Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kondisi keuangan daerah Tasikmalaya kembali mendapat sorotan setelah dua aset utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk, menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Situasi ini tidak berdiri sendiri sebagai persoalan manajerial aset, melainkan mencerminkan ketergantungan fiskal daerah pada mesin pendapatan yang semakin rentan di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan kebijakan.

Selama bertahun-tahun, RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk berperan penting dalam menopang keuangan daerah Tasikmalaya. Keduanya menjadi sumber PAD yang diandalkan untuk menutup kebutuhan belanja layanan publik. Namun, data terbaru memperlihatkan kontribusi yang kian menurun, seiring meningkatnya beban operasional dan melemahnya aktivitas ekonomi.

RSUD Tertekan Beban, Layanan Ikut Teruji

RSUD dr. Soekardjo sebagai rumah sakit rujukan utama di Priangan Timur menghadapi tekanan keuangan yang tidak ringan. Pendapatan rumah sakit tidak lagi sebanding dengan lonjakan biaya operasional, kewajiban pembayaran, serta kebutuhan peningkatan layanan kesehatan. Ketimpangan ini membuat arus kas rumah sakit menjadi rapuh dan berdampak langsung pada kontribusinya terhadap PAD.

Baca juga: Bupati Tasikmalaya Dorong Sekolah Jadi Pusat Perubahan Lingkungan

Dalam konteks keuangan daerah Tasikmalaya, kondisi tersebut menimbulkan risiko ganda. Di satu sisi, rumah sakit tetap harus menjaga kualitas layanan bagi masyarakat. Di sisi lain, kemampuan RSUD untuk menyetor pendapatan ke kas daerah semakin terbatas. Jika situasi ini berlarut, pemerintah daerah berpotensi menghadapi dilema antara menjaga layanan publik dan menutup kekurangan fiskal.

Tekanan ini juga menunjukkan bahwa model pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) membutuhkan evaluasi menyeluruh. Tanpa kebijakan penyeimbang, RSUD berisiko menjadi beban fiskal alih-alih mesin pendapatan yang sehat.

Pasar Cikurubuk Sepi, Retribusi Menyusut

Masalah serupa terlihat di Pasar Cikurubuk, pusat perdagangan tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya. Aktivitas jual beli yang melemah menyebabkan banyak kios tidak lagi beroperasi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penerimaan retribusi pasar yang selama ini menjadi bagian penting dari PAD.

Penurunan okupansi kios bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan pasar. Fenomena ini berkaitan dengan perubahan pola belanja masyarakat, persaingan dengan sektor ritel modern, serta menurunnya daya beli. Akibatnya, keuangan daerah Tasikmalaya kehilangan salah satu sumber pendapatan stabil yang selama ini menopang belanja rutin.

Jika tidak direspons dengan langkah strategis, pelemahan Pasar Cikurubuk berpotensi menciptakan efek berantai. Pedagang kehilangan penghasilan, daerah kehilangan retribusi, dan aktivitas ekonomi lokal melemah.

Ketergantungan PAD dan Tantangan Kebijakan

Kondisi RSUD dan Pasar Cikurubuk menunjukkan satu persoalan mendasar: keuangan daerah Tasikmalaya masih sangat bergantung pada segelintir mesin PAD. Ketika dua aset utama ini melemah secara bersamaan, ruang fiskal pemerintah daerah ikut menyempit.

Situasi ini menuntut kebijakan yang lebih proaktif dan terukur. Pemerintah daerah perlu mendorong diversifikasi sumber PAD, sekaligus melakukan pembenahan struktural terhadap aset yang ada. Tanpa langkah tersebut, tekanan fiskal berisiko memengaruhi pembiayaan layanan publik lain, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur dasar.

Penguatan tata kelola, penyesuaian model bisnis, serta keberanian mengambil keputusan strategis menjadi kunci menjaga keberlanjutan keuangan daerah Tasikmalaya. Tanpa itu, kerentanan fiskal akan terus berulang dan membebani masyarakat dalam jangka panjang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • impor pasir Saudi

    Gurun Melimpah, Saudi Tetap Impor Pasir

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Saudi Arabia mengimpor pasir konstruksi karena pasir gurun tak memenuhi standar beton proyek raksasa. albadarpost.com, BERITA DUNIA – Saudi Arabia dan negara-negara Teluk kembali menegaskan satu paradoks besar dalam pembangunan modern. Meski dikelilingi gurun pasir yang luas, kerajaan dan negara tetangganya justru bergantung pada impor pasir konstruksi berkualitas tinggi untuk menopang proyek-proyek infrastruktur berskala raksasa. […]

  • Turnamen Sepak Bola Garut

    Turnamen Sepak Bola SD/MI Garut Diserbu 80 Tim, Bupati Soroti Anak Mager

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 206
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Turnamen Sepak Bola Garut tingkat SD/MI Tahun 2026 resmi dibuka Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di Lapangan Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (23/5/2026). Namun di tengah kemeriahan turnamen, ada satu pesan yang paling menarik perhatian publik: anak-anak diminta lebih banyak bergerak dibanding terlalu lama bermain gawai. Pesan itu terasa sangat dekat […]

  • Ilustrasi tradisi mudik Indonesia saat Lebaran dengan kendaraan memenuhi jalan raya menuju kampung halaman

    Asal Usul Mudik yang Jarang Dibahas, Ternyata Bukan Hanya Tradisi Lebaran

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 200
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Mudik Indonesia, tradisi pulang kampung saat Lebaran, sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap tahun jutaan orang melakukan perjalanan jauh untuk mudik ke kampung halaman. Namun, asal usul mudik Indonesia ternyata tidak hanya berkaitan dengan Idulfitri. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang jarang dibahas media, mulai dari budaya desa Nusantara […]

  • Nama Terbanyak di Indonesia

    Dukcapil Ungkap Nama Terbanyak di Indonesia, Hasilnya Mengejutkan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Nama terbanyak di Indonesia kembali menjadi perhatian publik setelah Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis infografik mengenai nama-nama yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia. Berdasarkan data nama Dukcapil, Nurhayati tercatat sebagai salah satu nama paling banyak di Indonesia, mengungguli banyak nama lain yang selama ini dianggap lebih populer. Data […]

  • Istigosah dan doa bersama peringatan 44 tahun letusan Gunung Galunggung 1982 di Cipanas Galunggung Tasikmalaya

    44 Tahun Letusan Galunggung: Doa Bersama Menggetarkan Hati Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Letusan Gunung Galunggung 1982 kembali dikenang melalui kegiatan istigosah dan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana sekaligus hikmah besar yang ditinggalkannya bagi masyarakat Tasikmalaya. Bertempat di kawasan Cipanas Galunggung pada 5 April 2026, kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian acara Memory of Galunggung. Pemerintah […]

  • Kemiskinan Garut 2025

    Kemiskinan Garut Turun, Tantangan Belum Berakhir

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kemiskinan Garut 2025 kembali menunjukkan perbaikan. Namun, ada satu fakta yang tak boleh luput dari perhatian. Di balik turunnya jumlah penduduk miskin, biaya hidup justru terus meningkat. Artinya, semakin banyak keluarga harus bekerja lebih keras agar tidak kembali terjerumus ke bawah garis kemiskinan. Data terbaru yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) […]

expand_less