Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Setahun Viman–Diky, Mosi Tidak Percaya Menggema

Setahun Viman–Diky, Mosi Tidak Percaya Menggema

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH Eskalasi kritik publik terhadap pemerintahan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Wakil Wali Kota Diky Chandra mulai menguat menjelang satu tahun masa kepemimpinan mereka. Dinamika tersebut terlihat jelas dari rangkaian aksi mahasiswa, pemasangan spanduk kritik di ruang publik, hingga munculnya seruan Mosi Tidak Percaya Viman Tasikmalaya yang kini menjadi sorotan masyarakat.

Dalam beberapa pekan terakhir, wajah Kota Tasikmalaya dipenuhi narasi evaluasi terhadap kinerja pemerintahan. Kritik tidak lagi hanya bergulir di ruang diskusi, tetapi juga tampil terbuka melalui aksi lapangan dan simbol-simbol perlawanan sosial.

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemerintahan daerah. Selain itu, momentum menjelang satu tahun kepemimpinan Viman–Diky turut mendorong masyarakat untuk melakukan refleksi bersama atas janji politik dan realisasi kebijakan.

Aksi Mahasiswa dan Spanduk Kritik Warnai Ruang Publik

Sebelum munculnya mosi tidak percaya, kritik publik lebih dulu hadir melalui aksi mahasiswa dan pemasangan spanduk di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar Balai Kota Tasikmalaya. Spanduk-spanduk tersebut memuat pesan evaluatif yang menyoroti kebijakan pemerintah daerah serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Baca juga: Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Wajib Layani Pasien BPJS PBI-JK

Mahasiswa menilai ruang aspirasi formal belum sepenuhnya menjawab kegelisahan publik. Oleh karena itu, mereka memilih turun ke jalan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kekuasaan. Aksi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa sebagian masyarakat menilai arah kebijakan pemerintah perlu dikaji ulang.

Di sisi lain, spanduk kritik menjadi simbol komunikasi langsung antara warga dan pemimpin daerah. Pesan yang tertulis di ruang publik menghadirkan tekanan moral agar pemerintah lebih responsif terhadap persoalan riil di lapangan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa kritik tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, kritik hadir sebagai rangkaian gerakan yang saling terhubung dan terus berkembang.

Sapma PP Dorong Mosi Tidak Percaya terhadap Kepemimpinan Viman

Eskalasi kritik kemudian memasuki fase baru ketika Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Kota Tasikmalaya menyuarakan Mosi Tidak Percaya Viman Tasikmalaya. Organisasi kepemudaan ini secara terbuka menyatakan sikap politiknya terhadap kepemimpinan Viman–Diky.

Sapma PP menilai sejumlah kebijakan belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat. Mereka juga menyoroti lambannya penyelesaian berbagai persoalan publik yang selama ini menjadi keluhan warga.

Melalui rencana aksi dan konsolidasi internal, Sapma PP berupaya membawa kritik ke level yang lebih terstruktur. Tagar mosi tidak percaya dipilih sebagai simbol perlawanan sekaligus alat mobilisasi opini publik.

Langkah ini menandai pergeseran kritik dari bentuk simbolik ke arah tekanan politik yang lebih nyata. Selain itu, keterlibatan organisasi pemuda memperluas spektrum kritik yang sebelumnya didominasi oleh mahasiswa.

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan

Menjelang satu tahun masa jabatan, pemerintahan Viman–Diky berada pada titik krusial. Publik mulai menilai sejauh mana janji kampanye terwujud dalam kebijakan konkret. Di saat yang sama, ekspektasi masyarakat terhadap perubahan semakin tinggi.

Baca juga: Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

Eskalasi kritik publik dapat menjadi alarm sekaligus peluang. Di satu sisi, kritik mencerminkan kekecewaan sebagian warga. Namun di sisi lain, kritik juga membuka ruang dialog dan perbaikan kebijakan jika direspons secara terbuka.

Pengamat menilai pemerintah daerah perlu membaca dinamika ini secara bijak. Pendekatan komunikatif dan transparan dinilai mampu meredam ketegangan sekaligus membangun kembali kepercayaan publik.

Ke depan, arah hubungan antara pemerintah dan masyarakat akan sangat ditentukan oleh cara pemerintah merespons kritik. Apakah kritik dianggap sebagai ancaman, atau justru sebagai energi korektif untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Dengan menguatnya mosi tidak percaya dan berbagai bentuk kritik publik, Tasikmalaya memasuki fase penting demokrasi lokal. Momentum ini berpotensi menjadi penentu arah pemerintahan Viman–Diky pada tahun-tahun berikutnya. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uwais Al-Qarni

    Uwais Al-Qarni: Tidak Bertemu Rasulullah, Tapi Dipuji Nabi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Pagi itu mungkin tidak berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya di sebuah daerah bernama Qarn, Yaman. Matahari perlahan naik dari balik perbukitan yang kering. Angin gurun berembus pelan membawa debu tipis ke halaman rumah-rumah sederhana. Di salah satu rumah yang dindingnya terbuat dari tanah liat, seorang pemuda sibuk mengurus ibunya yang sudah renta. Ia […]

  • UMKM Banjar

    UMKM Banjar Bertemu Panggung Seni di KolaboRasa 2026

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – UMKM Banjar mendapat ruang dalam gelaran Banjar KolaboRasa 2026, kegiatan yang mempertemukan pentas seni dan bazar UMKM. Berdasarkan publikasi Pemerintah Kota Banjar, agenda tersebut berlangsung pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. Perpaduan seni dan aktivitas usaha itu menarik dilihat bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara kreativitas dan […]

  • Hari Jadi Jabar

    Hari Jadi Jabar ke-81, Banjar Soroti Pentingnya Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Hari Jadi Jabar ke-81 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk kembali melihat arah pembangunan Jawa Barat. Di tengah agenda tersebut, Pemerintah Kota Banjar menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah agar pembangunan Jawa Barat tidak berhenti pada kebijakan dan perencanaan, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Pesan itu mengemuka ketika Wakil Wali Kota Banjar, Dr. […]

  • Resmi! SKB Tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Disahkan Pemerintah

    Resmi! SKB Tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Disahkan Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 279
    • 0Komentar

    SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026 resmi ditetapkan: 17 hari libur nasional, 8 cuti bersama. lIhat tanggal dan implikasinya! albadarpost.com, LENSA. Pemerintah resmi menetapkan SKB tentang libur nasional dan cuti bersama 2026, dengan total 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama. SKB disusun untuk memberi kepastian kalender liburan yang adil, merata, […]

  • Seseorang duduk sendirian di tengah kesibukan kota sambil merenung tentang ketenangan hati menurut hadis Nabi.

    Hadis Nabi tentang Sibuk Dunia, Tapi Hati Tidak Pernah Tenang

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 217
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pagi dimulai dengan notifikasi. Siang dipenuhi target. Malam masih sibuk memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Banyak orang hari ini terlihat produktif, aktif, bahkan sukses di mata orang lain. Namun diam-diam, hati terasa lelah dan sulit tenang. Dalam Islam, keadaan seperti itu ternyata pernah disinggung Rasulullah SAW melalui hadis tentang sibuk dunia dan […]

  • Honor Pendamping Tasikmalaya

    Dua hingga Tiga Bulan Tak Dibayar, Nasib Pendamping Tasikmalaya Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Keterlambatan pencairan honor pendamping di Kota Tasikmalaya mulai menjadi perhatian publik. Belum cairnya honor pendamping selama dua hingga tiga bulan memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan sejumlah program pelayanan masyarakat di Kota Tasikmalaya. Hingga kini, pendamping Dana Kelurahan dan pendamping Ohan Hafidz masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka. Di lapangan, aktivitas para pendamping […]

expand_less