Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Setahun Viman–Diky, Mosi Tidak Percaya Menggema

Setahun Viman–Diky, Mosi Tidak Percaya Menggema

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Eskalasi kritik publik terhadap pemerintahan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Chandra mulai menguat menjelang satu tahun masa kepemimpinan mereka. Dinamika tersebut terlihat jelas dari rangkaian aksi mahasiswa, pemasangan spanduk kritik di ruang publik, hingga munculnya seruan Mosi Tidak Percaya Viman Tasikmalaya yang kini menjadi sorotan masyarakat.

Dalam beberapa pekan terakhir, wajah Kota Tasikmalaya dipenuhi narasi evaluasi terhadap kinerja pemerintahan. Kritik tidak lagi hanya bergulir di ruang diskusi, tetapi juga tampil terbuka melalui aksi lapangan dan simbol-simbol perlawanan sosial.

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemerintahan daerah. Selain itu, momentum menjelang satu tahun kepemimpinan Viman–Diky turut mendorong masyarakat untuk melakukan refleksi bersama atas janji politik dan realisasi kebijakan.

Aksi Mahasiswa dan Spanduk Kritik Warnai Ruang Publik

Sebelum munculnya mosi tidak percaya, kritik publik lebih dulu hadir melalui aksi mahasiswa dan pemasangan spanduk di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar Balai Kota Tasikmalaya. Spanduk-spanduk tersebut memuat pesan evaluatif yang menyoroti kebijakan pemerintah daerah serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Baca juga: Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Wajib Layani Pasien BPJS PBI-JK

Mahasiswa menilai ruang aspirasi formal belum sepenuhnya menjawab kegelisahan publik. Oleh karena itu, mereka memilih turun ke jalan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kekuasaan. Aksi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa sebagian masyarakat menilai arah kebijakan pemerintah perlu dikaji ulang.

Di sisi lain, spanduk kritik menjadi simbol komunikasi langsung antara warga dan pemimpin daerah. Pesan yang tertulis di ruang publik menghadirkan tekanan moral agar pemerintah lebih responsif terhadap persoalan riil di lapangan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa kritik tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, kritik hadir sebagai rangkaian gerakan yang saling terhubung dan terus berkembang.

Sapma PP Dorong Mosi Tidak Percaya terhadap Kepemimpinan Viman

Eskalasi kritik kemudian memasuki fase baru ketika Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Tasikmalaya menyuarakan Mosi Tidak Percaya Viman Tasikmalaya. Organisasi kepemudaan ini secara terbuka menyatakan sikap politiknya terhadap kepemimpinan Viman–Diky.

Sapma PP menilai sejumlah kebijakan belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Mereka juga menyoroti lambannya penyelesaian berbagai persoalan publik yang selama ini menjadi keluhan warga.

Melalui rencana aksi dan konsolidasi internal, Sapma PP berupaya membawa kritik ke level yang lebih terstruktur. Tagar mosi tidak percaya dipilih sebagai simbol perlawanan sekaligus alat mobilisasi opini publik.

Langkah ini menandai pergeseran kritik dari bentuk simbolik ke arah tekanan politik yang lebih nyata. Selain itu, keterlibatan organisasi pemuda memperluas spektrum kritik yang sebelumnya didominasi oleh mahasiswa.

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan

Menjelang satu tahun masa jabatan, pemerintahan Viman–Diky berada pada titik krusial. Publik mulai menilai sejauh mana janji kampanye terwujud dalam kebijakan konkret. Di saat yang sama, ekspektasi masyarakat terhadap perubahan semakin tinggi.

Baca juga: Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

Eskalasi kritik publik dapat menjadi alarm sekaligus peluang. Di satu sisi, kritik mencerminkan kekecewaan sebagian warga. Namun di sisi lain, kritik juga membuka ruang dialog dan perbaikan kebijakan jika direspons secara terbuka.

Pengamat menilai pemerintah daerah perlu membaca dinamika ini secara bijak. Pendekatan komunikatif dan transparan dinilai mampu meredam ketegangan sekaligus membangun kembali kepercayaan publik.

Ke depan, arah hubungan antara pemerintah dan masyarakat akan sangat ditentukan oleh cara pemerintah merespons kritik. Apakah kritik dianggap sebagai ancaman, atau justru sebagai energi korektif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Dengan menguatnya mosi tidak percaya dan berbagai bentuk kritik publik, Tasikmalaya memasuki fase penting demokrasi lokal. Momentum ini berpotensi menjadi penentu arah pemerintahan Viman–Diky pada tahun-tahun berikutnya. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satgas Pendapatan Daerah

    Pemkab Tasikmalaya Genjot Pendapatan Daerah

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya memperkuat Satgas Pendapatan Daerah guna menaikkan kemandirian fiskal yang masih rendah. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kinerja Satuan Tugas Optimalisasi Pendapatan Daerah sebagai langkah strategis menghadapi rendahnya tingkat kemandirian fiskal. Penguatan ini ditegaskan dalam rapat koordinasi lintas perangkat daerah yang digelar di Aula Wiradadaha Bappelitbangda Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (23/12/2025). Langkah […]

  • Polres Pangandaran membuka posko pengaduan korban dugaan investasi bodong berbasis aplikasi digital MBA

    Breaking News: Polres Pangandaran Buka Posko Pengaduan Dugaan Investasi Bodong

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polres Pangandaran resmi membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang menjadi korban dugaan investasi bodong berbasis aplikasi digital MBA. Langkah ini dilakukan menyusul terus bertambahnya laporan warga yang mengaku mengalami kerugian finansial. Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mendata sejumlah korban dengan nilai kerugian yang bervariasi. Kerugian tersebut […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Kasus Pemerasan Rp 1,8 Miliar Pengusaha Batik Trusmi Cirebon Tuntas Setelah Dedi Mulyadi Turun Tangan

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Kasus pemerasan Rp 1,8 miliar pengusaha Batik Trusmi Cirebon tuntas dalam lima menit usai Dedi Mulyadi turun tangan. Kasus Pemerasan Rp 1,8 Miliar Selesai dalam Lima Menit albadarpost.com, LENSA – Setelah hampir setahun terbelit dalam dugaan pemerasan senilai Rp 1,8 miliar, pengusaha Batik Trusmi Cirebon, Ibnu Riyanto, akhirnya bisa bernapas lega. Persoalan yang sempat menguras […]

  • Suasana kegiatan belajar siswa dan pesantren kilat di sekolah selama Ramadhan 2026 sesuai kebijakan jadwal pembelajaran nasional

    Jadwal Belajar Ramadhan 2026 Resmi Dirilis Pemerintah

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah akhirnya merilis skema resmi jadwal belajar Ramadhan 2026. Kebijakan ini mengatur keseimbangan antara kegiatan akademik, ibadah, serta pendidikan karakter selama bulan suci. Langkah tersebut sekaligus menjawab pertanyaan publik, terutama orang tua dan siswa, terkait apakah sekolah libur penuh atau tetap menjalankan pembelajaran. Melalui pengaturan terstruktur, kegiatan belajar tidak dihentikan. Sebaliknya, pemerintah […]

  • wisata Pangandaran

    Wisata Pangandaran Menarik Ribuan Pengunjung

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Libur awal 2026, wisata Pangandaran dipadati ribuan pengunjung dan menggerakkan ekonomi lokal warga pesisir. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Memasuki hari ketiga libur Tahun Baru 2026, kawasan wisata Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih dipadati ribuan wisatawan. Kondisi ini menunjukkan bahwa wisata Pangandaran tetap menjadi tujuan utama masyarakat untuk menghabiskan libur panjang, sekaligus memberi dampak […]

  • kejahatan terhadap anak

    Polres Tasikmalaya Ungkap Empat Kejahatan terhadap Anak dalam Sebulan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya ungkap empat kejahatan terhadap anak dalam sebulan dan menahan sejumlah pelaku. albadarpost.com, HUMANIORA – Empat kejahatan terhadap anak terjadi di Tasikmalaya dalam rentang November hingga awal Desember, menandai lonjakan kasus yang langsung menjadi perhatian aparat. Polres Tasikmalaya Kota menyebut rangkaian kejadian ini sebagai alarm serius bagi semua pihak, mengingat pelaku sebagian besar merupakan […]

expand_less