Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 206
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kondisi keuangan daerah Tasikmalaya kembali mendapat sorotan setelah dua aset utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk, menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Situasi ini tidak berdiri sendiri sebagai persoalan manajerial aset, melainkan mencerminkan ketergantungan fiskal daerah pada mesin pendapatan yang semakin rentan di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan kebijakan.

Selama bertahun-tahun, RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk berperan penting dalam menopang keuangan daerah Tasikmalaya. Keduanya menjadi sumber PAD yang diandalkan untuk menutup kebutuhan belanja layanan publik. Namun, data terbaru memperlihatkan kontribusi yang kian menurun, seiring meningkatnya beban operasional dan melemahnya aktivitas ekonomi.

RSUD Tertekan Beban, Layanan Ikut Teruji

RSUD dr. Soekardjo sebagai rumah sakit rujukan utama di Priangan Timur menghadapi tekanan keuangan yang tidak ringan. Pendapatan rumah sakit tidak lagi sebanding dengan lonjakan biaya operasional, kewajiban pembayaran, serta kebutuhan peningkatan layanan kesehatan. Ketimpangan ini membuat arus kas rumah sakit menjadi rapuh dan berdampak langsung pada kontribusinya terhadap PAD.

Baca juga: Bupati Tasikmalaya Dorong Sekolah Jadi Pusat Perubahan Lingkungan

Dalam konteks keuangan daerah Tasikmalaya, kondisi tersebut menimbulkan risiko ganda. Di satu sisi, rumah sakit tetap harus menjaga kualitas layanan bagi masyarakat. Di sisi lain, kemampuan RSUD untuk menyetor pendapatan ke kas daerah semakin terbatas. Jika situasi ini berlarut, pemerintah daerah berpotensi menghadapi dilema antara menjaga layanan publik dan menutup kekurangan fiskal.

Tekanan ini juga menunjukkan bahwa model pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) membutuhkan evaluasi menyeluruh. Tanpa kebijakan penyeimbang, RSUD berisiko menjadi beban fiskal alih-alih mesin pendapatan yang sehat.

Pasar Cikurubuk Sepi, Retribusi Menyusut

Masalah serupa terlihat di Pasar Cikurubuk, pusat perdagangan tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya. Aktivitas jual beli yang melemah menyebabkan banyak kios tidak lagi beroperasi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penerimaan retribusi pasar yang selama ini menjadi bagian penting dari PAD.

Penurunan okupansi kios bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan pasar. Fenomena ini berkaitan dengan perubahan pola belanja masyarakat, persaingan dengan sektor ritel modern, serta menurunnya daya beli. Akibatnya, keuangan daerah Tasikmalaya kehilangan salah satu sumber pendapatan stabil yang selama ini menopang belanja rutin.

Jika tidak direspons dengan langkah strategis, pelemahan Pasar Cikurubuk berpotensi menciptakan efek berantai. Pedagang kehilangan penghasilan, daerah kehilangan retribusi, dan aktivitas ekonomi lokal melemah.

Ketergantungan PAD dan Tantangan Kebijakan

Kondisi RSUD dan Pasar Cikurubuk menunjukkan satu persoalan mendasar: keuangan daerah Tasikmalaya masih sangat bergantung pada segelintir mesin PAD. Ketika dua aset utama ini melemah secara bersamaan, ruang fiskal pemerintah daerah ikut menyempit.

Situasi ini menuntut kebijakan yang lebih proaktif dan terukur. Pemerintah daerah perlu mendorong diversifikasi sumber PAD, sekaligus melakukan pembenahan struktural terhadap aset yang ada. Tanpa langkah tersebut, tekanan fiskal berisiko memengaruhi pembiayaan layanan publik lain, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur dasar.

Penguatan tata kelola, penyesuaian model bisnis, serta keberanian mengambil keputusan strategis menjadi kunci menjaga keberlanjutan keuangan daerah Tasikmalaya. Tanpa itu, kerentanan fiskal akan terus berulang dan membebani masyarakat dalam jangka panjang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto aktivitas pedagang dan pembeli di Pasar Cikurubuk dengan latar bangunan kios tradisional, simbol ekonomi kerakyatan.

    Strategi Pemkot dalam Upaya Revitalisasi Pasar Cikurubuk

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 196
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Pasar tradisional merupakan ruang vital dalam struktur ekonomi kerakyatan Indonesia. Ketika masyarakat berbelanja di pasar, roda ekonomi lokal bergerak, keterlibatan UMKM meningkat, dan jalinan sosial antarwarga semakin kuat. Di Kota Tasikmalaya, Pasar Cikurubuk merupakan salah satu pusat perdagangan lokal yang telah membentuk kehidupan ekonomi warga selama puluhan tahun. Namun dalam beberapa waktu […]

  • Umat Islam melaksanakan shalat tarawih Ramadan berjamaah di masjid pada malam hari dengan saf yang rapat dan suasana khusyuk.

    Shalat Tarawih Ramadan: Ampunan di Setiap Malam

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Shalat tarawih Ramadan menjadi ibadah khas yang hanya hadir di bulan suci. Ibadah ini termasuk qiyamul lail atau salat malam yang dikerjakan setelah Isya hingga menjelang fajar. Selain dikenal sebagai salat malam Ramadan, tarawih memiliki keutamaan besar karena Allah menjanjikan ampunan bagi siapa saja yang menunaikannya dengan iman dan penuh harap. Karena […]

  • pemulihan hutan

    Pemprov Jabar Libatkan Warga dalam Pemulihan Hutan Berbayar

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Pemprov Jawa Barat libatkan warga dalam pemulihan hutan rusak, bayar Rp 50.000 per hari untuk perawatan pohon. Pemprov Jabar Libatkan Warga untuk Pemulihan Hutan albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan melibatkan masyarakat sebagai tenaga utama pemulihan hutan yang rusak. Mulai Desember 2025, setiap warga yang bekerja menanam dan merawat pohon akan menerima upah […]

  • Makam Pahlawan Pamarican

    Hari Bhayangkara, Warga Bersihkan Makam Pahlawan Pamarican

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 112
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tidak banyak warga yang mengetahui bahwa Makam Pahlawan Pamarican menyimpan kisah penting perjuangan kemerdekaan Indonesia di wilayah Ciamis Selatan. Situs Makam Pahlawan Pamarican menjadi bukti sejarah sekaligus pengingat bahwa Kecamatan Pamarican pernah menjadi jalur gerilya para pejuang. Karena itu, semangat menjaga sejarah Pamarican kembali menguat saat unsur Muspika bersama masyarakat menggelar […]

  • Potret Try Sutrisno saat menjabat Wakil Presiden RI periode 1993-1998 di masa akhir Orde Baru.

    Sunyi di Pusat Kekuasaan: Peran Try Sutrisno Saat Krisis 1998

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 220
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nama Try Sutrisno 1998 kembali mengemuka ketika publik menelisik ulang fase akhir Orde Baru. Pada periode genting itu, Try Sutrisno menjabat sebagai Wakil Presiden RI dan berdiri tepat di pusat pusaran krisis. Sosok wapres militer ini hadir di ujung kekuasaan Orde Baru, mendampingi Suharto saat tekanan ekonomi dan politik mengguncang fondasi negara. […]

  • Display Rokok

    Tasik Mulai Perang Display Rokok di Toko

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 106
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana sebuah hotel di Jalan Yudanagara, Kota Tasikmalaya, pada Senin (29/6/2026), tampak berbeda dari biasanya. Puluhan aparatur pemerintah dari berbagai daerah di Jawa Barat memenuhi ruang pelatihan. Mereka bukan sedang membahas pajak, investasi, atau pembangunan infrastruktur. Fokus mereka hari itu adalah satu hal yang selama ini selalu berada di depan mata […]

expand_less