepan. Giliran Masyarakat Datang […]

  • penyaluran beras Bulog

    Bulog Pastikan Penyaluran Beras Bulog ke 222 Ribu KPM Garut Terjaga Mutunya

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Bulog memastikan penyaluran beras Bulog untuk 222 ribu KPM Garut terjaga kualitasnya. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perum Bulog menjamin penyaluran beras Bulog untuk 222.778 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Garut berlangsung dengan kualitas terjaga. Komitmen ini ditegaskan setelah pengecekan langsung distribusi bantuan pangan yang dilakukan Bulog Ciamis sebagai pelaksana penyaluran di wilayah Priangan Timur. […]

  • pidana kerja sosial

    Pidana Kerja Sosial dalam KUHP Baru

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Pidana kerja sosial dalam KUHP baru diuji: solusi kelebihan lapas atau sekadar memindahkan beban ke daerah. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru pada 2026 menandai perubahan arah pemidanaan di Indonesia. Negara mulai membuka ruang lebih luas bagi pidana nonpemenjaraan, salah satunya melalui pidana kerja sosial. Kebijakan ini bukan sekadar teknis hukum, […]

  • Kegiatan bersih-bersih Pantai Pangandaran bersama Kapolda Jabar, Bupati, Susi Pudjiastuti, dan masyarakat menjaga kebersihan pesisir.

    Kapolda Jabar Pimpin Aksi Bersih-bersih Pantai Pangandaran

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat menjaga kelestarian pesisir kembali menggema di kawasan wisata unggulan Jawa Barat. Aksi bersih-bersih Pantai Pangandaran yang melibatkan unsur kepolisian, pemerintah daerah, tokoh nasional, hingga masyarakat menjadi bukti nyata bahwa laut adalah masa depan yang harus dijaga bersama. Kegiatan yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 ini dipimpin langsung Kapolda Jawa […]

  • konflik guru siswa

    Saat Teguran Guru Berubah Jadi Keroyokan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Insiden pengeroyokan terhadap seorang guru SMK di Jambi membuka kembali perbincangan tentang konflik guru–siswa yang selama ini kerap terpendam di lingkungan sekolah. Peristiwa ini bermula dari teguran seorang guru kepada siswa, lalu berkembang menjadi aksi kekerasan kolektif yang terekam kamera dan menyebar luas di media sosial. Kasus tersebut menunjukkan bagaimana ketegangan sosial […]

  • kepanikan massal

    Dentuman Misterius Picu Kepanikan Warga Puncak

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Dentuman keras tak dikenal di Puncak Cianjur memicu kepanikan massal warga dan membuat BPBD turun tangan. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suara dentuman keras yang terdengar tiba-tiba di malam hari memicu kepanikan massal warga di kawasan Puncak Cianjur, Jawa Barat. Peristiwa yang terjadi pada Senin malam itu membuat banyak warga keluar rumah karena khawatir terjadi ledakan […]

expand_less